
Pulau Jeju
"Kenapa pria itu malah sekarat di saat aku butuhkan", ujar Ara dengan kesal nya.
Saat ini Ara sedang berada di sebuah rumah sakit tempat pria yang mempunyai helikopter itu di rawat.
"Kalau seperti ini rencana ku bisa gagal lagi", ujar Ara lagi sambil menghela nafas nya.
Lalu Ara pun langsung kembali lagi menuju ke hotel nya dan setelah itu Ara pun langsung menuju ke bandara untuk kembali lagi ke kediaman nya.
***
Kediaman Sera
"Sera kenapa kamu melakukan itu semua", ujar Branden.
"Melakukan apa lagi?" Tanya Sera.
"Membayar orang laboratorium yang melakukan tes DNA", ujar Branden.
"Dari mana kamu tau aku melakukan itu", ujar Sera dengan ekspresi kaget nya.
"Aku mendengar nya ketika kamu sedang berbicara lewat telfon dengan orang laboratorium itu", ujar Branden.
"Aku terpaksa melakukan semua itu", ujar Sera.
"Apa kamu takut kalau pria itu mengambil Rachel jadi kamu berusaha untuk membuat keadaan menjadi seperti ini", ujar Branden lagi.
"Lalu aku harus berbuat apa ketika aku mendengar kalau pria itu akan melakukan tes DNA kepada bayi Diego", ujar Sera dengan wajah penuh emosi nya.
"Aku tidak bisa membiarkan pria itu mencari Rachel dan mengambil Rachel secara paksa dari ku", ujar Sera lagi.
"Rachel adalah segala nya bagi ku jadi aku tidak mau kehilangan nya", ujar Sera lagi.
"Kalau Diego sampai tau mengenai semua ini maka sudah bisa aku pastikan kalau kamu berada dalam bahaya pada saat itu juga", ujar Branden.
"Kamu tenang lah karena Diego tidak akan bisa menemukan bayi nya ketika bayi itu berada di tangan pria itu", ujar Sera.
"Karena juga tidak mudah untuk menemukan pria itu di Korea", ujar Sera lagi.
"Apa yang sedang kamu rencanakan saat ini", ujar Branden.
"Aku hanya berusaha untuk mempertahankan putri ku dan aku juga berusaha untuk membuat bayi Diego itu pergi jauh dari hidup ku karena aku juga sangat membenci bayi itu", ujar Sera.
"Aku rasa Kakek ku juga tidak keberatan dengan rencana ku ini", ujar Sera.
"Karena Kakek ku juga tidak ingin kehilangan Rachel", ujar Sera lagi.
"Lalu bagaimana dengan ku saat ini", ujar Branden.
"Saat ini aku jadi buronan Diego dan sudah bisa aku pastikan kalau saat ini aku tidak bisa pergi kemana-mana lagi dengan bebas seperti biasa nya", ujar Branden lagi.
"Kalau begitu turuti saja perintah dari Kakek ku", ujar Sera.
"Bukan kah Kakek ku telah menyuruh mu untuk bersembunyi", ujar Sera lagi.
"Kamu pikir bersembunyi itu menyenangkan", ujar Branden.
"Kalau aku tertangkap oleh Diego maka tamat lah riwayat ku", ujar Branden lagi.
"Lalu aku harus bagaimana agar aku bisa membantu mu", ujar Sera.
"Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa saat ini untuk membantu mu kecuali mendengarkan perkataan Kakek ku itu jadi kamu bersabar lah untuk saat ini dan dengarkan saja semua perkataan Kakek ku itu kepada mu", ujar Sera lagi.
Mendengar perkataan Sera yang seperti itu kepada nya Branden pun langsung menghela nafas nya dengan berat hati dan saat ini pun Branden juga hanya bisa pasrah dengan semua keadaan yang sedang terjadi kepada nya saat ini.
***
Kediaman Diego
"Kakak", panggil Krystal dari luar kamar Diego.
"Kakak ipar", panggil Krystal lagi sambil mengetuk pintu kamar Diego.
"Kenapa mereka tidak menjawab ku", ujar Krystal dari depan pintu kamar Diego.
"Ayo ikut dengan ku", ujar Leo kepada Krystal.
Saat ini Leo sedang duduk di sofa yang ada di ruang keluarga kediaman Diego itu.
