
Saat melakukan itu Clara tidak sadar dengan tindakan nya saat ini sedangkan Rey merasa telah terangsang oleh tingkah Clara saat ini kepada nya.
Namun Rey berusaha untuk segera menjauh dari Clara. Tapi takdir berkata lain, saat ia hendak menjauhkan wajah nya dari Clara seketika Clara langsung merangkul leher nya.
Melihat pergerakan Clara yang seperti itu Rey sudah sangat tidak sanggup dan tidak kuat untuk menahan nya lagi.
Langsung saja Rey membalas kecupan Clara dan mereka saling bersentuhan bibir dengan mesra. Perlahan namun pasti dan Rey terlihat sudah sangat di luar kendali.
Walaupun Clara tidak dalam kesadaran penuh, ia tetap menggerakkan tangan nya untuk membuka satu persatu pakaian Rey dan membuang nya ke atas lantai.
Tidak hanya Clara, Rey juga melakukan hal yang sama, ia juga membuka pakaian demi pakaian yang di kenakan oleh Clara lalu membuang nya sembarangan.
Namun saat ini Rey sedang dalam kondisi sadar sepenuh nya. Ia tidak berniat melepaskan Clara saat ini dan terus menjamah tubuh polos Clara dengan penuh gairah.
Saat ini kedua pasangan ini tengah memadu kasih dengan mesra dan dengan gejolak yang tidak tertahankan.
***
Pagi hari nya
Pada jam delapan pagi Diego bangun dari tidur nya dan melihat ke samping nya. Hanna masih tertidur dengan nyenyak nya, mungkin karena pertempuran semalam yang membuat nya kelelahan saat ini.
Setelah bangun Diego segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Kemudian Diego mengguyur tubuh nya dengan air shower dan kemudian dengan cepat menyelesaikan mandi nya.
Sedangkan di kamar lain terlihat Rey dan Clara masih tidur dengan nyenyak nya.
Pertempuran yang terjadi semalam membuat mereka berdua sangat kelelahan dan bangun terlambat.
Bagaimana tidak, ini yang pertama kali nya bagi Clara dan begitu pun dengan Rey.
Ketika masuk panggilan dari seseorang membuat ponsel Rey berbunyi, kemudian mereka berdua langsung terbangun dan melihat ke sekeliling ruangan.
"Apa yang terjadi pada ku?" Tanya Clara pada diri nya.
Lalu Rey melihat ke arah Clara dan kaget dengan semua nya begitu pun dengan Clara.
Lalu Clara terlihat seperti akan berteriak namun langsung saja tangan Rey berhasil duluan menutup mulut Clara agar tidak terdengar oleh Diego dan Hanna.
Kaget dengan semua yang di lihat nya ini, Clara langsung menarik selimut dan menutupi tubuh polos diri nya itu dari hadapan Rey.
"Apa yang telah kamu lakukan kepada ku? Tanya Clara.
"Aku akan menjelaskan semua nya, jadi tenang lah, aku sadar telah bersalah kepada mu", ucap Rey.
Lalu Clara menangis dengan sendiri nya dan Rey hanya bisa diam dan berusaha untuk menenangkan nya.
Setelah Rey menjelaskan semua nya dan Clara juga mengerti dengan semua yang telah terjadi, kemudian Clara memutuskan untuk mandi terlebih dahulu baru setelah nya membahas masalah ini karena Clara takut kalau Diego dan Hanna mengetahui kejadian ini.
"Aku akan pergi dulu ke kamar ku hubungi aku jika kamu telah siap untuk membahas nya", ucap Rey.
"Ok! Cepat bersihkan diri mu di kamar mu jangan sampai kita terlambat untuk berkumpul bisa-bisa mereka curiga dengan kita", ucap Clara.
Lalu Rey segera melangkah menuju ke dalam kamar nya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Begitu pun dengan Clara, ia terlihat sedang sibuk membersihkan diri di dalam kamar mandi dan setelah nya membersihkan kamar nya yang terlihat berantakan dengan sangat cepat.
Saat ini Hanna telah bangun dari tidur nya dan melihat Diego sedang duduk di sofa kamar nya.
"Morning", ucap Diego kepada Hanna.
"Iya morning", jawab Hanna.
