Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Kebenaran


__ADS_3

Pagi ini, Ara tengah sibuk mondar mandir di dalam kamar nya.


Ara tampak sangat gelisah, dan ragu untuk memperlihatkan sebuah video yang sempat di rekam nya, sewaktu hendak pergi ke toko buku.


Sewaktu Ara tengah berjalan menuju toko buku, tiba-tiba ia melihat segerombolan orang aneh berdiri di lorong kecil, di sebelah kanan jalan tersebut.


Lalu, Ara tidak mempedulikan nya, dan tetap berjalan dengan santai nya.


Namun, langkah nya terhenti ketika mendengar nama Diego di ucapkan oleh salah satu dari kelompok orang aneh tersebut.


Langsung saja Ara bersembunyi di balik tembok, dan mendengarkan pembicaraan orang-orang aneh itu.


"Bagaimana dengan rencana awal kita?" Tanya salah seorang dari mereka.


"Seperti nya lebih bagus kalau kita tambahkan dengan aksi teror meneror", ucap yang lain nya.


Lalu, langsung saja Ara merekam kejadian itu dengan hati-hati karena takut ketahuan.


"Maksud nya bagaimana?" Tanya salah satu dari mereka.


"Siapa yang akan kita teror? Tanya salah satu nya lagi.


"Jangan sampai aksi ini membuat rencana kita gagal", ucap yang lain.


"Tidak akan gagal, akan aku jamin", ucap pria itu.


"Lalu, bagaimana dengan Sera, apa dia mau kita meneror Diego?" Tanya yang lain.


"Kita bukan meneror Diego, tapi istri nya beserta keluarga nya", jelas pria itu.


"Baik lah, lalu bagaimana setelah itu?" Tanya yang lain lagi.


"Setelah hubungan mereka retak, mulai lah tuan kita masuk, dan menyuruh cucu nya Sera untuk segera melakukan pernikahan dengan cepat, dan setelah nya kita bisa menyelidiki Diego dengan leluasa tanpa takut kekuasaan antar wilayah", jelas pria itu.


"Apa tuan akan menerima usulan ini?" Tanya yang lain.


"Kita coba saja dulu, dan baik lah akan aku telfon beliau sekarang, kalau ternyata cocok, maka teror itu akan kita laksanakan malam ini juga", ucap pria itu.


Lalu, pria itu segera menelfon Kakek Sera, dan menjelaskan mengenai rencana nya.


Setelah menelfon Kakek Sera, pria itu terlihat sangat senang, dan mengedipkan mata nya kepada semua rekan nya.


Melihat itu, semua rekan nya terlihat yakin, dan mereka segera memulai menyusun strategi untuk aksi teror malam ini.


"Lalu, bagaimana dengan lelaki itu?" Tanya yang lain.


"Suruh dia bungkam, kalau dia tidak mau diam, bunuh saja langsung, liat dulu gerak gerik nya", ucap pria itu.


"Baik lah, kalau begitu aku akan pergi dengan nya untuk mencari bajingan yang telah menghamili nona muda", ucap yang lain sambil menunjuk salah satu teman nya.


"Ok, sedangkan kami akan pergi ke kediaman orang tua istri Diego, dan kalian akan pergi ke rumah teman istri nya", ucap nya.


Lalu, mereka tertawa bersama, dan tiba-tiba terdengar suara kaki seseorang telah menginjak sesuatu, sehingga terdengar jelas di telinga mereka.


Suara itu berasal dari Ara, ia tidak sengaja menginjak tumpukan dus yang berisi minuman kaleng yang telah di susun dengan rapi di belakang nya.


Saat ini, pemilik toko sedang menurunkan barang bawaan nya dari dalam mobil, menuju ke teras toko milik nya, dan menumpuk nya di sana.


Tak sengaja Ara menginjak nya, saat hendak pergi dari tempat persembunyian nya.


Langsung saja Ara ketahuan, dan di kejar oleh bawahan Kakek Sera.


Kemudian, Ara berlari dengan sekuat tenaga, dan bersembunyi di dalam mini market.


Setelah bersembunyi, Ara mengintip dari dalam, apakah semua orang yang mengejar nya sudah pergi, dan setelah merasa aman, Ara langsung keluar, dan betapa terkejut nya Ara setelah mendengar suara orang yang meneriaki diri nya.


"Hei, nona!" Teriak nya.


Mendengar itu, Ara langsung melarikan diri, dan menuju ke pusat perbelanjaan.


Saat ini, hanya ada satu orang yang mengejar Ara, itu karena semua rekan nya telah pergi untuk mencari nya ke tempat lain.


Saat sedang berlari, tiba-tiba Ara menabrak seseorang, dan orang itu adalah Hanna.


Namun, Ara tidak melihat wajah Hanna, dan terus berlari untuk bersembunyi dari orang yang mengejar nya tersebut.


Sesampainya di depan studio foto, Ara langsung masuk tanpa pikir panjang.


