Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Pernikahan


__ADS_3

Pagi Hari Di Rumah Clara


Hanna dan Clara terbangun dari tidur nya, dan setelah kesadaran kedua nya muncul, mereka pun langsung melihat satu sama lain nya.


"Ya...", teriak mereka berdua.


"Apa aku tidak salah lihat, atau aku sedang bermimpi semalam?" Tanya Hanna.


"Aku yakin ada yang sengaja untuk membuat kita takut", ucap Hanna.


"Ceritakan saja kepada suami mu, biar ada yang melindungi kita", ucap Clara.


"Kamu saja yang bicara kepada nya", jawab Hanna.


Lalu, Hanna memberikan ponsel nya kepada Clara.


Saat ini, Clara tengah menceritakan kejadian itu kepada Diego, setelah itu ia memberikan ponsel itu kepada Hanna.


"Apa sudah selesai?" Tanya Hanna.


"Bicara lah pada suami mu", bisik Clara pada nya.


Lalu, Hanna segera mengambil ponsel itu dan berkata, "Ya hallo".


"Tenang lah disana, aku akan mengutus orang untuk datang ke sana", ucap Diego di seberang sana.


"Baiklah", ucap Hanna.


Lalu panggilan di akhiri, dan kedua nya merasa sedikit lega, karena akan ada yang datang untuk melindungi mereka berdua.


***


Di Kediaman Diego


Saat ini, Diego tengah berada di ruang kerja nya, dan hendak menelfon Rey untuk segera pergi dengan nya ke tempat Hanna berada.


Setelah mereka bicara, lalu Rey mengerti dengan perintah Diego, dan segera menaiki mobil bersama dengan Diego.


"Jangan lupa untuk membuat jebakan, seperti yang sudah kita rencanakan sebelum nya", ucap Diego.


"Itu sudah aku lakukan", ucap Rey.


"Baguslah kalau begitu, sekarang fokus utama kita ke Hanna dulu, dan setelah ini selesai, kita akan melanjutkan misi", jelas Diego.


"Aku mengerti" ucap Rey.


Lalu, Rey melajukan mobil yang di bawa nya dengan kecepatan tinggi.


***


Saat ini, Hanna dan Clara sedang makan bersama, mereka makan pagi pada pukul sepuluh pagi akibat terlambat bangun.


Diego datang dengan Rey. Setelah Rey memarkirkan mobil di pinggir jalan, ia seperti tidak asing melihat rumah yang ada di depan nya saat ini.


Lalu, mereka membuka pagar rumah itu, dan masuk sambil berjalan menuju ke teras rumah.


Sesampainya di teras, mereka membunyikan bel, dan menunggu untuk di bukakan pintu.


"Seperti nya aku pernah ke sini?" Ucap Rey pada Diego.


"Benarkah, apa tujuan mu datang ke sini?" Tanya Diego.


"Entahlah, aku tidak terlalu mengingat nya, tapi aku seperti akrab dengan rumah ini", bingung Rey lagi.


Lalu, pintu rumah terbuka dari dalam, ternyata Hanna yang membuka kan pintu untuk mereka.


Setelah Diego, Rey, dan Hanna duduk di ruang tamu, tiba-tiba Clara datang menghampiri mereka, dengan membawa beberapa minuman kaleng, dan cemilan.


Langsung saja, Rey kaget melihat Clara ada di sana.


"Kamu", ucap mereka secara bersamaan.


"Apa kalian saling mengenal?" Tanya Hanna.


"Iya", jawab mereka secara bersamaan.


"Bagaimana bisa?" Tanya Hanna.


"Kenapa aku tidak tau?" Tanya Hanna lagi.


"Waktu itu aku hanya meminta tolong pada nya" jawab Rey.


"Meminta tolong apa?" Tanya Diego.


"Seperti nya dia sedang di kejar oleh sekelompok orang jahat, jadi tanpa sengaja dia berlindung di dalam rumah ku", jawab Clara.


"Astaga dunia sempit sekali", ucap Hanna.


"Lalu, bagaimana dengan kejadian semalam?" Tanya Diego.


"Semalam kami mendapatkan kiriman kotak, apakah kamu melihat nya sebelum masuk ke sini?" Tanya Hanna.


"Tidak! Tidak ada apa pun di luar", jawab Diego.


"Benar! Aku sudah memeriksanya, dan memang tidak ada apa-apa di luar sana", terang Rey.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin kotak itu bisa hilang?" Ucap Hanna.


"Sudah jelas kami melihat, bahwa di dalam kotak itu ada beberapa barang yang berbahaya", ucap Clara.


