
"Apa lagi ini", ujar Ayah Diego sambil melihat Ara dari kejauhan.
"Ayah seperti nya akan ada seorang pengganggu sebentar lagi", ujar Krystal kepada Ayah nya.
"Biarkan saja kakak mu yang mengurus nya dan kita nikmati saja semua makanan yang ada disini", ujar Ayah nya lagi.
"Ok Ayah", ujar Krystal lagi.
Lalu mereka pun kembali lagi memakan makanan yang ada di depan mereka saat ini sementara Leo dan Clara hanya diam terpaku melihat kehadiran Ara yang tidak di harapkan itu.
"Dia sungguh sangat berani mengejar mu di depan Ayah mu", ujar Rey kepada Diego.
"Entah lah aku juga tidak tau dengan apa yang sedang dipikirkan nya saat ini", ujar Diego.
Lalu Ara pun semakin mendekat ke arah mereka dan ia pun langsung berhenti melangkah dan melihat ke arah Diego.
"Diego", panggil Ara.
"Ada apa lagi?" Tanya Diego.
"Duduk lah", ujar Clara kepada Ara sambil menepuk-nepuk kursi yang ada di samping nya.
Namun Ara tidak menggubris perhatian dari Clara itu kepada nya dan Ara malah semakin mendekat ke arah Diego.
"Dasar wanita tidak tau diri", gumam Krystal dengan wajah kesal nya setelah ia melihat perlakuan Ara kepada Clara.
"Tenang lah jangan membuat suasana menjadi panas dan biarkan saja Diego yang mengurus wanita itu", ujar Leo kepada Krystal.
"Tapi aku sudah sangat geram dengan wanita gila itu", ujar Krystal lagi.
"Krystal", ujar Ayah nya sambil menggeleng-gelengkan kepala nya kepada Krystal.
"Ok Ayah aku akan diam saja disini", ujar Krystal lagi kepada Ayah nya.
Lalu Ayah nya pun melanjutkan kembali memakan lobster yang ada di depan nya saat ini sementara Krystal hanya bisa pasrah pada saat ini karena ia tidak mau di marahi oleh Ayah nya lagi.
"Lihat kan Ayah mu saja juga telah melarang mu untuk membuat suasana menjadi tambah tidak enak", ujar Leo lagi kepada Krystal.
"Krystal biarkan saja dia aku tidak apa-apa selagi dia tidak kasar dengan ku", ujar Clara kepada Krystal.
"Baik lah", ujar Krystal dengan nada lirih nya.
Saat ini Ayah Diego, Krystal, Leo dan Clara berbicara dengan nada suara yang pelan sekali agar perkataan mereka tidak di dengar oleh Ara.
"Kenapa kamu tidak mengangkat panggilan dari ku?" Tanya Ara kepada Diego.
"Tidak kah kamu lihat kalau aku sedang sibuk saat sekarang ini", ujar Diego tanpa melihat ke arah Ara.
"Ok kalau begitu aku akan menunggu mu disini", ujar Ara lagi.
"Kenapa kamu bisa datang ke tempat ini?" Tanya Diego.
"Siapa yang telah memberi tau mu mengenai keberadaan ku saat ini?" Tanya Diego lagi.
"Aku tau dari penjaga yang ada di kediaman mu itu", ujar Ara.
"Lalu ketika aku melewati jalan yang ada di atas sana aku langsung melihat ada sebuah mobil yang sedang terparkir di dalam hutan ini dan ternyata dugaan ku itu benar kalau itu adalah mobil yang telah kamu bawa kesini", ujar Ara lagi menjelaskan kenapa dia bisa bertemu dengan Diego saat ini.
"Tadi aku juga melihat ada tempat perkemahan lain yang ada di dekat sini tapi aku rasa itu bukan lah tenda milik mu karena kelihatan nya tenda mereka itu sangat lah murahan di mata ku", ujar Ara lagi.
"Maka nya aku langsung memutuskan untuk datang kesini", ujar Ara lagi kepada Diego.
"Kamu sombong sekali", ujar Rey kepada Ara.
