
Tempat Berkemah
"Wah masakan kalian enak sekali", ujar Leo sambil memakan hot pot yang ada di depan nya saat ini.
"Benarkah!" Ujar Krystal.
"Iya kamu coba saja sendiri", ujar Leo lagi.
Lalu Krystal pun segera mengambil sendok dan mencoba hot pot itu.
"Wah", ujar Krystal dengan ekspresi kaget nya.
"Ini benar-benar sangat enak", ujar Krystal lagi.
"Ayah coba lah ini enak sekali", ujar Krystal tak henti-henti nya memuji masakan nya dengan Clara itu.
Lalu Ayah nya pun segera menghampiri nya dan mulai mencoba memakan hot pot itu.
"Enak", ujar Ayah nya.
"Wah", ujar Clara dengan ekspresi kaget nya.
"Bagaimana enak kan?" Tanya Clara kepada Rey.
"Iya enak", ujar Rey.
"Diego ayo coba ini", ujar Ayah nya.
Lalu Diego pun segera mendekat ke arah Ayah nya dan ia pun mulai mencoba hot pot itu.
"Lumayan", ujar Diego.
"Apa! Lumayan", ujar Krystal.
"Iya lumayan", ujar Diego lagi.
"Penilaian yang buruk sekali", ujar Krystal.
"Tumben kamu bisa membuat makanan yang lumayan enak kali ini", ujar Diego kepada adik nya itu.
"Hehe", ujar Krystal sambil tetap memakan hot pot itu.
"Kalau tidak ada Clara aku rasa makanan itu tidak akan seenak ini", ujar Leo.
"Apa-apa an kamu ini", ujar Krystal.
"Apa kamu lupa kalau kamu pernah membuat dapur menjadi berantakan dan banyak asap dimana-mana", ujar Leo.
"Aku sudah tidak heran lagi dengan itu", ujar Diego.
"Semua masakan yang telah di masak nya selalu gosong kalau tidak ada yang membantu nya", ujar Diego lagi.
"Benarkah!" Ujar Clara.
"Ssttt", ujar Rey kepada Clara.
"Iya aku tidak berbohong mengenai kemampuan memasak nya itu", ujar Diego lagi.
"Diego sudah lah lihat lah wajah adik mu itu sudah terlihat sangat kesal kepada mu saat ini", ujar Ayah nya.
"Aku benar-benar tidak menyangka telah mempunyai seorang kakak seperti diri mu", ujar Krystal kepada Diego.
"Sudah lah ayo kita makan tanpa ada yang mengganggu satu sama lain nya lagi", ujar Ayah nya.
Lalu mereka semua pun melanjutkan kembali memakan hot pot itu tanpa ada yang berusaha lagi untuk membuat yang lain nya kesal.
Suasana pada malam itu pun sudah tampak sangat bersahabat pada saat ini karena hari ini tidak hujan dan juga sangat cocok untuk berkemah pada malam ini.
***
Desa Terpencil
Saat ini semua orang yang akan pergi berkemah telah selesai menyiapkan semua kebutuhan untuk di bawa ke tempat perkemahan hari ini.
"Kita akan menginap hanya satu malam saja disana jadi kita tidak perlu membawa bahan-bahan masakan yang terlalu banyak karena nanti tidak akan habis dan hanya memberatkan kita saja", ujar Bibi Doksun.
"Oh iya ini buah semangka nya aku telah selesai memotong-motong nya dan juga telah aku masukkan ke dalam box kecil ini dengan rapi", ujar Bibi Yuri.
"Ok", ujar Bibi Doksun.
"Ayo kita segera berangkat ke tempat perkemahan agar kita bisa makan siang disana tepat waktu", ujar Bibi Jandi.
"Ok let's go", ujar Bibi Lili.
"Hanna kamu duduk di depan saja bersama dengan Jiu karena kali ini Jiu yang akan membawa mobil nya dan paman akan duduk di belakang karena paman ingin karoke selama di dalam perjalanan nanti", ujar suami dari Bibi Doksun.
"Ok paman", ujar Hanna.
Lalu mereka semua pun langsung masuk ke dalam mobil dan setelah itu mereka pun langsung berangkat menuju ke tempat perkemahan itu.
***
Kediaman Sera
"Apa kamu akan berangkat sekarang?" Tanya Sera kepada Branden.
"Iya aku akan pergi sebentar lagi", ujar Branden.
"Nanti jangan lupa untuk kabari aku terlebih dahulu sebelum kamu mengabari Kakek", ujar Sera lagi.
"Baiklah", ujar Branden.
Lalu mereka pun langsung sarapan pagi bersama di ruang makan yang ada di kediaman Sera.
