Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Aksi Penyelamatan


__ADS_3

"Berhenti", teriak Diego.


Namun Yae Won tetap melangkah ke depan dan tidak mempedulikan Diego.


"Aku akan memastikan membawa orang tua mu malam ini juga jadi tolong segera berhenti", ucap Diego.


Mendengar itu Yae Won langsung menghentikan langkah nya dan berbalik melihat Diego.


"Apa kamu akan berjanji untuk itu?" Tanya Yae Won.


"Iya aku janji", jawab Diego.


"Baiklah aku akan menunggu mereka disini", ucap Yae Won.


"Hanna kamu tunggu aku disini, malam ini aku akan segera kembali", ujar Diego.


"Baiklah", ucap Hanna.


"Berhati-hatilah dan jangan sampai ada yang terluka", ucap Hanna lagi.


"Ok", ucap Diego.


Kemudian Diego segera pergi menuju ke rumah mewah yang ada di dekat perbatasan itu. Rey dan beberapa anggota nya yang lain juga ikut bersama nya.


"Seperti nya malam ini kita akan bertempur habis-habisan", ucap Rey.


"Apa pun yang terjadi kalian harus berhasil membawa mereka malam ini juga dan jangan lupa utamakan keselamatan diri masing-masing", ucap Diego.


"Ok siap", jawab semua anggota nya.


Setelah menempuh perjalanan yang jauh akhirnya mereka telah sampai juga di depan rumah mewah itu.


Saat ini anggota Diego sedang memantau dari jauh dan memastikan jenis penyerangan apa yang akan mereka lakukan malam ini.


"Seperti nya ada enam orang yang sedang berjaga di pintu gerbang", ucap salah satu anggota nya.


"Di pintu belakang juga ada enam orang yang sedang berjaga disana", ucap anggota nya yang lain.


Saat ini mereka semua sedang berkomunikasi lewat earpiece dan juga lewat ponsel mereka masing-masing.


"Di pekarangan rumah ada tiga orang yang sedang berjaga di depan pintu masuk, dua orang di sebelah timur dan lima orang di sebelah barat", ucap anggota yang lain nya.


"Aku rasa mereka sedang berkumpul di dalam rumah", ucap Rey.


"Baiklah kita akan mulai penyerangan dari pekarangan sebelah timur", ucap Diego.


"Siapkan alat tempur kalian masing-masing", ucap Diego.


"Kita akan memanjat dinding pekarangan yang ada di sebelah timur", ucap Diego.


"Baiklah", ucap semua anggota nya.


"Lakukan sekarang", ucap Diego.


Kemudian semua anggota nya berpencar dan mengepung rumah mewah itu. Sebagian dari mereka memanjat pagar tembok yang ada di pekarangan sebelah timur.


Setelah mereka masuk langsung saja kedua pengawal itu melawan mereka dengan senjata yang ada di tangan nya.


Namun kedua pengawal itu kalah dan terkapar di atas tanah. Lawan di antara mereka tidak seimbang karena jumlah mereka yang menyerang cukup banyak.


Setelah melawan dua orang pengawal itu, mereka langsung menuju ke pintu masuk rumah itu. Di pintu masuk ada tiga orang pengawal yang sedang berjaga disana.


Ketiga orang itu pun telah kalah bertempur dengan mereka. Kemudian mereka langsung masuk ke dalam rumah sambil memegang senjata api.


Melihat ada yang masuk ke dalam rumah tentu saja membuat pemilik rumah marah besar dan memanggil seluruh pengawal untuk berkumpul di dalam rumah.


"Ada yang menyerang, kalian harus kesini sekarang juga", ucap pemilik rumah itu kepada kepala pengawal nya yang ada di gerbang rumah itu.


Setalah menelfon kepala pengawal, langsung saja semua pengawal yang ada di rumah itu masuk ke dalam rumah untuk menjaga si pemilik rumah.


"Dimana orang tua itu?" Tanya Rey kepada si pemilik rumah.


"Siapa yang kamu maksud?" Tanya si pemilik rumah.


"Orang tua gadis yang tinggal di ujung desa sana", jawab Rey.


"Pelayan Lee yang mengurus mereka dan aku tidak tau dimana mereka sekarang", ucap si pemilik rumah.


"Jangan berbohong pada ku kalau tidak semua anggota mu akan aku musnahkan malam ini juga dan termasuk rumah mu ini", ucap Rey.


"Atau nyawa mu saja sebagai taruhan nya", ucap Diego dari pintu masuk rumah itu.


"Siapa kamu?" Tanya si pemilik rumah.


"Ingat wajah ini kalau kamu masih berani dengan hal kotor seperti ini", ucap Diego lagi.


"Aku tidak mempunyai urusan dengan mu", ucap si pemilik rumah.


"Selagi kamu berani macam-macam kepada ku, aku akan membuat mu hancur berkeping-keping", ucap Diego lagi.


