
Saat ini Krystal dan Hanna telah selesai makan malam dan setelah itu Hanna mengajak Krystal untuk masuk ke dalam kamar nya.
"Ini untuk mu", ujar Hanna sambil memberikan sebuah kotak kepada Krystal.
"Apa ini?" Tanya Krystal.
"Hadiah untuk mu", jawab Hanna.
Kemudian Krystal mengambil kotak pemberian dari Hanna itu dan segera membuka nya di depan Hanna.
"Sebuah dress", ujar Krystal.
"Iya apa kamu menyukai nya?" Tanya Hanna.
Kemudian Hanna membantu Krystal untuk mencocokkan panjang dress itu dengan tinggi Krystal.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Krystal.
"Mengukur mu", ujar Hanna.
"Aku ini adalah wanita yang tinggi untuk ukuran seusia ku", ujar Krystal.
"Kalau begitu ini aku kembalikan", ujar Hanna.
"Nanti aku akan memakai nya ketika aku akan menghadiri sebuah acara pesta", ujar Krystal.
"Baiklah", ujar Hanna.
"Kalau begitu aku pergi dulu", ujar Krystal.
"Pergi kemana?" Tanya Hanna.
"Ke luar", jawab Krystal.
"Bukan kah ini sudah hampir larut malam dan seharusnya kamu memang berada di dalam rumah?" Tanya Hanna.
"Aku ada urusan dengan teman-teman ku", ujar Krystal.
"Teman", ujar Hanna.
"Iya dengan teman-teman ku dan kalau kakak bertanya mengenai ku katakan saja kalau aku sudah tidur", ujar Krystal.
"Tapi bagaimana aku bisa berbohong seperti itu?" Ujar Hanna.
"Aku tidak bisa berbohong kepada kakak mu", ujar Hanna lagi.
"Kalau begitu katakan saja yang sebenarnya", ujar Krystal.
"Apa kamu selalu seperti ini?" Tanya Hanna.
Namun Krystal tidak menjawab pertanyaan dari Hanna dan ia segera pergi dari kamar Hanna menuju ke dalam kamar nya untuk segera bersiap-siap pergi ke luar rumah.
"Apa aku harus memberi tau Diego?" Tanya Hanna.
"Aku takut kalau Krystal kenapa-napa apa lagi dia adalah seorang gadis", ujar Hanna.
Kemudian Hanna segera mengambil ponsel nya dan menelfon Diego. Namun Diego tak kunjung mengangkat telfon dari nya dan tentu saja itu membuat Hanna kesal dengan nya.
"Apa yang mereka lakukan kepada ku, semua nya membuat ku khawatir", ujar Hanna.
"Sudah lah lebih baik aku tidur saja", ujar Hanna lagi.
Lalu Hanna segera berbaring di atas tempat tidur nya dan berusaha untuk memejamkan mata nya.
***
Rumah Alexander
Saat ini Diego sudah sepakat dengan Alexander dan ia akan segera kembali ke rumah nya.
"Sayang sekali teman ku yang satu ini tidak tertarik dengan wanita yang ada disini", ujar Alexander.
"Aku tidak ingin bermain-main disini karena ada seseorang yang telah menunggu ku saat ini", ujar Diego.
"Baiklah", ujar Alexander.
"Besok aku akan menyiapkan semua barang nya dan setelah itu aku akan mengabari mu", ujar Alexander lagi.
"Ok", ujar Diego.
Kemudian Diego dan semua anggota nya segera pergi dari kediaman Alexander dan langsung menuju ke rumah nya.
Saat berada di dalam mobil Diego melihat ponsel nya dan Diego begitu kaget dengan berapa banyak nya panggilan yang tak terjawab masuk ke dalam nomor ponsel nya.
"Kenapa Hanna menelfon ku sebanyak ini?" Tanya nya.
"Apa telah terjadi sesuatu kepada nya?" Tanya Diego lagi.
Kemudian Diego menghubungi Hanna kembali dan Hanna tidak menjawab panggilan dari nya.
Tentu saja itu membuat Diego khawatir dengan Hanna saat ini dan Diego langsung menyuruh sopir nya untuk menambah laju kecepatan mobil nya saat ini.
Setelah sampai di depan rumah nya Diego langsung menuju ke dalam kamar nya dengan langkah yang terlihat terburu-buru.
