
"Tidak", teriak Hanna.
Kemudian Hanna terbangun dari tidur nya dan begitu pun dengan Diego yang ada di samping nya karena suara Hanna telah membangunkan Diego dari tidur nyenyak nya.
"Hanna apa kamu baik-baik saja?" Tanya Diego.
"Aku baik-baik saja", ujar Hanna.
"Apa kamu bermimpi buruk?" Tanya Diego.
"Iya aku bahkan tidak sanggup untuk menceritakan nya pada mu", ujar Hanna.
"Katakan saja aku akan mendengarkan nya dengan baik", ujar Diego.
"Aku hanya takut kamu berbuat jahat kepada ku", ujar Hanna.
"Astaga aku tidak akan pernah berbuat jahat kepada mu", ujar Diego.
"Itu hanyalah bunga tidur jadi kamu jangan mengkhawatirkan itu lagi", ujar Diego lagi.
"Tapi tetap saja aku takut semua itu akan terjadi kepada ku", ujar Hanna.
"Hanna aku berjanji kepada mu kalau aku tidak akan pernah meninggalkan mu apa lagi dengan wanita lain", ujar Diego.
"Perkataan mu sesuai dengan mimpi ku", ujar Hanna.
"Itu saja sudah membuat ku takut", ujar Hanna lagi.
"Maksud mu?" Tanya Diego.
"Aku bermimpi kalau kamu lebih mencintai wanita lain jika dibandingkan dengan diri ku", ujar Hanna.
"Itu tidak mungkin akan terjadi jadi kamu tenanglah", ujar Diego.
Kemudian Diego memeluk Hanna dan berusaha untuk menenangkan nya lalu setelah itu mereka berjalan ke balkon kamar dan duduk disana sambil menghirup udara segar pada pagi buta.
Sekarang hari masih pukul empat pagi dan Hanna lebih cepat bangun dari tidur nya jika dibandingkan dengan hari biasa nya sementara Diego memang sudah terbiasa bangun di pagi buta seperti ini.
"Ternyata duduk seperti ini di pagi buta bisa membuat perasaan menjadi lebih tenang", ujar Hanna.
"Iya aku sering melakukan ini sebelum menikah dengan mu", ujar Diego.
"Benarkah?" Tanya Hanna dengan tatapan tidak percaya nya.
"Tentu saja karena aku terlalu sibuk dengan semua pekerjaan dan urusan ku jadi aku sering berpikir dan menenangkan diri disini ketika aku mulai merasakan bosan", ujar Diego.
"Ternyata seorang Diego bisa merasakan bosan juga", ujar Hanna.
"Perkataan mu lucu sekali", ujar Diego.
"Bagian mana nya yang lucu?" Tanya Hanna.
"Tentu saja aku pernah bosan karena aku adalah manusia biasa sama seperti semua orang yang ada di dunia ini", ujar Diego.
"Aku kira selama ini kamu bukanlah seorang manusia tapi seorang master yang tidak mempunyai kelemahan di bagian mana pun itu", ujar Hanna.
"Aku baru tau penilaian mu selama ini kepada ku", ujar Diego sambil tersenyum dengan senyuman maut nya.
"Astaga apa aku baru saja telah memuji nya", ujar Hanna di dalam hati nya.
"Benar aku telah memuji nya secara tidak langsung", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.
"Aku tau saat ini kamu sedang terpesona dengan ku", ujar Diego.
Mendengar perkataan Diego pada nya Hanna pun hanya bisa menyembunyikan wajah nya yang sudah mulai kelihatan merah dan kemudian beralih menatap pekarangan rumah yang tidak ada siapa pun disana.
Melihat tingkah Hanna yang seperti itu Diego hanya bisa terus tersenyum menyaksikan Hanna yang selalu salah tingkah di mata nya.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego
Saat ini Krystal telah selesai sarapan pagi bersama dengan Ayah nya. Setelah sarapan Ayah nya segera berangkat ke kantor sedangkan Krystal memutuskan untuk pergi mencari Branden.