"Bukan kah apa yang telah aku katakan itu memang benar lalu kenapa kamu menganggap ku sombong dasar aneh", ujar Ara kepada Rey.
"Ara saat ini aku rasa diri mu itu telah banyak berubah", ujar Rey lagi.
"Aku tidak berubah", ujar Ara.
"Sudah lah Ara jangan berbicara lagi saat ini dan aku harap kamu bisa diam saja untuk saat ini", ujar Diego kepada Ara.
"Apa!" Ujar Ara dengan ekspresi kaget nya.
"Diego kenapa kamu berkata seperti itu kepada ku?" Tanya Ara.
"Duduk lah dan makan saja makanan yang ada disini", ujar Diego lagi kepada Ara.
"Baik lah", ujar Ara kepada Diego.
Lalu Diego dan Rey pun segera duduk di kursi yang ada di dekat Leo sedangkan Ara duduk di antara Diego dan Clara.
"Makan lah dan aku rasa saat ini kamu pasti sudah sangat lapar", ujar Diego kepada Ara.
"Iya aku memang sudah sangat lapar saat ini", ujar Ara.
Lalu Clara pun memberikan sumpit baru kepada Ara dan Ara pun langsung mengambil nya tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Clara.
"Astaga pemandangan ini sangat mengganggu sekali", ujar Leo di dalam hati nya.
"Ya Tuhan kuat kan aku agar aku tidak mengajak nya ribut pada saat ini", ujar Krystal di dalam hati nya.
"Clara sudah berusaha baik terhadap nya tapi Ara malah bersikap buruk kepada nya", ujar Rey di dalam hati nya.
"Kasihan sekali istri ku", ujar Rey lagi di dalam hati nya.
"Kenapa dulu aku bisa menyukai Ara ya dan aku rasa saat ini Tuhan sangat sayang kepada ku", ujar Rey lagi di dalam hati nya.
__ADS_1
"Karena aku telah di jauhkan dari wanita seperti Ara dan saat ini aku juga telah diberi seorang anak dan juga istri yang sangat baik", ujar Rey lagi di dalam hati nya sambil melihat ke arah Ara dan Clara secara bergantian.
"Saat ini aku tidak boleh membuat keributan disini lebih baik aku diam saja tanpa menggubris tingkah Ara terhadap Clara", ujar Rey lagi di dalam hati nya.
Lalu Rey pun melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di depan nya saat ini.
"Diego makan lah", ujar Ara sambil meletakkan potongan daging di atas mangkok Diego.
"Memuakkan sekali", ujar Krystal di dalam hati nya ketika ia menyaksikan adegan itu di depan nya saat ini.
Lalu Krystal pun kembali lagi memakan daging yang ada di depan nya saat ini dengan menggunakan daun selada yang segar itu.
"Aku akan memasak daging lagi", ujar Krystal.
Lalu Krystal pun segera mengambil daging mentah yang ada di dalam kotak es dan setelah itu ia pun segera memanggang daging itu sambil berdiri di samping Rey.
"Krystal jangan lupa lobster nya", ujar Ayah nya.
"Iya Ayah aku akan memasak lobster lagi untuk Ayah", ujar Krystal menanggapi perkataan Ayah nya itu.
Lalu Krystal pun segera mengambil lobster itu dari dalam kotak es dan setelah itu Krystal pun memasak nya kembali bersamaan dengan daging yang telah ia ambil sebelum nya.
"Apa makanan nya enak?" Tanya Ayah Diego kepada Ara.
"Iya Paman semua makanan yang ada di atas meja ini sangat enak", ujar Clara.
"Bagus lah kalau begitu makan lah yang banyak agar nanti kamu tidak kelaparan", ujar Ayah Diego lagi.
"Ok Paman", ujar Ara.
"Diego jangan lupa untuk mengupas jagung nya karena sebentar lagi kita akan memasak jagung bakar", ujar Ayah nya.
"Iya Ayah aku akan segera mengupas nya", ujar Diego.
"Aku akan membantu mu", ujar Ara.
Lalu Diego pun segera pergi membuka kulit jagung dan langkah kaki nya itu di ikuti oleh Ara dari belakang.