"Nyonya muda ada di dalam kamar nya tuan muda", ujar seorang pelayan.
Kemudian Diego segera membuka pintu kamar nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya. Saat ini Diego melihat Hanna sedang tertidur dengan pulas nya tanpa ada yang perlu di khawatirkan.
"Lalu kenapa Hanna menghubungi ku sebanyak itu?" Tanya nya.
"Pelayan", panggil Diego.
"Iya tuan muda", jawab seorang pelayan yang datang menghampiri nya.
"Apa Krystal sudah tidur?" Tanya Diego.
"Tadi nona muda sudah kembali ke dalam kamar nya tuan muda dan saya belum melihat nya keluar lagi dari pintu kamar nya", ujar pelayan itu.
"Apa ada yang Hanna tanyakan kepada kalian?" Tanya Diego kepada semua pelayan yang ada di dalam rumah nya.
"Tidak tuan muda", jawab semua pelayan secara bersamaan.
"Kalau begitu kembali lah melakukan tugas kalian masing-masing", ujar Diego.
"Baik tuan muda", ujar semua pelayan secara bersamaan.
Kemudian semua pelayan itu segera pergi dari kamar Diego dan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.
Tak lama kemudian Hanna terbangun dari tidur nya dan ia melihat Diego sedang duduk di balkon kamar mereka.
__ADS_1
Melihat itu Hanna langsung menghampiri Diego dan duduk di sebelah nya.
"Kamu sudah pulang?" Tanya Hanna.
"Sudah dari satu jam yang lalu", jawab Diego.
"Ada apa kamu menelfon ku sebanyak itu?" Tanya Diego.
"Aku tidak sempat untuk melihat ponsel ku selama berada di luar rumah", ujar Diego.
"Oh iya aku lupa", ujar Hanna.
"Apa yang telah kamu lupakan?" Tanya Diego.
"Krystal tidak ada di rumah", ujar Hanna.
"Dia pergi ketika kamu baru saja keluar dari rumah ini", ujar Hanna lagi.
"Padahal hari sudah mau larut malam dan dia masih saja tidak takut untuk bertemu dengan teman-teman nya", ujar Hanna lagi.
"Biarkan saja dia", ujar Diego.
"Apa!" Teriak Hanna mendengar perkataan Diego.
"Aku kira ada hal yang lebih penting dari itu", ujar Diego lagi.
"Apa! Kamu tidak mengkhawatirkan adik mu sama sekali?" Tanya Hanna.
"Dia memang keras kepala dan selalu bertindak sesuka hati nya", ujar Diego.
"Tapi dia adalah adik mu", ujar Hanna.
"Aku sudah lelah berdebat dengan nya dan biarkan saja dia untuk saat ini", ujar Diego lagi.
"Apa kamu tidak mau mencari nya?" Tanya Hanna.
"Besok pagi seperti nya dia sudah pulang dalam keadaan mabuk", ujar Diego.
"Apa! Mabuk?" Tanya Hanna.
"Lalu siapa yang mengantar nya?" Tanya Hanna.
"Tentu saja dia menyuruh sopir nya untuk menjemput nya", ujar Diego.
"Kenapa Krystal selalu seperti itu?" Tanya Hanna.
"Dan aku melihat kamu tidak peduli dengan nya sama sekali", ujar Hanna.
"Dia terpukul dengan kepergian Ibu kami", ujar Diego.
"Semenjak Ibu meninggal dia tidak pernah mau kembali lagi ke Korea dan hidup nya disini pun juga selalu seperti itu hampir setiap hari nya", ujar Diego menjelaskan.
"Seharusnya kamu merangkul nya dan menyemangati nya bukan nya bersikap seperti ini", ujar Hanna.
"Aku sudah lelah untuk bersikap seperti itu pada nya karena dia tidak pernah mau mendengarkan perkataan ku", ujar Diego.
"Bahkan Ayah sudah pasrah melihat semua tingkah nya", ujar Diego lagi.
"Sudah bertahun-tahun dibicarakan dengan baik-baik malah dia yang tambah membuat ulah", ujar Diego lagi.
"Aku akan mencoba untuk berbicara pada nya", ujar Hanna.
"Coba saja kalau kamu bisa", ujar Diego.
"Ok", ujar Diego.