Sebelumnya Krystal telah meminta data diri Branden kepada pegawai yang ada di kantor Ayah nya jadi saat ini Krystal telah tau dimana rumah Branden Berada.
Setelah selesai berdandan Krystal pun segera memesan taksi untuk pergi ke rumah nya Branden.
Selama di dalam perjalanan Krystal tak henti-henti nya berdandan dan memoles bibir nya dengan lipstik yang selalu dibawa nya kemana-mana.
"Seperti nya ini sudah cukup", ujar Krystal sambil bercermin di kaca kecil yang selalu dibawa nya kemana-mana.
Kemudian Krystal pun memasukkan kembali lipstik dan kaca itu ke dalam tas nya. Lalu setelah nya Krystal segera membuka ponsel nya untuk memastikan alamat Branden.
"Apa alasan ku untuk bertemu dengan nya?" Tanya Krystal kepada diri nya sendiri.
"Sekarang masih jam sembilan pagi mungkin kah dia masih tidur atau kah dia sudah bangun dan sarapan pagi", ujar Krystal lagi.
"Sudahlah yang jelas aku akan pergi dulu ke rumah nya dan setelah sampai disana aku baru akan memikirkan alasan nya", ujar Krystal lagi.
Kemudian Krystal pun duduk dengan santai nya di dalam taksi sambil melihat pemandangan kota yang sedang dia lewati.
Padahal Krystal bisa saja pergi dengan sopir yang ditugaskan oleh Ayah nya untuk selalu mengantar dan menjemput nya.
__ADS_1
Namun Krystal tidak mau melakukan itu karena dia takut ketahuan oleh Ayah nya apa lagi jika sampai ketahuan oleh Diego bisa tamat riwayat nya.
Taksi itu semakin mempercepat laju kendaraan nya karena Krystal meminta mempercepat laju kendaraan taksi itu kepada sopir taksi yang sedang duduk di kursi pengemudi yang ada di depan nya.
***
Kediaman Sera
Saat ini Sera dan Kakek nya sedang duduk di pekarangan rumah nya. Mereka tampak sedang menikmati udara pagi hari disana sambil menjemur bayi nya.
"Rachel apakah kamu suka berjemur disini?" Tanya Sera kepada bayi nya.
"Aku tau dia menyukai nya lihat lah ekspresi wajah nya yang terlihat sangat bahagia itu", ujar Kakek Sera.
"Besok kita akan berjemur lagi disini jadi sekarang kamu pergi mandi dulu ya bersama dengan bibi pelayan", ujar Sera kepada Rachel.
Kemudian Sera menyuruh seorang pelayan yang sedang berdiri di belakang nya untuk segera membawa bayi nya pergi mandi lalu setelah nya menidurkan bayi nya itu.
"Kenapa Branden belum muncul juga disini?" Tanya Sera.
"Apakah dia lupa dengan rencana kita selanjutnya?" Tanya Sera lagi.
"Mungkin dia belum bangun tidur kamu kan juga tau kalau Branden orang nya seperti apa", ujar Kakek nya.
"Iya juga dia sering bangun tidur kesiangan", ujar Sera.
"Bagaimana mau berhasil rencana kita jika dia terus berkelakuan seperti ini", ujar Sera lagi.
"Kita tunggu saja dia mungkin sebentar lagi dia akan datang", ujar Kakek nya.
Kemudian Sera dan Kakek nya kembali melakukan kegiatan nya masing-masing. Kakek Sera kembali membaca koran yang ada di tangan nya sedangkan Sera melihat-lihat majalah yang ada di atas meja.
***
Markas Octopus
Saat ini Diego sedang berada di dalam ruangan nya bersama dengan Hanna. Diego hanya mengambil beberapa dokumen yang telah dia tinggalkan di ruangan nya itu.
"Kenapa kamu suka meletakkan dokumen itu sembarangan?" Tanya Hanna.
"Aku tidak meletakkan nya secara sembarangan", ujar Diego.