"Terlihat ada cipratan darah di baju warna putih, dan beberapa alat yang sangat tajam", jelas Clara.


"Iya memang benar, kami melihat nya dengan jelas, dan langsung berlari ke dalam rumah", ucap Hanna.


"Wajar kalau kalian tidak membawa nya masuk, lebih bagus begitu dari pada di bawa ke dalam rumah", jelas Rey.


"Rey, suruh beberapa pengawal untuk datang dan melindungi semua yang ada di rumah ini", ucap Diego.


"Apa! Pengawal", ucap Clara tak percaya.


Lalu, mereka pun terdiam melihat aksi Diego, dan seketika Clara memperhatikan Rey, lalu Clara terpesona dengan ketampanan Rey.


"Ada apa dengan mu?" Tanya Rey pada Clara.


"Aku hanya ingin melihat mu saja, apa ada masalah?" Tanya Clara balik.


"Apa!" Teriak Hanna.


Lalu, semua orang menatap Clara, dengan ekspresi bertanya-tanya.


"Kenapa?" Tanya Clara.


"Apa aku salah?" Tanya Clara lagi.


"Tidak! Kamu tidak salah, lanjutkan!" Ucap Diego.


"Jangan lihat aku, lihat saja ke arah lain", ucap Rey.


Lalu, Rey segera menelfon seseorang.


Namun, Clara tidak mempedulikan perkataan Rey, dan terus saja melihat nya.


"Baiklah, Rey sudah mengurus nya, sekarang ayo kita ke rumah", ucap Diego pada Hanna.


"Tidak bisa! Lalu Clara bagaimana?" Tanya Hanna.


"Clara akan ikut dengan kita, iya kan Rey?" Tanya Diego.


"Terserah kamu saja", jawab Rey.


"Baiklah, aku akan ikut dengan kalian", ucap Clara.


Lalu, Hanna dan Clara memasukkan beberapa pakaian ke dalam koper Clara.


Sementara Diego dan Rey menunggu di ruang tamu, dan setelah itu mereka pergi menuju ke rumah Diego.


***


Namun, Diego dapat panggilan telfon dari Sera. Melihat itu, Diego segera menjauh, dan menuju ke pekarangan rumah.


"Iya, ada apa?" Tanya Diego.


"Bisakah kamu ke sini sekarang?" Tanya Sera.


"Aku tidak bisa, ada urusan yang belum aku selesaikan", ucap Diego.


"Kenapa kamu tidak mempedulikan ku?" Tanya Sera.


"Aku hanya ingin kamu ada di samping ku, ketika aku merasakan sakit", jelas Sera.


"Tidak bisakah nanti saja aku ke sana, setelah urusan ku selesai?" Tanya Diego.


"Tidak! Kalau kamu tidak datang sekarang, aku akan laporkan kepada kakek", jawab Sera.


"Baiklah, aku akan ke sana sekarang", ucap Diego.


Lalu, Diego mematikan telfon nya.


Setelah itu, Diego menghampiri semua nya di ruang keluarga, dan meminta izin kalau ia akan pergi untuk mengurus sesuatu.


Sebelum pergi, Diego menyuruh Rey untuk tetap berada di rumah nya, dan setelah pergi Diego mendapatkan pesan dari Ara.


"Diego, apakah kamu sedang sibuk?" Tulis Ara.


"Iya, ada apa?" Tanya Diego.


Lalu, Ara langsung menelfon Diego dan berkata, "Benarkah kamu telah menghamili Sera?".


"Maaf kalau aku bertanya mengenai hal ini", ucap Ara.


"Tidak! Kamu tau kan aku orang nya seperti apa", ucap Diego.


"Baguslah, aku akan menutup telfon nya", ucap Ara.


Setelah pembicaraan itu berakhir, Ara terlihat sedikit lega, dan kemudian tersenyum licik.


Saat ini, Diego telah sampai di rumah Sera, kemudian ia masuk dan duduk di ruang tamu.


Seorang pelayan datang, dan menyuruh nya untuk pergi ke kamar Sera. Namun, Diego menolak nya.


"Baiklah, kalau begitu saya akan mengabari nona muda", ucap pelayan.

__ADS_1


Lalu, pelayan itu pergi menuju ke kamar Sera.


"Dia sudah terlihat seperti ingin mengendalikan diri ku", ucap Diego dalam hati.


Lalu, Kakek Sera datang menghampiri Diego.


Kakek berkata, "Seperti nya Sera butuh sosok mu berada di samping nya".


