
Saat ini, Diego dan Hanna tengah berada di dalam apartemen Hanna semasa kuliah.
Mereka tengah duduk di sofa, sambil menatap ke arah jendela kaca yang memperlihatkan keindahan kota.
"Hanna, maafkan aku", ucap Diego.
"Aku tidak akan memaafkan mu", gerutu Hanna.
"Menikah saja dengan nya, dan lepaskan aku", ucap Hanna lagi.
"Sampai mati pun, aku tidak akan pernah melepaskan mu", jawab Diego.
"Bahkan, Tuhan telah mengatur semua nya, tidak sadar kah kamu apa yang terjadi di antara kita?" Tutur Diego.
Namun, Hanna hanya diam, berusaha untuk menahan tangis nya.
"Jauh sebelum kita di jodohkan, kita berdua telah mengalami hal-hal yang di luar dugaan", ucap Diego.
"Lalu, bagaimana dengan nya?" Tanya Hanna.
"Aku tidak mau di madu, dan tidak akan pernah bisa menerima anak mu berada di sekitar ku", jelas Hanna.
Lalu, Diego mendekat ke arah Hanna, dan memeluk nya.
"Lepaskan aku", ucap Hanna.
"Aku tidak akan melepaskan istri ku yang cantik ini", jelas Diego.
Ucapan Diego langsung membuat hati Hanna tersipu, dan berusaha untuk tetap diam.
Namun, Hanna tidak bisa jika tidak membalas perkataan Diego.
"Bukan kah dia lebih cantik dari pada diri ku?" Tanya Hanna sambil melirik Diego.
"Hanya kamu yang terlihat cantik di mata ku", jawab Diego sambil mengedipkan sebelah mata nya.
Lalu, Diego menceritakan semua permasalahan nya dengan Sera, dan berjanji akan membuktikan semua yang di katakan Sera itu adalah kebohongan.
"Seperti nya kamu hanya berusaha untuk menahan ku, supaya semua warisan jatuh ke tangan mu", gumam Hanna.
Setelah Diego mendengar ucapan Hanna, ia langsung membungkam bibir Hanna dengan bibir milik nya.
Langsung saja, Hanna melepaskan Diego dari diri nya.
"Baiklah aku akan menunggu kebenaran nya, dan apa yang akan kamu lakukan ke depan nya?" Tanya Hanna.
"Jika kamu membuat ku kecewa lagi, aku akan pergi dari hidup mu", tutur Hanna.
"Ok! Aku tidak akan mengecewakan mu, percaya pada ku", ucap Diego.
Lalu, masuk telfon dari Rey, dan Diego langsung mengangkat nya.
"Bagaimana, apa sudah membuahkan hasil?" Tanya Diego.
"Sudah, aku sudah tau itu bukan anak mu", jawab Rey.
"Lalu, bagaimana dengan semua bukti nya?" Tanya Diego lagi.
"Sangat sulit untuk ku dapat kan, karena bukti itu ada di dalam rumah itu", jawab Rey.
"Sudah kuduga, mereka menjaga semua itu dengan ketat di rumah", ucap Diego.
"Apabila bukti kita tidak cukup kuat, mereka bisa saja mengelak", ucap Diego lagi.
"Apa mereka harus kita pancing terlebih dahulu?" Tanya Rey.
"Kali ini jangan, aku tidak mau membuat Hanna marah pada ku", ujar Diego.
"Kita lakukan dengan santai saja, jangan terburu-buru dan menyebabkan korban", ucap Diego.
"Apa Hanna belum tau, mengenai apa yang kamu lakukan selama ini?" Tanya Rey.
"Belum", jawab Diego.
"Kasih tau saja sekarang, dari pada nanti malah menimbulkan masalah lagi", ucap Rey.
"Biarlah dia tau dengan sendiri nya", ucap Diego.
"Bos, lalu akan kita apa kan orang itu?" Tanya Rey.
"Semenjak kamu datangi, dia langsung berkata jujur pada ku, dan sekarang sudah tidak berguna lagi", jelas Rey.
"Kurung saja dia untuk sementara ini, nanti kita juga akan membutuhkan nya", jawab Diego.
"Ok", jawab Rey.
Setelah telfon di matikan, Diego melihat Hanna sudah tidak ada di samping nya.
Lalu, Diego mencari Hanna ke setiap ruangan yang ada.
"Baiklah", ucap Hanna.
Lalu, Hanna mematikan ponsel nya.
"Ternyata kamu di sini", ucap Diego.
"Aku hanya menjawab telfon dari Clara", ujar Hanna.
Lalu, Hanna pergi mengambil tas yang ada di atas meja, dan Diego pun mengikuti nya dari belakang.
"Kamu mau kemana lagi?" Tanya Diego.
"Kemana lagi kalau bukan ke rumah Clara", jawab Hanna.
"Tidak bisa, kamu harus pulang dengan ku", ucap Diego.
"Sebelum aku tau kebenaran nya, aku akan tetap tinggal di rumah Clara", ucap Hanna.