"Itu bukti nya kamu menaruh nya disini", ujar Hanna.
"Padahal kamu kan bisa menyimpan nya di kantor mu atau pun di ruang kerja yang ada di dalam rumah", ujar Hanna lagi.
"Ini semua Rey yang mengurus nya dan biasa nya aku hanya tinggal menerima nya di meja kantor atau pun di dalam ruangan kerja ku yang ada di rumah", ujar Diego.
"Biarkan saja yang penting dokumen ini tidak hilang dan selalu sampai di tangan ku pada waktu yang tepat", ujar Diego.
"Aku hanya merasa aneh saja biasa nya orang-orang tidak suka mencampur-campurkan pekerjaan yang satu dengan yang lain nya", ujar Hanna.
Diego hanya tersenyum melihat tingkah Hanna yang sudah mulai cerewet kepada nya.
Lalu Diego pun segera mengajak Hanna untuk pulang ke rumah nya karena hari ini orang tua Hanna dan juga Nenek Hanna akan berangkat ke desa.
Keluarga Hanna hanya sebentar berada di kota ini dan hanya untuk menghadiri acara pernikahan Clara dan juga Rey.
Itu semua karena Ayah Hanna harus segera kembali ke desa untuk mengajar di kampus dan beliau tidak bisa mengambil cuti yang terlalu lama di kota.
Kemudian Diego dan Hanna segera pulang ke rumah sambil membawa oleh-oleh yang telah mereka beli sewaktu di dalam perjalanan menuju ke rumah.
***
Hotel Bintang Lima Di Seoul
Saat ini Rey dan Clara baru bangun dari tidur nya dan tak lama kemudian mereka langsung mandi dan bersiap-siap untuk pulang ke rumah Clara karena hari ini orang tua Clara pasti telah menunggu mereka di rumah nya.
Sewaktu Clara sedang berdandan dan Rey sedang duduk di atas sofa sambil membaca berita tiba-tiba saja ponsel Clara berbunyi dan Clara pun langsung mengangkat nya.
"Halo Ibu", ujar Clara.
"Apa kamu sudah bangun?" Tanya Ibu nya.
"Sudah dan sebentar lagi kami akan pulang ke rumah", ujar Clara.
"Baiklah", ujar Ibu nya.
"Ibu hanya ingin bersama dengan kalian hari ini karena besok Ibu dan Ayah akan segera kembali ke desa", ujar Ibu nya lagi.
"Iya aku tau itu", ujar Clara.
"Kami akan pergi berbulan madu pada hari Sabtu depan jadi untuk sementara waktu kami belum bisa pergi ke desa untuk berlibur disana", ujar Clara lagi.
"Tidak apa-apa yang penting kalian bahagia dan sekarang Ibu dan Ayah juga telah melihat kalian disini jadi jangan khawatirkan itu", ujar Ibu nya lagi.
"Baiklah", ujar Clara.
"Ibu aku akan mengakhiri panggilan ini karena kami akan pulang ke rumah sekarang", ujar Clara lagi.
"Ok hati-hati di jalan", ujar Ibu nya.
"Ok Ibu", ujar Clara.
__ADS_1
Kemudian panggilan itu segera berakhir dan Clara langsung pergi meninggalkan kamar hotel itu dengan Rey.
***
Kediaman Diego
Saat ini Diego dan Hanna baru saja melepas kepulangan orang tua Hanna dan juga Nenek Hanna ke desa.
Mereka di antar oleh orang suruhan Diego untuk pulang ke desa dan tak lupa Hanna memberikan oleh-oleh yang telah ia beli bersama dengan Diego sewaktu dalam perjalanan pulang ke rumah.
"Mereka telah pergi ayo kita segera pergi ke rumah besar", ujar Diego.
"Ayo", ujar Hanna.
Kemudian Diego dan Hanna segera pergi ke rumah besar keluarga Diego dan saat ini Hanna merasa sedih dan mata nya terlihat berkaca-kaca setelah melepas kepergian orang tua nya dan juga Nenek nya.
