Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Khawatir


__ADS_3

Saat ini Diego, Hanna, Krystal dan beberapa orang pengawal telah berada di sebuah rumah sakit ternama yang ada di Amerika.


Krystal sedang berada di dalam ruangan operasi karena dokter harus mengoperasi tangan Krystal yang tidak berhenti-henti nya mengeluarkan banyak darah dan itu bisa berakibat fatal terhadap Krystal.


Kalau luka nya dibiarkan begitu saja tanpa ada nya penanganan dari seorang dokter maka bisa dipastikan nyawa Krystal akan melayang dalam beberapa jam ke depan dan seperti itu lah yang dikatakan oleh dokter yang mengurus Krystal saat ini.


"Diego tenanglah", ujar Hanna.


Namun Diego tetap saja mondar mandir terus di depan ruangan operasi tanpa pernah duduk sekali pun dan melihat Diego yang seperti itu tentu saja membuat Hanna khawatir kepada nya.


"Krystal bertahanlah", ujar Diego sambil mondar mandir.


Saat ini pikiran Diego kacau dan dia sangat takut kalau adik nya itu pergi meninggalkan nya untuk selama-lama nya.


"Ya Tuhan tolong selamatkan Krystal", ujar Hanna.


"Aku harus memberi tau Ayah mengenai Krystal", ujar Hanna lagi.


Kemudian Hanna segera mengambil ponsel nya dari dalam tas dan menghubungi Ayah Diego untuk menceritakan apa yang telah terjadi kepada Krystal.


Namun Ayah Diego tak kunjung mengangkat telpon dari Hanna dan melihat telpon nya tidak di angkat oleh Ayah Diego Hanna memutuskan untuk memberi tau beliau nanti saja setelah Krystal selesai di operasi.


Saat ini Krystal sudah dua jam berada di dalam ruangan operasi dan selama itulah Diego telah mondar mandir di depan ruangan tersebut.


"Diego duduklah", ujar Hanna.


"Apa kamu tidak lelah berdiri selama itu?" Tanya Hanna.


"Aku baik-baik saja", ujar Diego.


Setelah lama menunggu akhirnya dokter keluar juga dari ruangan operasi itu dan Diego segera menghampiri dokter itu untuk menanyakan keadaan adik nya itu.


"Operasi telah berhasil dilakukan dan sebentar lagi pasien akan segera dipindahkan ke ruangan nya dan saat ini para perawat masih membersihkan luka pasien di dalam ruangan operasi", ujar dokter itu.


"Lalu bagaimana dengan kondisi adik saya dokter?" Tanya Diego.


"Sekarang dia sudah baik-baik saja karena pasien dapat segera ditangani oleh pihak rumah sakit sebelum semua nya terlambat dan kalau sampai dia terlambat untuk dibawa kesini maka bisa berakibat fatal untuk diri nya", ujar dokter itu menjelaskan.


"Untung kamu segera membawa nya kesini", ujar Hanna.


"Kalau tidak kita bisa menyesal seumur hidup", ujar Hanna lagi.


Lalu Krystal segera dibawa keluar oleh para perawat dan mereka akan memindahkan Krystal ke ruangan VVIP yang telah Diego minta ke pihak rumah sakit.


Melihat itu Diego, Hanna dan para pengawal segera mengikuti para perawat itu dari belakang dan mereka berjalan dengan perasaan yang sudah mulai sedikit lega.


Setelah sampai di dalam ruangan VVIP itu Diego dan Hanna segera duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu sambil menunggu Krystal sadar kembali.


Sedangkan para pengawal sedang berdiri di depan pintu ruangan Krystal. Mereka berdiri dengan rapi nya dan bertugas untuk menjaga dan mengamankan Krystal.


***


Kantor Ayah Diego


Sore ini Rey sedang berada di dalam ruangan kerja nya Ayah Diego. Rey telah memastikan kepada Ayah Diego mengenai keputusan nya untuk menikahi Clara.


Rey meminta kepada Ayah Diego untuk membicarakan perihal ini kepada Branden secepatnya dan Ayah Diego langsung menyuruh Branden untuk datang ke kantor nya sore ini juga.


Saat Rey masih berada di dalam ruangan nya Ayah Diego tiba-tiba Rey menerima panggilan telpon dari Diego mengenai Krystal yang masuk ke rumah sakit.


"Halo", ujar Rey.


"Rey dimana kamu sekarang?" Tanya Diego.


"Di ruangan Ayah mu", jawab Rey.


