
"Maafkan aku karena aku tidak akan pernah memberi tau mu mengenai bayi kita", ujar Hanna sambil mengusap foto Diego yang ada di tangan nya.
"Apa kamu lapar?" Tanya Hanna kepada bayi nya sambil mengelus perut nya itu.
"Kalau begitu mami akan membuat kan mu makanan yang enak untuk malam ini", ujar Hanna lagi sambil tetap mengelus perut nya itu.
Lalu Hanna pun langsung pergi ke dapur dan memasak mie instan yang telah di beli nya di toko yang ada di dekat pemberhentian mobil yang di tumpangi nya waktu itu.
Setelah mie instan itu telah matang akhirnya Hanna pun memutuskan untuk makan mie instan itu sambil menonton TV yang ada di ruang tamu kontrakan nya itu.
Kontrakan Hanna hanya memiliki satu kamar tidur, satu kamar mandi yang ada di dekat dapur, ruang tamu dan dapur yang ada di bagian belakang rumah itu.
Walau pun kecil tapi Hanna sangat menikmati nya karena udara yang ada di desa ini sangat sejuk dan membuat Hanna sangat betah untuk berada di rumah.
Di depan rumah itu juga terdapat teras yang lumayan luas dan teras itu juga di beri pagar di sekeliling nya begitu pun di bagian belakang rumah itu.
Pada bagian belakang rumah itu juga terdapat teras walau pun teras itu kecil jika di bandingkan dengan yang ada di depan rumah.
Tapi di bagian belakang itu lah nanti nya tempat Hanna mencuci pakaian nya dan juga menjemur pakaian yang telah di cuci nya itu.
"Besok aku akan pergi mencari pekerjaan dan pekerjaan apa pun itu asalkan aku bisa menghidupi bayi ku kelak karena saat ini tabungan ku hanya tersisa sedikit lagi", ujar Hanna.
"Uang tabungan itu hanya khusus untuk membayar kontrakan ini saja sampai bayi ku telah tumbuh menjadi anak yang pintar dan sisa nya aku akan mengumpulkan uang itu di mulai dari sekarang", ujar Hanna lagi.
"Maafkan aku bayi ku karena seperti nya mami mu ini akan sedikit kelelahan ke depan nya dan mami harap kamu mengerti dan tidak membuat mami jadi kesusahan untuk melakukan apa pun itu sampai kamu telah lahir ke dunia ini", ujar Hanna lagi sambil mengelus perut nya.
Lalu Hanna pun kembali melanjutkan memakan mie instan itu lagi sambil menonton TV yang ada di depan nya saat ini.
***
Sembilan Bulan Kemudian
Saat ini Hanna sedang berjuang di rumah sakit yang ada di desa terpencil itu karena pada saat ini Hanna akan segera melahirkan buah hati nya itu.
Rumah sakit itu cukup jauh dari kontrakan Hanna dan jarak nya juga satu jam dari kontrakan Hanna tersebut.
Saat Hanna merasakan sakit yang amat mendalam pada bagian perut nya itu Hanna pun langsung saja meminta pertolongan keluar rumah nya dan kebetulan ada seorang tetangga Hanna yang sedang melihat nya kesakitan seperti itu.
Lalu Hanna pun segera di bawa oleh tetangga nya itu menuju ke rumah sakit yang ada di desa terpencil itu.
Walau pun jarak nya lumayan jauh tapi Hanna pun merasa lega karena diri nya telah berada di dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit itu Hanna pun langsung di bawa masuk oleh tenaga medis yang ada di rumah sakit itu menuju ke ruangan persalinan dengan menggunakan kursi roda yang telah mereka siapkan untuk keadaan darurat.
Setelah itu Hanna pun langsung di baringkan oleh petugas medis itu di atas tempat tidur yang ada di dalam ruangan bersalin itu.
Kemudian dokter pun langsung memeriksa kondisi Hanna saat ini untuk menentukan jenis persalinan seperti apa yang akan Hanna lakukan ke depan nya.
Sedangkan para tetangga Hanna yang berjumlah lima orang itu pun sedang menunggu Hanna di luar ruangan persalinan itu.
Mereka terdiri dari sepasang suami istri yang mempunyai mobil yang telah membawa Hanna ke rumah sakit itu dan juga terdapat dua orang Ibu-Ibu paruh baya yang seusia dengan Ibu Hanna.
Lalu satu orang lagi adalah anak dari salah satu Ibu-Ibu yang telah ikut membantu Hanna pergi ke rumah sakit itu dan anak Ibu itu pun juga seusia dengan Hanna namun dia adalah seorang anak laki-laki.
