Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Hasil Tes


__ADS_3

"Hasil nya akan keluar dalam beberapa hari ini jadi bersabar lah untuk itu", ujar dokter itu kepada pria yang telah membawa bayi Hanna itu.


"Ok", ujar pria yang telah membawa bayi Hanna itu.


"Kalau begitu aku akan pergi dulu dan setelah hasil nya keluar aku akan mengabari kalian untuk menjemput hasil nya", ujar dokter itu lagi.


"Ok dokter", ujar tangan kanan pria yang telah membawa bayi Hanna itu.


Lalu dokter itu pun segera pergi meninggalkan kamar bayi Hanna itu dengan di antar oleh tangan kanan pria yang telah membawa bayi Hanna itu.


Setelah itu pria itu pun langsung menghampiri bayi Hanna sambil menatap nya dari kejauhan.


"Sebentar lagi hasil nya akan keluar dan setelah itu kamu akan menjadi penerus ku untuk ke depan nya", ujar pria itu kepada bayi Hanna.


Lalu pria itu pun segera memanggil pelayan untuk menemani bayi mungil Hanna itu dan setelah pelayan itu datang pria itu pun segera pergi meninggalkan kamar bayi Hanna itu dengan langkah santai nya.


***


Pulau Jeju


"Untung saja aku di bawa ke apartemen nya waktu itu jadi aku sudah mulai menemukan satu sasaran yang kemungkinan besar menjadi pelaku di balik penculikan bayi itu", ujar Ara sambil duduk di kursi taman yang ada di depan kamar hotel yang telah di sewa nya itu.


*Flash Back*


Apartemen Branden


Terdengar bunyi suara pintu apartemen di buka dan setelah mendengar itu pun Ara langsung duduk dari posisi berbaring nya di atas sofa ruang tamu apartemen Branden itu.


"Apa itu pemilik apartemen ini", gumam Ara sambil melihat ke arah pintu apartemen.


Lalu Branden pun langsung masuk ke dalam apartemen nya sambil membawa beberapa makanan untuk di berikan nya kepada Ara.


"Siapa kamu?" Tanya Ara kepada Branden.


"Duduk lah dan makan lah terlebih dahulu karena aku tau saat ini kamu pasti sedang kelaparan", ujar Branden.


Lalu Branden pun meletakkan makanan yang telah di bawa nya itu di atas meja ruang tamu apartemen nya itu dan setelah itu Branden pun duduk di sofa yang ada di sebelah kiri Ara.


"Ayo di makan", ujar Branden lagi sambil menatap mata Ara.


"Sebelum itu jawab dulu pertanyaan ku", ujar Ara.


"Siapa kamu?" Tanya Ara lagi.


"Tidak penting siapa aku di mata mu karena saat ini aku adalah orang yang telah menyelamatkan mu dari Diego", ujar Branden lagi.


"Kenapa kamu bisa berkata seperti itu kepada ku", ujar Ara.


"Bukan kah semua nya sudah jelas dengan semua perkataan mu itu", ujar Branden.


"Perkataan apa maksud mu", ujar Ara lagi.


"Semua perkataan mu ketika kamu sedang berteriak di depan gerbang masuk kediaman Diego", ujar Branden lagi.


"Apa! Kamu melihat semua itu", ujar Ara lagi.


"Tentu saja dan aku telah mendengar semua nya dengan sangat jelas", ujar Branden lagi.


"Jika aku tidak membawa mu pergi dari sana maka sudah bisa aku pastikan saat ini kamu sudah menerima hukuman yang berat dari Diego", ujar Branden lagi.


"Aku rasa Diego tidak akan pernah berani untuk melakukan hal itu kepada ku", ujar Ara.


"Wow tingkat kepercayaan diri mu itu sangat tinggi sekali", ujar Branden sambil bertepuk tangan di depan Ara.


"Aku salut kepada mu", ujar Branden lagi.


"Kenapa kamu membawa ku pergi dari sana", ujar Ara.


"Kenapa kamu terlihat peduli kepada ku padahal kita tidak kenal sama sekali", ujar Ara lagi.


"Itu sangat aneh", ujar Ara lagi.


"Bukan kah sudah aku katakan kepada mu kalau aku telah berhasil menolong mu untuk terbebas dari hukuman mu itu", ujar Branden lagi.


