Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Kabar Gembira


__ADS_3

"Selamat istri anda sedang mengandung", ujar seorang dokter kepada Rey.


"Apa! Mengandung", ujar Rey.


"Iya istri anda sedang mengandung dan usia kandungan nya saat ini sudah memasuki enam minggu", ujar dokter itu lagi.


Kemudian mata Rey terlihat seperti berkaca-kaca setelah mendengar perkataan dari dokter itu kepada nya.


"Kalau begitu anda harus mengambil beberapa obat yang telah saya tuliskan di sini karena obat itu harus di minum oleh istri anda pada setiap hari nya agar kandungan nya tetap terjaga nutrisi nya dengan baik", ujar dokter itu lagi.


"Baiklah dokter dan terima kasih atas semua nya", ujar Rey.


"Sama-sama", ujar dokter itu lagi.


Kemudian Rey segera keluar dari ruangan dokter itu dan langsung pergi menuju ke apotek rumah sakit untuk mengambil obat yang harus Clara minum pada setiap hari nya.


Lalu setelah nya Rey baru pergi ke dalam ruangan Clara dan di dalam ruangan itu juga ada Hanna dan Diego yang sedang menunggu kedatangan Rey disana.


"Rey bagaimana hasil pemeriksaan nya?" Tanya Hanna.


"Apakah Clara baik-baik saja?" Tanya Hanna lagi.


Sedangkan Diego hanya duduk di atas sofa yang ada di dalam ruangan itu sambil memperhatikan semua nya.


Sementara Clara hanya menatap Rey dengan tatapan tak bersemangat nya karena saat ini kondisi tubuh nya terasa sangat lemah dan bahkan untuk makan pun dia sudah tidak berselera.


"Sebentar lagi aku akan menjadi seorang Ayah", ujar Rey sambil tersenyum dengan bangga nya.


"Benarkah!" Ujar Hanna dengan semangat nya.


Sementara Diego dan Clara hanya diam di tempat nya masing-masing dengan ekspresi kaget mereka masing-masing.


"Rey apa aku benar-benar sedang mengandung saat ini?" Tanya Clara lagi karena saking tidak percaya nya dengan ini.


"Iya sebentar lagi kita akan menjadi orang tua dan kamu akan menjadi seorang Ibu", ujar Rey kepada Clara.


"Benarkah aku merasa tidak percaya dengan semua ini", ujar Clara lagi.


"Aku sangat senang mendengar kabar gembira ini dan selamat untuk kalian berdua karena sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua bagi anak kalian kelak", ujar Hanna lagi.


"Iya terima kasih dan aku harap kamu cepat menyusul ku", ujar Clara dengan senyum sumringah nya.


Mendengar perkataan Clara yang seperti itu kepada nya Hanna baru sadar kalau diri nya juga menginginkan seorang bayi dan di dalam hati kecil nya saat ini Hanna sedang bersedih karena diri nya belum juga di kasih keturunan semenjak insiden kecelakaan itu.


Namun walau pun ia sedang bersedih tapi Hanna tetap berusaha tersenyum di depan semua orang yang ada di dalam ruangan itu karena Hanna tak mau ada orang yang tau dengan perasaan nya saat ini.


"Aku juga berharap seperti itu", ujar Hanna dengan senyuman nya.


Disisi lain Diego tau dengan kesedihan Hanna saat ini dan melihat itu Diego pun berencana akan menghibur Hanna setelah pulang dari rumah sakit ini.


"Ayo kita pulang semua nya sudah selesai aku urus", ujar Rey kepada semua nya.


"Ok", ujar Clara dan Hanna secara bersamaan.


Kemudian mereka segera masuk ke dalam mobil dan langsung pulang ke rumah Clara begitu pun dengan Hanna dan juga Diego karena mereka akan melanjutkan makan malam mereka disana.


***


Rumah Clara


"Clara katakan apa yang kamu inginkan malam ini", ujar Hanna.


"Aku menginginkan sup saat ini", ujar Clara.


"Kalau begitu aku akan membuatkan nya untuk mu jadi kamu tunggulah sebentar di dalam kamar mu", ujar Hanna.


