Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Rumah Sakit


__ADS_3

Saat ini, Diego tengah berlari masuk ke dalam rumah sakit, ia menggendong Hanna, dan sesampainya di depan ruang IGD, Diego menaruh Hanna di atas tempat tidur yang telah di sediakan oleh pihak rumah sakit.


Rey, Clara, dan Ara segera mengikuti nya dari belakang.


Saat ini, mereka semua sedang menunggu di depan ruang pemeriksaan, kini Hanna tak sadarkan diri, dan tengah di periksa oleh seorang dokter, dan beberapa perawat yang ada di dalam ruangan tersebut.


Tampak Diego sedang mengintip dari depan pintu, dan terlihat para perawat sedang membersihkan darah yang terus mengalir dari tubuh Hanna.


Lalu, datang seorang petugas rumah sakit menghampiri Diego, ia meminta Diego untuk segera mengisi form pendaftaran, dan kemudian Diego segera menuju ke resepsionis untuk mengurus nya.


Setelah mengurus semua nya, kini Diego, dan semua nya sedang menunggu hasil pemeriksaan Hanna di kursi yang telah di sediakan rumah sakit.


"Bagaimana ini?" Tanya Clara.


"Semoga tidak terjadi apa-apa", ucap Clara lagi dengan wajah cemas nya.


"Bagaimana bisa dia mengalami hal ini, padahal aku hanya tidak sengaja menyandung kaki nya", celoteh Ara.


"Diam kamu", ucap Clara.


"Sudah lah kalian jangan berdebat di sini, tidak kah kalian lihat saat ini Diego terlihat sangat khawatir dengan istri nya", ucap Rey.


"Hanna, maafkan aku, aku tidak tau kalau kamu akan terluka seperti ini", ucap Diego.


Lalu, keluar lah seorang perawat, dan mereka segera menghampiri perawat itu.


"Siapa suami dari pasien?" Tanya perawat.


"Aku", jawab Diego.


"Saat ini, pasien sedang mengalami pendarahan, namun kami akan segera melakukan transfer darah sebanyak satu kantong, dan untuk itu suami dari pasien diharuskan untuk menandatangani surat perjanjian bermaterai", jelas perawat.


"Lakukan saja yang terbaik menurut dokter, baiklah suster aku akan segera menandatangani nya", ucap Diego.


Lalu, perawat itu segera masuk ke dalam ruangan Hanna, dan Diego segera menandatangani dokumen yang diperlukan.


"Bagaimana dengan Hanna?" Tanya Clara kepada Diego.


"Semoga dia baik-baik saja", ucap Diego.


"Tenanglah, biarkan dokter melakukan tugas nya terlebih dahulu, setelah itu kita akan melihat nya", ucap Rey.


Setelah Hanna selesai di obati oleh dokter, dan kini tiba saat nya pengunjung boleh menjenguk pasien.


Semua nya memasuki ruangan Hanna, dan kemudian Diego duduk di samping Hanna dengan menggenggam tangan istri nya itu.


"Diego", ucap Hanna dalam keadaan setengah sadar.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Diego.


Lalu, dokter segera menghampiri Diego, dan menceritakan mengenai keadaan Hanna yang sebenarnya.


"Pak Diego", panggil dokter.


"Iya dok", jawab Diego.


"Istri anda sudah ditangani oleh tenaga medis dengan maksimal, mulai dari sekarang, ia harus istirahat total, dan tidak boleh banyak bergerak, apalagi sampai kelelahan", ucap dokter.


"Istri saya sakit apa ya dok?" Tanya Diego.


"Kondisi nya tidak sedang dalam bahaya kan dokter?" Tanya Diego lagi.


"Jadi anda belum mengetahui nya?" Tanya dokter.


"Mengetahui apa! Aku baru melihat nya terjatuh hari ini", jawab Diego.


"Selamat", ucap dokter sambil menjulurkan tangan nya kepada Diego.


"Istri anda sedang hamil, saat ini usia kandungan nya sudah mencapai enam minggu, namun kondisi nya saat ini sedang dalam pengawasan", lanjut dokter.


"Apa!" Ucap Diego.


Kemudian, Diego menjabat tangan dokter.


Lalu, Diego segera melihat ke arah Hanna yang sedang berbaring di atas kasur rumah sakit.


"Baik lah, aku akan pergi dulu, kalau ada yang ingin ditanyakan, temui saja aku di ruangan ku", ucap dokter.


"Baiklah dok", jawab Diego.


Setelah itu dokter pergi, dan Clara meminta maaf kepada Diego perihal Hanna.


"Maafkan aku", ucap Clara.


"Jadi yang aku lihat itu ternyata bukan untuk mu, tetapi untuk Hanna?" Tanya Rey kepada Clara.


"Iya", jawab Clara sambil menundukkan kepala nya.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak memberi tau ku?" Tanya Diego.