"Jadi katakan apa kamu yang telah mengambil bayi Diego?" Tanya Branden seolah-olah diri nya tidak tau mengenai semua kejadian itu.


"Dari mana kamu tau kalau Diego mempunyai seorang bayi?" Tanya Ara dengan ekspresi kaget nya.


"Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Ara lagi.


"Diego telah melaporkan kepada polisi kalau diri nya telah kehilangan bayi nya jadi wajar saja jika ada yang tau mengenai hal itu", ujar Branden.


"Apa hubungan mu dengan Diego sebenarnya?" Tanya Branden kepada Ara.


"Kenapa Diego sampai tidak mau bertemu lagi dengan mu", ujar Branden lagi.


"Itu bukan lah urusan mu", ujar Ara.


"Karena saat ini kamu sedang berada di dalam apartemen ku maka aku rasa aku telah berhak untuk mengetahui semua nya", ujar Branden.


"Atau kamu tidak ingin ke luar dari dalam apartemen ku ini untuk selama-lama nya", ujar Branden lagi berusaha untuk mengancam Ara.


"Apa! Kamu mengancam ku saat ini", ujar Ara dengan ekspresi kesal nya.


"Ok! Semua yang telah kamu dengar itu benar ada nya", ujar Ara.


"Tapi bukan aku yang telah mengambil bayi Diego ingat itu", ujar Ara lagi.


"Apa kamu mengetahui sesuatu tentang Diego?" Tanya Branden.


"Mengetahui apa?" Tanya Ara.


"Apa saja yang menurut mu termasuk informasi yang berharga", ujar Branden.

__ADS_1


"Aku tidak tau informasi seperti apa yang kamu maksud kan itu", ujar Ara.


"Apa saja mengenai Diego dan jika informasi itu termasuk salah satu kelemahan Diego maka itu lebih bagus lagi", ujar Branden.


"Aku rasa kamu harus bertanya langsung kepada Diego mengenai hal itu karena aku tidak tau apa kelemahan Diego yang sebenarnya", ujar Ara.


"Satu pun kamu tidak tau mengenai kelemahan Diego", ujar Branden.


"Berarti tidak ada guna nya aku membawa mu pergi dari kediaman Diego", ujar Branden lagi.


"Baik lah kalau aku sudah tidak dibutuhkan lagi berarti aku sudah bisa pergi sekarang dari apartemen mu ini", ujar Ara.


"Jadi apa kamu tidak mau memakan makanan yang telah aku bawa ini", ujar Branden.


"Kalau begitu pergi lah jika kamu tidak lapar", ujar Branden lagi.


"Kalau begitu aku akan makan dulu sebelum aku pergi dari sini karena perut ku sudah sangat lapar saat ini", ujar Ara.


Lalu Ara pun segera mengambil makanan yang ada di atas meja yang ada di depan nya itu dan setelah itu Ara pun mulai memakan makanan itu sedangkan Branden hanya melihat nya dengan ekspresi datar nya.


*Pulau Jeju*


"Aku rasa benar laki-laki itu ada hubungan nya dengan Diego", ujar Ara.


"Firasat ku mengatakan bahwa laki-laki itu ikut terlibat di dalam penculikan bayi Diego itu", ujar Ara lagi.


"Lebih baik aku segera pergi mencari pemilik helikopter itu sekarang juga agar semua pertanyaan ku ini mempunyai jawaban yang jelas", ujar Ara lagi.


Lalu Ara pun segera pergi meninggalkan kursi taman yang ada di depan kamar hotel nya itu dan setelah itu Ara pun langsung pergi menemui pria yang mempunyai helikopter itu.


***


Kediaman Diego


Saat ini Hanna dan Clara sedang duduk di taman belakang kediaman Diego itu sambil meminum minuman yang telah di bawakan oleh seorang pelayan.


Mereka duduk di sebuah meja yang ada di dekat taman bunga dan tentu saja pemandangan yang di suguhkan di belakang kediaman Diego itu sangat indah.


Pada saat mereka berdua sedang menikmati pemandangan yang ada di sekitar mereka saat ini tiba-tiba saja ponsel Hanna berdering dan itu adalah panggilan dari Jiu.


Melihat itu Hanna pun langsung mengambil ponsel nya dan ia pun segera mengangkat panggilan dari Jiu itu.