"Mandi lah terlebih dahulu setelah itu kita akan keluar untuk makan pagi bersama", ujar Diego.
"Baiklah", ucap Hanna.
Lalu Hanna segera melangkahkan kaki nya menuju ke dalam kamar mandi dan dengan segera membersihkan tubuh nya.
Setelah itu Hanna membuka koper, lalu memakai baju nya dan berdandan dengan riasan tipis.
Setelah selesai Hanna duduk di samping Diego yang terlihat cukup sibuk membaca Koran yang telah dibawa nya dari ruang tengah.
***
Saat ini mereka berempat telah berada di ruang tengah dan akan makan bersama.
Penjaga vila membawakan beberapa pesanan makanan Diego, ia telah memesan makanan lewat online dan di antar sampai gerbang masuk vila, kemudian penjaga vila yang membawa nya masuk ke dalam.
Terlihat ada beberapa makanan khas Korea yang telah di susun di atas meja ruang tengah.
Mereka sengaja makan di ruang tengah untuk bisa menonton TV karena ini adalah kali terakhir mereka makan di vila, lalu setelah nya mereka akan berangkat ke desa keluarga Hanna.
Saat makan suasana agak terlihat canggung apalagi antara Rey dengan Clara.
"Sebelum ke desa kita akan mampir dulu ke toko yang ada di dekat sini untuk membeli beberapa hadiah ulang tahun untuk Nenek", ucap Diego.
"Baiklah", ucap Hanna.
Namun Rey dan Clara hanya diam dan tidak berani untuk bersuara karena mereka takut untuk bicara.
"Aku harus berusaha untuk berbicara sedikit mungkin supaya tidak keceplosan", ucap Clara di dalam hati nya.
__ADS_1
"Aku harus menghemat energi agar tak di curigai", ucap Rey di dalam hati nya.
"Rey! Ada apa dengan mu, tidak seperti biasa nya kamu begini", ucap Diego.
Mendengar perkataan Diego membuat Rey dan Clara kaget karena mereka takut ketahuan apalagi Diego bukan orang yang bisa untuk di bohongi.
"Ayolah jangan berdebat pagi ini, aku telah selesai makan dan akan bersiap-siap untuk pergi ke desa", ucap Hanna.
"Kalian juga jangan terlalu banyak pikiran, nikmati saja liburan ini", ucap Hanna lagi.
"Aku tidak banyak pikiran hanya saja aku sudah lama tidak melihat keluarga ku dan akhirnya sebentar lagi aku sempat juga melihat mereka", ucap Clara.
"Kalau begitu ayo persiapkan semua nya", ucap Diego.
Lalu mereka telah menyusun semua barang yang telah mereka bawa dan kemudian pamit kepada penjaga vila lalu berangkat ke desa keluarga Hanna.
Sewaktu di perjalanan mereka turun dari mobil untuk membeli beberapa hadiah dan juga makanan yang akan di bawa ke desa.
"Akhirnya sebentar lagi kita akan sampai", ucap Hanna.
"Iya aku juga tidak sabar", ucap Clara.
"Tenanglah Rey akan menyetir dengan sangat cepat untuk sampai ke sana", ucap Diego.
Namun Rey hanya tersenyum membalas perkataan Diego. Karena di pikiran Rey saat ini hanya ada kejadian semalam yang menimpa diri nya dan Clara.
Setelah sampai di depan rumah keluarga Hanna, mereka semua langsung keluar dari dalam mobil kemudian Ibu, Ayah, dan Nenek Hanna, serta bibi Im telah menunggu di teras rumah untuk menyambut kedatangan mereka.
Setelah mengeluarkan beberapa barang mereka langsung di suruh masuk ke dalam rumah dan makan siang bersama.
Saat ini hari menunjukkan pukul dua siang, memang agak terlambat kalau ukuran makan siang pada umum nya itu karena perjalanan mereka lumayan memakan waktu untuk menuju ke desa ini.
"Wah, aku sudah lama tidak memakan masakan Ibu", ucap Hanna.
"Makanlah yang banyak, di belakang masih ada jadi jangan khawatir", ucap Ibu nya.
"Oh! Clara", panggil Nenek.
"Iya Nek", jawab Clara.
"Kenapa kamu terlihat murung begini?" Tanya Nenek.
