
"Aaaaaaa...", teriak seorang wanita.
Lalu, Diego segera menghentikan mobil nya secara mendadak, dan langsung keluar untuk menemui wanita yang ada di depan mobil nya.
"Kenapa kamu berlari?" Tanya Diego.
"Apa kamu tidak melihat ada mobil yang sedang lewat di sini?" Tanya Diego lagi.
"Maafkan aku, aku sedang di kejar oleh beberapa orang", ucap wanita itu.
"Mana orang itu, aku tidak melihat nya", ucap Diego.
"Aku juga tidak tau, bolehkah aku menumpang sampai ke desa yang ada di ujung sana", pinta wanita itu.
"Maaf aku tidak punya waktu", ucap Diego.
"Aku mohon, kalau tidak mereka akan menangkap ku, dan juga akan membunuh ku", ucap wanita itu sambil memohon.
Lalu, Diego teringat, dimana diri nya pernah menyelamatkan Hanna, dan ia merasa tidak tega dengan wanita itu.
"Baiklah, cepat masuk", ucap Diego.
Lalu, mereka masuk ke dalam mobil, dan segera pergi dari tempat itu.
"Siapa nama mu?" Tanya Diego.
"Nama ku Yae Won, panggil saja aku Yae Won", jawab nya.
"Kenapa kamu bisa di kejar seperti ini, apa kamu mencuri?" Tanya Diego.
"Tidak, aku hanya di culik dan di suruh untuk melayani pria hidung belang", jawab Yae Won.
"Bagaimana bisa?" Tanya Diego lagi.
"Awal nya, aku hanya ingin pergi ke pasar, namun tiba-tiba ada yang membius ku dari belakang", jelas Yae Won.
"Apa kamu mengenal mereka?" Tanya Diego.
"Aku hanya mengenal seseorang yang bekerja sebagai pelayan di rumah itu", jawab Yae Won.
"Jadi, dia adalah komplotan dari mereka, dan sengaja untuk mendekati ku supaya bisa menculik ku", jelas Yae Won.
"Siapa nama nya?" Tanya Diego.
"Lee", jawab Yae Won.
Setelah wanita itu menjelaskan apa yang ia ketahui, Diego jadi ingin menyelidiki orang yang hendak menculik wanita ini.
Setelah mengantar wanita ini ke rumah nya, Diego langsung segera menuju ke rumah mertua nya.
Jarak rumah wanita itu lumayan dekat dengan rumah mertua nya, mereka tinggal di satu desa, namun rumah wanita ini ada di ujung desa.
Jadi, Diego sengaja untuk mengantarkan wanita itu duluan, lalu setelah nya Diego balik arah untuk menuju ke kediaman keluarga Hanna.
***
Kediaman Keluarga Hanna
"Aku sangat kaget mendengar nya", ucap Ibu Hanna.
"Bagaimana bisa kalian tidak memberi tau kami", ucap Nenek Hanna.
"Sudahlah, yang jelas sekarang Hanna sudah baik-baik saja, besok kami akan pergi menemui nya", ucap Ayah Hanna.
"Hanna bilang dia akan datang ke sini ketika ulang tahun nenek, jadi dia tidak mau merepotkan keluarga nya untuk bolak balik ke kota", jelas Diego.
"Apalagi dengan kondisi nenek yang seperti ini, jadi tunggu lah Hanna datang ke sini", ucap Diego.
"Mungkin, sekitar dua bulan lagi aku akan balik ke sini", ucap Diego lagi.
"Dua bulan?" Tanya Nenek Hanna.
"Apa tidak terlalu lama?" Tanya Ibu Hanna.
"Itu adalah permintaan Hanna", ucap Diego.
"Mungkin, saat ini dia hanya ingin menyendiri, dan belum siap untuk bertemu dengan kalian", jelas Diego.
"Atau mungkin dia merasa bersalah kepada kalian", ucap Diego.
"Tapi tenang saja, sewaktu ulang tahun nenek, dia mungkin sudah mulai kembali seperti sedia kala", jelas Diego.
"Baiklah aku mengerti", ucap Ayah Hanna.