Lalu, terdengar suara seorang Kakek sedang memanggil nya dari arah belakang.


Kemudian, Kakek itu menyuruh nya untuk bersembunyi di ruangan percetakan milik nya.


"Apa kamu sedang di kejar oleh mereka?" Tanya Kakek.


"Mereka?" Tanya Ara.


"Iya, sekitar tiga orang sedang terlihat mencari seseorang di jalanan ini, dan sekarang mereka sedang berada di depan studio ini", jelas Kakek.

__ADS_1


"Apa!" Kaget Ara.


"Kakek bisa tolong bantu aku, aku tidak sengaja mendengar apa yang tidak boleh aku dengar", jelas Ara.


"Kalau begitu bersembunyi lah di sini untuk sementara waktu, setelah mereka pergi, aku akan mengatakan nya pada mu", ucap Kakek itu.


Lalu, Kakek itu segera menuju ke ruangan studio foto yang ada di depan.


***


Setelah video itu di putar, semua orang jadi tau kalau dalang dari semua ini adalah Kakek Sera.


"Aku tidak akan memaafkan kalian", ucap Diego.


"Aku akan melaporkan kalian ke polisi, akibat pencemaran nama baik, dan aksi teror kalian terhadap keluarga ku", ancam Diego.


"Diego, maafkan aku dan kakek ku, aku mohon", ucap Sera.


"Kakek tidak bersalah apa-apa, ini semua adalah salah ku yang terlalu mencintai mu", ucap Sera sambil terisak.


"Kalau aku tidak mengancam kakek untuk membantu ku menikah dengan mu, semua ini tidak akan terjadi", jelas Sera.


"Jangan laporkan kami ke polisi, hukum saja aku semau mu, tapi jangan Kakek ku", ucap Sera.


"Baik lah, kalau begitu jangan pernah muncul lagi di hadapan ku, apalagi keluarga ku, dan terutama istri ku", ucap Diego.


"Jika sampai kalian mengingkari janji, aku tidak akan tinggal diam, bahkan hukum polisi pun tak akan berguna bagi ku", ancam Diego.


Lalu, Diego pergi meninggalkan ruangan acara itu dengan cepat, kemudian di susul oleh Rey dari belakang.


Namun, sebelum menyusul Diego, Rey berhenti di depan Sera.


"Ingat itu, atau kalian akan lenyap dari dunia ini", bisik Rey kepada Sera.


Setelah Rey berjalan mengikuti Diego, Ara juga mengikuti nya dari belakang.


"Rey tunggu aku", ucap Ara sambil berlari kecil di belakang Rey.


"Aku tidak menyangka kalian akan berbuat sejauh ini", ucap Ayah Diego kepada Kakek Sera.


"Lihat, apa yang akan terjadi kepada perusahaan mu, saham kalian akan anjlok, dan ini lah akibat perbuatan kalian itu", ucap Ayah Diego.


"Ingat, sebuah pepatah yang mengatakan, senjata makan tuan", ucap Ayah Diego lagi.


Lalu, Ayah Diego segera meninggalkan ruangan acara tersebut, dan kembali pulang ke rumah nya.


"Kakek maafkan aku", ucap Sera pada nya.


"Kamu tidak bersalah, semua itu adalah salah mereka yang telah menyia-nyiakan mu", ucap Kakek nya.


Lalu, Kakek Sera segera pergi dari ruangan itu, dan Sera mengikuti nya dari belakang, berjalan sambil menundukkan wajah nya.


Sera sangat malu dengan apa yang terjadi pada diri nya, semua orang menatap mereka dengan tatapan yang membuat nya risih.


***


Saat ini, Hanna tengah membantu Nenek untuk menyiapkan makan malam.


Pagi ini, mereka telah membeli kepiting di pasar, dan siang ini mereka juga telah memetik beberapa sayuran yang ada di belakang rumah Nenek.


Nenek memang memasak dua kali dalam sehari, ia biasa nya memasak pada siang dan sore hari.


Sedangkan pada pagi hari nya, beliau biasa nya memakan makanan sisa dari semalam, dan siang hari ini mereka telah makan di luar.


Sehingga, mereka hanya memasak pada sore hari saja untuk persiapan makan malam.


Namun, semenjak Hanna datang, dan tinggal di rumah Nenek, semua nya jadi tidak beraturan.


Kadang, Nenek memasak di pagi hari, dan bahkan memasak sampai tiga kali sehari.


"Nenek seperti nya kepiting ini sangat enak kalau di masak dengan mie instan, apalagi saat hujan begini", ucap Hanna.


"Kita memang akan memasak mie instan, potong lah beberapa daun bawang, dan sayuran yang telah di petik siang ini", ucap Nenek.


"Baik lah", ucap Hanna.


Lalu, setelah makan malam, Clara tiba-tiba menelfon Hanna.


Hanna pernah menelfon Clara dengan memakai ponsel Nenek, jadi mereka bisa saling berkomunikasi satu sama lain.