"Sera sedang hamil muda, dan kondisi nya terlihat lemah, jadi sebaik nya kamu menikah saja dengan Sera secepat nya", ucap Kakek Sera.


"Apa! Aku tidak mau, itu belum tentu anak ku", ucap Diego.


"Kalau itu terbukti anak mu, dan kamu menelantarkan Sera di saat seperti ini, kakek takut Sera akan kehilangan bayi nya, dan itu bisa membuat diri nya sangat terpukul", jelas Kakek Sera.


"Itu bukan urusan ku, dan aku tau dengan pasti kalau itu bukan darah daging ku", ucap Diego dengan tegas.


Mendengar semua itu, Sera langsung pingsan setelah menuruni anak tangga yang lumayan panjang itu.


Melihat Sera yang seperti itu, semua nya langsung berlari ke arah Sera, dan membawa nya ke atas sofa ruang tamu.


Kecuali Diego, ia hanya duduk tanpa berniat sedikit pun untuk membantu Sera, karena Diego sudah tau permainan yang di lakukan oleh mereka semua.


"Kenapa kamu diam saja?" Tanya Kakek Sera kepada Diego.


"Ayo cepat ke sini", ucap Kakek Sera.


"Itu sudah ada pelayan yang berusaha untuk membangunkan nya", tunjuk Diego.


"Kamu sudah membuat ku marah, begini saja, kalau kamu tidak bersedia untuk menikahi Sae Ra, lebih baik aku bawa permasalahan ini ke media, dan mengancam ayah mu", ucap Kakek Sera.


"Lakukan saja sesuka hati mu", ucap Diego.


Lalu, Diego segera pergi dari rumah itu.


Namun, setelah Diego berjalan beberapa langkah, semua pengawal yang ada di sana langsung mengepungnya, dan menodongkan senjata api kepada nya.


Melihat itu, Diego langsung berhenti melangkah, dan melihat kepada kakek, dan Sera dengan tatapan kesal.


Lalu, Diego melangkah ke arah Sera, dan membangunkan nya dengan cara mengguncang tubuh Sera.


"Ayo bangun, jangan bersandiwara lagi di depan ku", ucap Diego.


Lalu, Sera terbangun, dan masih berpura-pura dengan semua ini.


"Diego, kenapa kamu tidak mau menikah dengan ku?" Tanya Sera.


"Apa salah ku pada mu?" Tanya nya sambil menangis tersedu-sedu.


"Jangan bertanya apa kesalahan mu pada ku, bukan kah kamu sudah tau jawaban nya", ucap Diego.


Lalu, Diego segera pergi dari ruangan itu, dan menepis pistol pelayan dengan tangan nya.


Namun, kakek membiarkan nya untuk pergi meninggalkan rumah, sebelum mendapatkan keinginan nya untuk menikah kan Diego dengan Sera.


Lalu, kakek terlihat tersenyum licik, dan langsung menelfon seseorang setelah melihat Diego pergi dari hadapan nya.


***


Saat ini Diego, Rey, Clara, dan Hanna tengah makan malam bersama.


Tiba-tiba, Ayah Diego menelfon Diego.


"Iya Ayah, kenapa tiba-tiba menelfon ku?" Tanya Diego.


"Kakek Sera mengancam ku, bahwa akan memberitakan skandal yang terjadi pada mu saat ini", jawab Ayah nya.


"Biarkan saja ayah, aku sedang menyelidiki nya saat ini, jadi jangan khawatir", ucap Diego.


"Bagaimana Ayah tidak khawatir, saat ini berita itu sudah sampai ke media cetak, dan akan di terbitkan besok pagi", jelas Ayah nya.


"Ini bisa mempengaruhi saham perusahaan, jadi cepat cari solusi malam ini juga, agar berita itu tidak jadi terbit besok pagi", ucap Ayah nya.


Lalu, Ayah Diego mematikan ponsel nya.


Melihat ekspresi Diego terlihat sangat kesal, lalu Rey bertanya pada nya, dan Diego hanya menganggukkan kepala nya.


"Semua nya, tolong dengarkan aku!" pinta Diego.


"Ada apa?" Tanya Hanna.


"Ada yang akan aku sampaikan, dan ini penting", jawab Diego.


"Semua nya tolong diam dulu, dan dengarkan perkataan Diego dengan baik", ucap Rey.


"Aku akan segera menikah dengan Sera", ucap Diego setelah menarik nafas yang panjang.


"Apa!" Ucap Hanna, Clara, dan Rey bersamaan.


Apa yang akan terjadi pada pernikahan Diego dan Hanna?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2