"Hanna walau pun kondisi nya begitu, dia masih ingat dengan ulang tahun ku", ucap Nenek Hanna sambil terharu.
"Apa aku boleh bertanya?" Tanya Diego.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?" Tanya Ayah Hanna.
"Di ujung desa sana, ada gadis yang tinggal di sana, apa Ayah mengenal nya?" Tanya Diego.
"Ooooohhh Yae Won, ada apa dengan nya?" Tanya Nenek Hanna.
"Nenek mengenal nya?" Tanya Diego.
"Tentu saja, dia gadis yang baik, dan suka membantu nenek sebelum mereka pindah ke sini", jawab Nenek sambil melirik orang tua Hanna.
"Anak itu sangat ramah kepada seluruh warga di sini", jelas Nenek Hanna lagi.
"Apa keluarga nya masih ada?" Tanya Diego.
"Beberapa hari yang lalu orang tua nya memberi ku undangan untuk acara pernikahan nya", ucap Ibu Hanna.
"Menikah?" Tanya Diego.
"Iya, kalau tidak salah dia akan menikah dengan seorang pria yang bekerja sebagai seorang pelayan di rumah mewah", jelas Ibu Hanna.
__ADS_1
"Ibu tau dimana rumah itu?" Tanya Diego lagi.
"Kedengaran nya lokasi rumah itu ada di kota, dan dekat dengan perbatasan", ucap Ibu Hanna lagi.
"Kenapa kamu ingin bertanya tentang nya?" Tanya Ayah Hanna.
"Apa sedang terjadi sesuatu?" Tanya Ayah Hanna lagi.
Lalu, Diego menjelaskan semua nya kepada Ayah, Ibu, dan Nenek Hanna.
Setelah mendengar penjelasan Diego, mereka semua prihatin dengan keadaan Yae Won.
"Jadi, nama lelaki itu adalah Lee, benar-benar kurang ajar", ucap Ibu Hanna.
"Iya, bisa-bisa nya dia berniat untuk menjual kekasih nya, apalagi sebentar lagi mereka akan segera menikah", ucap Nenek Hanna.
"Itu hanya alasan nya saja untuk mendekati Yae Won", ucap Ayah Hanna.
"Karena, Yae Won terlihat seperti anak yang baik dan penurut, jadi gampang di bodohi seperti itu", jelas Ayah Hanna.
"Syukurlah, dia baik-baik saja sekarang", ucap Ibu Hanna.
"Itu lah salah satu alasan nya, aku berniat menjodohkan Hanna", ucap Ayah Hanna.
"Karena anak muda zaman sekarang, banyak yang salah pilih", ujar Ayah Hanna.
"Awal nya memang terlihat baik, tapi setelah nya di perlakukan dengan sangat kejam", jelas Ayah Hanna.
"Benar, aku beruntung bisa melihat Hanna mendapatkan suami seperti Diego", ucap Nenek Hanna.
Lalu, Diego hanya tersenyum melihat tingkah Nenek kepada nya, dan waktu itu juga, masuk panggilan video dari Hanna.
"Halo sayang", ucap Diego agar terlihat mesra di hadapan keluarga istri nya itu.
"Apa kamu sudah sampai di desa?" Tanya Hanna.
"Sudah, dan sekarang kami sedang mengobrol bersama", jawab Diego.
"Benarkah?" Tanya Hanna dengan antusias.
Lalu, Diego memperlihatkan layar ponsel nya kepada Nenek, Ayah, dan Ibu Hanna.
Setelah itu, mereka berbicara dan saling menanyakan kabar satu sama lain nya lewat panggilan video itu.
***
Saat ini, Diego hanya mampir sebentar ke rumah mertua nya, ia berencana ingin menyelidiki Lee ketika hendak pulang menuju ke rumah nya.
Setelah sampai di lokasi saat ia bertemu dengan Yae Won, Diego langsung bertanya kepada orang yang ada di sekitar.
"Permisi", ucap Diego.
"Iya, ada apa?" Tanya penjual toppoki yang ada di pinggir jalan.
"Apakah anda mengenal seorang pria yang bernama Lee?" Tanya Diego.