Namun, ini hanya lah rahasia di antara mereka berdua saja. Tidak ada satu pun orang yang tau kecuali nenek yang telah menolong Hanna.


Itu semua Hanna lakukan, untuk menanyakan kabar sahabat nya yang sedang tinggal di rumah Diego.


Walau pun itu juga rumah nya, tapi Hanna merasa belum menganggap rumah Diego sebagai rumah nya, itu semua karena terlalu banyak wanita yang ingin mendekati dan menggoda Diego.


Apalagi mereka di jodohkan, dan itu membuat Hanna sedikit canggung dengan Diego.

__ADS_1


"Iya, ada apa Clara?" Tanya Hanna.


"Ada kabar mengejutkan yang akan membuat mu senang", ucap nya.


"Apa itu?" Tanya Hanna.


"Bagaimana mungkin aku akan senang, sementara suami ku hari ini telah menikah dengan wanita lain", gerutu Hanna.


"Mereka tidak jadi menikah, tadaaa, itu adalah kabar bahagia dari ku untuk diri mu", ucap Clara histeris.


"Apa! Benarkah?" Tanya Hanna.


"Apa aku tidak sedang bermimpi?" Tanya Hanna bertubi-tubi.


"Benar, kamu tidak sedang bermimpi", jawab Clara.


"Astaga! Bagaimana bisa?" Tanya Hanna lagi.


"Nanti akan aku jelaskan kepada mu, kesini lah setelah itu baru aku akan menceritakan semua nya", ucap Clara.


"Aku tidak mau ke rumah itu, saat ini aku belum ada keinginan untuk kesana", ucap Hanna.


"Hari ini aku akan kembali ke rumah ku, semua nya sudah aman", ucap Clara.


"Benarkah! Baik lah, aku akan pergi ke rumah mu", ujar Hanna.


"Ok! Akan aku tunggu kedatangan mu", ucap Clara.


"Jadi cepat lah kesini, nanti akan aku buatkan makanan yang enak untuk mu", ucap Clara lagi.


"Baiklah, sampai jumpa", ucap Hanna.


Lalu, Hanna segera mematikan ponsel nya, dan segera menceritakan semua itu ke Nenek yang sedang berada di dekat nya.


"Nenek", panggil Hanna.


"Ada apa?" Tanya Nenek.


"Besok aku akan pergi ke Kota, jadi aku tidak akan di desa ini lagi", jawab Hanna dengan tatapan sedih.


"Apakah suami mu telah menyuruh mu untuk pulang?" Tanya Nenek.


"Aku bukan ke sana, tapi akan ke rumah teman ku, Clara", jawab Hanna.


"Jadi dia sudah ada di rumah nya, kalau kamu ingin ke sana pergi lah, aku akan sangat senang jika kamu bahagia dengan apa pun yang kamu putus kan", ucap Nenek.


"Terima kasih Nenek, kamu begitu peduli pada ku", ucap Hanna dengan wajah terharu nya.


"Lain kali berkunjung lah ke sini, kalau kamu tidak sibuk", tawar Nenek.


"Iya, aku akan ke sini ketika aku ada waktu, dan nanti akan aku ajak juga teman ku ke sini", ucap Hanna.


"Baik lah, aku tunggu kedatangan mu dan juga teman mu", ucap Nenek.


Lalu, mereka makan cemilan sambil menonton TV, dan akhirnya tertidur di depan TV.


***


"Terima kasih telah datang dan membantu ku", ucap Diego pada Ara.


"Tidak usah berterima kasih pada ku, anggap saja aku menolong mu karena kita adalah teman", ucap Ara sambil tersenyum.


"Wah, makanan di restoran ini enak sekali", puji Rey yang sedang lahap menyantap hidangan yang ada di atas meja.


"Kamu berlebihan sekali", ucap Ara pada Rey.


"Ku pikir kamu mau memberi hadiah apa ke Diego, setelah dia memberi tau ku kamu akan datang, aku jadi berfikir dengan keras, hadiah apa yang akan kamu bawa di hari pernikahan nya", jelas Rey sambil melihat ke arah Diego.


Mereka bertiga saat ini tengah makan malam di sebuah restoran yang di rekomendasikan oleh Ara.


Walau pun hari sudah menunjukkan waktu tengah malam, mereka tetap mengobrol satu sama lain nya.


Di karenakan acara pernikahan Diego di batalkan pagi ini, mereka belum sempat berbicara dari siang hari sampai malam ini.


Jadi, Diego mengundang Ara untuk makan malam bersama, dan mengucapkan terima kasih pada nya.


Saat ini, mereka terlihat sedang menikmati makanan dengan wajah yang menunjukkan kebahagiaan.


Lalu, Ara menatap mata Diego dengan wajah berseri-seri, dan kemudian Diego membalas tatapan Ara dengan senyuman yang terpancar dari wajah nya.


Apakah Diego akan tinggal bersama dengan Hanna lagi setelah kejadian ini? dan Apa yang terjadi di antara Diego dengan Ara?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2