
"Sejak kapan kamu telah mempunyai perasaan seperti itu kepada Krystal?" Tanya Sera kepada Branden.
"Sejak saat pernikahan ku dengan nya batal", ujar Branden.
"Apa! Jadi selama ini kamu telah menyimpan perasaan mu itu dari kami", ujar Sera.
"Itu adalah salah diri mu sendiri karena telah menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk bersama dengan wanita itu", ujar Kakek Sera.
"Iya aku tau itu", ujar Branden.
"Kalau kamu tidak tidur dengan wanita itu pada malam itu maka Krystal pun tidak akan membatalkan pernikahan nya dengan mu pada saat itu", ujar Kakek Sera lagi.
"Iya itu murni adalah salah mu", ujar Sera.
*Flash Back*
Pagi ini Branden dan wanita yang telah tidur dengan nya semalam itu belum juga bangun dari tidur mereka karena mereka sangat kelelahan dengan aktifitas mereka pada malam itu.
"Ting tong ting tong", bunyi bel apartemen Branden.
Suara bel apartemen Branden itu terdengar sangat jelas di telinga nya dan itu tentu saja membuat Branden langsung terbangun dari tidur nya saat ini.
"Kamu tetap lah tidur jika kamu masih mengantuk", ujar Branden kepada wanita yang ada di samping nya itu.
"Ok", ujar wanita itu.
Lalu Branden pun langsung mengambil pakaian handuk yang berwarna putih yang sedang terletak di atas sofa yang berada di dalam kamar mandi nya itu dan kemudian Branden pun pergi menuju ke depan pintu apartemen nya.
Saat telah sampai di depan pintu apartemen nya itu Branden pun langsung membuka pintu apartemen nya itu tanpa melihat siapa yang telah datang ke apartemen nya pada jam tujuh pagi ini.
"Siapa yang telah datang pagi-pagi begini ke apartemen ku", ujar Branden.
Setelah pintu apartemen nya terbuka dan pada saat itu juga Branden kaget dengan apa yang di lihat nya saat ini.
"Hai", ujar Krystal sambil membawakan sarapan pagi untuk Branden.
"Krystal", ujar Branden.
"Kenapa kamu tiba-tiba datang ke apartemen ku apa lagi pagi-pagi begini dan biasa nya kamu tidak pernah melakukan ini apa lagi sampai membawakan ku sarapan pagi", ujar Branden.
"Jadi kamu tidak menyukai nya?" Tanya Krystal.
"Bukan begitu maksud ku", ujar Branden.
"Aku biasa nya tidak mau di ganggu pada saat pagi hari karena seperti biasa aku selalu begadang pada setiap hari nya", ujar Branden lagi.
"Jadi kamu telah menolak kedatangan ku pada saat ini?" Tanya Krystal.
"Apa kamu juga akan memarahi ku saat ini?" Tanya Krystal.
"Krystal aku tidak bermaksud seperti itu kepada mu tapi aku mohon beri aku waktu untuk beristirahat sebentar saja sampai mata ku sudah tidak mengantuk lagi", ujar Branden.
"Apa kamu mengantuk?" Tanya Krystal.
"Atau ada sesuatu yang sedang kamu sembunyikan saat ini", ujar Krystal.
Mendengar perkataan Krystal yang seperti itu kepada nya langsung saja membuat Branden kaget dan berusaha untuk tetap tenang dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
"Jadi kamu tidak percaya kepada ku?" Tanya Branden.
"Tentu saja tidak", ujar Krystal.
"Kenapa?" Tanya Branden.
"Bukan kah saat ini kamu telah bersedia menikah dengan ku", ujar Branden lagi.
"Iya aku memang bersedia menikah dengan mu tapi bukan kah barang kotor itu adalah milik orang lain", ujar Krystal.
"Jadi sudah sewajarnya kalau aku tidak percaya dengan perkataan mu saat ini", ujar Krystal lagi.
"Cepat katakan kepada ku dengan sejujur-jujur nya saat ini apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu di dalam apartemen mu saat ini", ujar Krystal lagi.
"Tentu saja tidak", ujar Branden dengan nada suara yang agak di tinggikan nya.
Branden melakukan itu supaya wanita yang sedang berada di dalam kamar nya saat ini segera bersembunyi dari sana agar Krystal tidak melihat keberadaan nya di dalam apartemen nya ini.
