Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Tak Menyangka


__ADS_3

"Hanna apa kamu mengenal nya?" Tanya Bibi Yuri.


"Aku tidak mengenal nya Bibi", ujar Hanna.


"Lalu kenapa kamu terlihat seperti mengenal nya apa lagi barusan kamu juga telah menyebutkan nama Diego", ujar Bibi Yuri lagi.


"Aku hanya teringat dengan perkataan Bibi kepada ku waktu di tenda siang tadi", ujar Hanna lagi.


"Oh ternyata dugaan ku salah", ujar Bibi Yuri.


"Aku kira kamu mengenal nya dan ternyata kamu tidak mengenal nya sama sekali", ujar Bibi Yuri lagi.


"Iya aku tidak mengenal nya", ujar Hanna meyakinkan Bibi Yuri.


"Baik lah kalau begitu ayo kita kembali lagi ke tenda karena saat ini sudah larut malam", ujar Bibi Yuri lagi.


"Ok", ujar Hanna.


Lalu Hanna pun kembali lagi melihat ke arah Diego dan semua orang yang ada disana dari tempat nya berdiri saat ini dan setelah itu Hanna pun berjalan meninggalkan tempat itu bersama dengan Bibi Yuri.


"Diego, Ayah, Krystal maafkan aku karena aku telah menyembunyikan bayi ku dari kalian saat ini", ujar Hanna di dalam hati nya sambil tetap berjalan menuju ke tempat perkemahan nya saat ini.


Sedangkan Bibi Yuri tetap fokus berjalan saat ini sambil menyenter jalanan yang akan mereka lewati sementara tangan kiri Bibi Yuri sedang merangkul tangan Hanna.


***


Di Tempat Perkemahan Lain Yang Berjarak 250 Meter Dari Tempat Perkemahan Diego


"Kalian sudah kembali", ujar Bibi Doksun kepada Hanna dan Bibi Yuri.


"Iya Bibi", ujar Hanna.


"Iya dan aku harap aku tidak akan pergi kesana lagi pada saat ini karena pada saat ini hari sudah memasuki waktu larut malam", ujar Bibi Yuri.


"Iya kita beristirahat saja sekarang karena besok pagi kegiatan kita lumayan padat jadi saat ini lah waktu nya bagi kita untuk mengumpulkan tenaga", ujar Bibi Lili.


"Aku telah selesai membentangkan kasur di dalam tenda", ujar Bibi Jandi kepada semua nya.


"Baik lah sebentar lagi kami akan pergi beristirahat", ujar Bibi Doksun.


"Ok", ujar Bibi Jandi.


Saat ini tenda mereka ada dua buah dan ukuran nya cukup besar untuk bisa menampung semua nya.


Satu tenda yang paling besar berisi enam orang dan itu terdiri dari Bibi Doksun, Bibi Jandi, Bibi Yuri, Bibi Lili, Hanna dan putri Bibi Lili.


Sedangkan tenda yang ke dua ukuran nya lebih kecil di bandingkan dengan tenda yang pertama dan tenda itu berisi dua orang yaitu suami dari Bibi Doksun dan juga Jiu.


Setelah semua nya selesai melakukan tugas mereka masing-masing akhirnya mereka pun bisa pergi beristirahat ke dalam tenda mereka yang telah di alasi dengan kasur santai oleh Bibi Jandi.


"Wah ternyata tidur di dalam tenda juga menyenangkan", ujar Bibi Jandi.


"Iya aku juga menyukai nya", ujar Bibi Doksun.


"Apa kalian sudah membersihkan wajah kalian", ujar Bibi Lili sambil membersihkan wajah nya dengan cairan pembersih yang telah ia bawa dari rumah nya.


"Kalau aku sudah dari tadi setelah aku selesai makan malam", ujar Bibi Jandi.


"Kalau kamu bagaimana apa kamu tidak ingin membersihkan wajah mu itu", ujar Bibi Lili kepada Bibi Yuri.


"Aku ingin mencoba kasur ini dulu baru setelah nya aku akan membersihkan wajah ku", ujar Bibi Yuri kepada Bibi Lili.


