Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Senjata Api


__ADS_3

*Flash Back*


Enam bulan yang lalu Ara bertemu dengan Branden di sebuah bar kelas menengah yang ada di pusat kota dan mereka tidak sengaja bertemu disana.


Ketika melihat Branden yang sedang menari di samping nya Ara pun merasa seperti pernah bertemu dengan Branden sebelum nya dan setalah di pikir-pikir Ara pun baru mengingat nya.


"Hai kamu", ujar Ara kepada Branden.


Mendengar ada seseorang yang berbicara kepada nya Branden pun langsung berhenti dari aktifitas menari nya itu dan kemudian ia pun langsung melihat ke arah Ara.


Ketika Branden melihat Ara ia pun juga sama terkejut nya dengan Ara karena Branden tidak menyangka kalau ia bisa bertemu lagi dengan Ara apa lagi saat ini mereka bertemu di sebuah bar yang baru pertama kali di datangi oleh Branden.


Karena biasa nya Branden selalu pergi ke bar kalangan elit yang juga berada di pusat kota itu tapi di bar yang biasa nya di kunjungi oleh Branden itu terdapat pelanggan VVIP dan Branden pun juga salah satu pelanggan VVIP itu.


Jadi kalau Branden pergi ke bar yang biasa di kunjungi nya itu semua orang bisa tau kalau saat itu ia sedang berada di bar itu dan itu sama saja memberikan petunjuk kepada bawahan Diego agar mereka lebih mudah untuk menemukan nya.


Setiap bar yang ada di pusat kota itu mempunyai pelanggan VVIP namun di bar yang biasa nya Branden datangi itu tidak semua orang bisa menjadi pelanggan VVIP karena syarat untuk menjadi pelanggan VVIP itu sangat lah banyak dan hanya orang-orang kaya saja yang bisa menjadi pelanggan VVIP disana termasuk Diego.


"Astaga ternyata aku tidak salah melihat mu", ujar Ara dengan ekspresi kaget nya.


"Apa kamu datang sendirian?" Tanya Branden sambil melihat ke sekitar Ara.


Lalu Ara pun langsung menganggukkan kepala nya untuk menanggapi pertanyaan dari Branden itu.


"Apa kamu sering datang ke tempat ini?" Tanya Ara.


"Ini adalah kali pertama ku", ujar Branden.


"Wah kenapa bisa sama dengan ku", ujar Ara lagi.


"Oh ternyata kamu juga baru pertama kali datang ke tempat ini", ujar Branden.


"Iya", jawab Ara.


"Kalau begitu kamu masih bisa di katakan polos jika belum pernah pergi ke tempat seperti ini", ujar Branden lagi.


"Tentu saja aku pernah pergi ke bar dan mungkin sudah sangat sering", ujar Ara lagi.


"Tapi kalau kesini aku baru pertama kali", ujar Ara lagi.


Lalu Branden pun hanya menganggukkan kepala nya kepada Ara dan kemudian Ara pun mengajak Branden untuk duduk di salah satu meja yang kebetulan sedang kosong di sudut ruangan itu.


Setelah mereka duduk di meja itu mereka pun langsung memesan bir dan kemudian mereka pun tampak lebih akrab dari pada sebelum nya.


Ara menceritakan kalau bar ini lumayan bagus menurut nya apa lagi ia bisa bertemu dengan Branden disana.


Branden pun juga berkata kalau bar ini memang bagus dan dia juga memberi tau Ara kalau dia tidak bisa berlama-lama berada di dalam bar ini.


Karena Branden berkata seperti itu kepada nya Ara pun merasa kalau Branden tidak mau berbicara lebih banyak lagi kepada nya.


Padahal saat ini Ara sudah mulai nyaman berada di dekat Branden dan Ara juga merasa kalau diri nya baru saja menemukan seorang teman baru yang bisa membuat nya betah berada di luar rumah.


Karena Ara ingin berbicara lebih banyak lagi dengan Branden yang kebetulan ingin segera pergi dari bar itu Ara pun langsung berinisiatif mengajak Branden untuk pergi ke suatu tempat yang jarang di kunjungi oleh orang lain.


Melihat ada seorang wanita yang mengajak nya pergi dan kebetulan ia tau dengan wanita itu Branden pun hanya pasrah saja dan ia pun hanya mengikuti kemauan Ara itu apa lagi saat ini diri nya juga sudah sangat bosan berada di dalam kediaman Sera.