"Apa kamu sudah menceritakan urusan mu kepada Ayah ku?" Tanya Diego.


"Sudah dan saat ini Ayah mu sedang menyuruh Branden untuk segera datang ke kantor nya", ujar Rey.


"Apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan?" Tanya Rey.


"Tolong katakan kepada Ayah ku angkat telepon dari ku", ujar Diego.


"Aku ingin mengabari Ayah ku tentang Krystal yang mencoba bunuh diri", ujar Diego lagi.


"Ayah ku tidak mengangkat telpon dari ku dan Hanna", ujar Diego lagi.


"Lalu bagaimana dengan adik mu sekarang?" Tanya Rey.


"Dia sedang di rawat di rumah sakit", ujar Diego.


"Rey apa itu Diego?" Tanya Ayah Diego.


"Iya paman", jawab Rey.


"Diego mengatakan kalau Krystal sedang di rawat di rumah sakit dan paman tak kunjung mengangkat telpon dari nya", ujar Rey.


"Apa! Berikan telpon mu pada ku", ujar Ayah Diego.


"Halo", ujar Ayah Diego kepada anak nya.


"Iya Ayah", jawab Diego.


"Bagaimana dengan Krystal?" Tanya Ayah nya.


"Sekarang dia sudah membaik dan sedang di rawat di rumah sakit", jawab Diego.


"Ayah akan berangkat ke Amerika malam ini juga", ujar Ayah nya.


"Baiklah", ujar Diego.


Kemudian Ayah Diego memberikan ponsel itu kembali kepada Rey dan Rey segera pamit kepada Ayah Diego.

__ADS_1


Tak lama kemudian datanglah Branden dan Ayah Diego menceritakan semua nya kepada Branden mengenai perjodohan nya dengan Clara.


"Apa!" Ujar Branden.


"Kenapa paman membatalkan perjodohan ku?" Tanya Branden.


"Sebelum nya dia telah setuju dengan ajakan untuk menikah dengan ku", ujar Branden.


"Lalu apa yang terjadi sekarang, Rey tiba-tiba mengajak nya untuk menikah padahal sudah dengan jelas aku duluan yang mengajak nya untuk menikah dengan ku dan dia juga telah menerima lamaran dari ku", ujar Branden lagi.


"Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk mu", ujar Ayah Diego.


"Rey dan wanita itu sendiri yang meminta ku untuk membatalkan perjodohan ini", ujar Ayah Diego lagi.


"Aku merasa seperti dipermainkan disini", ujar Branden.


"Kalau kamu tidak menerima penolakan ini lebih baik kamu saja yang membicarakan semua ini kepada wanita itu dan juga kepada Rey", ujar Ayah Diego.


"Ini bukan lagi urusan ku karena bukan aku yang menyuruh nya untuk membatalkan perjodohan dengan mu tapi dia sendiri yang ingin membatalkan nya", ujar Ayah Diego lagi.


"Bukankah kamu meminta tolong kepada ku untuk menyampaikan niat mu kepada nya dan aku telah melakukan itu semua bukan berarti aku akan menjamin dia akan menerima mu", ujar Ayah Diego lagi.


"Sudahlah kepala ku terlalu pusing untuk memikirkan masalah mu ini", ujar Ayah Diego lagi.


"Ok paman aku mengerti", ujar Branden.


"Biar aku saja yang berbicara kepada Clara", ujar Branden lagi.


Kemudian Ayah Diego menganggukkan kepala nya kepada Branden dan Branden segera pergi dari ruangan Ayah Diego dan setalah itu dia pergi ke kediaman keluarga Sera.


***


Kediaman Keluarga Sera


"Apa!" Teriak Sera.


"Bagaimana bisa dia melakukan itu pada mu", ujar Sera.


"Bukankan sudah terlihat dengan jelas kalau wanita itu sedang mempermainkan mu dan kita tidak bisa menjadikan dia sebagai alat untuk rencana kita", ujar Sera lagi.


"Aku juga tidak mengerti dengan wanita itu", ujar Branden.


"Lalu apa yang harus kamu lakukan?" Tanya Kakek Sera kepada Branden.


"Aku akan menemui wanita itu dan berbicara kepada nya", ujar Branden.


"Lakukan lah secepat mungkin dan jangan sampai wanita itu lepas dari mu", ujar Kakek Sera.


"Lalu bagaimana dengan Rey?" Tanya Sera.


"Aku rasa Rey tidak akan tinggal diam melihat semua ini", ujar Sera lagi.


