
"Ada apa kamu datang kesini lagi?" Tanya Diego kepada Ara.
"Aku hanya ingin meminta jawaban dari mu bukankah kamu sudah tau dengan maksud kedatangan ku kesini", ujar Ara.
"Ara lebih baik kamu pulang dulu untuk saat ini karena aku hanya ingin terbebas dari hal apa pun saat ini dan aku juga butuh beristirahat untuk saat ini agar pikiran ku sedikit tenang dalam menghadapi masalah yang sedang terjadi saat ini", ujar Diego.
"Tapi kamu sudah berpikir terlalu lama mengenai pertanyaan ku itu", ujar Ara.
"Disini ada Rey dan juga yang lain nya jadi kamu jangan membuat ku emosi kepada mu saat ini", ujar Diego lagi.
"Rey", ujar Ara.
"Kalau begitu lain kali saja aku akan datang kesini lagi", ujar Ara lagi.
"Dan itu pun jika kamu tidak juga memberikan jawaban untuk ku", ujar Ara lagi kepada Diego.
Lalu Ara pun segera pergi dari kediaman keluarga besar Diego itu sementara Diego kembali lagi ke ruang keluarga untuk bergabung kembali dengan Rey dan juga Leo.
"Apa dia sudah pergi?" Tanya Rey kepada Diego.
"Sudah", ujar Diego.
"Aku benar-benar tak menyangka kalau perasaan Ara pada mu itu sangat lah besar", ujar Rey lagi.
"Saat ini dia sudah seperti pengganggu di dalam hidup ku", ujar Diego.
"Apa kamu mulai menyukai nya?" Tanya Rey.
"Aku rasa tidak", ujar Diego.
"Saat ini Diego masih memikirkan istri nya dan aku rasa karena itu lah kamu stres dalam beberapa hari ini", ujar Leo.
"Kalau begitu lebih baik kamu maafkan saja kesalahan Hanna kali ini agar kalian bisa bersatu lagi seperti dulu", ujar Rey.
"Maafkan bagaimana menurut mu", ujar Diego.
"Saat ini Hanna sedang mengandung dan aku juga sudah melihat nya sedang berjalan dengan seorang pria di dalam video yang di kirimkan oleh Ara kepada ku dari beberapa waktu yang lalu", ujar Diego lagi.
"Apa! Jadi Hanna sedang hamil", ujar Rey dengan ekspresi kaget nya.
"OMG", ujar Leo.
"Lihat lah kalau kamu tidak percaya", ujar Diego sambil mengirimkan video itu kepada Rey.
Lalu Rey pun segera melihat video yang telah di kirimkan oleh Diego itu lewat ponsel nya dan ketika itu juga Rey kaget melihat nya begitu pun dengan Leo karena Leo juga ikut menyaksikan video itu di samping Rey.
"Mereka sedang pergi berbelanja keperluan bayi mereka di pusat perbelanjaan yang ada di kota", ujar Diego.
"Jadi saat ini Hanna masih berada di kota", ujar Rey.
"Entahlah aku juga tidak tau karena aku tidak berniat untuk mencari tau mengenai diri nya", ujar Diego.
"Namun saat ini aku harus mendapatkan bayi itu untuk membalaskan dendam ku", ujar Diego lagi.
"Aku tidak percaya Hanna bisa melakukan itu kepada mu", ujar Rey.
"Sejak saat itu lah aku tidak percaya dengan yang nama nya wanita polos di dunia ini", ujar Diego.
"Menurut ku kamu terlalu cepat untuk mengambil kesimpulan", ujar Leo.
"Setiap orang mempunyai pola pikir yang berbeda-beda jadi aku menghargai pola pikir mu yang seperti itu", ujar Leo lagi.
"Saat aku melihat bayi mu itu hati ku merasa sakit sekali", ujar Diego.
"Kenapa?" Tanya Rey.
"Apa karena kamu pernah kehilangan bayi mu pada saat itu", ujar Rey lagi.
"Iya tiba-tiba hati ku rapuh karena bayi ku tidak bisa di selamatkan waktu itu", ujar Diego.
"Waktu itu aku lebih memilih keselamatan Hanna dan mengorbankan bayi ku tapi apa yang aku dapat sekarang dia malah membuat ku marah dan kecewa dengan nya", ujar Diego lagi.
"Bersabar lah dan aku rasa itu sudah takdir", ujar Rey.
"Jadi bagaimana hasil nya?" Tanya Diego.