Saat ini Kakek Sera sedang tidak berada di rumah dan beliau sudah pergi ke kantor sebelum Sera dan Branden bangun dari tidur mereka karena ada hal penting yang harus di selesaikan oleh Kakek Sera pada pagi ini juga.
***
Rumah Yae Won
"Tok tok tok", bunyi ketukan pintu di depan rumah Yae Won.
"Yae Won cepat buka pintu nya", teriak Ibu nya dari arah dapur rumah nya itu.
"Baik Ibu", ujar Yae Won.
__ADS_1
Lalu Yae Won pun segera pergi membuka pintu rumah nya dan ia pun langsung terkejut dengan kedatangan Alex ke rumah nya secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan sama sekali kepada nya.
"Sayang", ujar Yae Won kepada Alex.
"Iya ini aku", ujar Alex.
"Kenapa kamu tidak mengabari ku dulu jika kamu ingin datang ke rumah ku", ujar Yae Won lagi.
"Kalau begitu kan aku bisa menyiapkan makanan yang enak untuk mu", ujar Yae Won lagi.
"Tidak apa-apa aku kesini hanya sebentar saja", ujar Alex.
"Tapi tetap saja kamu telah jauh-jauh datang ke desa ini dan aku tidak mengetahui hal itu apa lagi saat ini aku belum menyiapkan apa pun untuk menyambut kedatangan mu ini", ujar Yae Won.
"Yae Won", teriak Ibu nya dari arah dapur rumah nya.
"Iya Ibu", ujar Yae Won.
"Siapa yang telah datang ke rumah kita?" Tanya Ibu nya.
"Alex Ibu", ujar Yae Won lagi.
"Kalau begitu suruh dia masuk ke dalam rumah jangan berdiri di depan pintu itu terus" ujar Ibu nya.
"Iya Ibu", ujar Yae Won kepada Ibu nya itu.
"Ayo masuk", ujar Yae Won kepada Alex.
Lalu Alex pun langsung masuk ke dalam rumah Yae Won dan mereka berdua pun duduk di ruang tamu rumah Yae Won itu.
"Tumben kamu datang ke rumah ku tanpa memberi tau ku terlebih dahulu", ujar Yae Won kepada Alex.
"Aku hanya ingin memberi mu kejutan saja", ujar Alex.
"So sweet sekali kekasih ku ini", ujar Yae Won.
"Iya dong", ujar Alex dengan bangga nya.
Lalu Ibu Yae Won pun datang menghampiri mereka berdua sambil membawakan kue yang baru saja ia masak di dapur.
"Makan lah ini baru saja keluar dari dalam oven", ujar Ibu Yae Won kepada Alex.
"Iya Ibu terima kasih", ujar Alex kepada Ibu Yae Won.
"Apa kamu baru saja datang dari kota?" Tanya Ibu Yae Won kepada Alex.
"Iya", ujar Alex sambil menganggukkan kepala nya.
"Kalau begitu apa kamu sudah sarapan?" Tanya Ibu Yae Won lagi.
"Belum Ibu", ujar Alex.
"Kalau begitu ayo kita sarapan sekarang karena Ibu dan Yae Won juga belum sarapan pagi", ujar Ibu Yae Won lagi.
"Ayo kita ke ruang makan", ajak Yae Won kepada Alex.
"Ok" ujar Alex.
Lalu mereka bertiga pun langsung pergi menuju ke meja makan yang ada di dekat ruang tamu rumah Yae Won itu.
"Ayah pergi ke kebun dari pagi buta ini", ujar Yae Won.
"Iya sebentar lagi kami juga akan pergi menyusul Ayah ke kebun karena hari ini kami akan panen sayuran disana", ujar Ibu Yae Won kepada Alex.
"Ayo di makan pagi ini Ibu hanya memasak lauk seadanya saja karena Ibu tidak tau kalau kamu akan datang kesini jadi Ibu tidak sempat untuk menyiapkan semua nya", ujar Ibu Yae Won lagi.
"Tidak apa-apa Ibu aku tidak masalah dengan semua ini", ujar Alex.
Lalu mereka semua pun langsung sarapan pagi bersama sambil tetap bercerita satu sama lain nya.
***
Tempat Berkemah
Pagi ini Diego dan Rey sedang duduk di dekat tenda mereka sedangkan Leo pergi mandi ke air pancuran yang ada di dekat tenda mereka itu.
"Leo rajin sekali mandi di dalam hutan seperti ini", ujar Rey kepada Diego.
"Aku rasa dia tidak lah aneh jika dia tiba-tiba ingin pergi mandi pada pagi ini", ujar Diego.