"Oh begitu aku kira kamu tidak akan membersihkan wajah mu dan jika sampai seperti itu maka aku tidak bisa membayangkan nya berapa banyak jerawat yang akan muncul di wajah mu itu setelah bangun tidur", ujar Bibi Lili.


"Aku juga tidak bisa membayangkan nya karena itu sangat menakutkan sekali", ujar Bibi Jandi.


"Walau pun kita sudah tidak muda lagi tetapi kita harus tetap menjaga penampilan kita agar kita tetap terlihat muda dimana pun kita berada", ujar Bibi Lili.


"Iya aku setuju dengan mu", ujar Bibi Jandi kepada Bibi Lili.


"Astaga aku lupa bertanya kepada Doksun", ujar Bibi Lili lagi dengan ekspresi kaget nya.


"Apa!" Ujar Bibi Yuri.


"Dia sudah tertidur saat ini mungkin karena hari ini dia sangat kelelahan dan itu telah membuat nya cepat tertidur saat ini", ujar Bibi Jandi.


"Iya aku rasa seperti itu", ujar Bibi Yuri.


"Astaga aku tidak bisa membayangkan nya ketika Doksun bangun pada besok pagi", ujar Bibi Lili.

__ADS_1


"Iya aku juga", ujar Bibi Yuri.


"Apa kita harus membangunkan nya saja agar dia bisa membersihkan wajah nya", ujar Bibi Jandi.


"Tidak usah aku tidak tega melihat nya saat ini karena seperti nya dia sangat kelelahan sekali hari ini", ujar Bibi Yuri.


"Iya Bibi lebih baik kita biarkan saja Bibi Doksun untuk beristirahat saat ini dan kalau pun besok pagi muncul jerawat di wajah Bibi Doksun aku rasa itu bisa hilang dengan sendiri nya setelah Bibi Doksun mengolesi obat jerawat secara rutin di wajah nya", ujar Hanna.


"Iya aku setuju dengan Hanna", ujar putri Bibi Lili yang juga sibuk membersihkan wajah nya pada saat ini.


"Pikiran anak muda zaman sekarang memang berbeda dengan orang tua seperti kita", ujar Bibi Lili.


"Iya mereka tidak tau saja kalau hidup di zaman kita dulu itu sangat lah susah untuk menjaga kecantikan wajah jika di bandingkan dengan zaman sekarang", ujar Bibi Jandi.


"Jadi karena itu lah orang tua seperti kita ini sangat ketakutan dan panik sekali ketika melihat ada jerawat yang bermunculan di wajah", ujar Bibi Jandi lagi.


"Aku rasa hidup itu memang semakin canggih pada zaman sekarang ini", ujar Bibi Lili.


"Iya memang harus seperti itu Bibi", ujar Hanna kepada Bibi Lili.


"Iya Ibu hidup itu memang harus lebih canggih lagi dari pada tahun-tahun sebelum nya agar kita tambah maju lagi ke depan nya", ujar putri Bibi Lili itu kepada Ibu nya.


"Terserah kalian saja yang penting aku tetap menjaga kecantikan di wajah ku ini", ujar Bibi Lili sambil melihat wajah nya di cermin kecil yang ada di tangan nya saat ini.


"Putri ku kamu jangan lupa untuk memakai masker yang telah aku bawakan ini untuk mu agar kulit mu itu bersinar ketika bangun tidur di pagi hari", ujar Bibi Lili kepada putri nya itu.


"Iya Ibu aku akan memakai nya seperti biasa nya", ujar putri Bibi Lili itu kepada Ibu nya.


"Hanna ini untuk mu", ujar Bibi Lili kepada Hanna.


"Untuk ku", ujar Hanna.


"Iya pakai lah agar kecantikan di wajah mu itu bertahan lama dan semakin cantik lagi", ujar Bibi Lili.


"Bibi ada-ada saja", ujar Hanna sambil mengambil masker yang ada di tangan Bibi Lili itu.


"Pakai lah sekarang juga", ujar Bibi Lili kepada Hanna.