"Kenapa kamu berbicara dengan nada seperti itu kepada ku?" Tanya Krystal.
"Aku masih bisa mendengar dengan normal dan telinga ku juga tidak bermasalah saat ini", ujar Krystal lagi.
"Kamu memang aneh sekali dan sikap mu itu tentu saja membuat ku tambah merasa kalau kamu itu telah menyembunyikan sesuatu dari ku di dalam apartemen mu ini", ujar Krystal lagi.
"Baiklah jika kamu tidak percaya dengan perkataan ku maka kamu bisa masuk ke dalam apartemen ku saat ini untuk memeriksa nya", ujar Branden.
"Ok! Ayo kita buktikan sekarang juga", ujar Krystal.
Lalu mereka berdua pun langsung masuk ke dalam apartemen Branden dan setelah itu Branden pun menutup pintu apartemen nya.
Saat ini Krystal sedang menelusuri setiap ruangan yang ada di dalam apartemen Branden dan tiba-tiba saja Branden menyuruh Krystal untuk minum terlebih dahulu sebelum ia melanjutkan kembali memeriksa apartemen nya itu.
"Aku tidak mau dan jangan berusaha untuk menghentikan langkah ku pada saat ini", ujar Krystal.
"Baiklah terserah kamu saja", ujar Branden.
__ADS_1
Lalu Krystal pun segera melanjutkan kembali memeriksa apartemen Branden itu dan setelah cukup lama memeriksa apartemen Branden akhirnya Krystal pun telah selesai memeriksa semua ruangan yang ada kecuali kamar Branden.
"Sekarang hanya tersisa kamar mu saja", ujar Krystal.
"Jadi apa kamu masih bersikeras saat ini kepada ku kalau kamu tidak menyembunyikan sesuatu dari ku", ujar Krystal lagi.
"Tentu saja untuk apa aku berbohong kepada mu", ujar Branden.
"Baiklah jangan sampai kamu menyesal nanti nya", ujar Krystal lagi.
Lalu Krystal pun langsung membuka kamar Branden dan benar saja dia tidak melihat siapa pun di dalam kamar Branden saat ini.
"Kamu lihat kan kalau aku tidak berbohong kepada mu", ujar Branden.
Lalu Krystal pun masuk ke dalam kamar Branden dan menggeledah kamar Branden itu beserta kamar mandi yang ada di dalam nya.
"Tidak ada siapa-siapa disini", gumam Krystal.
"Benarkan apa yang telah aku katakan kepada mu", ujar Branden.
"Kalau begitu baiklah aku percaya dengan perkataan mu kali ini", ujar Krystal.
Kemudian mereka pun keluar dari dalam kamar Branden dan setelah itu mereka berdua pun duduk di atas sofa yang ada di ruang tamu Branden.
"Ada yang ingin aku katakan kepada mu", ujar Krystal.
"Apa itu?" Tanya Branden.
"Saat ini aku telah memilih mu", ujar Krystal.
"Bukankah kamu memang akan menikah dengan ku", ujar Branden.
"Jadi apa maksud mu berkata seperti itu kepada ku?" Tanya Branden.
"Aku telah dikenalkan kepada pria lain selain diri mu dan kami pun telah makan malam bersama dengan nya", ujar Krystal.
"Apa!" Ujar Branden dengan wajah kaget nya.
"Kenapa Ayah mu melakukan itu kepada ku?" Tanya Branden.
"Jangan salahkan Ayah ku karena akulah yang telah menerima tawaran dari kakak ku itu", ujar Krystal.
"Apa! Kakak mu", ujar Branden.
"Iya seperti nya kakak ku tidak menyukai mu", ujar Krystal.
"Apakah kalian saling bermusuhan sehingga kakak ku bersikap seperti itu kepada mu", ujar Krystal lagi.
"Apa jangan-jangan Diego telah mencurigai ku?" Tanya Branden di dalam hati nya.
"Jangan sampai dia mengetahui semua nya kalau sampai Diego tau bisa gawat semua nya", ujar Branden lagi di dalam hati nya.
"Jadi saat ini aku telah memutuskan untuk memilih mu dari pada memilih pria itu karena aku yakin kamu pasti bisa membahagiakan ku ke depan nya", ujar Krystal sambil tersenyum.