"Tapi menurut ku hawa di dalam hutan ini sangat dingin sekali dan dia masih tetap saja ingin pergi mandi di saat seperti ini", ujar Rey.
"Kalau aku lebih baik aku tunggu sebentar lagi dari pada aku menggigil kedinginan di dalam hutan ini", ujar Rey lagi.
Lalu Krystal dan Clara pun keluar dari dalam tenda mereka dan mereka berdua pun langsung meregangkan badan mereka saat ini.
"Aduh badan ku rasa nya seperti ingin remuk", ujar Krystal.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Clara.
"Seperti nya aku harus pergi mandi dulu pada saat ini juga agar badan ku lebih fresh dari pada yang aku rasakan saat ini", ujar Krystal lagi.
"Apa! Dingin-dingin seperti ini kamu masih mau pergi mandi", ujar Clara.
"Iya tidak ada yang bisa aku lakukan untuk membuat badan ku terasa lebih segar selain itu", ujar Krystal.
"Apa kamu tidak ingin menunggu sebentar lagi untuk pergi mandi karena aku akan menunggu sebentar lagi untuk pergi ke air pancuran itu", ujar Clara kepada Krystal.
"Kalau begitu aku pergi sendiri saja kesana apa lagi disana juga telah di buat tenda untuk kita mandi jadi aku rasa aku akan aman berada disana pagi ini", ujar Krystal lagi.
Lalu Krystal pun segera pergi menuju ke air pancuran itu sedangkan Clara hanya diam mematung sambil berdiri di depan tenda mereka itu.
Diego dan Rey pun juga hanya diam saja selama mereka menyaksikan percakapan di antara Krystal dan Clara dari depan tenda mereka.
"Aku rasa mereka memang berjodoh", ujar Rey kepada Diego.
"Iya seperti nya begitu", ujar Diego.
Lalu mereka berdua pun langsung menyiapkan semua bahan-bahan untuk sarapan mereka pada pagi ini sementara Clara masuk lagi ke dalam tenda karena cuaca pada pagi ini sangat cocok untuk berselimut di dalam tenda.
"Apa ada orang di dalam sana?" Tanya Krystal dari depan tempat pemandian yang telah di buat khusus oleh para pria itu.
"Iya ada aku di dalam nya", ujar Leo dari dalam tempat pemandian itu.
"Kamu", ujar Krystal.
__ADS_1
"Aduh seperti nya aku akan menunggu cukup lama untuk bisa masuk ke dalam tempat pemandian itu", ujar Krystal di dalam hati nya.
Saat ini Krystal hanya bisa diam saja menunggu Leo selesai mandi dan dia hanya duduk di bebatuan yang ada di dekat tempat pemandian itu.
Sementara Diego dan Rey sudah sibuk memasak sarapan untuk mereka pagi ini dan tak lama kemudian pun bau masakan mereka berdua itu telah membuat Clara keluar dari dalam tenda nya dan setelah itu Clara pun ikut membantu mereka.
Semua orang sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing pada pagi ini sedangkan Ayah Diego saat ini sedang sibuk memancing di dekat air pancuran itu dan sekarang beliau sedang berada di jarak seratus meter dari air pancuran itu.
***
Di Tempat Lain Berjarak Sekitar 250 Meter Dari Tempat Diego Berkemah
"Wah akhirnya kita sampai juga di tempat ini", ujar Bibi Lili dengan kegirangan.
"Wah indah sekali pemandangan disini", ujar Hanna.
"Iya tentu saja karena tempat ini masih sangat asri dan belum begitu di jamah oleh orang-orang", ujar Bibi Jandi.
"Benarkah!" Ujar Hanna.
"Kalau begitu pantas saja udara di dalam hutan ini sangat sejuk sekali", ujar Hanna lagi.
"Karena itu lah kami selalu ingin pergi ke tempat ini untuk berkemah", ujar Bibi Doksun.
"Aku dan Jiu akan segera mendirikan tenda disana dan para perempuan sudah bisa memulai memasak untuk makan siang hari ini", ujar suami dari Bibi Doksun.
"Ok", ujar Bibi Doksun.
Lalu suami dari Bibi Doksun itu pun segera pergi ke dalam mobil untuk mengeluarkan tenda dan setelah itu pun beliau dan Jiu segera mendirikan tenda itu di dekat para perempuan berdiri saat ini.
Sedangkan para wanita sedang sibuk menyiapkan semua bahan masakan untuk mereka makan pada siang hari ini dan kegiatan mereka itu pun di pimpin oleh Bibi Doksun.
"Aku akan pergi mencuci semua bahan-bahan ini ke air pancuran yang ada di dekat sana", ujar Bibi Jandi kepada semua nya.