"Coba tanyakan kepada penjual ayam goreng itu", ucap penjual toppoki sambil menunjuk ke penjual ayam goreng yang ada di dekat nya.
"Dia adalah orang yang mempunyai banyak teman, dan koneksi di sini", ucap penjual toppoki lagi.
"Baiklah, terima kasih", ucap Diego.
Lalu, Diego segera menuju ke penjual ayam goreng yang ada di dekat sana.
"Permisi", ucap Diego.
"Iya, ada apa?" Tanya nya.
"Apa kamu mengenal seseorang yang bernama Lee?" Tanya Diego.
"Lee yang mana?" Tanya penjual ayam goreng itu.
"Aku mempunyai teman yang bernama Lee ada sekitar tiga orang", ucap nya.
"Itu yang bekerja sebagai seorang pelayan", ucap Diego.
"Aku mengenal nya, namun dia sudah sangat jarang untuk bisa berkumpul dengan ku", ucap penjual ayam goreng itu.
"Kenapa?" Tanya Diego.
"Semenjak dia bekerja di rumah mewah itu, dia jadi sedikit sombong dan angkuh sekarang", jelas nya.
"Lalu?" Tanya Diego.
"Seperti nya, hidup mereka telah di jamin di sana", ucap penjual ayam goreng itu lagi.
Lalu, setelah penjual ayam goreng itu menjelaskan semua nya kepada Diego, langsung saja Diego segera pergi dari tenda jualan itu.
Kemudian, Diego segera pergi menuju ke rumah mewah yang di ceritakan oleh para penjual makanan itu.
Setelah sampai di rumah yang di maksud, Diego memberhentikan mobil nya, dan segera menepi, lalu memperhatikan keadaan sekitar di dalam mobil nya.
Rumah itu tampak luas, dan mempunyai pekarangan yang cukup luas.
Saat ini, di depan gerbang berdiri beberapa pengawal untuk menyortir tamu undangan yang akan masuk ke sana.
Di rumah itu, terlihat ada nya sebuah pesta yang cukup ramai di datangi oleh para tamu undangan.
Pesta tersebut bertema out door, dan kelihatan dari luar pagar, kalau mereka semua sedang berpesta, dan bergembira ria di pekarangan rumah sambil memanggang daging.
"Hei tunggu aku", teriak seorang wanita kepada teman lelaki nya.
"Apa kamu tidak sabar untuk mengambil pesanan mu?" Tanya wanita itu kepada teman lelaki nya.
"Cepatlah, aku berencana untuk langsung memakai nya di dalam", ucap pria itu.
Lalu, mereka segera masuk ke gerbang rumah itu, dan melewati beberapa pengawal setelah memberikan kartu undangan.
__ADS_1
Tapi aneh nya, mereka tidak ikut bergabung di pekarangan rumah, dan mereka langsung masuk ke dalam rumah seperti sedang terburu-buru.
"Apa mereka tamu VVIP?" Tanya Diego di dalam hati.
"Seperti nya, ini bukan pesta biasa, ada yang mencurigakan di sini", ucap Diego lagi.
Lalu, Diego menyamar menjadi seorang pengantar minuman, dan sebelum nya ia sudah memesan beberapa wine untuk di antar ke dalam rumah.
Diego segera mengganti pakaian nya dengan pakaian yang baru saja ia beli lewat online shop, kemudian Diego masuk ke gerbang rumah tersebut, dan pengawal segera menghentikan langkah kaki nya.
"Aku hanya ingin mengantar minuman ini", ucap Diego.
Lalu, Diego segera mengangkat beberapa wine yang telah di kemas dengan rapi.
Kemudian, pengawal itu mengecek minuman itu, dan membiarkan Diego untuk masuk ke dalam rumah.
"Bawa saja ke dalam rumah, lalu segera kembali ke sini", ucap salah seorang pengawal.
"Aku akan memberikan ini kepada pelayan Lee", ucap Diego.
"Apa kalian tau ia sedang berada dimana sekarang?" Tanya Diego.
"Dia sedang melayani tamu di dalam rumah", ucap pengawal itu.
"Antarkan saja minuman ini ke bagian dapur, dan cepat kembali lagi ke sini", ucap pengawal itu lagi.