"Baguslah kalau kamu memilih ku jadi aku tidak perlu khawatir lagi dengan pernikahan kita yang sebentar lagi akan di laksanakan", ujar Branden.
"Kalau begitu kamu harus berjanji kepada ku untuk tidak mengecewakan ku", ujar Krystal.
"Karena aku telah mengorbankan semua nya untuk mu saat ini dan kamu harus mengingat itu", ujar Krystal lagi.
"Baiklah aku tidak akan mengecewakan mu apa lagi sampai menyakiti mu", ujar Branden.
"Aku berjanji kepada mu dan kamu bisa pegang janji ku itu", ujar Branden lagi.
Lalu Krystal pun tersenyum dengan perkataan Branden kepada nya itu sambil menatap mata Branden dengan penuh haru karena Krystal merasa Branden telah tulus berkata seperti itu kepada nya saat ini.
"Kalau begitu aku pergi dulu karena saat ini aku akan pergi mengurus keperluan untuk acara pernikahan kita", ujar Krystal.
"Tidak terasa seminggu lagi kita akan menikah", ujar Krystal lagi.
"Iya aku juga tidak sabar untuk itu", ujar Branden.
"Kalau begitu aku pergi dulu dan jangan lupa untuk menghabiskan semua makanan yang telah aku bawakan untuk mu ini", ujar Krystal lagi.
"Ok", ujar Branden.
"Aku tidak bisa untuk mengantar mu pergi keluar dari apartemen ku ini karena saat ini aku belum mandi", ujar Branden.
"Iya aku tau", ujar Krystal.
Lalu Krystal pun segera berdiri dari tempat duduk nya dan akan melangkah pergi keluar dari dalam apartemen Branden.
"Bye bye", ujar Krystal lagi.
"Bye", ujar Branden kepada Krystal di depan pintu apartemen nya.
Setelah Krystal pergi dari dalam apartemen nya itu Branden pun langsung menutup pintu apartemen nya dan otomatis pintu apartemen Branden itu telah terkunci saat ini.
Lalu Branden pun segera pergi menuju ke dalam kamar nya untuk menemui wanita yang telah tidur dengan nya semalam itu.
"Keluar lah", ujar Branden dari depan pintu kamar nya itu.
Lalu wanita itu pun langsung keluar dari balik tirai gorden yang ada di sudut kamar Branden karena di depan tirai itu ada sedikit space di antara tembok dengan meja kecil yang ada di dalam kamar Branden itu.
__ADS_1
Jadi karena space itu lah wanita itu tidak ketahuan oleh Krystal saat Krystal sedang berusaha untuk mencari keberadaan nya di dalam kamar Branden itu.
"Untung saja aku tidak ketahuan oleh nya", ujar wanita itu kepada Branden.
"Iya untung saja dia bisa di bohongi jadi kita tidak akan ketahuan oleh nya kalau dia selalu mudah di bohongi seperti itu", ujar Branden.
"Iya saat ini kamu telah tepat untuk memilih seorang istri yang seperti diri nya itu", ujar wanita itu.
Lalu wanita itu pun segera merapikan pakaian nya karena pada saat Krystal sedang berdebat dengan Branden di depan pintu apartemen Branden wanita itu pun langsung memakai pakaian nya.
Wanita itu mengambil pakaian nya yang sedang berserakan di atas lantai kamar Branden lalu memakai nya dengan secepat kilat tanpa jeda sedikit pun karena dia takut tertangkap basah oleh Krystal apa lagi diri nya saat ini sedang berada di dalam kamar Branden.
"Ayo kita sarapan dulu", ajak Branden kepada wanita itu.
"Calon istri ku telah membawakan ku makanan untuk sarapan pada pagi ini", ujar Branden lagi.
"Kali ini aku tidak bisa untuk berlama-lama berada di dalam apartemen mu karena perasaan ku tidak enak pada saat ini", ujar wanita itu.
"Maksud mu?" Tanya Branden.
"Entahlah semenjak calon istri mu itu datang ke apartemen mu ini tiba-tiba saja perasaan ku jadi tidak enak dan aku juga takut membuat diri mu berada di dalam masalah saat ini", ujar wanita itu.