"Biar aku saja yang pergi kesana karena butuh waktu sepuluh menit untuk pergi kesana dan aku tidak tau bagaimana cara menghidupkan bara api ini jadi kamu saja yang menghidupkan nya", ujar Bibi Yuri kepada Bibi Doksun.
"Ok! Kalau begitu kamu pergi lah ke air pancuran itu", ujar Bibi Doksun kepada Bibi Yuri.
"Aku akan ikut dengan Bibi ke air pancuran itu", ujar Hanna.
"Hanna bisakah kamu menolong ku", ujar Bibi Doksun.
"Seperti nya aku tidak akan ikut dengan Bibi", ujar Hanna kepada Bibi Yuri.
"Ok", ujar Bibi Yuri.
Lalu Bibi Yuri pun segera pergi menuju ke air pancuran itu sedangkan Hanna pergi ke tempat Bibi Doksun untuk segera membantu nya mengangkat bahan masakan yang ada di dalam mobil itu menuju ke tempat mereka bekerja saat ini.
***
Air Pancuran
Saat ini Bibi Yuri telah sampai di air pancuran itu dan setelah itu beliau pun langsung masuk ke air yang dangkal itu.
"Air disini memang selalu jernih", ujar Bibi Yuri.
Lalu Bibi Yuri pun segera mencuci semua bahan masakan yang beliau bawa ke air pancuran itu.
"Seperti nya ada orang yang berkemah disini", ujar Bibi Yuri lagi sambil melihat ke arah tempat perkemahan Diego.
"Oh mereka dari kota ternyata", ujar Bibi Yuri lagi ketika melihat semua orang yang ada di depan tenda itu sedang memakai pakaian yang sangat mahal menurut nya.
Diego dan semua orang yang ada di depan tenda itu memang selalu memakai pakaian yang bermerek dan juga terlihat sangat stylish.
Saat ini di depan tenda Diego itu hanya ada Leo, Krystal dan Ayah nya saja disana.
Mereka bertiga sedang menunggu matang nya ikan yang telah di tangkap oleh Ayah Diego sewaktu Leo sedang mandi di tempat pemandian yang ada di dekat air pancuran itu.
Sedangkan Rey dan Clara sedang pergi mencari daun yang cukup besar untuk alas ikan yang sedang di bakar oleh Ayah Diego, Krystal dan Leo itu.
Sementara Diego saat ini sedang berada di dalam tempat pemandian itu dan setelah Diego selesai mandi ia pun segera keluar dari dalam tempat pemandian yang telah mereka buat itu.
"Astaga", ujar Bibi Yuri dengan ekspresi kaget nya saat beliau melihat Diego sedang keluar dari dalam tempat pemandian yang ada di dekat nya itu.
Kemudian Diego pun tersenyum kepada Bibi Yuri sambil tetap melangkah untuk pergi meninggalkan air pancuran itu.
"Tunggu", teriak Bibi Yuri kepada Diego.
Lalu langkah Diego pun terhenti di dalam air yang dangkal itu dan kemudian Diego pun langsung melihat ke arah Bibi Yuri sambil tersenyum dengan senyuman maut nya.
"Apa kamu dari kota?" Tanya Bibi Yuri kepada Diego.
"Iya", ujar Diego.
"Wah kebetulan sekali", ujar Bibi Yuri.
"Salah satu dari anggota kami juga berasal dari kota", ujar Bibi Yuri lagi.
"Benarkah!" Ujar Diego.
"Iya dan sekarang dia juga sedang berkemah disini dengan ku", ujar Bibi Yuri lagi.
"Oh iya siapa nama mu mana tau orang yang ikut dengan ku itu kenal dengan mu", ujar Bibi Yuri lagi.
"Kota itu sangat besar Bibi jadi kecil kemungkinan nya kalau dia kenal dengan ku", ujar Diego.
"Tidak apa-apa jika dia tidak mengenal mu", ujar Bibi Yuri.
"Katakan saja siapa nama mu itu kepada ku mana tau dia kenal dengan mu", ujar Bibi Yuri lagi.
"Diego", ujar Diego.
"Jadi nama mu adalah Diego baik lah kalau dia kenal dengan mu maka aku akan menyuruh nya untuk datang menghampiri mu kesini", ujar Bibi Yuri lagi.
"Ok! Aku selalu berada di tenda ku jadi datang saja jika kalian mau", ujar Diego.
"Baik lah aku akan pergi dulu ke tempat anggota ku", ujar Bibi Yuri.
Lalu Bibi Yuri pun segera pergi ke tempat teman-teman nya sedangkan Diego juga pergi menuju ke tenda nya yang berada di dekat air pancuran itu.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...