Selama berada di dalam kediaman Sera yang menurut nya sangat membosankan itu Branden pun terkadang sering pergi ke luar untuk melepaskan rasa bosan nya itu tanpa sepengetahuan Sera dan Kakek Sera.


Selama ini baru dua kali Branden pergi dari kediaman Sera dan untung nya kepergian nya itu tidak di ketahui oleh Sera dan Kakek nya karena Branden biasa nya selalu pergi pada saat semua orang telah tertidur dan kembali lagi pada saat jam empat pagi.


Setelah pergi dari bar itu mereka pun langsung pergi ke studio seni milik Ara dan setelah sampai disana Ara pun langsung mempersilahkan Branden untuk duduk di atas sofa yang berada di dalam studio seni nya itu.


Saat ini jam baru menunjukkan pukul satu malam dan Branden masih mempunyai waktu sekitar tiga jam lagi sebelum ia kembali lagi ke kediaman Sera.


Ara bercerita mengenai permasalahan nya kepada Branden dan Branden pun hanya bisa mendengarkan perkataan Ara itu dengan santai nya.


Karena menurut Branden permasalahan Ara itu tidak lah besar dan kapan pun bisa di atasi asalkan Ara lebih berusaha lagi untuk bisa mengontrol diri nya agar ia tidak menyesal lagi setelah melakukan semua itu.


Mendengar Branden yang berkata seperti itu dan Branden juga tidak berkata kalau perbuatan nya itu adalah perbuatan yang salah maka Ara pun langsung tertarik untuk menjadi teman Branden.


Ara juga mengatakan kalau ia sudah sangat terobsesi dengan pria yang mempunyai tubuh yang indah dan bahkan ia juga sudah sering menonton video-video terlarang hanya untuk menahan hasrat nya itu.


Lalu jika Ara telah berada di dalam sebuah bar itu berarti ia sudah sangat frustasi dengan keadaan nya itu dan Ara pun hanya bisa meminum bir sambil menari hanya untuk mengalihkan pikiran nya dari hal-hal yang seperti itu.


Setelah mendengarkan cerita Ara yang menurut nya adalah hal yang sangat lumrah itu Branden pun bertanya kepada Ara apakah Ara saat ini sudah bisa melupakan Diego dan Ara pun langsung menggelengkan kepala nya kepada Branden setelah Branden menyelesaikan pertanyaan nya itu.


Mengetahui jawaban Ara yang seperti itu Branden pun merasa paham dengan apa yang sedang di lalui oleh Ara saat ini dan kemudian Branden pun juga bercerita sedikit mengenai diri nya kepada Ara agar Ara tidak merasa frustasi dengan keadaan nya itu.

__ADS_1


Branden berkata kalau ia dulu juga pernah menyukai seorang wanita dan ia merasa terlambat untuk menyadari perasaan nya itu dan akhirnya wanita itu pun telah pergi dari kehidupan nya.


Lalu Branden pun berkata kalau ia masih tetap menyimpan perasaan untuk wanita itu walau pun wanita itu saat ini sudah berkeluarga dan seperti nya kehidupan wanita itu juga sangat bahagia dan itu tentu saja membuat Branden tidak mau mengganggu kehidupan wanita itu lagi.


Karena menurut Branden dia sudah senang jika melihat wanita yang di cintai nya itu hidup bahagia apa lagi definisi cinta di pandangan nya itu adalah cinta itu tidak harus memiliki karena jika kita melihat orang yang kita cintai itu bahagia maka kita juga akan ikut berbahagia dan seperti itu lah penjelasan Branden kepada Ara.


Namun Ara tidak setuju dengan pandangan Branden yang seperti itu karena menurut Ara cinta itu bukan lah hal yang sesederhana itu.


Karena Ara berkata seperti itu kepada nya Branden pun hanya bisa menghargai perkataan Ara itu karena menurut nya semua orang bebas untuk berpikiran seperti apa saja asalkan tidak membuat diri sendiri terluka.


Lalu Ara berkata kalau ia merasa sangat gelisah dan ia juga merasa sangat kecanduan dengan seorang pria apa lagi saat ini ia sudah jarang di sentuh oleh seorang pria karena biasa nya Ara selalu melakukan hal itu bersama dengan pria yang di dekati nya secara acak di bar yang pernah ia kunjungi.


Ara berkata kalau akhir-akhir ini ia sering melampiaskan semua hasrat nya itu melalui video-video terlarang yang ada di dalam ponsel nya dan itu sangat membuat nya frustasi karena ia hanya bisa melihat nya tanpa bisa untuk merasakan nya.