"Apa kamu sakit?" Tanya Ibu Hanna.
"Tidak! Aku baik-baik saja, mungkin hanya kelelahan selama di perjalanan menuju ke sini", bohong Clara.
"Kalau begitu istirahatlah di dalam kamar", ucap Nenek.
"Ok! Ayo ke kamar", ajak Hanna.
Kemudian Hanna dan Clara pergi menuju ke kamar yang ada di dekat tangga, tepat nya di dekat ruang tamu.
"Di sini ada dua kamar, kamu mau istirahat di kamar yang mana?" Tanya Hanna.
"Yang sebelah kiri saja itu sangat dekat dengan ruang tamu" ucap Clara.
Lalu mereka masuk ke dalam kamar dan Clara segera berbaring di atas kasur dan setelah nya Hanna kembali lagi ke ruang makan.
Biasa nya kalau Clara menginap di sini, ia akan tidur di kamar Hanna yang ada di lantai atas. Karena sekarang Hanna sudah menikah jadi nya keadaan tidak sama lagi dengan yang dulu.
***
Saat ini jam delapan malam dan semua nya sedang berkumpul di ruang keluarga.
Di atas meja telah ada kue ulang tahun, saat ini semua nya sedang menyanyikan lagu ulang tahun kemudian Nenek meniup lilin sambil membuat permohonan dan setelah nya memotong kue ulang tahun.
Setelah potongan kue di letakkan di atas piring kecil, Nenek ingin memberikan suapan pertama nya kepada Hanna. Nenek berharap semoga segera mendapatkan seorang cicit dari Hanna.
Mendengar permintaan Nenek membuat Hanna merasa sedih dan hanya bisa tersenyum menanggapi nya.
"Nenek tenang saja aku akan berusaha dengan keras", ucap Diego.
Lalu semua orang tertawa mendengar perkataan Diego.
"Nenek, ini ada kado untuk mu", ucap Hanna sambil memberikan beberapa bungkus kado kepada nenek.
"Ini kami bersama yang memilih nya karena takut Nenek tidak menyukai nya, maka kami putuskan untuk membeli semua nya", jelas Hanna.
"Terima kasih, Nenek bahagia sekali bisa mendapatkan kado di usia seperti ini", ucap Nenek terharu.
"Sebenarnya kalau kalian datang saja kemari Nenek sudah sangat bahagia, tapi kalian juga telah membawakan kado untuk Nenek", ucap Nenek dengan berkaca-kaca.
"Ini semua adalah ide dari Diego, ia yang telah memutuskan untuk membeli semua nya jadi Nenek jangan merasa sungkan", ucap Hanna.
"Iya aku sudah menganggap Nenek sebagai Nenek ku sendiri, jadi jangan seperti ini aku hanya ingin melihat nenek bahagia apalagi di hari yang spesial ini", ujar Diego.
"Baiklah aku mengerti", ucap Nenek.
"Ayo kita berfoto bersama untuk kenang-kenangan", ucap Ayah Hanna.
"Ayah kalau soal dokumentasi tidak akan pernah lupa", ucap Hanna sambil tersenyum.
"Ayah memang selalu begitu", ucap Ibu Hanna sambil tertawa.
__ADS_1
Lalu mereka semua berfoto bersama dan setelah nya memakan kue ulang tahun bersama.
Setelah acara ulang tahun Nenek selesai dirayakan, Diego sedang duduk bersama Ayah Hanna dan Rey di teras rumah.
"Teknologi di zaman sekarang ini benar-benar canggih", ucap Ayah Hanna sambil melihat ke mobil Diego.
"Mobil ini aku dapatkan sebelum menikah dengan Hanna dan ini adalah hadiah dari Ayah ku", ucap Diego.
"Seperti nya ini termasuk ke sebuah inovasi yang sukses", ucap Ayah Hanna.
"Iya bukan hanya di bidang ini saja beberapa merek laptop juga telah di perbarui ke mode yang lebih praktis dan spesifikasi nya tentu lebih banyak", ucap Rey.
"Apa kamu menyukai IT?" Tanya Ayah Hanna kepada Rey.
"Suka tapi tidak sepintar Diego, kalau dia bisa melakukan semua nya apalagi kalau mencari informasi yang tidak bisa di lihat oleh orang biasa", jelas Rey.