"Baiklah", ucap Diego.
Lalu, Diego segera masuk ke dalam rumah sambil memperhatikan seluruh jalan yang ia lewati.
Setelah masuk ke dalam rumah, Diego melihat ada beberapa orang yang sedang duduk di ruang tamu, dan di temani oleh beberapa orang wanita seksi.
Kemudian, Diego melihat ada orang yang sedang memakai narkoba di salah satu kamar yang di lewati nya.
Ya, orang itu adalah lelaki yang baru saja di lihat nya di luar gerbang beberapa menit yang lalu.
Kemudian, Diego segera menuju ke dapur yang berada di bagian belakang rumah, dan menyusun minuman itu di atas meja.
Sewaktu sedang menyusun minuman, datang lah seorang pria, dan pria itu seperti nya adalah salah satu pelayan yang ada di rumah ini.
"Pelayan Lee", teriak seorang wanita yang ada di belakang Diego.
Wanita itu baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
"Iya nyonya, bagaimana perasaan mu saat ini?" Tanya pelayan Lee.
"Tentu saja aku happy", ujar wanita itu.
"Tolong antarkan beberapa minuman ke ruangan privat", ujar wanita itu lagi.
"Baik lah nyonya", ucap pelayan Lee.
Kemudian, wanita itu segera pergi menuju ke ruangan yang di maksud, dan pelayan Lee terlihat cukup sibuk dengan pekerjaan nya.
Kemudian, pelayan itu meminta bantuan kepada Diego untuk mengantarkan beberapa minuman ke ruangan privat.
"Kamu siapa?" Tanya pelayan Lee kepada Diego.
"Apa kamu pegawai baru?" Tanya pelayan Lee lagi.
"Bukan, aku hanya di minta untuk mengantarkan minuman ini ke dapur", jawab Diego.
"Oh begitu, aku cukup repot sekarang ini", ujar pelayan Lee.
"Bisakah kamu membantu ku sebentar?" Tanya pelayan Lee.
"Apa yang perlu ku bantu?" Tanya Diego.
Lalu, pelayan Lee memberikan sebuah nampan yang berisi beberapa minuman di atas nya.
"Tolong bawakan ini ke ruangan privat yang ada di lantai dua, ruangan itu tepat berada di sebelah kiri tangga", ucap pelayan Lee.
"Ketuk saja pintu nya, lalu segera masuk, dan letakkan minuman ini di atas meja", ucap pelayan Lee lagi.
"Baiklah", ucap Diego.
"Jangan sampai ada yang mengenal ku", batin Diego.
"Kalau ternyata ada yang mengenal ku, bisa gawat urusan nya", ucap Diego di dalam hati nya.
Lalu, Diego segera menuju ke lantai dua, dan mengintip dari luar pintu ruangan privat itu.
Melihat siapa yang ada di dalam ruangan privat itu, membuat Diego kaget, dan segera bersembunyi di balik lemari yang ada di samping nya.
Diego melihat ada Branden di dalam ruangan itu, ia di temani oleh beberapa orang wanita yang sedang melayani nya.
Ada dua orang wanita yang sedang memakai bikini di dalam ruangan itu, dan Branden terlihat sedang tidak memakai atasan di tubuh kekar nya itu.
"Siapa yang bertanggung jawab atas semua yang ada di pesta ini?" Tanya Diego di dalam hati nya.
Kemudian, datang lah pelayan Lee, dan masuk ke dalam ruangan privat itu.
Selang beberapa detik, pelayan Lee keluar lagi, dan melihat Diego sudah ada di depan nya.
"Kemana saja kamu?" Tanya pelayan Lee.
"Ayo cepat masuk, dan antarkan minuman ini", ucap pelayan Lee.
Namun, Diego hanya terdiam, dan tidak melangkah sedikit pun.
Diego merasa akan segera ketahuan, kalau sampai diri nya di lihat oleh Branden, itu bisa saja membuat diri nya cukup kesulitan untuk keluar dari rumah ini.
Apa yang sebenarnya terjadi? dan Bagaimana kah nasib Diego di dalam rumah itu?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...