"Hasil apa?" Tanya Rey.
"Bukankah aku sudah menyuruh mu dari beberapa hari yang lalu untuk memata-matai Hanna dan mengambil bayi nya", ujar Diego lagi.
"Iya dan saat ini anggota kita masih mencari keberadaan Hanna", ujar Rey.
"Jadi kalian belum juga menemukan nya", ujar Diego.
"Maafkan aku karena anggota kita baru mencari nya di seluruh penjuru kota dan belum sampai ke semua desa yang ada di Negara ini", ujar Rey lagi.
"Kalau begitu kerahkan semua anggota besar Octopus untuk mencari nya dan mengambil bayi itu dan jika dia belum melahirkan maka bunuh bayi itu dan buat dia keguguran", ujar Diego.
"Apa itu tidak terlalu berlebihan", ujar Leo.
"Diego memang selalu seperti itu kalau dia sudah sangat marah maka apa pun akan dia lakukan", ujar Rey kepada Leo.
"Kalau begitu ayo kita bermain golf di belakang rumah", ujar Leo.
"Agar kamu bisa melampiaskan kembali rasa kesal mu itu", ujar Leo kepada Diego.
"Aku sudah sangat malas saat ini untuk melakukan nya", ujar Diego.
"Kalau begitu kita disini saja dan tidak usah pergi kemana-mana", ujar Leo lagi.
"Iya seperti nya aku hanya ingin rebahan saja saat ini sambil menonton TV", ujar Diego.
__ADS_1
"Lama sekali Clara pulang", ujar Rey.
"Bersabar lah lagian disini juga ada para pelayan kamu seperti sedang kesulitan saja mengurus bayi mu itu", ujar Diego.
"Aku hanya takut saja kalau dia tiba-tiba menangis", ujar Rey.
"Tenang lah selagi ada pelayan di rumah besar ini maka bayi mu akan aman", ujar Diego lagi.
"Kring kring kring", bunyi telpon rumah yang ada di ruang keluarga itu.
"Pelayan", teriak Diego.
"Iya tuan saya akan segera mengangkat nya", ujar seorang pelayan kepada Diego.
"Halo", ujar pelayan itu sambil berdiri di depan gagang telpon itu.
"Bisa saya bicara dengan Bapak Joks?" Tanya si penelpon itu.
"Maaf saat ini tuan besar sedang berada di luar rumah", ujar pelayan itu lagi.
"Apa ada pesan yang ingin saya sampaikan kepada beliau?" Tanya pelayan itu.
"Oh iya katakan saja kepada beliau kalau secepatnya saya akan mengurus surat penangguhan warisan yang telah beliau ajukan kepada saya waktu itu", ujar si penelpon itu lagi.
"Baiklah tuan nanti saya akan menyampaikan nya kepada tuan besar", ujar pelayan itu lagi.
"Ok", ujar si penelpon itu.
Lalu panggilan telpon itu pun segera berakhir dan pelayan itu pun langsung berjalan pergi meninggalkan ruang keluarga itu untuk menuju ke dapur.
Namun langkah pelayan itu langsung terhenti karena teriakan Diego kepada nya.
"Iya tuan", ujar pelayan itu lagi sambil melihat ke arah Diego.
"Siapa yang telah menelpon?" Tanya Diego.
"Seperti nya pengacara tuan besar tuan muda", ujar pelayan itu.
"Apa! Lalu apa yang telah di katakan oleh pengacara itu kepada mu?" Tanya Diego lagi.
Lalu pelayan itu pun segera mengatakan semua percakapan nya dengan si penelpon itu kepada Diego dan tentu saja Diego kaget setelah mendengar perkataan dari pelayan itu kepada nya.
"Ternyata Ayah tidak hanya menggertak ku saja tetapi Ayah benar-benar berniat untuk melakukan nya kepada ku", ujar Diego.
"Kamu cepat lah miliki seorang keturunan dengan Krystal saat ini", ujar Diego kepada Leo.
"Jangan sampai Krystal bernasib sama dengan ku", ujar Diego lagi kepada Leo.
"Saat ini aku tidak sedang terburu-buru untuk memiliki seorang anak apa lagi seperti nya saat ini Krystal masih ingin bebas", ujar Leo.
"Mungkin karena aku masih bisa untuk membiayai semua kebutuhan dan keinginan Krystal maka nya aku tidak khawatir soal itu", ujar Leo kepada Diego.