"Jangan terlalu memuji ku, aku juga punya kendala dalam hidup ku hanya saja kamu tidak mengetahui nya", ujar Diego.
"Tapi menurut ku kamu bisa menjadi hacker yang sangat luar biasa dan tak terlihat sama sekali", ucap Rey.
"Walau pun begitu juga ada satu situs yang belum bisa aku retas sampai saat sekarang ini", ucap Diego.
"Benarkah?" Tanya Rey tidak percaya.
"Oh iya Ayah kan seorang dosen ilmu komputer, jadi menurut Ayah bagaimana apa mungkin semua situs bisa di retas dengan mudah walau pun tindakan itu ilegal?" Tanya Diego.
"Melakukan itu tidak di perbolehkan dan itu sangat melanggar privasi", ucap Ayah Hanna.
"Tapi kalau setiap ada masalah pasti ada solusi nya juga begitu pun dengan alat yang telah di ciptakan", ucap Ayah Hanna lagi.
"Maka akan ada pula cara untuk menggunakan nya, semua nya bisa di retas tapi resiko nya sangat berbahaya dan itu termasuk sebuah kejahatan", jelas Ayah Hanna.
"Iya aku mengerti", ucap Diego.
"Diego melakukan itu untuk kepentingan orang-orang yang berada di kalangan bawah, jadi aku merasa bangga dengan nya", jelas Rey.
"Maksud nya?" Tanya Ayah Hanna.
"Aku hanya meretas untuk kepentingan orang banyak", jawab Diego.
"Oh begitu, lalu apa yang belum bisa kamu retas?" Tanya Ayah Hanna lagi.
"Kalau memang itu untuk kepentingan orang-orang yang kategori miskin, aku akan mengajari mu bagaimana cara nya untuk mengambil informasi tanpa terdeteksi oleh sistem", ucap Ayah Hanna.
"Benarkah! Wah, aku jadi tidak sabar untuk belajar", ucap Diego.
Kemudian Ayah Hanna, Diego dan Rey melanjutkan pembicaraan mereka dengan berbagai macam topik.
Sedangkan saat ini Hanna dan Clara sedang menonton TV bersama, Ibu Hanna sibuk dengan bibi Im di dapur sedangkan Nenek sudah beristirahat terlebih dahulu di dalam kamar nya.
Saat ini Ibu Hanna sangat rajin mempersiapkan bahan masakan untuk besok pagi, beliau melakukan ini untuk Hanna karena Hanna pasti merindukan masakan yang Ibu nya masak.
***
Pagi ini semua nya sedang sarapan bersama di ruang makan. Ini adalah hari kedua mereka menginap di sini, rencana nya mereka akan berada disini selama tiga hari.
"Hanna setelah sarapan aku akan pergi ke rumah ku", ucap Clara.
"Baiklah aku akan ikut dengan mu", ucap Hanna.
"Tapi aku akan menginap disana", ucap Clara lagi.
"Tidak masalah aku akan pulang sendiri ke sini setelah menyapa keluarga mu", ucap Hanna.
"Baiklah", ucap Clara.
"Biar Rey yang menjemput mu setelah kamu selesai berkunjung" ucap Diego.
"Aku ada urusan sebentar di dekat sini", ucap Diego lagi.
"Ok", ucap Hanna.
Setelah sarapan Hanna dan Clara pergi ke rumah keluarga Clara dengan di antar oleh Rey.
Sedangkan Diego pergi menuju ke rumah Yae Won, ia masih penasaran dengan kasus yang ada di dalam rumah besar itu.
Setelah sampai di ujung desa Diego bertanya kepada orang sekitar apa Yae Won berada di rumah nya setelah rencana pernikahan itu gagal.
Setelah mendapat jawaban, Diego langsung menuju ke rumah Yae Won dan mengetuk pintu rumah nya dari luar.
"Iya siapa?" Tanya Yae Won dari dalam rumah nya.
Lalu pintu segera terbuka dan Diego melihat Yae Won ada di depan nya saat ini.
"Masih ingatkah dengan ku?" Tanya Diego dengan senyum maut nya.
Apa yang telah di rencanakan oleh Diego?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1