Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Serangan Diego


__ADS_3

Kediaman Diego


"Hanna sudah tidur", gumam Diego setelah sampai di dalam kamar nya.


Lalu Diego pun segera berjalan menuju ke balkon kamar nya untuk menutup pintu yang ada disana.


Setelah pintu balkon itu di tutup Diego pun segera menutup pintu kaca itu dengan gorden mewah yang ada di pinggir pintu balkon itu sehingga pada saat ini kamar nya telah tertutup dengan rapat dari udara luar yang masuk ke dalam kamar nya itu.


"Akhirnya aku bisa beristirahat juga", ujar Diego.


Lalu Diego pun segera mengambil remot AC yang ada di atas meja kecil di samping tempat tidur nya itu dan ia pun langsung mengatur suhu ruangan kamar nya agar ia bisa tidur dengan nyenyak malam ini.


"Hanna maafkan aku", ujar Diego sambil melihat Hanna yang telah tertidur dengan lelap nya di samping nya saat ini.


"Aku harap besok aku bisa membawa pulang bayi kita dengan keadaan yang baik", ujar Diego lagi.


Lalu Diego segera memejamkan mata nya karena pada saat ini jam sudah menunjukkan pukul satu malam dan pada jam lima pagi ini Diego akan segera bersiap-siap untuk berangkat ke pulau Jeju.


***


Kediaman Sera


Jam empat pagi Sera terbangun dari tidur nya dan saat ini hati nya tidak karuan karena sampai detik ini setelah kejadian yang di alami nya kemaren itu Kakek nya dan Branden belum juga tau mengenai bayi Hanna yang telah di bawa oleh laki-laki yang juga termasuk ia benci di dalam hidup nya itu.


"Apa yang harus aku katakan kepada Kakek dan Branden", ujar Sera.


"Kali ini rencana kami akan berantakan gara-gara laki-laki itu", ujar Sera lagi.


"Di satu sisi aku merasa bersalah kepada Kakek dan Branden karena mereka telah berjuang dengan maksimal untuk mendapatkan bayi itu dan di satu sisi lagi aku senang karena Rachel tidak jadi di bawa oleh laki-laki kurang ajar itu", ujar Sera lagi.


"Sudah lah lebih baik aku tidur lagi dan masalah itu besok saja aku pikirkan setelah aku bangun dari tidur ku", ujar Sera lagi.


Lalu Sera pun segera memejamkan mata nya lagi untuk melanjutkan istirahat nya kembali.


***


Kediaman Ara


"Aku harus pergi ke pulau Jeju untuk bertemu dengan pemilik helikopter itu", ujar Ara.


Saat ini Ara belum juga tidur karena setelah Alex memberi tau nya mengenai hasil penyelidikan nya itu Ara pun jadi tidak tenang di buat nya dan itu membuat diri nya terus berpikir sampai jam empat pagi ini.


"Kalau begitu jam delapan pagi aku harus segera berangkat ke bandara dan setelah itu langsung pergi ke Pulau Jeju untuk pergi menemui pria asing itu", ujar Ara lagi.


"Berapa pun dia meminta bayaran kepada ku maka aku akan membayar nya asalkan dia mau memberi tau ku dimana bayi itu berada saat ini", ujar Ara lagi.


Lalu Ara pun segera meraih ponsel nya untuk memesan tiket pesawat secara online.


"Akhirnya besok aku akan berangkat juga ke Pulau Jeju", ujar Ara.


Lalu Ara pun segera mempersiapkan semua barang-barang yang akan di bawa nya untuk berangkat ke Pulau Jeju.


***


Amerika


Saat ini bayi Hanna baru saja sampai di sebuah rumah yang sangat besar yang ada di Amerika.


Laki-laki yang telah membawa bayi Hanna itu pun sedang beristirahat di dalam kamar nya.


Jadi bayi Hanna saat ini sedang di urus oleh seorang pelayan yang ada di rumah itu.


Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang akhirnya bayi Hanna tertidur dengan sendiri nya setelah pelayan itu memberikan sebotol susu kepada nya.