"Apa kamu sangat menginginkan nya?" Tanya Branden.


"Tentu saja karena aku adalah seorang wanita yang tidak bisa hidup dengan hal seperti itu", ujar Ara.


"Kalau begitu kamu bisa melakukan hal itu kepada ku", ujar Branden secara tiba-tiba.


Mendengar perkataan Branden yang seperti itu kepada nya Ara pun langsung kaget di buat nya dan ia pun tidak percaya kalau Branden akan berkata seperti itu kepada nya.


"Benarkah!" Ujar Ara lagi sambil memastikan perkataan Branden itu.


"Lakukan saja jika kamu suka dan aku tidak akan pernah untuk mempermasalahkan hal itu", ujar Branden lagi.


"Wah kamu benar-benar sangat santai dalam menanggapi semua hal yang telah aku bicarakan kepada mu", ujar Ara lagi.


Lalu Branden pun tersenyum dan kemudian ia pun langsung meminum minuman yang ada di depan nya itu.


"Waktu ku hanya tersisa satu setengah jam lagi dan jika kamu mau melakukan itu maka lakukan saja aku tidak akan mempermasalahkan hal itu", ujar Branden lagi.


Mendengar perkataan Branden yang seperti itu kepada nya Ara pun langsung mendekat ke arah Branden dan kemudian Ara pun mulai membuka pakaian Branden.


Setelah Ara melihat tubuh indah milik Branden yang sangat menggoda di mata nya itu Ara pun langsung terpesona dan kemudian Ara pun mulai memegang tubuh bidang milik Branden itu dengan menggunakan ke dua tangan nya.


Setelah cukup lama memegang tubuh indah milik Branden itu akhirnya mereka pun mulai melakukan hal itu dan itu tentu saja membuat Ara sangat bergairah karena ia sudah sangat lama menginginkan nya.


***


Saat ini Diego dan Hanna masih bertempur di atas tempat tidur mereka dan sentuhan demi sentuhan Diego itu telah berhasil membuat Hanna terbuai dan kagum dengan kemampuan Diego itu.


Setelah mereka selesai melakukan hal itu mereka pun saling berpelukan satu sama lain nya dan setelah itu Diego pun mengajak Hanna untuk mandi bersama dengan nya.


Selama berendam di dalam bathub Diego dan Hanna saling memijit pundak secara bergantian.


Setelah itu mereka pun mandi di bawah shower dengan saling bermesraan.


Lalu setelah mereka selesai mandi dan juga telah selesai memakai piyama mereka masing-masing mereka pun langsung tidur di atas tempat tidur mereka sambil saling berpelukan satu sama lain nya.


***


Rumah Clara


Sore ini jam empat Clara telah bangun dari tidur nya dan ia pun langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya.


Setelah mencuci wajah dan menggosok gigi nya Clara pun memutuskan pergi ke dapur untuk mengambil minuman yang ada di dalam kulkas.


Pada saat Clara meminum minuman kaleng itu tiba-tiba saja Clara melihat kalau Rey sudah pulang ke rumah dalam keadaan sangat kelelahan.


Melihat itu Clara pun langsung pergi mendekati Rey dan ia pun langsung membantu Rey untuk melepaskan jas kantor nya dan kemudian Clara pun mengambil tas kantor milik Rey.


Setelah meletakkan jas dan tas kantor Rey itu Clara pun langsung memberikan Rey sebuah minuman kaleng dingin dan kemudian Rey pun langsung meminum minuman kaleng itu sambil menonton berita yang ada di depan nya saat ini karena pada beberapa saat yang lalu Rey telah menghidupkan TV yang ada di depan nya itu.


"Mandi lah dan setelah itu pergi lah tidur karena aku lihat kamu sedang kelelahan saat ini", ujar Clara.


"Aku baru selesai menghajar seseorang dan sekarang orang itu sedang sekarat di rumah sakit markas", ujar Rey secara tiba-tiba.


"Apa! Kenapa kamu menghajar orang itu?" Tanya Clara.


"Aku menghajar nya karena dia telah menyelundupkan beberapa senjata api yang telah di simpan di dalam gudang", ujar Rey lagi.


"Lalu apa Diego telah mengetahui hal itu?" Tanya Clara lagi.


"Nanti aku akan memberi tau nya setelah dia pulang dari Amerika", ujar Rey.


