
"Sera", teriak Branden dari arah belakang nya.
Lalu Sera pun berhenti dengan aktifitas nya itu yang ingin menutup mulut bayi Hanna dengan bantal yang ada di tangan nya itu.
"Apa yang telah kamu lakukan kepada bayi itu", ujar Branden kepada Sera.
"Apa kamu sudah gila?" Tanya Branden.
"Apa kamu tidak takut kalau terjadi apa-apa kepada bayi itu", ujar Branden lagi.
"Sera tolong hentikan pikiran jahat mu itu sekarang juga", ujar Branden lagi.
"Aku hanya ingin membuat nya berhenti menangis", ujar Sera.
"Karena suara nya itu membuat gendang telinga ku sakit dan aku juga teringat dengan perlakuan Ayah nya kepada ku", ujar Sera lagi.
"Jangan gila Sera", ujar Branden.
"Bayi ini harus kita jaga disini dan jangan sampai bayi ini terluka sedikit pun karena ulah mu itu apa lagi sampai meninggal karena tindakan bodoh mu itu", ujar Branden lagi.
"Aku tidak berniat untuk membunuh nya dan aku hanya berniat untuk membuat nya berhenti menangis itu saja yang ingin aku lakukan kepada nya", ujar Sera berusaha untuk membela diri nya.
"Jangan membohongi ku Sera", ujar Branden.
"Apa kamu pikir aku sebodoh itu", ujar Branden lagi.
"Bantal itu jika kamu gunakan untuk menutup mulut nya maka sudah bisa di pastikan bayi itu akan meninggal di tangan mu", ujar Branden lagi.
"Apa kamu mau kalau Diego akan menghabisi hidup mu dan kita semua pada saat ini", ujar Branden lagi.
"Tentu saja aku tidak mau", ujar Sera.
"Apa kamu pikir aku sebodoh itu", ujar Sera lagi.
"Aku melakukan ini semua karena aku tau kalau saat ini Diego tidak tau mengenai bayi nya ini apa lagi bayi ini sedang berada di tangan kita", ujar Sera lagi.
"Jadi aku rasa tidak masalah jika aku membunuh bayi ini saat ini juga", ujar Sera lagi.
"Hentikan Sera", ujar Branden.
"Kamu pikir Diego adalah laki-laki yang bodoh", ujar Branden.
"Lambat laun Diego akan tau mengenai semua ini apa lagi dia adalah bos Octopus yang sangat kejam di dalam dunia mafia", ujar Branden lagi.
"Jadi mulai dari sekarang jangan macam-macam dengan bayi itu", ujar Branden lagi.
"Aku tau kalau Diego adalah bos mafia yang paling kejam di kota ini tapi aku juga tau kalau dia tidak akan berani membunuh ku karena aku pernah di cintai nya dan aku juga pernah berpacaran dengan nya sebelum dia menikah dengan wanita itu", ujar Sera.
"Asalkan kamu tau aku akan menikah dengan diri nya jika Ayah nya tidak berusaha untuk menjodohkan nya dengan wanita itu", ujar Sera lagi.
"Menurut mu apa yang aku rasakan saat ini ketika aku telah di kecewakan dan di khianati nya lalu tiba-tiba saja bayi nya ada di kediaman ku dan di urus oleh pelayan ku", ujar Sera lagi.
"Hati ku sakit dengan semua ini dan saat ini aku hanya ingin membalaskan dendam ku kepada Diego dan wanita itu lewat bayi ini", ujar Sera lagi.
__ADS_1
"Lalu apa aku salah jika aku ingin melakukan itu semua?" Tanya Sera.
"Kamu tidak tau bagaimana perasaan ku saat ini maka nya kamu bisa berkata seperti itu kepada ku", ujar Sera lagi.
"Aku tau bagaimana perasaan mu itu sekarang dan aku juga tau hati mu itu sangat sakit ketika melihat bayi ini", ujar Branden.
"Tapi aku hanya ingin untuk melindungi mu dan Kakek mu dari Diego apa aku salah jika aku berkata seperti itu kepada mu", ujar Branden lagi.
"Aku rasa kamu salah karena kamu tidak berpikir apa yang akan terjadi ke depan nya jika sampai bayi ini meninggal di tangan mu", ujar Branden.
"Apa kamu tidak kasihan kepada Kakek mu yang sudah berusaha untuk membalaskan dendam mu itu kepada Diego dengan mengambil bayi nya dari tangan istri nya itu", ujar Branden lagi.
"Jika sampai bayi ini terluka di tangan mu apa lagi sampai meninggal di tangan mu itu maka Kakek mu dan aku yang juga akan kena dampak nya akibat perbuatan mu itu dan bukan hanya kamu saja Sera dan tolong ingat perkataan ku itu", ujar Branden lagi.