Lalu, Hanna melangkah menuju pintu apartemen.
"Baiklah, aku mengerti", ujar Diego.
__ADS_1
"Tapi, aku akan ikut ke rumah nya, untuk memastikan kamu aman di sana apa tidak", ucap Diego.
"Ok! Aku hanya malas berdebat dengan mu", ucap Hanna.
Lalu, mereka berdua menuju ke rumah Clara, dengan menaiki mobil Diego.
***
Rumah Clara.
Saat ini, mereka berdua sedang duduk di ruang tamu, karena Clara menyuruh mereka untuk duduk, dan menunggu makanan yang telah di siapkan nya.
"Tada...", Teriak Clara.
"Apa ini?" Tanya Hanna.
"Siapa yang berulang tahun?" Tanya Hanna lagi.
"Tidak ada, aku hanya ingin membuat kejutan untuk mu", jawab Clara.
"Ini pakai lah", ucap Clara.
Lalu, Clara memberikan sarung tangan plastik itu kepada Diego dan Hanna.
"Apa ini?" Tanya Diego.
"Sarung tangan untuk makan, agar tangan mu tidak kotor nanti nya", jawab Clara.
"Oh iya aku baru ingat, kamu kan tidak pernah makan seperti ini", ujar Clara.
"Orang kaya selalu makan di atas meja makan yang di hidangkan dengan makanan terbaik, buatan koki atau pelayan yang handal", celoteh Clara.
"Sudah lah makan saja, jangan bicara lagi", ujar Hanna.
"Aku sudah sangat lapar, dari siang aku sama sekali belum makan", ucap Hanna.
Lalu, mereka makan bersama sambil menonton televisi.
"Wah, ini enak", ucap Diego dengan takjub.
"Benarkah?" Tanya Clara sambil tersenyum.
"Aku belum pernah makan makanan dengan rasa rumahan seperti ini", jawab Diego.
"Luar biasa", ucap Clara.
"Apa ini yang telah kamu pelajari dari ibu ku?" Tanya Hanna.
"Iya, tidak sia-sia aku belajar dari ibu mu", jawab Clara.
"Kalau masakan seperti ini semua orang juga bisa, seharusnya kamu belajar yang lebih sulit sedikit, itu baru nama nya berbobot", celoteh Hanna.
"Ada apa dengan mu?" Tanya Clara.
"Bukan kah kamu juga sama, astaga! Apa kamu cemburu pada ku?" Tanya Clara.
"Untuk apa aku cemburu, ini kan hanya hal yang sepele", jawab Hanna.
"Kalau kamu suka, minta lah pada istri mu untuk membuatkan nya", ujar Clara pada Diego.
"Terserah dia saja, aku tidak pernah memaksakan apa pun pada nya", tutur Diego.
Diego terlihat sangat menikmati makanan yang di buat oleh Clara, dan saat ini mereka sedang melihat berita yang muncul di TV.
Clara, dan Hanna sedang melihat berita, sedangkan Diego malah asik dengan makanan yang ada di depan nya.
"Apa!" Teriak Hanna dan Clara secara bersamaan.
"Ada apa?" Tanya Diego.
Lalu, Diego segera melihat ke TV.
"Itu ada mayat yang di temukan oleh polisi", jawab Clara.
"Benarkah itu berkaitan dengan narkoba?" Tanya Hanna.
"Benar kan apa yang aku ceritakan pada mu dulu, sekarang sudah banyak korban akibat benda terlarang itu", ucap Clara pada Hanna.
"Iya, kan kamu sudah tau, aku pernah di culik oleh mereka", ujar Hanna.
"Biar ku patah kan mereka, kalau sampai bertemu dengan ku", ucap Clara dengan bangga nya.
"Coba saja kalau bisa", ujar Hanna sambil cekikikan dengan teman nya itu.
Sedangkan Diego, hanya mengamati, dan diam melihat nya.
"Bukan kah dia salah satu dari geng itu", ucap Diego dalam hati.
***
Kediaman Keluarga Hanna
Saat ini Ayah, Ibu, dan Nenek sedang makan malam bersama. Sedangkan bibi Im terlihat sibuk di dapur.
"Bagaimana keadaan Hanna sekarang?" Tanya Ayah Hanna.
"Dia baik-baik saja, aku sudah menghubungi nya", jawab Ibu Hanna.
"Baguslah, aku harap dia tidak terlalu percaya pada berita yang belum dapat di pastikan kebenaran nya itu", ucap Ayah Hanna lagi.
"Sudah tenang saja, Hanna bukan anak yang lemah, dia pasti kuat menghadapi semua ini", ucap Nenek Hanna.
Lalu, terdengar suara bel berbunyi, dan bibi Im segera pergi untuk membukakan pintu.
"Aaaaaaa", teriak bibi Im dari luar.
Mendengar suara teriakan bibi Im, semua nya langsung keluar rumah, untuk melihat apa yang terjadi di luar sana.