"Lucu sekali bayi ini", ujar pelayan itu sambil memperhatikan bayi mungil Hanna itu.


"Tapi raut wajah nya tidak seperti tuan", ujar pelayan itu lagi.


"Oh iya mungkin dia mirip dengan Ibu nya", ujar pelayan itu lagi.


"Tidur lah bayi mungil karena besok kamu harus menjalani tes DNA yang akan tuan lakukan", ujar pelayan itu lagi kepada bayi Hanna.


Lalu pelayan itu pun segera menyelimuti bayi Hanna sampai menutupi seluruh badan nya dan hanya menyisakan kepala nya saja.


Setelah bayi Hanna di selimuti oleh pelayan itu bayi Hanna pun masih tertidur dengan pulas nya tanpa terganggu sedikit pun dengan gerakan-gerakan yang telah di lakukan oleh pelayan itu terhadap pipi nya saat ini.


***


Pulau Jeju


Saat ini pria asing pemilik helikopter itu sedang tertidur dengan pulas nya di sebuah kamar yang sangat luas dan ia juga di temani oleh seorang wanita cantik dan seksi yang juga sedang tidur di samping nya saat ini.


Mereka berdua tampak kelelahan karena habis bertempur sebelum mereka tertidur dan saat ini pun mereka tidak mengenakan sehelai pakaian apa pun di tubuh mereka dan tubuh polos mereka itu hanya di tutupi oleh sebuah selimut tebal yang berwarna putih.


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi dan mereka berdua pun masih tertidur dengan pulas nya.


Saat mereka sedang terhanyut dalam mimpi mereka masing-masing pada saat itu juga lah Diego secara tiba-tiba masuk ke dalam kamar mereka bersama dengan para anggota nya.


"Brakkk", bunyi pintu yang di buka secara paksa.

__ADS_1


Mendengar bunyi pintu yang di buka seperti itu tentu saja pria asing pemilik helikopter itu dan wanita yang tidur di samping nya itu pun langsung bangun dengan ekspresi kaget mereka masing-masing.


"Siapa kalian?" Tanya pria asing itu.


Lalu Diego pun langsung berjalan dengan langkah santai nya menuju ke depan pria asing itu.


Sedangkan wanita yang ada di samping pria asing itu pun tampak ketakutan sambil berusaha untuk menutupi diri nya dengan menggunakan selimut yang sedang mereka pakai saat ini.


"Katakan kepada ku siapa yang telah membayar mu?" Tanya Diego tanpa menjawab pertanyaan dari pria asing itu.


"Apa maksud mu bertanya seperti itu kepada ku?" Tanya pria asing itu lagi.


"Helikopter mu", ujar Diego sambil menatap tajam mata pria asing itu.


Mendengar perkataan Diego itu tiba-tiba saja pria asing itu langsung kaget di buat nya dan wajah nya pun langsung mendadak berubah.


"Aku tau saat ini kamu telah mengerti dengan maksud kedatangan ku kesini", ujar Diego lagi.


"Aku tidak tau apa pun mengenai semua itu dan aku juga telah menjelaskan semua nya kepada para polisi jadi tolong kalian segera pergi dari hadapan ku saat ini", ujar pria asing itu lagi.


Lalu Diego pun segera meminta pistol nya kepada salah satu anggota nya dan anggota nya itu pun langsung memberikan pistol yang di minta oleh Diego itu.


Setelah pistol itu berada di tangan nya Diego pun langsung menarik pelatuk pistol nya itu dan kemudian Diego pun langsung meletakkan ujung pistol itu di kepala pria asing itu.


Melihat reaksi Diego yang seperti itu pria asing itu pun langsung mengangkat ke dua tangan nya ke atas sedangkan wanita yang ada di samping nya saat ini juga sangat ketakutan dan wanita itu pun hanya bisa menggenggam dengan erat selimut yang di pegang nya saat ini sambil bergetar melihat ke arah pistol Diego itu.


"Cepat katakan atau hidup mu akan berakhir saat ini juga", ujar Diego dengan nada tegas nya.


"Lepaskan aku dan aku akan mengatakan siapa orang yang telah membayar ku itu", ujar pria asing itu lagi.