"Ikut kemana?" Tanya Krystal.
"Menemui kakak mu", ujar Leo.
"Apa kamu tau dimana keberadaan kakak ku saat ini", ujar Krystal.
"Tentu saja", ujar Leo.
"Benarkah!" Ujar Krystal dengan ekspresi kaget nya.
"Kalau begitu kenapa kamu tidak memberi tau ku dari tadi", ujar Krystal lagi.
"Aku sudah memanggil mereka dari tadi tapi kamu hanya melihat ku saja tanpa berniat untuk memberi tau ku padahal kamu tau dimana keberadaan mereka sekarang", ujar Krystal lagi dengan kesal nya.
"Aku juga baru melihat mereka di saat kamu sedang sibuk memanggil mereka di depan pintu itu", ujar Leo.
"Benarkah!" Ujar Krystal dengan ekspresi bingung nya saat ini.
"Sudah lah jangan terlalu banyak bertanya kepada ku jika kamu masih ingin menemui kakak mu itu", ujar Leo.
"Ok! Aku tidak akan bertanya lagi kepada mu", ujar Krystal.
"Lalu dimana Kakak ku saat ini?" Tanya Krystal.
__ADS_1
Mendengar Krystal yang bertanya kepada nya Leo pun langsung menghela nafas nya.
Lalu Leo segera berdiri dari tempat duduk nya itu dan setelah itu Leo pun segera berjalan menuju ke tempat Diego dan Hanna berada saat ini sedangkan Krystal segera mengikuti langkah nya dari belakang.
***
Rumah Yae Won
Saat ini Yae Won sedang berbaring di atas sofa yang ada di dalam rumah nya sambil menonton TV yang ada di depan nya.
Tak lama kemudian ponsel nya pun berdering dan Yae Won pun langsung mengangkat panggilan itu.
"Halo sayang", ujar Yae Won.
"Iya sayang", ujar Alex.
"Kenapa kamu baru menelfon ku sekarang padahal sudah dari tadi aku menelfon mu tapi kamu tidak mengangkat nya", ujar Yae Won.
"Iya sayang maafkan aku", ujar Alex.
"Saat ini aku sedang sibuk mengurus sesuatu jadi aku tidak bisa menghubungi mu seperti biasa nya", ujar Alex lagi.
"Ok! Aku mengerti", ujar Yae Won.
"Jadi kapan kamu akan datang lagi ke rumah ku", ujar Yae Won lagi.
"Nanti aku akan mengabari mu kalau aku akan berangkat kesana jadi kamu bersabar lah untuk saat ini", ujar Alex.
"Baik lah", ujar Yae Won dengan pasrah nya.
"Kalau begitu aku akan mematikan telpon dulu karena saat ini aku harus berangkat ke pusat kota", ujar Alex lagi.
"Ok! Hati-hati di jalan", ujar Yae Won.
"Baik lah bye bye", ujar Alex.
"Ok", ujar Yae Won.
Lalu panggilan itu pun berakhir dan Yae Won pun kembali lagi menonton TV yang ada di depan nya saat ini.
Setelah sepuluh menit berlalu akhirnya ponsel Yae Won pun berdering lagi dan kali ini yang menelpon nya adalah Clara.
"Hai Clara", ujar Yae Won.
"Yae Won", ujar Clara.
"Tumben kamu menelpon ku", ujar Yae Won lagi.
"Apa kamu ada rencana pada Minggu ini?" Tanya Clara.
"Seperti nya tidak", ujar Yae Won.
"Kalau begitu datang lah ke rumah ku karena pada Minggu ini akan ada acara makan-makan di rumah ku", ujar Clara.
"Benarkah!" Ujar Yae Won.
"Dalam rangka ulang tahun ku", ujar Clara.
"Wah kalau begitu aku akan hadir di rumah mu pada Minggu ini", ujar Yae Won.
"Ok! Aku akan menunggu kehadiran mu di rumah ku pada Minggu ini kalau begitu aku akan mematikan telpon dulu karena aku harus mengurus sesuatu saat ini", ujar Clara.
"Ok", ujar Yae Won.
Lalu panggilan itu pun segera berakhir dan Yae Won pun melanjutkan kembali menonton TV yang ada di depan nya saat ini.