"Hanna tidak mau kamu mengetahui nya sebelum hubungan mu dengan nya membaik, jadi dia meminta ku untuk merahasiakan nya dari mu", jelas Clara.


Lalu, Diego menyalahkan diri nya sendiri.


"Ini semua adalah salah ku, kalau aku tidak menemui Sera, dia tidak akan mengalami hal seperti ini", ujar Diego.


"Aku pasti akan sangat menjaga nya, jika aku tau dia sedang mengandung anak ku", ujar Diego lagi.


"Jangan salahkan diri mu, sekarang yang paling penting adalah kamu harus selalu ada di samping nya", ucap Clara.


Mendengar semua itu, Ara hanya terdiam, dan tidak berani berkata apa pun kepada Diego.


Ara takut ketahuan kalau sebenarnya ia telah sengaja untuk membuat Hanna terjatuh.


"Kalau begitu aku akan mengantar mereka pulang, setelah itu aku akan balik lagi ke sini", ucap Rey kepada Diego.


"Ok", ucap Diego.


"Aku di sini saja", ucap Clara.


"Kamu istirahatlah dulu di rumah, jika kamu ingin ke sini lagi, aku akan menjemput mu", ucap Rey.


"Baiklah", ucap Clara lirih.


Melihat sikap Clara yang terlihat patuh kepada Rey, membuat hati Rey kagum kepada nya.


Setelah Rey, Ara, dan Clara pergi meninggalkan rumah sakit, Diego hanya terduduk diam di samping Hanna.


"Aku berjanji akan terus ada di samping mu", ucap Diego kepada Hanna dengan tatapan kekhawatiran nya.


Tiba-tiba Hanna bertanya, ketika ia melihat Diego telah ada di samping nya.


"Dimana aku?" Tanya Hanna.


"Kita sedang berada di rumah sakit", jawab Diego.


"Tunggu sebentar, aku akan memanggil dokter", ucap Diego.


Setelah dokter mengecek kondisi Hanna, dokter tersebut melihat kalau kandungan Hanna sudah mulai membaik dari keadaan yang sebelum nya.


"Besok pagi istri anda sudah boleh pulang ke rumah, dan sebelum pulang, jangan lupa untuk mengambil obat di apotek rumah sakit", ucap dokter.


"Baiklah, jadi apa kehamilan istri saya sudah dalam kondisi normal sekarang dok?" Tanya Diego.


"Seperti nya besok pagi sudah lebih baik dari pada sekarang, tapi tidak seperti wanita hamil pada umum nya, karena akibat terjatuh dan mengalami pendarahan, maka istri anda harus tetap beristirahat total di rumah sampai waktu nya melahirkan", jelas dokter.


Lalu, dokter segera pergi dari ruangan Hanna.


Saat ini, Hanna sedang berada di salah satu ruangan VVIP rumah sakit Namsan.


Rumah sakit ini adalah salah satu rumah sakit yang terbaik di kota.


Diego membawa Hanna ke sini, di karenakan jarak rumah sakit ini lumayan dekat dengan lokasi kejadian saat Hanna terjatuh.


"Kenapa kamu tidak memberi tau ku, kalau kamu sedang mengandung anak ku?" Tanya Diego.


"Maafkan aku, aku hanya kecewa, dan sangat marah pada mu", jawab Hanna.


"Lain kali, kamu harus menceritakan semua hal kepada ku, aku tidak mau kejadian seperti ini terulang kembali", ujar Diego.


"Ok! Akan aku lakukan", ucap Hanna.


"Sekali lagi maafkan aku, aku tidak bisa kalau kamu tidak ada di dekat ku, dan aku takut kalau kehilangan diri mu", ucap Diego sambil menahan tangis nya.


"Jangan menangis, aku juga ingin menangis, jika melihat mu seperti ini", ucap Hanna.


Lalu, Diego memeluk Hanna, dan mereka terhanyut dengan perasaan yang mereka rasakan saat ini.


***


Saat ini Rey, Ara, dan Clara tengah berada di dalam mobil, dengan posisi duduk Rey berada di bagian setir, Ara duduk di depan tepat nya di samping Rey, sedangkan Clara duduk sendirian di belakang Ara.


"Aku akan mengantarkan mu duluan", ucap Rey kepada Clara.


"Terserah", jawab Clara.


"Kenapa kamu tidak mendahulukan aku?" Tanya Ara.


"Saat ini aku juga ingin cepat sampai di rumah ku, dan ingin segera beristirahat dari kejadian yang melelahkan ini", ucap Ara dengan nada santai nya.


"Baik lah", ucap Rey.


"Clara, maafkan aku, aku memang sedang terburu-buru saat ini, ada hal yang harus aku selesaikan malam ini", ujar Ara.


"Jadi tolong mengerti keadaan ku, apa kamu tidak keberatan kalau aku meminta di antar pulang terlebih dahulu", jelas Ara kepada ujar Ara kepada Clara.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, aku mengerti", ucap Clara.