"Aku akan menunggu mu disini saja bersama dengan mereka", ujar Clara.


"Aku juga ingin menonton TV saat ini dan kalau di dalam kamar aku tidak bisa melakukan apa pun karena aku belum mengantuk saat ini", ujar Clara lagi.


"Ok terserah kamu saja", ujar Hanna.


Kemudian Hanna pun segera pergi menuju ke dapur Clara untuk membuatkan nya sup sesuai dengan permintaan Clara itu pada nya.


Sedangkan Diego dan Rey sedang bercerita satu sama lain nya di dekat Clara sambil memakan makanan yang ada di atas meja dan menonton TV bersama.


Setelah beberapa menit berlalu akhirnya sup buatan Hanna itu selesai dan Clara pun juga telah memakan sup itu dengan lahap nya.


"Aku sudah kenyang", ujar Hanna.


"Apa kamu tidak mau memakan semua ini?" Tanya Clara sambil mengangkat piring yang berisi omelet kesukaan Hanna.


"Kamu saja yang memakan nya karena aku sudah sangat kenyang sekarang", ujar Hanna.


"Ok kalau begitu ayo kita pulang", ujar Diego.


"Baiklah", ujar Hanna sambil menganggukkan kepala nya.


Kemudian mereka pun segera pamit kepada Rey dan juga Clara dan setelah itu mereka langsung pulang ke kediaman nya Diego.


***


Kediaman Diego


"Krystal", panggil Hanna setelah sampai di rumah nya.


"Iya ada apa kakak ipar?" Tanya Krystal.


Saat ini mereka sedang berada di ruang keluarga dan Diego langsung masuk ke dalam kamar nya untuk pergi mandi disana.

__ADS_1


"Apa kamu sudah melihat majalah gaun pernikahan yang aku letakkan di atas meja itu?" Tanya Hanna sambil melihat ke arah meja yang dia maksud.


"Belum", Ujar Krystal.


"Kenapa kakak ipar tidak memberi tau ku mengenai majalah itu kalau tidak aku pasti telah melihat semua nya", ujar Krystal lagi dengan semangat nya.


"Kalau begitu ayo kita lihat bersama", ujar Hanna.


"Ok", ujar Krystal.


Kemudian mereka pun segera melihat majalah gaun pernikahan itu dan Krystal pun tampak kegirangan melihat model gaun yang ada di dalam majalah itu.


"Wah ternyata model gaun pernikahan pada seri ini sangat stylish menurut ku", ujar Krystal.


"Benarkah!" Ujar Hanna.


"Iya coba lihat yang ini aku rasa ini model yang paling bagus pada seri ini", ujar Krystal lagi sambil menunjuk sebuah model gaun pernikahan yang ada di dalam majalah itu.


"Menurut ku yang ini yang paling bagus", ujar Hanna sambil menunjuk model gaun pernikahan yang lain.


"Benarkah!" Ujar Krystal.


Kemudian Krystal pun segera membandingkan kedua model gaun pernikahan itu.


"Tapi aku lebih menyukai model yang ini seperti nya ini lebih seksi di mata ku", ujar Krystal sambil menunjuk model gaun pernikahan yang sebelum nya ia pilih.


"Iya itu memang lebih seksi jika dibandingkan dengan pilihan ku", ujar Hanna.


Kemudian Diego datang dan menghampiri mereka.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Diego.


"Kami sedang melihat gaun pernikahan", ujar Hanna.


"Hanna ayo masuk ke dalam kamar ada sesuatu yang harus kamu lakukan untuk ku", ujar Diego.


"Apa itu?" Tanya Hanna.


"Nanti aku akan memberi tau mu setelah kamu masuk ke dalam kamar", ujar Diego.


"Ok", ujar Hanna.


"Krystal aku akan pergi ke kamar dulu kamu lanjutkan saja untuk melihat semua nya", ujar Hanna.


"Ok", ujar Krystal.


Kemudian Hanna dan Diego pun segera masuk ke dalam kamar mereka dan setalah itu Diego pun menyuruh Hanna untuk mandi terlebih dahulu.