"Jadi lebih baik aku pergi saja sekarang dan aku akan bertemu lagi dengan mu pada saat suasana nya sudah mulai berubah", ujar wanita itu lagi.
"Ok terserah kamu saja", ujar Branden.
Lalu Branden pun segera mengantar kepergian wanita itu ke depan pintu apartemen nya.
Pada saat wanita itu membuka pintu apartemen Branden dari dalam apartemen nya tiba-tiba saja mereka dikagetkan dengan keberadaan Krystal yang tepat berada di depan pintu apartemen Branden itu.
"Astaga", teriak wanita itu dengan kaget nya.
"Siapa kamu?" Tanya Krystal tanpa basa basi terlebih dahulu kepada wanita itu.
"Krystal aku bisa menjelaskan semua nya kepada mu saat ini dan ini tidak lah seperti yang kamu pikirkan saat ini", ujar Branden dari belakang wanita itu.
"Aku benar-benar kecewa dengan mu", ujar Krystal kepada Branden.
"Kamu tau kenapa aku tiba-tiba datang untuk pergi menemui mu ke apartemen mu pagi ini", ujar Krystal lagi.
"Itu karena aku hanya ingin membuktikan perkataan kakak ku saja dan ternyata setelah aku menunggu cukup lama di depan pintu apartemen mu ini baru setelah nya aku sadar dengan apa yang sedang terjadi saat ini", ujar Krystal lagi.
"Apa yang telah di katakan oleh kakak ku mengenai diri mu itu memang benar ada nya", ujar Krystal lagi.
"Krystal percayalah kepada ku kalau aku tidak melakukan apa pun dengan wanita ini di dalam apartemen ku", ujar Branden berusaha untuk meyakinkan Krystal.
"Saat ini aku sudah tidak percaya lagi dengan mu dan aku juga akan membatalkan acara pernikahan kita", ujar Krystal.
"Apa!" Ujar Branden.
"Hubungan kita telah berakhir sampai disini dan aku akan memberi tau Ayah dan kakak ku mengenai perbuatan mu ini kepada ku", ujar Krystal.
"Krystal kamu tidak bisa melakukan ini kepada ku", ujar Branden.
"Coba saja kamu jujur kepada ku pada saat aku bertanya kepada mu mengenai apa yang sedang kamu sembunyikan ini mungkin aku akan memaafkan mu kali ini dan akan membuat perjanjian dengan mu ke depan nya", ujar Krystal.
"Tapi sayang nya kamu telah berbohong kepada ku dan aku juga tidak akan memberi mu kesempatan lagi untuk ke depan nya", ujar Krystal lagi.
"Jadi aku harap kamu jangan pernah mengganggu ku lagi apa lagi sampai merusak masa depan ku karena aku sudah tidak bisa menerima mu lagi di dalam hidup ku", ujar Krystal lagi.
Lalu Krystal pun langsung berbalik badan untuk segera pergi meninggalkan Branden dan wanita itu di depan pintu apartemen Branden itu.
"Krystal maafkan aku", ujar Branden.
Namun Krystal tidak menggubris perkataan Branden itu kepada nya dan saat ini Krystal pun telah pergi meninggalkan Branden dengan wanita itu.
*Kediaman Sera*
Setelah mengingat kejadian waktu itu Branden pun baru mulai menyadari kalau perasaan Krystal pada nya waktu itu sungguh sangat tulus dan sejak saat itu lah Branden selalu memikirkan Krystal dan bahkan diri nya juga sudah mencintai Krystal saat ini.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Kakek?" Tanya Sera.
"Branden telah mengakui semua kesalahan nya saat ini dan masalah itu terjadi gara-gara Branden telah menyukai Krystal", ujar Sera kepada Kakek nya lagi.
"Kalau begitu kamu rusak lah rumah tangga wanita itu", ujar Kakek Sera kepada Branden.
"Apa!" Ujar Branden dan Sera secara bersamaan.
"Apa ini tidak berlebihan?" Tanya Branden kepada Kakek Sera.
"Kamu lakukan saja perintah ku itu atau kamu mau aku hukum saat ini juga", ujar Kakek Sera.
"Kakek", ujar Sera.
Mendengar perkataan Kakek Sera yang seperti itu kepada nya Branden pun langsung bingung dan pusing dengan apa yang harus di lakukan nya pada saat ini.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1