"Halo", ujar Hanna.


"Iya halo", ujar Jiu.


"Ada apa Jiu tumben kamu menelpon ku", ujar Hanna lagi.


"Aku hanya ingin bertanya kepada mu dan lebih tepat nya lagi menyampaikan pertanyaan dari para Bibi yang ada disini", ujar Jiu.


"Apa itu?" Tanya Hanna.


"Kapan kamu akan kembali lagi ke desa terpencil?" Tanya Jiu.


"Oh iya aku sampai lupa", ujar Hanna.


"Kira-kira kapan itu?" Tanya Jiu lagi.


"Mungkin lusa", ujar Hanna.


"Nanti aku akan mengabari mu kalau aku akan berangkat ke desa terpencil", ujar Hanna lagi.


"Ok jangan lupa untuk mengabari ku", ujar Jiu.


"Ok", ujar Hanna.


Lalu panggilan itu pun segera berakhir dan setelah itu Hanna pun langsung meminum minuman yang ada di depan nya saat ini.


"Desa terpencil", ujar Clara.


"Iya", ujar Hanna menanggapi perkataan Clara itu.


"Jadi kamu akan kembali lagi ke desa itu dan tinggal lagi di desa itu", ujar Clara.


"Aku rasa mungkin aku akan berpamitan dengan mereka semua yang ada disana dan setelah itu aku akan tinggal disini lagi seperti sebelum nya", ujar Hanna.


"Wah bagus lah kalau kamu dan Diego sudah berbaikan lagi", ujar Clara.


"Aku tidak menyangka kalau aku bisa bersatu lagi dengan Diego", ujar Hanna.


"Kenapa kamu tidak menyangka nya padahal aku berpikiran kalau suatu saat kamu dan Diego pasti akan bersatu kembali", ujar Clara.


"Benarkah!" Ujar Hanna.


"Tentu saja", ujar Clara.


"Selama aku berada di desa itu aku merasa sedih dengan keadaan ku tapi di sisi lain nya semua orang yang ada disana sangat baik dan peduli kepada ku", ujar Hanna lagi.


"Bagus lah kalau disana banyak orang yang peduli dengan mu jadi itu lebih baik bagi diri mu", ujar Clara.


"Kalau begitu ayo kita makan ke dalam karena saat ini aku sudah sangat lapar", ujar Hanna.


"Apa! Jadi kamu belum makan semenjak aku datang ke rumah ini", ujar Clara.


"Iya", ujar Hanna sambil menganggukkan kepala nya.


"Kalau begitu ayo kita segera pergi ke ruang makan saat ini juga", ujar Clara.


"Ok", ujar Hanna.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju ke ruang makan dan makan bersama disana.


***

__ADS_1


Markas Octopus


Saat ini Diego sudah berada di dalam markas nya bersama dengan para anggota nya.


"Tok tok tok", bunyi ketukan pintu ruangan Diego.


"Masuk", ujar Diego dari dalam ruangan nya.


"Bagaimana apa kalian menemukan nya?" Tanya Diego.


"Saat ini Branden sedang berada di luar Negeri bos", ujar anggota nya itu.


"Apa!" Ujar Diego.


Lalu Rey pun masuk ke dalam ruangan Diego.


"Lalu bagaimana dengan Sera?" Tanya Diego kepada Rey.


"Tidak ada tanda-tanda keberadaan bayi mu di kediaman nya", ujar Rey kepada Diego.


"Aku rasa mereka sudah merencanakan semua ini dengan sempurna", ujar Rey lagi.


"Seharusnya bayi ku ada di tangan mereka jika Branden yang telah membawa nya", ujar Diego.


"Atau mereka menyembunyikan bayi ku di suatu tempat", ujar Diego lagi.


"Pikiran ku sama dengan mu", ujar Rey.


"Kita juga tidak bisa pergi ke kediaman Sera jika bayi itu tidak ada disana", ujar Rey lagi.


"Iya mereka pasti berkata bahwa mereka tidak ada hubungan nya dengan Branden", ujar anggota Diego yang berdiri di samping Rey.


"Iya aku tau semua itu", ujar Diego.


"Kalau begitu cepat selidiki Sera dan Kakek nya mungkin mereka telah menyembunyikan bayi ku di suatu tempat dan setelah itu kabari aku secepat nya", ujar Diego lagi.