Saat Hanna sedang mandi Diego pun segera menata kamar mereka dengan berbagai hiasan yang terlihat romantis.


Diego menaburkan bunga di atas tempat tidur mereka dan bunga yang ia taburkan itu membentuk gambar love yang berukuran cukup besar.


Nuansa tempat tidur mereka dihiasi dengan bunga mawar yang berwarna merah yang telah di taburkan oleh Diego di atas seprai yang berwarna putih.


Saat ini aroma dari lilin aroma terapi itu telah memenuhi kamar mereka dan tentu saja suasana romantis itu telah tercipta saat ini.


Setalah semua nya selesai di tata oleh Diego akhirnya Hanna pun telah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan baju handuk berwarna putih.


Melihat kamar nya telah berubah Hanna pun langsung tersenyum kepada Diego dan tentu saja saat ini hati Hanna sedang berbunga-bunga di buat oleh Diego.


"Hanna", ujar Diego sambil menatap Hanna dari kejauhan.


"Ayo kita berusaha untuk mendapatkan keturunan", ujar Diego.


"Aku takut mengecewakan mu lagi", ujar Hanna.


"Aku tidak berharap banyak pada mu tapi aku memasrahkan semua nya kepada takdir", ujar Diego.


Kemudian Diego pun segera mendekati Hanna dan Hanna pun langsung di gendong oleh Diego menuju ke atas tempat tidur mereka.


Suasana romantis itu berhasil membuat Hanna tersenyum kepada Diego malam ini dan akhirnya mereka pun bertempur lagi malam ini dengan perasaan senang yang sedang menghampiri mereka.


Ternyata kejutan dari Diego itu telah berhasil membuat Hanna melupakan kesedihan nya dan mereka pun saling memadu kasih dengan perasaan yang terlihat seperti sedang berbunga-bunga satu sama lain nya.


***


Kantor Ayah Diego


Pagi ini Branden telah berada di dalam ruangan Ayah Diego dan Branden telah menyetujui semua persyaratan dari Ayah Diego itu kepada nya.


"Kalau begitu tentukan tanggal pernikahan nya sekarang juga", ujar Ayah Diego kepada Branden.


"Aku ingin pernikahan itu berlangsung pada awal bulan depan", ujar Branden.


"Kenapa lama sekali?" Tanya Ayah Diego.


"Karena aku harus mengurus banyak hal seorang diri jadi aku rasa waktu itu sudah cukup bagi ku untuk mengurus semua keperluan yang akan aku siapkan untuk Krystal nanti nya", ujar Branden.


"Baiklah kalau begitu acara pernikahan mu dengan Krystal telah ditetapkan pada awal bulan depan", ujar Ayah Diego.


"Ok", ujar Branden.


"Kalau begitu aku pamit dulu untuk segera pergi latihan", ujar Branden lagi.


"Baiklah", ujar Ayah Diego.


Kemudian Branden pun pergi meninggalkan ruangan nya Ayah Diego dan setelah itu dia pergi ke ruang latihan yang telah di persiapkan oleh penanggung jawab acara fashion show itu.


***

__ADS_1


Markas Octopus


"Ada apa Ayah?" Tanya Diego lewat ponsel nya.


"Ayah ingin mengatakan kepada mu kalau pernikahan Krystal telah di tetapkan pada awal bulan depan", ujar Ayah nya.


"Apa!" Ujar Diego.


"Apa aku tidak salah dengar?" Tanya Diego lagi.


"Ayah dan Branden telah sepakat dengan perjanjian yang telah Ayah buat dengan nya itu jadi kamu tolong urus semua keperluan Krystal untuk acara pernikahan nya pada awal bulan depan", ujar Ayah nya lagi.


"Aku benar-benar tidak percaya dengan semua ini", ujar Diego.


"Aku rasa kita masih bisa untuk membatalkan pernikahan itu jadi Ayah hanya perlu membujuk Krystal untuk membatalkan pernikahan nya dengan Branden", ujar Diego lagi.


"Ayah tidak mau kejadian itu terjadi lagi kepada Krystal untuk yang ke tiga kali nya jadi Ayah harap kamu bisa menerima semua keputusan yang telah Ayah ambil ini", ujar Ayah nya.