"Kenapa mereka terlihat akur begini, aku jadi bingung", batin Rey.


"Perasaan ku kepada Ara masih ada, namun jika melihat gadis yang ada di belakang ku, membuat ku mulai tergoyahkan oleh diri nya", ucap Rey dalam hati nya.


Saat ini, Ara telah turun dari mobil, dan akan segera memasuki rumah nya.


"Sampai jumpa, dan hati-hati di jalan", ucap Ara.


Lalu, Rey hanya membunyikan klakson mobil kepada nya, dan segera pergi menuju ke rumah Clara.


"Ternyata Ara adalah wanita yang sangat kaya, apa aku pantas bersaing dengan nya, melihat rumah nya saja aku jadi sedikit minder", ucap Clara dalam hati.


"Apa yang sedang kamu pikirkan, jangan melamun di tengah jalan begini", ucap Rey.


Mendengar perkataan Rey, membuat Clara tersadar dari lamunan nya. Kemudian keadaan nya mulai canggung, dan membuat mereka saling curi-curi pandang.


"Besok pagi aku akan menjemput mu, jadi beristirahatlah malam ini, Hanna sudah ada yang menjaga nya, jadi jangan khawatir", ucap Rey.


"Baik lah, besok jangan lupa hubungi aku sebelum kamu berangkat", ucap Clara.


"Ok" ucap Rey.


Setelah Clara turun dari mobil, Rey menyuruh Clara untuk masuk terlebih dahulu ke dalam rumah nya.


Setelah itu, Rey baru pergi menuju ke rumah sakit, namun Clara mengintip kepergian Rey dari jendela rumah nya.


"Apa aku mulai menyukai nya", ucap Rey sambil tersenyum melihat ke arah jalan yang sedang di lewati nya.


***


Saat ini, Diego sudah mengurus kepulangan Hanna, dan di dalam ruangan itu terlihat Rey dan Clara ikut membereskan barang milik Hanna, barang itu di bawa oleh Rey semalam dari rumah Diego.


"Ayo kita pulang", ucap Diego.


"Ok", ucap Hanna.


Lalu, Diego segera mendorong kursi roda Hanna menuju ke mobil nya, dan kemudian ia memasukkan Hanna ke dalam mobil.


Saat ini, Diego dan Hanna duduk di kursi belakang, sedangkan Clara dan Rey duduk di kursi bagian depan.


"Aku akan menyetir dengan pelan, supaya kamu tidak mabuk dalam perjalanan", ucap Rey.


Lalu, mereka segera pergi menuju ke rumah Diego.


Saat ini, Hanna sedang di temani oleh Clara di dalam kamar nya, sedangkan Diego dan Rey akan pergi meninggalkan mereka sebentar.


Ya, Diego telah berjanji kepada Pak Oskar untuk membicarakan bisnis siang ini di salah satu restoran tradisional Korea.


"Bagaimana dengan bisnis yang kami tawarkan?" Tanya Diego.


"Aku setuju, tapi aku butuh jaminan", ucap Pak Oskar.


"Sebutkan saja", ucap Diego.


"Keuntungan 40% itu akan aku minta di awal sebanyak 10%" ucap Pak Oskar.


"Baik lah, tapi dengan satu syarat", ucap Diego.


"Syarat apa?" Tanya Pak Oskar.


"Kalau sampai gagal mendistribusikan barang itu, aku akan minta dua kali lipat dari jaminan yang telah kita sepakati ini", ucap Diego.


Lalu, Pak Oskar terdiam, dan membatalkan jaminan yang telah di minta nya itu.


"Ok! Akan kita laksanakan tanpa jaminan keuntungan di awal" ucap Pak Oskar.


Lalu, mereka berdua segera berjabat tangan, dan pergi dari restoran tersebut.


Mendengar kerja sama yang telah terjadi antara organisasi Octopus dengan Oskar, membuat Zhen Shui sangat murka dan marah.


Kemudian, Zhen Shui segera mengumpulkan anggota nya untuk menyerang Diego.


Saat perjalanan pulang menuju ke rumah nya, tiba-tiba belum sampai setengah jalan, Diego berserta Rey dan anggota nya di kejar oleh anggota Zhen Shui dari belakang.


Sehingga, proses kejar-kejaran itu telah sampai ke area perbatasan desa dan kota.


Diego dan anggota nya, sengaja menghalau Zhen Shui beserta anggota nya ke sana, karena Diego tidak ingin membuat kehebohan di pusat kota.


Setelah semua nya berhenti di perbatasan, mobil anggota Zhen Shui segera mengepung mobil Diego, beserta mobil anggota yang ikut bersama Diego.


Lalu, semua anggota Diego segera keluar, dan saling menodongkan senjata dengan anggota Zhen Shui.


Apa yang akan terjadi kepada Diego? dan Bagaimana kah kehamilan Hanna ke depan nya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...


__ADS_2