"Iya terima kasih Bibi", ujar Hanna kepada Bibi Lili.


Lalu Hanna pun segera memakai masker itu di wajah nya dan setelah itu Hanna pun membaringkan diri nya di atas kasur santai yang telah di bentangkan oleh Bibi Jandi itu.


"Ok tidur lah dan aku akan tidur di samping mu", ujar Bibi Lili kepada putri nya itu.


Lalu mereka pun segera mengambil posisi mereka masing-masing dan setelah itu putri Bibi Lili itu mengambil ponsel nya dan memainkan nya sebelum tidur.


Sementara Bibi Yuri tiba-tiba saja tertidur dengan sendiri nya dan Bibi Yuri belum sempat membersihkan wajah nya sesuai dengan perkataan nya pada beberapa waktu yang lalu.


"Astaga Yuri sudah tertidur", ujar Bibi Lili sambil melihat ke arah Bibi Yuri yang sudah tertidur dengan nyenyak nya itu.


"Sudah lah Ibu jangan pikirkan yang lain lagi ayo kita segera tidur karena besok kita pasti akan kelelahan lagi", ujar putri nya itu kepada Bibi Lili.


"Baik lah", ujar Bibi Lili.


Lalu mereka semua pun langsung memejamkan mata nya untuk segera tidur sedangkan Hanna malam ini ia tidak bisa tidur karena Hanna selalu kepikiran dengan Diego yang saat ini berada di perkemahan yang tak jauh dari perkemahan mereka.


"Diego", ujar Hanna di dalam hati nya.


"Apa kamu tidak pernah memikirkan ku?" Tanya Hanna di dalam hati nya lagi.


"Kamu seperti nya telah bahagia dengan wanita jahat itu", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.


"Bukti nya saat ini kamu telah mengajak nya untuk pergi berkemah dengan mu", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.


"Kenapa kamu semudah itu melupakan ku dari hidup mu", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.


"Apa aku memang tidak pantas untuk menerima maaf dari mu walau pun aku sama sekali tidak bersalah kepada mu", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.


"Entah kenapa hati ku terasa sangat sakit sekali ketika melihat mu berdekatan dengan wanita jahat itu", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.


"Apa ini takdir yang harus aku terima dengan lapang dada", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.


"Lebih baik aku tidur saja pada saat ini dari pada aku memikirkan Diego terus apa lagi dia tidak pernah memikirkan ku sama sekali jadi untuk apa aku meratapi nya lagi pada saat ini", ujar Hanna lagi di dalam hati nya seolah ia adalah wanita yang kuat.


Namun tak lama kemudian Hanna pun mulai mengeluarkan air mata nya dan tentu saja Hanna menahan suara tangis nya pada saat ini karena Hanna takut akan membangunkan semua orang yang ada di dalam tenda itu.


Saat ini semua orang sudah tertidur dengan lelap nya kecuali Hanna sementara para pria juga telah tertidur kecuali Jiu dan saat ini Jiu sedang pergi ke air pancuran untuk pergi buang air kecil disana.


Setelah cukup lama menangis tiba-tiba saja Hanna mendengarkan suara Diego dari luar tenda nya.

__ADS_1


"Hanna", panggil Diego dari luar tenda nya.


"Diego", ujar Hanna.


"Seperti nya aku mendengar suara Diego", ujar Hanna lagi.


"Tapi tidak mungkin Diego ada di depan tenda ku", ujar Hanna lagi.


"Ini adalah akibat aku terlalu hanyut memikirkan nya", ujar Hanna lagi.


"Hanna", panggil Diego lagi di luar tenda nya.


"Apa!" Ujar Hanna dengan ekspresi kaget nya saat ini.


*Flash Back*


Saat Diego sedang duduk di depan tenda nya bersama dengan Ara, Rey, Leo, Krystal dan Ayah nya Diego pun tak sengaja melihat ada orang yang sedang mengintip nya dari arah air pancuran yang ada di dekat perkemahan nya itu.


Awal nya Diego merasa ada salah satu dari musuh nya yang saat ini sedang mengintai dan memata-matai keberadaan nya.