Lalu Diego pun semakin menancapkan pistol nya itu ke kepala pria asing itu dan hal itu pun tentu saja membuat pria asing itu sangat panik dan takut dengan keadaan yang sedang terjadi saat ini.


"Branden", ujar pria asing itu secara tiba-tiba.


"Apa! Branden", ujar Rey dari arah belakang Diego dengan ekspresi kaget nya.


"Rey", ujar Diego sambil menjauhkan pistol nya itu dari kepala pria asing itu.


"Iya ada apa?" Tanya Rey.


"Bawa pria ini ke markas", ujar Diego.


"Apa!" Ujar pria asing itu dengan ekspresi kaget nya.


"Tolong jangan bawa aku kemana pun aku mohon", ujar pria asing itu.


"Kalau begitu hajar dia sampai dia sekarat", ujar Diego.


"Apa!" Ujar pria asing itu dengan wajah takut nya.


Lalu Diego pun segera pergi meninggalkan kamar itu dan Rey bersama dengan anggota nya itu pun langsung menghajar pria asing itu sampai pria asing itu tidak sadarkan diri.


Sedangkan wanita yang bersama dengan pria asing itu pun hanya bisa diam sambil badan nya gemetaran menyaksikan kejadian yang ada di depan nya saat ini.


Lalu setelah Rey dan semua anggota Octopus pergi meninggalkan kamar itu wanita itu pun langsung menghampiri pria asing itu dan berusaha untuk membangunkan nya.


Tapi pria asing itu juga tidak sadarkan diri dan akhirnya wanita itu pun segera menelpon ambulance untuk bisa membawa pria asing itu pergi menuju ke rumah sakit.


***


Kediaman Sera


"Sera", teriak Kakek nya dari ruang keluarga kediaman nya itu.


Saat ini Sera masih tidur di dalam kamar nya dan setelah ia mendengar teriakan Kakek nya yang sangat kencang itu Sera pun langsung bangun dari tidur nya.


"Memang nya sekarang sudah jam berapa", ujar Sera sambil berusaha untuk menggapai jam Beker yang ada di atas meja kecil di samping tempat tidur nya itu.


"Baru jam tujuh pagi", ujar Sera dengan lemas nya.


Lalu Sera pun langsung memejamkan mata nya kembali setelah melihat jam Beker itu.


"Sera", teriak Kakek nya lagi dengan nada yang lebih tinggi dari sebelum nya.


"Astaga kenapa Kakek sudah berisik padahal hari baru jam tujuh pagi", ujar Sera.


Lalu Sera pun langsung tersadar dengan kejadian hari kemaren dan seketika itu juga Sera pun langsung bangun dari tidur nya dan ia pun langsung pergi menemui Kakek nya dengan langkah secepat mungkin karena Sera takut jika Kakek nya tambah marah lagi kepada nya.


"Iya Kakek", ujar Sera yang saat ini sudah berada di hadapan Kakek nya.


Lalu Kakek nya pun hanya menatap Sera dengan tatapan tajam nya sambil duduk di atas sofa yang ada di ruang keluarga kediaman nya itu.


"Katakan apa yang telah terjadi pada hari kemaren", ujar Kakek nya.


Lalu Sera pun mulai menceritakan semua kejadian itu kepada Kakek nya dan Kakek nya pun hanya menatap Sera dengan tatapan tajam nya tanpa menyanggah perkataan nya sedikit pun.


"Kakek maafkan aku", ujar Sera.


"Apa permintaan maaf mu itu bisa membuat keadaan menjadi lebih baik", ujar Kakek nya.

__ADS_1


"Lalu aku harus bagaimana saat ini", ujar Sera.


"Aku sudah tidak tau lagi harus berbuat apa saat ini", ujar Sera lagi.


"Perbuatan mu itu sungguh membuat keadaan menjadi lebih rumit", ujar Kakek nya.


"Apa kamu sudah membungkam pemilik helikopter itu", ujar Kakek nya lagi.


"Sudah dan Branden yang telah mengurus semua nya", ujar Sera.