"Iya karena setelah aku menikah maka Ayah ku akan mencantumkan nama ku sebagai ahli waris dari harta kekayaan Ayah ku walau pun itu tidak sebanyak yang Diego dapatkan dari Ayah nya", ujar Leo.
"Tapi aku masih beruntung jika di bandingkan dengan Diego", ujar Leo lagi.
"Bagus lah kalau seperti itu jadi adik ku tidak perlu khawatir lagi kalau diri nya masih belum juga memiliki seorang keturunan baik saat ini atau pun ke depan nya", ujar Diego.
"Aku turut prihatin dengan keadaan mu saat ini", ujar Rey kepada Diego.
"Jangan berkata seperti itu kepada ku", ujar Diego kepada Rey.
"Perkataan mu itu membuat ku tampak sangat menyedihkan saat ini", ujar Diego lagi.
"Baiklah aku tidak akan mengatakan nya lagi di depan mu", ujar Rey kepada Diego.
Lalu mereka pun kembali lagi menonton berita yang ada di TV ruang keluarga rumah besar itu.
***
Hutan Di Daerah Pegunungan
Hari ini adalah hari Diego dan keluarga nya untuk pergi berkemah dan saat ini mereka semua pun telah sampai di tempat lokasi perkemahan itu.
Saat ini mereka hanya pergi berenam saja ke hutan yang ada di daerah pegunungan itu dan mereka hanya membawa satu mobil saja untuk pergi ke tempat perkemahan itu.
Mobil yang mereka bawa itu berukuran cukup besar dan biasa nya di pakai untuk acara piknik atau pun untuk berkemah seperti ini.
Ayah Diego, Diego, Rey dan Leo sedang sibuk mendirikan tenda di dalam hutan itu sedangkan Clara dan Krystal sedang sibuk membersihkan sayuran ke tempat pancuran air yang ada di dekat mereka saat ini.
Hutan itu sangat jauh dari kota dan cukup berdekatan dengan desa terpencil maka nya tempat ini sudah sering di jadikan sebagai tempat untuk berkemah oleh orang-orang yang hobi nya mengeksplor keindahan alam.
"Seperti nya tempat ini sangat asri sekali", ujar Krystal sambil mencuci sayuran yang ada di tangan nya.
"Iya hawa nya sangat sejuk sekali", ujar Clara yang sedang mengeluarkan sayuran dari dalam beberapa plastik.
Lalu di saat mereka semua sedang sibuk dengan tugas mereka masing-masing tiba-tiba saja mereka mendengar bunyi derap langkah kaki yang terdengar samar-samar dari arah dalam hutan.
"OMG!" Teriak Krystal.
"Apa itu?" Tanya Clara.
"Apa itu binatang buas?" Tanya Krystal kepada Clara.
"Aku juga tidak tau", ujar Clara.
Lalu mereka berdua pun langsung bergegas pergi dari tempat air pancuran itu dan segera mendekat ke tenda yang sedang didirikan oleh para pria itu.
"Ayah bunyi suara apa itu?" Tanya Krystal kepada Ayah nya.
"Jangan takut disini mungkin hanya ada monyet hutan yang sering memanjat di atas ranting pohon", ujar Ayah nya menjelaskan.
__ADS_1
"Benarkah!" Ujar Krystal.
"Tempat ini sudah sering di jadikan sebagai tempat berkemah oleh orang-orang jadi sampai saat ini Ayah belum pernah mendengar siapa pun yang telah di terkam oleh hewan buas di tempat ini", ujar Ayah nya lagi.
"Bagus lah kalau begitu", ujar Krystal lagi sambil menghembuskan nafas nya dengan lega.
"Kalau begitu kalian siapkan saja semua bahan-bahan masakan untuk makan malam kita hari ini karena sebentar lagi tenda akan selesai didirikan", ujar Diego.
"Ok", ujar Clara.
Lalu Clara pun segera mengeluarkan semua bahan masakan yang akan mereka masak pada malam ini dari dalam mobil yang telah mereka bawa kesini.
Sementara Krystal sedang sibuk menata semua bahan masakan itu di atas sebuah meja lipat yang telah mereka bawa ke tempat perkemahan itu.
***
Kediaman Sera
Saat ini Sera dan Kakek nya sedang duduk di ruang keluarga kediaman nya itu dan mereka sedang menonton berita yang ada di TV sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.