Jadi setelah memperhatikan dari sudut mata nya Diego pun langsung kaget di buat nya.


"Hanna", ujar Diego di dalam hati nya.


Namun pada saat melihat Hanna yang sedang berdiri di dekat air pancuran itu Diego pun masih tetap diam dan berusaha untuk tidak menghampiri Hanna pada saat itu juga.


Karena Diego tidak mau membuat keributan pada saat itu apa lagi Ara juga berada di dekat nya saat itu.


Jadi Diego memutuskan untuk pergi mencari Hanna setelah semua orang telah tidur di dalam tenda mereka masing-masing.


"Diego apa yang sedang kamu lihat?" Tanya Ara kepada nya.


"Aku tidak sedang melihat apa pun saat ini", ujar Diego mengalihkan pandangan nya dari Hanna.


"Benarkah!" Ujar Ara.


"Lebih baik aku pergi menemui orang tua Ara secepatnya karena aku tidak bisa hidup seperti ini terus", ujar Diego di dalam hati nya.


"Setelah aku memberi tau orang tua nya maka aku bisa bebas dari Ara yang selalu mengancam ku dengan tindakan bodoh nya itu", ujar Diego lagi di dalam hati nya.


"Jadi jika suatu saat terjadi sesuatu kepada Ara karena dia berusaha untuk mengakhiri hidup nya karena diri ku maka aku tidak bisa di salahkan lagi dalam hal ini", ujar Diego lagi di dalam hati nya.


"Sama hal nya seperti Sera saat ini dia sudah terbebas dari hidup ku", ujar Diego lagi di dalam hati nya.


Lalu setelah cukup lama berada di luar tenda akhirnya Krystal pun memutuskan untuk segera tidur ke dalam tenda nya.


Begitu pun dengan Leo, Rey dan Ayah nya mereka semua telah pergi beristirahat ke tempat tidur mereka masing-masing kecuali Ara.


Setelah cukup lama berada di luar tenda bersama dengan Ara tiba-tiba saja Diego langsung menyuruh Ara untuk segera pergi beristirahat ke dalam tenda para wanita.


Awal nya Ara menolak tapi setelah Diego berkata kalau ia juga akan pergi beristirahat maka Ara pun baru mau masuk ke dalam tenda para wanita.


Lalu setelah Diego memastikan semua orang telah tertidur di dalam tenda mereka masing-masing Diego pun baru menyusuri hutan yang ada di dekat perkemahan mereka itu.


Setelah cukup lama menelusuri hutan yang ada di dekat perkemahan nya itu Diego pun langsung menemukan sebuah perkemahan yang berada tak jauh dari tempat perkemahan nya itu.


Pada saat Diego baru saja sampai di dekat perkemahan Hanna tiba-tiba saja Jiu keluar dari sebuah tenda dan ia pun langsung pergi menuju ke arah air pancuran yang ada di dekat perkemahan Diego.


"Jadi tenda yang itu adalah tenda yang di tempati oleh para lelaki", ujar Diego saat melihat kepergian Jiu dari tenda yang di maksudkan nya itu.


"Berarti Hanna ada di dalam tenda yang itu", ujar Diego lagi.


"Kalau aku tidak salah melihat nya maka jika aku memanggil nama nya maka Hanna akan keluar dari dalam tenda nya", ujar Diego lagi.


Lalu Diego pun segera berjalan ke depan tenda Hanna dan setelah Diego semakin mendekat ke arah tenda Hanna Diego pun langsung berdiri dengan tegak nya sambil memanggil nama Hanna.


*Di Tempat Perkemahan Lain Yang Berjarak 250 Meter Dari Tempat Perkemahan Diego*


"Ya Tuhan", ujar Hanna lagi masih dengan ekspresi kaget nya saat ini.


"Itu benar-benar suara Diego", ujar Hanna lagi sambil menutup mulut nya dengan ke dua tangan nya.


Lalu Hanna pun segera bangun dari posisi tidur nya saat ini dan setelah itu Hanna pun berdiri sambil melihat ke arah pintu masuk tenda nya itu.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2