Anak laki-laki Ibu itu pun bernama Jiu dan saat ini Jiu pun belum menikah dan sedang mencari sosok istri yang akan dinikahi nya kelak.
Saat ini dokter dan beberapa orang perawat pun sedang berusaha untuk membantu kelahiran buah hati Hanna itu.
Lalu dokter itu pun telah memutuskan bahwa Hanna akan melahirkan secara normal karena saat ini Hanna termasuk sebagai kategori wanita yang bisa melahirkan secara normal.
"Sedikit lagi Ibu", ujar seorang dokter kepada Hanna.
Sedangkan beberapa orang perawat yang ada di dalam ruangan itu sedang mempersiapkan segala keperluan proses melahirkan itu.
Hanna merasa diri nya sangat kelelahan untuk mendorong bayi nya keluar dari dalam perut nya itu dan untung saja semua tenaga medis yang membantu Hanna melahirkan itu sangat baik kepada nya.
Dokter dan para perawat itu pun selalu memberi dukungan kepada Hanna sambil menyuruh Hanna untuk tetap menjaga nafas nya supaya proses melahirkan secara normal itu tidak sesakit yang Hanna bayangkan.
Karena semua orang yang ada di dalam ruangan itu sangat baik kepada nya Hanna pun juga ikut semangat untuk mengeluarkan bayi itu dari dalam perut nya.
***
Kediaman Diego
Saat ini Diego sedang berada di dalam ruangan kerja yang ada di dalam kediaman nya itu dan entah kenapa perasaan Diego tidak enak kali ini.
Selama sembilan bulan semenjak Hanna telah pergi dari hidup nya itu Diego pun merasa hari-hari yang telah di lalui nya itu hampa dan seperti tidak bermakna sama sekali.
Diego juga merasa menyesal telah berkata seperti itu kepada Hanna karena saat ini Diego yakin kalau Hanna tidak akan pernah berbuat seperti itu kepada nya apa lagi setelah Diego melihat catatan diary Hanna yang ada di dalam kamar nya.
Di dalam diary nya itu Hanna mengatakan kalau diri nya sangat mencintai Diego dan tidak akan pernah mengecewakan Diego bagaimana pun kondisi Diego nanti nya.
Hanna pun juga mengatakan bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan Diego jika Diego berada di dalam kondisi yang sangat kesusahan.
Apa lagi jika Diego sedang membutuhkan sosok yang akan menyemangati hidup nya dan Hanna juga telah berniat untuk menjadi sosok yang selalu ada di samping Diego.
Karena Hanna tidak mau berpisah dengan Diego jadi Hanna telah menetapkan hati nya untuk selalu ada di samping Diego baik di dalam suka dan duka nya Diego.
__ADS_1
"Hanna", ujar Diego sambil melihat foto pernikahan mereka yang ada di dalam ruangan kerja nya itu.
"Sedang apa kamu sekarang?" Tanya Diego.
"Apa kamu baik-baik saja di luar sana?" Tanya Diego lagi.
"Aku telah membaca semua isi buku diary mu itu dan aku juga telah mengetahui kalau kamu begitu sangat mencintai ku dan tidak pernah berniat untuk mengecewakan dan mengkhianati ku", ujar Diego.
Lalu pada saat Diego sedang terhanyut dengan Hanna saat ini tiba-tiba saja Ara menelpon nya dan Diego pun tidak mengangkat panggilan dari Ara tersebut karena ia tidak mau lagi berurusan dengan wanita murahan seperti Ara itu.
Karena panggilan dari Ara tidak kunjung di angkat oleh Diego akhirnya Ara pun memutuskan untuk mengirimkan sebuah pesan kepada Diego dan memang benar ternyata Diego membaca pesan dari Ara itu.
"Diego", tulis Ara pada pesan tersebut.
"Aku kemarin melihat istri mu", tulis Ara lagi.
Setelah melihat itu Diego pun langsung menghubungi Ara pada saat itu juga karena Diego sangat ingin bertemu dengan Hanna saat ini.
"Halo", ujar Diego kepada Ara lewat ponsel nya.
"Iya apa kamu telah berubah pikiran pada saat ini maka nya kamu berusaha untuk menelpon ku balik", ujar Ara.
"Dimana Hanna?" Tanya Diego to the poin.
"Kemarin aku telah melihat nya sedang jalan-jalan sore dengan seorang pria dan mereka pun tampak sangat bahagia sekali saat itu", ujar Ara.
"Kapan kamu melihat nya?" Tanya Diego lagi.
"Sekitar dua hari yang lalu", ujar Ara.