"Ada apa bi?" Tanya Ibu Hanna dari ruang tamu ketika menuju ke luar rumah.
"Ini nyonya, ada kiriman paket aneh", jawab bibi Im.
__ADS_1
"Berikan pada ku, aku akan melihat nya" ucap ayah Hanna.
Setelah melihat isi paket itu, Ayah, Ibu, dan Nenek langsung kaget di buat nya.
Lalu mereka jadi gelisah, sambil mengingat keadaan Hanna sekarang, mereka lebih khawatir dengan Hanna.
Paket itu berisi sebuah kertas yang di tulis dengan darah, dan bertuliskan "Jauh kan anak mu dari Diego, atau akan aku buat dia menghilang untuk selama nya".
Langsung saja, Ayah Hanna mengabari hal itu kepada Joks Ayah Diego, dan juga mengabarkan nya kepada Diego.
Lalu, Diego menjelaskan ada yang mencoba mencari perkara dengan diri nya.
Jadi Diego meminta Ayah, Ibu, dan Nenek untuk tidak perlu khawatir dengan Hanna, karena dia ada di dekat Hanna.
Setelah percakapan itu berakhir, Rey menelfon Diego.
"Bos, gawat", ujar Rey.
"Ada apa?" Tanya Diego.
"Sera dan kakek nya berniat jahat pada istri mu", ucap Rey.
"Aku sudah tau", jawab Diego.
"Perintahkan semua anggota untuk berbagi tugas", ucap Diego lagi.
"Ok! Dan bagaimana dengan mereka?" Tanya Rey.
"Apa kamu akan menggunakan cara halus ini lagi?" Tanya Rey lagi.
"Lakukan saja seperti biasa nya, lenyap kan saja mereka", celoteh Rey.
"Tidak! Aku akan tetap pada rencana awal", ucap Diego.
"Baiklah", balas Rey.
"Dan segera buat perangkap baru untuk mereka", ucap Diego.
"Ok!" Jawab Rey.
Lalu telfon di matikan, dan Diego berbaring di atas kasur nya sambil memikirkan Hanna.
***
Rumah Clara
Jam menunjukkan sudah waktu pergantian hari, sekarang Hanna dan Clara masih belum mengantuk.
Mereka tengah menikmati sebuah drama Korea di sofa ruang tamu. Tampak Hanna sedang berbaring di atas sofa, dan memiringkan tubuh nya ke arah layar TV.
Sedangkan Clara duduk di atas karpet, dengan posisi kepala nya sedang bersandar ke sofa yang ada Hanna di atas nya.
"Wah hebat, pria itu sangat tangguh dan berani sekali", ucap Clara.
"Cari lah pria seperti diri nya", celetuk Hanna.
"Dimana aku bisa menemukan orang seperti itu?" Tanya Clara.
"Andai saja aku bisa", celoteh Clara.
"Pergi lah ke rumah suami ku, di sana banyak pengawal yang sesuai dengan kriteria mu, tangguh dan berani", ucap Hanna.
"Bukan hanya itu saja, seperti nya wajah juga perlu", celetuk Clara.
Lalu, mereka tertawa bersama, dan tiba-tiba bel rumah berbunyi.
Clara segera melihat ke layar monitor, tetapi tidak ada siapa pun di depan rumah.
Lalu, Clara segera membuka pintu dan keluar dari dalam rumah, untuk mengecek siapa yang telah membunyikan bel rumah nya.
"Aneh! Tidak ada siapa pun di sini", ucap nya.
Lalu, Hanna segera datang dan menghampiri nya.
"Clara, ada apa?" Tanya Hanna.
"Kenapa kamu lama sekali?" Tanya nya.
"Entah lah, tidak ada siapa pun, seperti nya hanya orang iseng saja" jawab Clara.
"Siapa yang berbuat iseng tengah malam begini, aku jadi sedikit merinding", ucap Hanna.
Ketika mereka hendak menutup pintu, Hanna langsung menunjuk ke kotak yang ada di sebelah kanan tangga rumah.
"Clara", Panggil Hanna sambil menunjuk ke kotak.
"Apa itu?" Tanya Clara.
"Entah lah, apakah kita harus melihat nya?" Tanya Hanna.
"Seperti nya hanya kotak biasa", ujar Clara.
"Jangan! Firasat ku tidak enak", ujar Hanna.
"Apalagi tengah malam begini, mana ada orang yang mengirim paket jam segini", jelas Hanna.
Lalu, Clara tetap menghampiri kotak itu, dan langsung membuka nya.
"Aaaaaaa", teriak Clara.
Lalu, mereka langsung berlari menuju ke dalam rumah, dan meninggalkan kotak itu di depan rumah.
Setelah masuk ke dalam rumah dan menutup pintu, mereka berdiri sambil bersandar di pintu, dengan nafas yang tidak teratur.
Lalu, kedua nya saling bertatapan satu sama lain, dan berlari menuju ke dalam kamar, tanpa mematikan TV yang sedang menyala.
Apa yang akan terjadi kepada Hanna?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...