Kemudian Diego segera berjalan dan berdiri di depan pemilik rumah lalu ia menancapkan senjata api tepat di kepala pemilik rumah mewah itu.


"Aku hitung sampai tiga kalau masih tidak menjawab maka akan tamat riwayat mu hari ini", ucap Diego.


Sementara itu suasana semakin mencekam di dalam rumah itu, semua anggota Diego menodongkan senjata mereka kepada setiap pengawal yang ada di rumah itu.


Begitu pun dengan para pengawal rumah itu, mereka juga saling menodongkan senjata kepada semua anggota Diego.


"Baiklah turunkan senjata kalian", ucap si pemilik rumah kepada para pengawal nya.


"Kedua orang tua itu ada di kamar nomor dua dari sini", ucap si pemilik rumah kepada Diego.

__ADS_1


Mendengar itu langsung saja Rey segera mengecek nya ke kamar itu dan tak lama kemudian akhirnya kedua orang tua Yae Won telah berhasil dibawa oleh Rey ke hadapan Diego.


"Bawa mereka ke dalam mobil", ucap Diego kepada anggota nya.


Kemudian beberapa anggota nya segera membawa orang tua Yae Won untuk masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah mewah itu.


Sedangkan Diego, Rey dan beberapa anggota nya yang lain masih berada di dalam rumah mewah itu.


"Pelayan itu tidak ada di rumah ini", ucap Rey.


"Dimana dia sekarang?" Tanya Diego kepada pemilik rumah.


"Aku tidak tau, sebelum kalian datang kesini dia ada di dalam kamar itu bersama dengan kedua orang tua itu", jawab si pemilik rumah itu.


"Seperti nya dia telah kabur dan sedang bersembunyi di suatu tempat", ucap Rey.


"Cari dia sekarang juga", ucap Diego.


"Telusuri setiap bagian di rumah ini dan jangan sampai ada yang ketinggalan", ucap Diego lagi.


"Ok", ucap semua anggota nya.


Kemudian semua anggota nya segera mencari keberadaan Pelayan Lee di rumah mewah itu.


"Kalau sampai kamu mengusik ku sekali lagi aku akan memusnahkan mu detik itu juga", ucap Diego kepada pemilik rumah itu.


"Dia tidak ada di rumah ini seperti nya dia telah berhasil keluar dari rumah ini", ucap Rey kepada Diego.


"Ok pencarian akan kita sambung di hari berikut nya saja dan sekarang ayo kita segera kembali ke markas", ucap Diego.


"Baiklah", jawab semua anggota nya.


Kemudian mereka segera pergi meninggalkan rumah mewah itu dan kembali lagi ke markas Octopus.


***


Markas Octopus


Saat ini Diego dan seluruh anggota yang ikut bersama nya telah berada di dalam markas nya.


Yae Won dan kedua orang tua nya juga telah lega dengan semua yang terjadi ini.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Ayah nya kepada Yae Won.


"Iya aku baik-baik saja", ucap Yae Won.


"Baguslah, aku takut kalau kamu pergi meninggalkan kami untuk selama nya", ucap Ibu nya.


"Apa yang Ibu bicarakan, aku baik-baik saja, lihatlah aku sekarang", ucap Yae Won.


"Kenapa kalian pergi dari tempat yang telah kami sediakan?" Tanya Diego kepada orang tua Yae Won.


"Kami tidak pergi dari sana tapi ada seseorang yang sedang meminta pertolongan dan kami pun menolong nya untuk mengantarkan nya ke desa sebelah", jelas Ayah Yae Won.


"Diego jangan berkata seperti itu", ucap Hanna.


"Tenanglah ini semua juga di luar kendali mereka, mungkin mereka juga kasihan kepada orang itu", ucap Hanna lagi.


"Iya maafkan orang tua ku karena tidak melakukan instruksi dari kalian", ucap Yae Won.


"Sewaktu kami di culik, kami melihat ada seorang pria yang sedang bertanya kepada pelayan Lee", ucap Ayah Yae Won.


"Seperti nya pria itu adalah bos mereka", ucap Ayah Yae Won lagi.


"Iya pria itu masih muda dan dia juga seusia dengan kalian", ucap Ibu Yae Won.


"Masih muda", ucap Diego.


"Bukankah pemilik rumah itu lebih tua dari ku", ucap Diego lagi.


"Aku rasa mereka bekerja sama dalam dunia gelap ini", ucap Rey.


"Apa itu Branden?" Tanya Diego.


"Apa! Branden", teriak Hanna.


Kemudian Diego memperlihatkan sebuah foto kepada kedua orang tua Yae Won dan itu adalah foto Branden yang ada di dalam majalah kantor Ayah nya.


"Iya itu adalah pemuda itu", ujar Ayah Yae Won.