"Kenapa kamu tidak mengangkat telpon ku?" Tanya wanita yang ada di dalam drama yang sedang di tonton oleh Yae Won.
"Saat ini aku sedang sibuk jadi jangan ganggu aku dulu untuk sementara ini", ujar pria yang ada di dalam drama itu.
"Baik lah aku tidak akan mengganggu mu lagi walau pun aku baru kali ini menelpon mu tapi reaksi mu itu malah membuat ku menjadi seperti parasit di dalam kehidupan mu", ujar wanita yang ada di dalam drama itu.
"Jadi berbahagia lah kamu dengan kehidupan mu itu karena aku juga akan menikmati kehidupan ku saat ini walau pun aku tidak sesibuk diri mu", ujar wanita yang ada di dalam drama itu lagi.
Lalu wanita yang ada di dalam drama itu pun segera mematikan telpon nya dan setelah itu wanita itu pun langsung melihat ke arah jendela yang ada di dekat tempat duduk nya itu.
"Kenapa wanita yang ada di dalam drama itu serasa diri ku", ujar Yae Won.
"Semua orang pada sibuk mengurus sesuatu sedangkan aku hanya berbaring sambil menonton drama di atas sofa ini", ujar Yae Won lagi.
"Hidup benar-benar tidak adil", ujar Yae Won lagi.
Lalu Yae Won pun melanjutkan kembali menonton drama yang ada di depan nya saat ini.
***
Kediaman Ara
"Akhirnya aku sampai juga di kamar ku", ujar Ara sambil membaringkan diri nya di atas kasur tempat tidur nya.
"Semoga pria asing itu segera sadar dari kondisi kritis nya saat ini", ujar Ara lagi.
"Kalau tidak aku hanya bisa diam saja sambil berpangku tangan disini tanpa melakukan apa pun untuk mencari keberadaan bayi itu", ujar Ara lagi.
"Karena hanya pria asing itu satu-satu nya kunci di dalam pencarian ku ini", ujar Ara lagi.
Lalu Ara pun langsung mengambil ponsel nya yang ada di atas kasur nya itu dan setelah itu Ara pun mulai membaca komik untuk menghilangkan rasa bosan nya saat ini.
***
Amerika
"Oek oek oek", bunyi tangisan bayi Hanna di dalam tempat tidur nya.
__ADS_1
Mendengar suara tangisan itu seorang pelayan yang di tugaskan untuk merawat bayi Hanna itu pun langsung datang menghampiri bayi Hanna ke dalam kamar nya dan pelayan itu pun berusaha untuk menenangkan nya agar bayi Hanna segera berhenti menangis.
"Kenapa dia terus menangis?" Tanya laki-laki yang telah membawa bayi Hanna itu.
Saat ini laki-laki yang telah membawa bayi Hanna itu baru saja datang ke dalam kamar bayi Hanna dan ia pun langsung berdiri di depan seorang pelayan yang sedang berusaha untuk menghentikan tangisan bayi Hanna itu.
"Saya juga tidak tau tuan tiba-tiba saja bayi ini menangis", ujar pelayan itu.
"Coba kamu berikan dia kepada ku", ujar pria itu.
"Baik lah tuan", ujar pelayan itu.
Lalu pelayan itu pun segera memberikan bayi Hanna itu kepada laki-laki yang telah membawa bayi Hanna itu.
Pria itu tampak sedang berhati-hati menggendong bayi Hanna itu dan pria itu pun juga menatap bayi Hanna dengan wajah penuh kasih sayang nya.
Setelah bayi Hanna berada di gendongan pria itu sekitar dua menit akhirnya tangisan bayi Hanna pun berhenti dan itu tentu saja membuat pria itu tersenyum dengan senang nya melihat bayi mungil Hanna yang ada di pangkuan nya itu.
"Mulai dari sekarang aku akan memanggil mu dengan Louis", ujar pria yang telah membawa bayi Hanna itu.
Lalu pria itu pun tersenyum dengan bangga nya setelah dia memberi nama kepada bayi mungil Hanna itu.
***
Kediaman Sera
"Branden", ujar Kakek Sera kepada nya.
Saat ini Branden, Sera dan Kakek Sera sedang duduk di ruang keluarga yang ada di kediaman Sera.