Kemudian mereka segera berbaring di atas kasur dan berusaha untuk segera tidur.
***
Rumah Clara
Saat ini Rey sedang membantu Clara untuk membersihkan rumah nya dan hari ini Clara akan tinggal kembali di rumah nya sendiri.
Siang ini mereka tampak kelelahan dengan pekerjaan yang telah mereka lakukan dan Rey sudah memesan makanan untuk mereka santap pada siang ini di dalam rumah Clara.
"Terima kasih karena sudah mau membantu ku", ujar Clara.
Kemudian terdengar bunyi bel rumah berbunyi dan Rey segera membuka pintu rumah Clara untuk mengambil makanan yang telah di pesan nya.
"Ayo makan", ajak Rey kepada Clara.
"Ayo", ujar Clara.
Kemudian mereka segera menyantap makanan itu di meja yang ada di ruang tamu rumah Clara sambil menonton TV yang menampilkan sebuah acara variety show Korea.
Mereka tampak saling tertawa menyaksikan acara variety show tersebut dan tiba-tiba di tengah kegembiraan mereka itu Diego langsung menghubungi Rey dan Rey langsung mengangkat panggilan dari Diego tersebut.
"Halo", ujar Rey.
"Rey aku sudah melakukan kesepakatan dengan Alexander", ujar Diego.
"Ok", ujar Rey.
"Sekarang mereka sedang menyiapkan kokaina sebanyak 1000 ton dan dalam jangka waktu dua bulan ini", ujar Diego lagi.
"Segera pikirkan jalur pendistribusian yang aman dan yang tidak terlihat oleh pemerintah setempat", ujar Diego lagi.
"Baiklah aku mengerti", ujar Rey.
Kemudian panggilan itu segera berakhir dan Rey melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di depan nya sambil menonton variety show korea itu.
"Siapa?" Tanya Clara.
"Diego", jawab Rey.
"Apa mereka sudah sampai di Amerika?" Tanya Clara.
"Sudah", jawab Rey.
"Kapan mereka akan kembali?" Tanya Clara.
"Mungkin satu bulan lagi", ujar Rey.
"Wah lama juga ternyata", ujar Clara.
"Setelah ini aku akan pergi ke markas karena ada hal yang harus aku lakukan disana", ujar Rey.
"Baiklah", ujar Clara.
__ADS_1
Kemudian mereka melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di atas meja sambil menonton acara variety show yang ada di TV.
***
Rumah Besar Keluarga Diego
Saat ini Ayah Diego sedang berbicara dengan Diego lewat telpon rumah nya dan setelah panggilan itu berakhir Ayah Diego segera menghubungi Krystal untuk membicarakan sesuatu kepada nya.
"Halo", ujar Krystal.
"Krystal", teriak Ayah nya.
Kemudian Krystal sedikit menjauh dari ponsel nya karena teriakan Ayah nya itu.
"Apa Ayah harus menjodohkan mu seperti kakak mu agar hidup mu ada yang mengawasi selama 24 jam", ujar Ayah nya.
"Aku tidak mau", ujar Krystal.
"Kalau begitu kenapa kamu selalu berbuat seperti itu?" Tanya Ayah nya.
"Apa kakak memberi tau Ayah mengenai ini?" Tanya Krystal.
"Tidak penting siapa yang memberi tau ku mengenai perilaku mu itu yang penting adalah kamu harus berubah mulai dari sekarang atau kamu akan Ayah jodohkan dengan laki-laki pilihan Ayah", ujar Ayah nya.
"Baiklah aku akan berubah mulai dari sekarang", ujar Krystal.
"Pegang kata-kata mu itu kalau tidak Ayah akan mengurung mu di rumah lalu akan menjodohkan mu dengan seseorang", ujar Ayah nya lagi.
"Baiklah", ujar Krystal.
Kemudian panggilan itu segera dimatikan oleh Ayah nya dan setalah itu Krystal langsung mencari Diego ke dalam kamar nya.
"Kakak", teriak Krystal sambil menggedor-gedor pintu kamar Diego.
"Kakak dimana kamu?" Teriak Krystal lagi dari luar kamar Diego.
Namun tak ada jawaban dari dalam kamar Diego dan Krystal langsung dibuat kesal dengan semua itu.