"Baik lah", ujar anggota Diego yang berdiri di samping Rey.


Setelah itu anggota Diego itu pun segera pergi meninggalkan Diego dan Rey di dalam ruangan kerja Diego itu.


"Ayo kita kembali ke kantor karena Ayah mu telah menyuruh mu untuk menghadiri rapat penting pada sore ini", ujar Rey.


"Ok", ujar Diego.


Lalu mereka berdua pun segera pergi meninggalkan markas Octopus dan setelah itu mereka berdua pun langsung menuju ke kantor Ayah Diego untuk menghadiri rapat penting dengan kolega Ayah nya.


***


Amerika


Hari ini adalah hari dimana hasil tes DNA itu telah keluar dan saat ini pun semua orang telah berkumpul di ruang tamu Kediaman laki-laki yang telah membawa bayi Hanna itu.


Saat ini di ruang tamu kediaman laki-laki itu ada laki-laki yang telah membawa bayi Hanna itu, tangan kanan dari laki-laki itu, dokter yang telah melakukan tes DNA itu, seorang pengacara dan kuasa hukum dari laki-laki itu.


"Jadi bagaimana apa kita sudah bisa membuka hasil nya", ujar tangan kanan dari laki-laki yang telah membawa bayi Hanna itu.


"Hasil nya ada di dalam amplop ini", ujar dokter itu sambil mengangkat amplop itu ke atas.


"Kalau begitu ayo cepat beritahu aku hasil nya agar aku bisa dengan cepat menyelesaikan tugas ku", ujar pengacara itu.


"Ok", ujar dokter itu.


Lalu dokter itu pun segera membuka amplop yang ada di tangan nya saat ini.


"Tunggu", ujar laki-laki yang telah membawa bayi Hanna itu.


"Iya ada apa lagi?" Tanya dokter itu kepada laki-laki itu.


"Jika bayi itu ternyata bukan milik ku maka aku akan tetap merawat nya disini namun bukan untuk menjadi anak ku tetapi menjadi pelayan ku", ujar laki-laki itu lagi.


"Apa!" Ujar tangan kanan laki-laki itu.


"Apa bos tidak mau mengembalikan bayi itu ke Sera jika ternyata bayi itu terbukti bukan anak kandung dari bos", ujar tangan kanan dari laki-laki itu lagi.


"Tentu saja aku tidak berniat untuk mengembalikan nya kepada Sera karena itu adalah hukuman bagi Sera karena dia telah berani menipu ku", ujar laki-laki itu lagi.


"Lalu jika dia terbukti adalah anak kandung dari bos bagaimana", ujar tangan kanan nya lagi.


"Kalau begitu aku akan menjadikan nya sebagai penerus ku ke depan nya dan karena itu lah semua ahli hukum ku ada di kediaman ku pada saat ini", ujar laki-laki itu lagi.


"Ok aku mengerti", ujar tangan kanan nya.


"Baik lah kalau begitu aku akan membuka hasil nya sekarang juga", ujar dokter itu.


"Ok", ujar laki-laki yang telah membawa bayi Hanna itu.


Lalu dokter itu pun segera membuka amplop yang telah berisi hasil tes DNA itu dan setelah itu dokter itu pun segera melihat hasil nya.


"Hasil nya adalah 99% cocok dengan bayi itu jadi bayi itu memang benar anak kandung dari tuan", ujar dokter itu sambil melihat ke arah laki-laki yang telah membawa bayi Hanna itu.


"Bagus lah kalau seperti itu", ujar laki-laki itu.


"Jadi sekarang kalian telah bisa menjadikan bayi itu sebagai penerus ku di masa depan", ujar laki-laki itu pun kepada pengacara dan ahli hukum nya itu.


"Ok! Aku akan mengurus semua nya sesuai dengan permintaan mu itu", ujar ahli hukum nya kepada laki-laki yang telah membawa bayi Hanna itu.


"Ok", ujar laki-laki yang telah membawa bayi Hanna itu.


Lalu laki-laki yang telah membawa bayi Hanna itu pun tersenyum dengan bangga nya karena pada saat ini dia telah memiliki seorang keturunan yang akan mewarisi seluruh harta kekayaan nya di masa yang akan mendatang.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...


__ADS_2