"Tidak salah lagi Branden ada hubungan nya dengan mereka", ucap Rey.


"Mulai dari sekarang suruh orang untuk mengawasi nya dan cari tau dari mana mereka mendapatkan semua pasokan barang itu", ujar Diego.


"Baiklah aku akan mengurus semua nya", ucap Rey.


"Masalah ini sudah selesai dan aku akan segera kembali ke rumah", ucap Diego.


"Kalian jangan kemana-mana dulu sampai aku berkata kalau kalian telah aman", ucap Diego lagi.


"Baiklah kami mengerti", ucap Yae Won.


Kemudian Diego, Hanna, Rey dan Clara segera pergi meninggalkan markas Octopus dan menuju ke kediaman nya.


***


Saat ini mereka berempat telah selesai mandi dan sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Aku ingin menolak perjodohan itu", ucap Clara.


"Iya aku harap juga begitu", ucap Hanna.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan Branden, apa ia benar-benar terlibat dengan orang-orang jahat itu?" Tanya Hanna.


"Seperti yang kamu dengar hari ini", jawab Diego.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan kepada nya?" Tanya Hanna lagi.


"Itu yang sedang aku pikirkan sekarang", jawab Diego.


"Menurut ku Branden sengaja ingin mendekati Clara agar ia bisa dengan leluasa untuk mencari informasi mengenai diri mu", ucap Rey.


"Iya aku juga merasa seperti itu", ucap Diego.


"Aku punya ide untuk itu", ucap Clara.


"Bagaimana kalau aku terima saja dijodohkan dengan nya dan setelah itu aku bisa memata-matai nya", ucap Clara.


"Apa! Itu terlalu berbahaya bagi mu", ujar Hanna.


"Aku tidak setuju dengan itu", ucap Rey.


"Percaya saja pada ku, aku tidak akan membahayakan diri ku", ucap Clara lagi.


"Apa kamu yakin dengan semua ini?" Tanya Diego.


"Aku tidak pernah memaksa mu untuk melakukan itu", ucap Diego.


"Iya aku melakukan semua ini karena aku sudah tidak tahan lagi dengan Branden, dia telah berani memanfaatkan ku", ucap Clara.


"Baiklah besok aku akan memberi tau Ayah ku mengenai perjodohan ini", ucap Diego lagi.


"Ok", ucap Clara.


"Tapi kamu tidak akan sampai menikah kan?" Tanya Rey kepada Clara.


"Tentu saja tidak", ujar Diego.


"Nanti aku akan menyusun rencana untuk itu dan kamu tenanglah jangan sampai kamu gegabah dalam bertindak", ucap Diego.


"Baiklah aku mengerti maksud mu", ucap Rey.


"Apa Branden mempunyai keluarga disini?" Tanya Clara.


"Tentu saja tapi dia sudah lama tidak tinggal dengan mereka", jawab Diego.


"Kenapa?" Tanya Clara.


"Aku juga tidak tau", jawab Diego lagi.


"Aku mengantuk", ucap Hanna.


"Baiklah mari kita beristirahat", ucap Diego.


"Iya selamat malam", ucap Clara.


Kemudian mereka semua kembali ke kamar masing-masing dan segera beristirahat.


***


Kantor Ayah Diego.


Siang ini Diego sedang berada di ruangan Ayah nya dan ia sedang membicarakan mengenai perjodohan Clara dengan Brandan.


"Baiklah aku akan segera membicarakan ini kepada Branden", ucap Ayah nya.


Kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan Ayah nya.


"Siapa yang ada di depan pintu ku?" Tanya Ayah Diego kepada sekretaris nya lewat telpon yang ada di meja kerja nya.


"Itu Branden Pak", jawab sekretaris nya.


"Ok", ucap Ayah Diego.


Kemudian beliau segera mematikan panggilan telfon itu.


"Masuk", teriak Ayah Diego dari dalam ruangan nya.


Kemudian Branden segera masuk ke dalam ruangan kerja Ayah Diego dan tatapan nya langsung tertuju kepada Diego yang sedang duduk di atas sofa.


"Ada perlu apa kamu menemui ku?" Tanya Ayah Diego.


"Aku hanya ingin memastikan apa permintaan ku itu telah disampaikan", ucap Branden.


"Untung kamu datang kesini jadi aku bisa memberi tau mu langsung", ucap Ayah Diego.


"Apa permintaan ku sudah ada jawaban?" Tanya Branden.


"Sudah dan wanita itu mau menerima perjodohan ini", ucap Ayah Diego.


Kemudian Branden tersenyum mendengar perkataan Ayah Diego itu kepada nya.


"Jadi apa rencana mu selanjutnya?" Tanya Ayah Diego.


"Aku akan menikahi nya secepat nya", jawab Branden.


"Apa!" Ucap Diego di dalam hati nya.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2