"Jadi tolong hentikan semua ini sekarang juga", ujar Branden lagi.
"Oek oek oek", bunyi tangisan bayi Hanna yang tak henti-henti nya menangis dari tadi.
"Diam kamu", teriak Sera lagi kepada bayi Hanna.
"Ada apa ini?" Tanya Kakek Sera kepada mereka.
Pada saat ini Kakek Sera baru saja datang ke ruang keluarga kediaman nya itu karena dari tadi beliau mendengar ada keributan di ruang keluarga itu.
"Sera ingin membunuh bayi ini Kakek", ujar Branden.
"Apa!" Teriak Kakek nya.
"Sera hentikan semua itu", ujar Kakek nya.
"Iya Sera hentikan semua ini apa kamu tidak kasihan dengan putri mu Rachel", ujar Branden.
"Putri mu bisa saja jadi target balas dendam Diego jika kamu telah membunuh bayi nya ini", ujar Branden lagi.
"Putri ku", ujar Sera.
"Diego tidak boleh melakukan hal yang sama kepada putri ku", ujar Sera lagi.
"Kalau begitu hentikan semua itu sekarang juga dan berikan bayi itu kepada pelayan sekarang juga", ujar Kakek Sera.
"Pelayan", teriak Branden.
Lalu dua orang pelayan itu pun segera datang menghampiri mereka dan setelah itu Branden pun menyuruh pelayan itu untuk pergi membawa bayi Hanna ke dalam kamar yang ada di lantai paling atas kediaman Sera itu.
Setelah pelayan itu pergi membawa bayi Hanna ke kamar yang ada di lantai paling atas kediaman Sera itu Branden dan Kakek Sera pun segera turun ke bawah untuk mengambil udara segar.
Sedangkan Sera hanya bisa terdiam dan pasrah pada saat ini dengan apa yang telah di perintahkan oleh Kakek nya itu.
"Aku bisa gila dengan semua ini", ujar Sera.
Lalu Sera pun segera duduk di atas sofa yang ada di ruang keluarga kediaman nya itu sambil menghidupkan TV yang ada di depan nya saat ini.
***
__ADS_1
Kediaman Diego
Pagi ini Diego dan Hanna sedang duduk di teras depan kediaman nya itu.
"Diego", panggil Leo kepada nya.
"Kakak", ujar Krystal kepada Diego.
Saat ini Leo dan Krystal baru saja datang ke kediaman Diego untuk melihat Hanna dan juga berusaha untuk menenangkan Diego dan Hanna saat ini.
"Keponakan ku yang malang", ujar Krystal.
"Apa kita harus melaporkan hal itu kepada polisi sekarang juga", ujar Leo.
"Iya lebih baik saat ini kita harus melaporkan nya kepada polisi agar mereka bisa menemukan keponakan ku itu secepat nya", ujar Krystal.
"Tidak usah karena aku sudah mengurus semua nya", ujar Diego.
"Lalu apa Ayah sudah tau mengenai hal ini?" Tanya Krystal.
"Sudah aku sudah menelpon Ayah sebelum aku memberi tau mu mengenai hal ini", ujar Diego.
"Pantas saja Ayah langsung menyuruh ku untuk datang kesini", ujar Krystal lagi.
"Aku lapar apa ada makanan di kediaman mu ini", ujar Leo.
"Tentu saja disini ada makanan karena di kediaman kakak ku ini tidak pernah kekurangan makanan", ujar Krystal.
"Kalau begitu ayo kita pergi sarapan karena kita belum sarapan sebelum kita pergi kesini", ujar Leo lagi.
"Ok", ujar Krystal.
Lalu Leo, Krystal, Diego dan Hanna pun segera pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama karena Diego dan Hanna juga belum sarapan pagi saat ini.
Saat ini mereka berempat sarapan pagi terlalu pagi dari pada biasa nya karena saat ini hari masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
Walau pun begitu perut Leo sudah keroncongan terlebih dahulu sebelum waktu nya sarapan pagi dan saat ini pun Leo telah makan dengan lahap nya sementara yang lain nya hanya menikmati semua hidangan itu dengan santai nya.
***
Kediaman Ara
"Apa", ujar Ara di dalam kamar nya.
Saat ini Ara sedang berbicara dengan Alex lewat ponsel nya itu.
"Bagaimana kamu bisa kehilangan bayi itu", ujar Ara lagi.
"Kalau begitu cepat cari bayi itu sekarang juga atau aku akan menyuruh mu untuk pergi membunuh wanita itu sekarang juga", ujar Ara dengan penuh Amarah nya sambil menatap tajam ke arah balkon kamar nya itu.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...