"Sebenarnya aku takut untuk memberi tau mu mengenai istri mu itu tapi setelah aku pikir-pikir kembali kamu juga harus tau dengan kondisi istri mu saat ini", ujar Ara lagi.
"Maksud mu", ujar Diego.
"Kamu lihat saja sendiri video yang telah aku kirimkan kepada mu saat ini", ujar Ara.
"Di dalam video itu istri mu terlihat seperti seorang wanita yang sedang mengandung dan aku rasa dia telah menikah dengan pria itu", ujar Ara lagi.
"Aku sangat merasa kasihan sekali kepada mu maka nya aku memberi tau mu mengenai itu", ujar Ara lagi.
"Saat ini istri mu sedang berbahagia dengan pria lain sementara diri mu masih memikirkan istri mu itu", ujar Ara lagi.
"Ok! Aku akan melihat Video itu dulu dan sebelum aku melihat nya dengan mata kepala ku sendiri maka aku tidak akan percaya dengan kata-kata mu itu", ujar Diego.
"Baiklah silahkan menikmati tontonan mu itu", ujar Ara.
Lalu panggilan itu pun segera berakhir dan Diego pun langsung memutar video yang telah di kirimkan oleh Ara itu kepada nya.
"Jadi selama ini dia benar-benar suka bermain di belakang ku dengan pria lain", ujar Diego lagi.
"Dasar wanita murahan aku telah percaya dengan nya saat ini tapi dia malah membuktikan kalau diri nya memang berselingkuh dengan pria lain", ujar Diego lagi sambil menggenggam tangan nya depan penuh amarah.
"Apa kekurangan ku dari semua pria yang telah kamu puaskan itu", ujar Diego lagi.
Kemudian Diego pun langsung membanting semua barang-barang yang ada di atas meja kerja nya itu termasuk foto diri nya saat bersama dengan Hanna yang selalu Diego pajang di atas meja kerja nya itu.
"Aku telah salah menilai mu selama ini", ujar Diego sambil menjatuhkan air mata nya dan terduduk di atas lantai yang ada di dalam ruangan kerja nya itu.
"Ternyata selama ini kamu hanya memakai topeng di depan ku", ujar Diego lagi sambil melihat foto mereka yang telah jatuh ke atas lantai.
Lalu Diego pun memutuskan untuk pergi ke sebuah bar yang dulu sering ia datangi bersama dengan teman-teman nya semasa kuliah dulu.
***
Rumah Keluarga Clara
Saat ini Clara dan Rey sedang bermain dengan bayi nya di dalam kamar mereka.
Clara telah melahirkan dari dua bulan yang lalu dan saat ini bayi nya pun sudah berusia dua bulan.
Rey datang ke desa untuk menjenguk Clara dan membawa Clara dan bayi nya kembali untuk tinggal di kota karena semenjak Clara mau melahirkan Clara sudah tinggal dengan orang tua nya di desa dan sampai pada saat ini.
Sedangkan Rey harus selalu berada di kota karena urusan pekerjaan nya maka nya mereka telah berpisah untuk sementara waktu sampai Clara melahirkan dan ini adalah kali ke dua nya Rey untuk datang ke desa semenjak Clara telah melahirkan buah hati nya.
"Lucu sekali anak Ayah", ujar Rey kepada bayi nya itu.
"Ayo bantu aku mengambil koper yang ada di atas lemari itu", ujar Clara kepada suami nya itu.
"Baiklah", ujar Rey.
Lalu Rey pun segera menjangkau koper itu dengan tangan nya dan setelah itu Rey pun memberikan koper itu kepada Clara.
"Terima kasih", ujar Clara.
Kemudian Clara pun segera menyusun pakaian nya ke dalam koper itu sementara Rey kembali lagi bermain dengan bayi nya itu.
Bayi Rey dan Clara berjenis kelamin laki-laki dan saat ini juga mereka bertiga akan berangkat ke kota untuk tinggal bersama lagi.
__ADS_1
Lalu pada saat mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing tiba-tiba saja Ibu Clara datang dan menyuruh mereka untuk segera keluar dari dalam kamar karena saat ini Ibu Hanna telah datang untuk melihat bayi nya.
"Aku rasa beliau ingin melepas kepergian bayi kita", ujar Clara kepada Rey.
"Ayo kita segera keluar", ujar Rey.
Lalu mereka semua pun langsung keluar dari dalam kamar dan pergi menemui Ibu Hanna yang telah duduk di atas sofa ruang keluarga rumah Clara itu.
"Aduh gemas sekali", ujar Ibu Hanna ketika ingin mengambil bayi Clara di tangan Rey.
"Ini Nenek", ujar Rey kepada bayi nya itu sambil memberikan bayi nya itu kepada Ibu Hanna.