"Kalau Diego sampai mengetahui senjata api itu telah di selundupkan maka dia akan langsung berangkat dari Amerika kesini karena senjata api itu telah susah payah di dapatkan nya dari seseorang yang ia temui di Rusia dari beberapa tahun yang lalu", ujar Rey.

__ADS_1


"Kenapa senjata itu sangat penting bagi nya?" Tanya Clara lagi.


"Karena orang yang membuat senjata api itu telah meninggal pada saat mengirimkan senjata api itu kepada Diego", ujar Rey.


"Apa! Jadi orang itu meninggal karena di bunuh", ujar Clara lagi.


"Iya dan dia di bunuh oleh orang yang juga mengincar senjata api itu dan sayang nya orang itu tidak mau merakit senjata api itu lagi karena ia tidak mau memberikan senjata api yang sangat berbahaya itu kepada tangan yang salah", ujar Rey lagi.


"OMG aku rasa senjata api itu tidak akan di biarkan untuk sampai ke tangan orang yang salah maka nya Diego langsung ingin pergi menemui orang yang telah menyelundupkan senjata api itu", ujar Clara.


"Lalu apa senjata api itu telah di temukan?" Tanya Clara lagi.


"Sudah karena itu lah aku sangat kelelahan hari ini", ujar Rey.


"Kalau begitu cepat lah mandi dan setelah itu tidur agar tubuh mu bisa cepat beristirahat", ujar Clara.


Lalu Rey pun segera pergi mandi dan setelah itu ia pun tidur ke dalam kamar nya bersama dengan putra nya yang memang sudah tertidur dari beberapa jam yang lalu.


***


Bandara


Saat ini Diego dan Hanna telah sampai di Negara mereka dan setelah mengambil koper mereka Diego pun langsung mengajak Hanna untuk pergi makan ke sebuah restoran yang ada di dekat bandara itu.


Sebelum naik ke dalam mobil nya Diego pun di panggil oleh seorang wanita yang berada tak jauh dari tempat berdiri nya itu.


"Hai Sunny", ujar Diego kepada wanita itu.


Lalu wanita itu pun datang menghampiri Diego sementara Hanna tampak bingung dengan apa yang sedang terjadi saat ini.


"Bagiamana kabar mu?" Tanya wanita itu.


"Wah aku tidak menyangka bisa bertemu dengan mu disini", ujar wanita itu lagi.


"Seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja", ujar Diego.


"Bukan kah kamu sedang berada di Jepang?" Tanya Diego kepada wanita itu.


"Iya kebetulan saat ini aku sedang berkunjung ke Korea untuk bertemu dengan teman lama ku", ujar wanita itu.


"Oh iya siapa wanita yang sedang bersama dengan mu ini?" Tanya wanita itu lagi.


"Dia adalah istri ku", ujar Diego.


Kemudian wanita itu pun tersenyum kepada Hanna dan Hanna pun juga ikut tersenyum membalas senyuman wanita itu.


"Wah istri mu sangat cantik sekali", ujar wanita itu kepada Diego.


"Apa karena itu kamu tidak bersama dengan Sera lagi", ujar wanita itu sambil bercanda.


"Anggap saja seperti itu", ujar Diego.


Lalu wanita itu pun tertawa dan setelah itu wanita itu pun segera pamit kepada Diego karena mobil yang menjemput nya itu telah datang.


Sementara Diego dan Hanna juga segera pergi dari bandara itu menuju ke restoran yang ada di dekat bandara itu.


Selama di dalam perjalanan menuju ke restoran Hanna pun banyak mengajukan pertanyaan kepada Diego mengenai wanita yang telah mereka temui di bandara itu.


"Wanita itu siapa?" Tanya Hanna kepada Diego.


"Orang yang pernah pergi kencan ganda dengan ku", ujar Diego.


Mendengar perkataan Diego yang seperti itu kepada nya Hanna pun langsung terdiam dan berfikir mengenai wanita itu.


Hanna takut kalau wanita itu akan merebut Diego dari nya sama seperti yang pernah Ara lakukan kepada nya.


Walau pun Ara tidak berhasil mendapatkan Diego tapi tetap saja Hanna tidak rela kalau wanita itu sampai bertemu lagi dengan Diego ke depan nya.


Saat ini pun Hanna sudah mulai waspada dan memikirkan berbagai cara agar hal itu tidak akan terjadi lagi ke depan nya.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2