"Kamu terlihat seperti seorang penguntit", ujar Diego kepada Ara.
"Tidak apa-apa jika orang-orang berkata seperti itu kepada ku asalkan yang aku ikuti itu adalah kamu", ujar Ara.
Lalu Diego pun menghembuskan nafas nya setelah ia mendengar perkataan Ara yang seperti itu kepada nya.
***
Di Tempat Perkemahan Lain Yang Berjarak 250 Meter Dari Perkemahan Diego
"Hanna", panggil Bibi Yuri kepada nya.
"Iya ada apa Bibi?" Tanya Hanna.
"Kalau begitu Bibi pergilah ke air pancuran itu", ujar Hanna.
"Tapi Bibi takut pergi kesana sendirian jadi kamu temani Bibi ya untuk pergi kesana", ujar Bibi Yuri lagi.
"Ok kalau begitu ayo kita segera pergi kesana", ujar Hanna lagi.
Lalu Hanna dan Bibi Yuri pun segera pergi menuju ke air pancuran itu sedangkan yang lain nya masih sibuk bercerita satu sama lain nya.
***
Air Pancuran
"Air nya dangkal sekali", ujar Hanna setelah sampai di air pancuran itu.
"Iya kalau kamu pergi kesini pada saat siang hari maka kamu akan melihat nya dengan jelas kalau air yang ada disini itu sangat jernih", ujar Bibi Yuri.
"Benarkah!" Ujar Hanna.
"Kalau begitu besok pagi aku akan datang kesini lagi untuk pergi mencuci muka sebelum kita pulang ke desa", ujar Hanna lagi.
"Hanna disini gelap dan tolong arahkan senter itu ke dalam air karena aku akan buang air kecil di dalam air yang dangkal itu saja", ujar Bibi Yuri.
"Ok Bibi", ujar Hanna.
Lalu Hanna pun segera mengarahkan senter itu ke tempat yang di maksudkan oleh Bibi Yuri itu kepada nya.
Lalu Bibi Yuri pun menyuruh Hanna untuk tidak melihat ke arah nya dan setelah itu Hanna pun langsung melihat ke kaki nya agar ia tidak melihat ke arah Bibi Yuri.
"Bibi cepat lah aku takut jika terlalu lama berada disini", ujar Hanna.
"Sebentar lagi aku akan selesai jadi bersabar lah", ujar Bibi Yuri.
Lalu Hanna pun hanya bisa diam saja pada saat ini sambil menunggu Bibi Yuri telah selesai buang air kecil di dalam air yang dangkal itu.
***
Kediaman Sera
"Coba kamu hubungi Branden dan tanyakan kepada nya apa dia sudah siap untuk melakukan aksi nya pada malam ini", ujar Kakek Sera kepada Sera.
"Baik lah Kakek", ujar Sera.
Lalu Sera pun segera menghubungi Branden dan Branden pun juga langsung mengangkat panggilan dari nya itu.
"Iya ada apa?" Tanya Branden kepada Sera.
__ADS_1
"Apa kamu sudah siap untuk beraksi pada malam ini?" Tanya Sera.
"Iya saat ini aku sedang berada di hotel dan sebentar lagi aku akan segera pergi ke desa itu", ujar Branden.
"Ok semoga rencana kita berhasil kali ini", ujar Sera.
"Aku harap juga begitu", ujar Branden lagi.
"Ok hati-hati dan besok aku akan menunggu kedatangan mu di kediaman ku", ujar Sera lagi.
"Ok", ujar Branden.
Lalu panggilan mereka pun segera berakhir dan Sera pun segera memberi tau Kakek nya mengenai percakapan nya dengan Branden barusan itu.
"Bagus lah kalau dia sudah siap jadi saat ini kita hanya tinggal menunggu kabar dari nya saja", ujar Kakek Sera.
"Iya semoga saja rencana kita berhasil kali ini Kakek", ujar Sera.
"Semua nya ada di tangan Branden sekarang jadi kamu bersabar lah untuk saat ini sampai Branden telah mengabari kita kembali", ujar Kakek nya lagi.
"Baik lah aku akan menunggu nya dengan sabar", ujar Sera.