"Bagaimana dengan rencana kita kali ini?" Tanya Kakek nya kepada Sera.
"Sedang dalam proses pelaksanaan Kakek", ujar Sera.
"Bagus lah dan kali ini jangan sampai gagal lagi seperti biasa nya", ujar Kakek Sera lagi.
"Iya Kakek dan kali ini Branden yang akan langsung turun tangan untuk pergi ke tempat itu", ujar Sera.
"Katakan kepada nya jika dia telah berhasil melakukan misi kita kali ini maka Kakek akan memberikan nya hadiah yang selama ini dia inginkan", ujar Kakek Sera.
"Benarkah!" Ujar Sera.
"Iya karena misi kita kali ini sangat lah penting dan itu menyangkut masa depan perusahaan nya Joks", ujar Kakek Sera lagi.
"Ok aku akan mengatakan nya kepada Branden", ujar Sera.
Lalu Sera pun langsung memberi tau Branden mengenai perkataan Kakek nya itu dan setelah itu pun Sera kembali lagi menonton TV yang ada di depan nya saat ini bersama dengan Kakek nya.
***
Desa Terpencil
Malam ini bayi Hanna telah tertidur dengan nyenyak nya sementara Hanna beserta lima orang Bibi yang ada di dalam rumah nya itu sedang duduk bersama di ruang tamu rumah nya sambil menonton TV bersama.
"Astaga kenapa pria itu sangat bodoh sekali", ujar Bibi Jandi dengan kesal nya sambil menyaksikan drama Korea yang sedang mereka tonton saat ini.
"Iya dia lebih memilih hidup nya tersiksa jika di bandingkan dengan istri nya yang menderita padahal dia sudah tau kalau istri nya yang telah berniat jahat kepada nya", ujar Bibi Yuri.
"Itu lah yang nama nya pilihan hidup kadang pilihan kita sendiri yang telah membuat hidup kita sengsara", ujar Ibu Jiu.
Sementara Hanna sedang terpaku dan terdiam mendengarkan perkataan dari para Bibi itu.
Karena pada saat ini Hanna sedang terbawa suasana ketika menonton drama Korea itu jadi nya Hanna sudah tidak sanggup lagi untuk berkata-kata pada saat ini.
"Jangan sampai aku mengeluarkan air mata pada saat ini", ujar Hanna di dalam hati nya.
"Aku tidak mau terlihat sangat menyedihkan di depan mereka", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.
Lalu Hanna pun segera memakan ayam goreng yang ada di depan nya saat ini karena sebelum nya ayam goreng itu telah di masak oleh para Bibi itu ketika mereka baru saja sampai di rumah Hanna.
***
Tempat Perkemahan
"Aku ingin buang air kecil", ujar Clara.
"Kalau begitu pergi lah dengan Krystal ke tempat air pancuran itu", ujar Rey.
"Sementara itu aku akan berjaga-jaga di atas ini", ujar Rey lagi.
"Ok", ujar Clara.
Lalu Clara dan Krystal pun segera pergi ke air pancuran itu sedangkan Rey berdiri di tempat yang agak lebih tinggi sedikit dari mereka dan tempat itu berada di jarak seratus meter dari Clara dan Krystal saat ini.
"Tunggu disini sebentar aku akan masuk ke dalam air yang dangkal itu untuk buang air kecil", ujar Clara kepada Krystal.
"Ok", ujar Krystal.
Lalu Clara pun segera pergi buang air kecil dan pada saat Clara masih berada di dalam air yang dangkal itu tiba-tiba saja Krystal mendengar ada suara derap langkah kaki yang terdengar samar-samar seperti yang mereka dengar pada sore hari ini.
"Kakak apa kamu mendengar nya?" Tanya Krystal kepada Clara dengan ekspresi kaget nya.
"Iya aku mendengar nya", ujar Clara.
"Kalau begitu ayo cepat keluar dari dalam air itu", ujar Krystal lagi.
"Iya tunggu sebentar aku akan segera keluar", ujar Clara.
Namun pada saat Clara baru saja telah selesai mengatakan itu kepada Krystal tiba-tiba saja Krystal berteriak dengan histeris nya di tempat dia berdiri saat ini.
"Aaaaaaa", teriak Krystal dengan kencang nya.
Teriakan Krystal itu tentu saja membuat semua orang yang berada disana berlari dan menghampiri Krystal ke tempat itu dan begitu pun dengan Clara yang memang berada di dekat Krystal saat ini.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1