Kemudian Krystal menendang pintu kamar Diego dengan kaki nya untuk melampiaskan amarah nya saat ini.
Setelah itu Krystal menuju ke dapur untuk mencari Diego disana dan ia juga tidak berhasil menemukan Diego disana.
"Dimana kakak?" Tanya Krystal kepada seorang pelayan yang ada di dapur.
"Tuan muda sedang pergi bersama dengan istri nya untuk berjalan-jalan nona muda", ujar pelayan itu.
"Baiklah", ujar Krystal.
Kemudian Krystal segera kembali lagi ke dalam kamar nya dan duduk di balkon kamar nya sambil menunggu kepulangan Diego.
Saat ini Krystal melihat ke pemandangan yang ada di sekitar rumah nya dan mata nya selalu tertuju ke pagar rumah nya untuk menunggu kedatangan Diego.
Tak lama kemudian akhirnya Krystal tertidur di balkon kamar nya sambil duduk di kursi santai yang ada disana.
***
Restoran Bintang Lima Di Amerika
Saat ini Diego dan Hanna telah selesai makan di sebuah restoran dan mereka akan kembali lagi ke rumah untuk beristirahat dari perjalanan yang cukup melelahkan ini.
Hari ini Diego telah membawa Hanna untuk melihat-lihat tempat wisata yang ada di Amerika dan Hanna tampak sangat terhibur sekali dengan semua itu.
Setalah makan akhirnya Diego dan Hanna segera masuk ke dalam mobil untuk kembali ke rumah dan selama di perjalanan pulang ke rumah Hanna terus membicarakan mengenai Krystal kepada Diego.
"Apa Ayah akan menjodohkan Krystal?" Tanya Hanna.
"Seperti nya begitu jika dia tidak mau berubah", ujar Diego.
"Aku merasa kasihan kepada adik mu", ujar Hanna.
"Kenapa kamu kasihan kepada nya?" Tanya Diego.
"Aku rasa Ayah akan memberikan calon suami yang baik untuk nya", ujar Diego.
"Semoga saja", ujar Hanna.
Kemudian mereka terus membicarakan Krystal sampai akhirnya mereka hampir sampai ke rumah keluarga Diego yang ada di Amerika.
***
Kediaman Keluarga Diego (Amerika)
Saat ini Krystal telah bangun dari tidur nya dan ia hanya tidur sebentar saja karena niat utama nya adalah untuk menunggu kepulangan kakak nya.
Tak lama kemudian akhirnya Krystal melihat mobil kakak nya datang dan telah memasuki pagar rumah mereka.
Ketika mobil Diego telah berhenti di pekarangan rumah Krystal langsung turun menuju ke lantai bawah untuk menemui kakak nya itu.
Saat Diego dan Hanna telah masuk ke dalam rumah dan mereka akan menaiki tangga rumah untuk menuju ke kamar mereka tiba-tiba saja Krystal datang dari arah yang berlawanan dan langsung memarahi Diego.
"Kakak", teriak Krystal kepada Diego.
"Ada apa dengan mu?" Tanya Diego.
"Apa yang telah kakak katakan kepada Ayah?" Tanya Krystal.
"Apa kakak yang telah menyuruh Ayah untuk menjodohkan ku?" Tanya Krystal lagi.
"Aku tidak pernah menyuruh Ayah untuk menjodohkan mu", ujar Diego.
"Kenapa kamu marah pada ku?" Tanya Diego.
"Kakak datang kesini hanya untuk memata-matai ku dan membicarakan ku kepada Ayah", ujar Krystal.
"Lebih baik kakak pergi dari sini dari pada kakak tambah membuat ku marah", ujar Krystal.
"Kamu mengusir ku dari rumah ini?" Tanya Diego.
"Ini adalah rumah keluarga kita dan kamu tidak mempunyai hak untuk mengusir ku dari rumah ini", ujar Diego.
"Tenang lah", ujar Hanna kepada Diego sambil merangkul tangan Diego.
"Kalau begitu istri mu saja yang pergi dari rumah ini karena dia bukan lah anggota keluarga kita", ujar Krystal sambil mendorong Hanna ke belakang.
Melihat tindakan Krystal kepada Hanna langsung saja membuat semua orang yang ada disana kaget dibuat nya dan para pelayan berteriak histeris menyaksikan kejadian itu.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...