Lalu Sera dan Kakek nya pun segera menonton TV kembali sambil memakan cemilan yang ada di atas meja ruang keluarga kediaman nya itu.
***
Tempat Perkemahan Diego
"Aku sudah kenyang jadi jangan memberi ku makanan terus", ujar Diego kepada Ara.
"Baik lah kalau begitu aku tidak akan memberi mu makanan lagi pada saat ini", ujar Ara.
"Aku sudah mulai mengantuk", ujar Clara.
"Kalau begitu kamu pergi lah ke dalam tenda dan segera lah beristirahat disana", ujar Ayah Diego kepada Clara.
"Baik lah paman", ujar Clara.
"Krystal apa kamu masih belum mau tidur?" Tanya Clara.
"Kakak pergi lah terlebih dahulu karena aku masih ingin berada disini sebentar lagi", ujar Krystal kepada Clara.
"Baik lah kalau begitu aku akan pergi tidur duluan", ujar Clara.
"Ok", ujar Krystal.
Lalu Clara pun segera masuk ke dalam tenda nya dan setelah itu ia pun membersihkan wajah nya dengan cairan pembersih wajah yang telah ia bawa dari rumah nya.
Sedangkan Ayah Diego, Leo dan juga Rey sedang bersantai di depan tenda mereka sambil bermain gitar dan bernyanyi bersama.
"Apa kamu tidak lelah dan mengantuk pada saat ini?" Tanya Diego kepada Ara.
"Saat ini aku masih ingin untuk berada di dekat mu", ujar Ara.
"Kalau begitu tetap lah disini sampai mata mu itu membengkak", ujar Diego lagi.
Lalu Ara pun hanya diam saja menanggapi perkataan Diego itu kepada nya sambil tetap mendengarkan suara gitar yang terdengar sangat merdu di telinga siapa pun yang mendengar nya.
***
Air Pancuran
"Aku sudah selesai", ujar Bibi Yuri kepada Hanna.
"Ok kalau begitu ayo kita cepat kembali ke perkemahan", ujar Hanna.
"Tunggu dulu", ujar Bibi Yuri secara tiba-tiba kepada Hanna.
"Apa lagi Bibi?" Tanya Hanna.
"Apa kamu tidak ingin melihat orang-orang kota itu", ujar Bibi Yuri lagi.
"Sudah lah Bibi ayo kita segera kembali ke tenda karena aku takut jika terlalu lama berada di air pancuran ini", ujar Hanna lagi.
"Kalau begitu kita lihat saja dari kejauhan mana tau kamu kenal dengan salah satu dari mereka", ujar Bibi Yuri lagi.
"Baik lah jika Bibi memaksa ku terus maka kali ini aku akan mengikuti kemauan Bibi itu", ujar Hanna lagi.
"Kalau begitu kita harus berjalan ke depan sedikit lagi agar kita bisa melihat tenda mereka karena disini sangat gelap jadi kita tidak mungkin bisa mengintip mereka dari sini", ujar Bibi Yuri lagi.
"Baik lah", ujar Hanna.
Lalu mereka berdua pun segera berjalan ke depan sampai di atas bebatuan yang ada di dekat air pancuran itu.
"Lihat lah saat ini mereka semua sedang bersantai sambil memainkan gitar", ujar Bibi Yuri.
Lalu Hanna pun segera melihat ke arah pandangan mata Bibi Yuri saat ini dan setelah Hanna melihat apa yang ada di depan nya saat ini Hanna pun langsung kaget dibuat nya.
"Diego", ujar Hanna sambil membelalakkan mata nya.
Mendengar Hanna yang mengatakan Diego langsung saja membuat Bibi Yuri melihat ke arah Hanna dengan ekspresi kaget nya dan Bibi Yuri pun melihat ke arah Hanna dan Diego secara bergantian.
Saat ini Bibi Yuri tampak sangat kebingungan dengan apa yang sedang terjadi di depan nya saat ini sedangkan Hanna masih tetap mematung berdiri di tempat nya saat ini dengan pandangan mata nya yang terus terfokus ke arah Diego saat ini.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...