"Jadi jangan lupa untuk membantu adik mu itu", ujar Ayah nya lagi.


"Aku rasa Hanna telah lebih dulu untuk membantu nya", ujar Diego.


"Hanna", ujar Ayah nya.


"Baguslah kalau Hanna ikut membantu Krystal jadi Ayah tidak perlu khawatir lagi dengan masalah itu karena Ayah bisa fokus dengan kerja sama yang sempat tertunda dengan orang Jepang itu", ujar Ayah nya lagi.


"Ok Ayah fokus saja dengan pekerjaan Ayah saat ini karena seperti nya Hanna sudah berniat untuk membantu mempersiapkan semua keperluan pernikahan Krystal", ujar Diego.


"Ok Ayah akan pergi meeting dulu", ujar Ayah nya.


"Ok", ujar Diego.


Kemudian panggilan itu pun segera berakhir dan Diego pun segera membereskan semua pekerjaan nya dan setalah itu Diego pun segera pergi ke kediaman nya.


***


Rumah Clara


Saat ini Hanna telah berada di rumah Clara dan ia sedang membawakan Clara beberapa buah-buahan yang telah dia beli di toko buah-buahan.


"Clara makanlah aku sudah mencuci nya untuk mu", ujar Hanna sambil memberikan sepiring buah kepada Clara.


"Terima kasih", ujar Clara.


Kemudian Clara pun segera memakan buah-buahan yang telah Hanna berikan pada nya itu.


"Apa Rey belum pulang dari kantor?" Tanya Hanna.


"Belum biasa nya dia pulang jam lima sore dan itu pun sudah termasuk paling cepat", ujar Clara.


"Terkadang dia juga bisa pulang ke rumah dan aku rasa kamu juga tau dengan pekerjaan nya yang dengan setia nya melayani Diego di kantor atau pun di markas nya", ujar Clara lagi.


"Jadi karena itu kamu meminta ku untuk sering-sering datang ke rumah mu", ujar Hanna.


Kemudian Clara hanya tersenyum menanggapi perkataan Hanna pada nya itu sambil terus memakan buah yang ada di atas piring nya.


"Krik", bunyi pagar rumah Clara.


"Apa itu?" Tanya Hanna.


"Aku juga tidak tau", ujar Clara.


Kemudian mereka pun segera memeriksa pagar rumah Clara itu dari jendela ruang tamu rumah Clara.


"Siapa itu?" Tanya Hanna dengan ekspresi kaget nya.


"Aku juga tidak tau", ujar Clara.


"Kita tidak bisa melihat wajah nya karena dia memakai jaket dan juga memakai masker apa lagi dia juga membelakangi kita", ujar Clara lagi.


"Aku akan mengejar nya", ujar Hanna.


"Jangan lebih baik kamu temani saja aku disini", ujar Clara.


"Tapi bagaimana kalau dia ingin berbuat jahat kepada mu", ujar Hanna.


"Tenang saja ada Rey setiap malam di rumah ini jadi aku pasti merasa aman jika sedang bersama dengan nya", ujar Clara lagi.


"Baiklah kalau seperti itu mau mu", ujar Hanna.


Kemudian saat hendak berjalan menuju ke ruang tamu tiba-tiba saja Hanna melihat ada sebuah surat yang sedang tergeletak di bawah pintu rumah Clara dan surat itu bisa di ambil dari dalam rumah Clara.


"Surat apa itu?" Tanya Hanna.


Kemudian Hanna pun segera mengambil surat itu dan memberikan nya kepada Clara.


"Surat ini tidak ada nama pengirim nya", ujar Clara.


Lalu Clara pun segera membuka surat itu dan kemudian Clara pun membaca nya.


"Gugurkan bayi itu atau aku yang akan menggugurkan nya", tulis seseorang pada surat itu.


"Apa!" Teriak Clara dan Hanna secara bersamaan.


Kemudian Hanna dan Clara pun saling bertatapan satu sama lain nya dengan ekspresi kaget mereka masing-masing.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...


__ADS_2