"Sebentar lagi kami akan di tinggal pergi", ujar Ibu Clara kepada Ibu Hanna.
"Bersabarlah karena kamu masih bisa untuk pergi berkunjung ke kota dan melihat cucu mu lagi sedangkan aku tidak tau dimana anak ku berada saat ini", ujar Ibu Hanna.
"Aku juga menginginkan seorang cucu maka nya aku datang kesini untuk melepas kepergian cucu mu ini", ujar Ibu Hanna lagi kepada Ibu Clara.
"Tenang saja kamu bisa menganggap cucu ku ini adalah cucu mu juga", ujar Ibu Clara.
"Tentu saja harus begitu kalau tidak aku akan marah kepada mu", ujar Ibu Hanna sambil tertawa.
"Nanti cucu mu juga harus aku anggap sebagai cucu ku", ujar Ibu Clara.
"Entahlah aku tidak tau apakah aku akan mempunyai seorang cucu ke depan nya", ujar Ibu Hanna dengan wajah sedih nya.
"Semoga saja Hanna kembali lagi ke desa ini dan aku juga berharap kalau Hanna kembali lagi dengan suami nya", ujar Ibu Clara.
"Aku juga berharap seperti itu", ujar Ibu Hanna.
Lalu Ibu Hanna dan Ibu Clara pun bermain dengan bayi Clara saat ini sedangkan Clara dan Rey sedang memakan kue yang ada di atas meja ruang keluarga itu sambil melihat ke arah Ibu Hanna dan Ibu Clara.
"Ibu makan lah kue ini", ujar Clara kepada Ibu Hanna.
"Kue ini sangat enak sekali karena Ibu ku yang telah membuat nya", ujar Clara lagi kepada Ibu Hanna.
"Tenang saja nanti aku akan memakan nya", ujar Ibu Hanna.
"Kamu seperti tidak tau saja", ujar Ibu Clara kepada Clara.
"Kami kan bersahabat dan kami juga sudah sering memakan makanan yang ada di atas meja tanpa izin terlebih dahulu", ujar Ibu Clara lagi kepada Clara.
"Bukan kah kamu juga seperti itu dengan Hanna", ujar Ibu Clara lagi kepada Clara.
"Iya aku hanya mengingatkan saja mana tau lupa", ujar Clara.
"Walau pun kami sudah tua tapi ingatan kami masih akurat", ujar Ibu Clara lagi.
"Kamu ada-ada saja", ujar Ibu Hanna kepada Ibu Clara sambil tertawa.
Lalu mereka semua pun ikut tertawa menyaksikan pembicaraan di antara Ibu Hanna dan Ibu Clara itu.
"Oh iya Rey bagaimana dengan kabar Diego saat ini?" Tanya Ibu Hanna.
"Dia baik-baik saja sekarang dan masih seperti biasa dia selalu sibuk dengan pekerjaan nya", ujar Rey.
"Bagus lah kalau seperti itu aku takut dia juga merasakan hal yang sama dengan ku karena sampai saat ini aku selalu memikirkan Hanna", ujar Ibu Hanna.
"Jadi setidaknya Diego bisa melanjutkan hidup nya dengan baik tanpa harus terganggu dengan pikiran-pikiran yang belum tentu terjadi itu", ujar Ibu Hanna lagi.
"Iya Ibu semoga saja Diego bisa melanjutkan hidup nya dengan baik", ujar Rey.
"Semoga saja", ujar Ibu Clara dan Ibu Hanna secara bersamaan.
Lalu mereka pun memakan kue yang telah di tawarkan oleh Clara tadi sedangkan Clara sibuk menggoda bayi nya itu yang masih berada di dalam pangkuan Ibu Hanna.
***
Kediaman Ara
Saat ini Ara sedang mengirim sebuah pesan kepada Diego dan Ara sudah tau kalau Diego akan mau menemui nya pada besok siang.
Karena Ara merasa kalau diri nya telah memberikan informasi yang sangat berharga kepada Diego jadi tidak ada alasan bagi Diego untuk menolak ajakan nya itu.
"Diego ayo bertemu dengan ku pada saat jam makan siang besok di restoran yang pernah kita datangi waktu itu", tulis Ara.
"Aku akan menunggu mu di restoran itu jadi datang lah tepat waktu", tulis Ara lagi di pesan yang telah dikirimkan nya itu kepada Diego.
Lalu beberapa menit kemudian masuk lah balasan pesan dari Diego dan Ara pun langsung membaca nya.
"Baiklah", tulis Diego.
Melihat balasan pesan Diego yang seperti itu kepada nya Ara pun langsung tersenyum dengan licik nya.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...