"Iya Kakek", ujar Branden.
"Kenapa kamu masih berada disini?" Tanya Kakek Sera.
"Bukan kah aku sudah memberikan tiket kepada mu untuk bisa pergi bersembunyi ke Amerika", ujar Kakek Sera lagi.
"Maafkan aku Kakek karena saat ini aku tidak bisa dan tidak ingin pergi ke Amerika untuk meninggalkan Negara ini", ujar Branden.
"Apa!" Teriak Kakek Sera.
"Iya aku tidak bisa pergi dari Negara ini", ujar Branden lagi.
"Apa kamu sudah gila?" Tanya Kakek Sera kepada Branden.
"Kakek tenang lah", ujar Sera kepada Kakek nya.
"Tenang", ujar Kakek Sera dengan suara tinggi nya.
"Bagaimana aku bisa tenang kalau dia masih ada disini", ujar Kakek Sera lagi kepada Sera.
"Kakek dengarkan dulu penjelasan dari Branden", ujar Sera.
"Penjelasan apa lagi", ujar Kakek nya.
"Kakek aku sudah mengurus semua nya dan saat ini semua orang sedang mengira kalau aku sedang berada di Amerika", ujar Branden.
"Jadi Kakek tenang lah karena aku juga tidak akan pergi kemana-mana saat ini", ujar Branden lagi.
Mendengar perkataan Branden yang seperti itu Kakek Sera pun hanya menghela nafas nya sambil melihat ke arah Branden.
"Terserah kamu saja tapi jika sampai kamu tertangkap oleh Diego maka jangan kamu bawa-bawa nama ku apa lagi Sera", ujar Kakek Sera.
"Kakek", ujar Sera dengan nada lirih nya.
"Baik lah aku tidak akan mengungkapkan semua nya termasuk rencana Sera yang dengan sengaja memberikan bayi Diego kepada pria yang pernah memiliki hubungan dengan nya", ujar Branden.
"Mengenai bayi Hanna yang telah di bawa oleh laki-laki itu maka Sera lah yang harus bertanggung jawab sepenuh nya kalau sampai Diego mencari tau mengenai hal itu", ujar Kakek Sera.
"Baik lah aku akan melakukan semua nya sesuai dengan perintah dari Kakek", ujar Sera.
"Jika sampai kamu ketahuan oleh Diego maka Kakek tidak akan bisa untuk membantu mu lagi dan kamu juga tidak boleh membawa-bawa Kakek ke dalam masalah ini karena Kakek harus mengurus putri mu Rachel", ujar Kakek Sera kepada Sera.
"Baik lah aku mengerti", ujar Sera.
"Kalau begitu mulai dari sekarang kalian harus ekstra berhati-hati", ujar Kakek Sera lagi.
"Ok", ujar Sera dan Branden secara bersamaan.
Lalu Kakek Sera pun segera pergi meninggalkan Sera dan Branden di ruang keluarga kediaman nya itu.
Sementara Branden dan Sera lebih memilih untuk menonton TV yang ada di depan mereka saat ini.
***
Kediaman Krystal
Malam ini Krystal sedang mandi di kamar mandi yang ada di dalam kamar nya.
"Aku tidak menyangka dia bisa pergi ke bar bersama dengan teman-teman nya tanpa memberi tau ku terlebih dahulu", ujar Krystal dengan kesal nya sambil berendam di dalam bathub.
"Kalau tadi aku tidak menelfon nya maka aku tidak akan tau kalau dia saat ini sedang berada di bar bersama dengan teman-teman nya", ujar Krystal lagi.
"Dia sangat menyebalkan", ujar Krystal lagi.
"Awas saja kalau dia sampai tidak pulang malam ini dan jika dia benar-benar tidak pulang maka aku akan nekat untuk pergi menemui nya ke bar itu saat ini juga", ujar Krystal lagi dengan amarah nya yang sudah mulai memuncak.
"Lihat saja apa yang akan aku lakukan di bar itu jika aku sampai melihat ada wanita lain yang datang bersama nya atau pun yang menemani nya", ujar Krystal lagi dengan tatapan tajam nya.
Lalu Krystal pun segera membilas tubuh nya di bawah shower yang ada di dekat bathub tempat diri nya berendam itu.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...