Hanna sedih karena pertemuan nya dengan orang tua dan Nenek nya hanya berlangsung sebentar saja apa lagi saat ini Hanna tidak bisa ikut untuk mengantarkan mereka pulang ke desa dikarenakan Diego terlalu sibuk untuk mengurus acara fashion show yang akan datang.
"Jangan bersedih nanti setalah aku mempunyai waktu yang cukup kita akan pergi ke desa untuk melihat keluarga mu", ujar Diego.
"Baiklah", ujar Hanna.
Kemudian Diego memeluk Hanna untuk menguatkan nya dan pelukan itu tidak di lepas oleh Diego selama mereka berada di dalam perjalanan menuju ke kediaman keluarga besar nya.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego
Saat ini Diego dan Hanna telah sampai di dalam kamar mereka dan setalah itu mereka keluar dari dalam kamar dan segera menuju ke ruang keluarga untuk mencari keberadaan Krystal.
"Dimana Krystal?" Tanya Diego kepada seorang pelayan yang ada disana.
"Nona muda sedang pergi keluar tuan muda", jawab pelayan itu.
"Pergi kemana?" Tanya Diego lagi.
"Saya juga tidak tau tuan muda karena nona muda tidak mau memberi tau kemana dia akan pergi", ujar pelayan itu.
"Baiklah", ujar Diego.
"Coba saja telpon dia", ujar Hanna.
Kemudian Diego pun segera mencoba menghubungi Krystal dan panggilan dari Diego itu pun tidak kunjung di jawab oleh Krystal.
"Dia tidak menjawab panggilan dari ku", ujar Diego.
"Mungkin Krystal pergi ke rumah teman nya atau dia pergi ke kantor Ayah mu untuk menemui Ayah disana", ujar Hanna.
"Jangan terlalu mengkhawatirkan nya karena saat ini Krystal sudah dewasa dan tau dengan apa yang harus dilakukan nya", ujar Hanna lagi.
"Semoga saja begitu", ujar Diego.
Kemudian Diego dan Hanna segera duduk di ruang keluarga sambil menonton TV disana karena hari ini Diego sengaja libur dari kantor untuk melepas kepergian keluarga Hanna ke desa.
"Apa kamu tidak mau pergi ke kantor?" Tanya Hanna.
"Khusus hari ini aku akan selalu bersama mu karena aku tau kamu pasti sedih setelah di tinggal pergi oleh orang tua dan Nenek mu ke desa", ujar Diego.
Mendengar perkataan Diego yang seperti itu langsung membuat Hanna jadi terharu dan memeluk Diego dengan manja nya.
"Terima kasih", ujar Hanna.
Kemudian Diego pun membalas pelukan Hanna dan setelah nya mereka kembali fokus menonton TV yang ada di depan mereka dan TV itu sedang menampilkan acara variety show kesukaan Hanna.
***
Apartemen Branden
Saat ini Krystal telah berada di depan pintu apartemen nya Branden. Krystal tampak sedang memikirkan sebuah alasan yang akan ia gunakan untuk bertemu dengan Branden saat ini.
Setelah cukup lama berpikir akhirnya Krystal pun segera membunyikan bel apartemen nya Branden.
"Ting Tong Ting Tong", bunyi bel apartemen Branden.
Branden yang sedang tertidur dengan pulas nya langsung terbangun setelah mendengar suara bel apartemen nya.
Saat ini Branden hanya menggunakan celana pendek yang panjang nya selutut tanpa memakai atasan untuk menutupi tubuh bidang nya itu.
Setelah cukup sadar akhirnya Branden segera berjalan menuju ke pintu apartemen nya dan langsung membuka pintu apartemen nya tanpa melihat layar monitor yang ada di dekat pintu apartemen nya.
"Siapa?" Tanya Branden setalah membuka pintu apartemen nya.
"Aku", ujar Krystal dengan kaget nya saat melihat keadaan Branden saat ini.
"Apa! Wanita ini datang ke apartemen ku", ujar Branden di dalam hati nya.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1