"Kalau begitu suruh Branden untuk bersembunyi saat ini juga sampai aku bisa menemukan solusi yang tepat untuk bisa terhindar dari masalah yang telah kamu akibatkan ini", ujar Kakek Sera.


"Kenapa Kakek menyuruh Branden untuk bersembunyi", ujar Sera.


"Bukan kah semua nya sudah kita bungkam dan seharusnya kita tidak perlu melakukan hal itu karena mereka tidak akan membawa-bawa nama kita kepada Diego", ujar Sera lagi.


"Di situ lah aku belum bisa membiarkan mu untuk membalaskan dendam mu itu kepada Diego tanpa bantuan dari ku", ujar Kakek Sera.


"Jangan berkata apa-apa lagi saat ini dan suruh saja Branden untuk segera bersembunyi pada saat ini juga", ujar Kakek Sera lagi.


"Baik lah aku akan memberi tau nya saat ini juga", ujar Sera.


Lalu Sera pun segera pergi menuju ke dalam kamar nya untuk mengambil ponsel nya dan setelah itu menghubungi Branden.


***


Kediaman Diego


"Hanna", ujar Clara saat diri nya melihat Hanna yang sedang merenung di depan TV ruang keluarga kediaman Diego itu.


"Clara", ujar Hanna yang kaget dengan kehadiran Clara di depan nya saat ini.


"Kenapa kamu sudah murung seperti ini padahal hari baru jam sembilan pagi", ujar Clara.


Lalu Hanna hanya tersenyum menanggapi perkataan Clara itu dan setelah itu Hanna pun langsung mempersilahkan Clara untuk duduk di samping nya.


"Aku datang kesini karena Rey sedang pergi bersama Diego pada pagi buta ini", ujar Clara.


"Apa! Pergi kemana? Tanya Hanna.


"Kamu tidak mengetahui nya", ujar Clara.


"Tidak", ujar Hanna.


"Aku kira dia sedang pergi ke kantor sebelum aku bangun dari tidur ku", ujar Hanna lagi.


"Apa kamu kesulitan lagi untuk tertidur", ujar Clara.


"Iya dan akhir-akhir ini aku selalu tidur pada larut malam", ujar Hanna.


"Hanna kasihan sekali diri mu", ujar Clara dengan nada sedih nya.


"Jangan berkata seperti itu kepada ku kalau kamu seperti itu aku juga akan ikut bersedih dan langsung teringat dengan bayi ku", ujar Hanna.


"Baik lah aku tidak akan seperti itu lagi", ujar Clara.


"Ayo kita pergi ke pekarangan belakang rumah aku ingin mengambil udara segar disana", ujar Hanna.


"Ok", ujar Clara.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju ke pekarangan belakang kediaman Diego itu.


***


Amerika


"Bagaimana dokter apa bayi ini sudah bisa melakukan tes DNA pada saat sekarang ini", ujar tangan kanan pria yang telah membawa bayi Hanna itu.


"Baik lah kalau begitu aku akan melakukan nya sekarang juga", ujar dokter itu.


"Baik lah dokter", ujar tangan kanan pria yang telah membawa bayi Hanna itu.


Saat ini dokter itu sedang berada di kediaman pria yang telah membawa bayi Hanna itu dan dokter itu pun telah di bawa oleh tangan kanan pria yang telah membawa bayi Hanna itu untuk memeriksa kondisi kesehatan bayi Hanna itu sekaligus untuk melakukan tes DNA dengan diri nya.


Namun saat ini pria yang telah membawa bayi Hanna itu pun masih berada di dalam ruang kerja nya dan setelah menyelesaikan pekerjaan nya itu pria itu pun langsung pergi ke kamar bayi Hanna untuk melakukan tes DNA.


"Dimana Ayah dari bayi ini?" Tanya dokter itu kepada tangan kanan pria yang telah membawa bayi Hanna itu.


"Aku disini", ujar pria yang telah membawa bayi Hanna itu.


Lalu dokter dan semua orang yang ada di dalam kamar itu pun langsung melihat ke arah pria yang sedang berdiri di pintu masuk kamar itu.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2