"Kalau rencana ini gagal kita akan membuat rencana yang baru lagi", ujar Branden.


"Setidaknya kita harus tau gelagat nya dan melihat situasi yang sedang terjadi saat ini", ujar Branden.


"Aku dengar dari bawahan ku kalau Joks akan pergi ke Amerika malam ini", ujar Kakek Sera.


"Jadi mereka semua sedang berada di Amerika sekarang?" Tanya Sera.


"Seperti nya begitu", ujar Kakek Sera.


"Bukankah beliau sedang banyak pekerjaan di kantor saat ini dan kenapa beliau mendadak sekali untuk pergi ke Amerika", ujar Rey.


"Aku rasa ada yang penting disana sehingga dia rela meninggalkan pekerjaan nya demi pergi ke Amerika", ujar Kakek Sera.


"Apa telah terjadi sesuatu kepada Diego?" Tanya Sera.


"Benarkah?" Tanya Kakek Sera.


"Lebih baik aku segera pergi untuk menemui wanita itu dan kita bisa mendapatkan jawaban nya dari sana", ujar Branden.


"Kalau begitu cepatlah pergi temui wanita itu", ujar Sera.


Kemudian Branden segera pergi dari kediaman Sera dan langsung melajukan mobil nya menuju ke rumah Clara.


***


Rumah Sakit Di Amerika


Saat ini Clara telah sadar dari pasca operasi yang telah di jalani nya dan Hanna sedang menyuapi Krystal bubur yang telah diberikan oleh pihak rumah sakit kepada nya.


"Apa kamu sudah merasa lebih baik sekarang?" Tanya Hanna.


Kemudian Krystal menganggukkan kepala nya dan menerima suapan demi suapan bubur yang telah diberikan oleh Hanna kepada nya.


"Kakak mu sangat mengkhawatirkan mu", ujar Hanna.


"Diego tidak sanggup melihat kondisi mu sewaktu kamu sedang terkapar di dalam kamar mu", ujar Hanna lagi.


"Aku berharap kamu tidak melakukan hal yang membahayakan diri mu lagi", ujar Hanna lagi.


"Ayah mu akan datang ke Amerika untuk melihat keadaan mu dan beliau juga sangat mengkhawatirkan mu", ujar Hanna lagi.


"Aku merasa lelah dengan semua ini", ujar Krystal.


"Kamu bisa membagi kesedihan mu dengan ku", ujar Hanna.


"Aku akan mendengarkan setiap cerita dan keluh kesah mu asalkan kamu tidak berbuat seperti ini lagi ke depan nya", ujar Hanna lagi.


"Apa kamu pernah berada di posisi ku?" Tanya Krystal.


"Aku rasa kamu tidak pernah mengalami apa yang aku rasakan", ujar Krystal.

__ADS_1


"Tentu saja aku pernah berada di titik terendah dalam hidup ku tapi aku percaya dengan ujian yang diberikan oleh Tuhan kepada ku", ujar Hanna.


"Kita masih beruntung jika dibandingkan dengan banyak orang lain nya", ujar Hanna lagi.


"Di luar sana masih banyak lagi orang yang kesusahan bahkan untuk makan saja mereka tidak mampu", ujar Hanna lagi.


"Aku rasa kita yang telah berkecukupan ini harus mampu untuk mengontrol emosi yang ada di dalam tubuh kita agar tidak sampai membahayakan diri kita sendiri", ujar Hanna lagi.


"Aku tau kamu lelah dan aku harap kamu mampu untuk bertahan dan melewati semua ini", ujar Hanna lagi.


"Aku rasa Ibu mu pasti sedang menangis saat ini akibat tindakan mu yang berbahaya ini", ujar Hanna lagi.


"Benarkah?" Tanya Krystal.


"Aku rasa tidak", ujar Krystal.


"Tentu saja karena setiap Ibu tidak ingin anak nya berada dalam bahaya apa lagi seperti yang sedang terjadi kepada mu", ujar Hanna.


"Katakan apa yang ingin kamu lakukan ke depan nya agar kamu tidak bertindak seperti ini lagi", ujar Hanna lagi.


"Setelah merasakan semua ini aku jadi pasrah dengan hidup ku", ujar Krystal.


"Kenapa harus pasrah?" Tanya Hanna.


"Ternyata bunuh diri itu tidak seenak yang dipikirkan dan aku sangat merasa kesakitan di buat nya", ujar Krystal.


"Jadi aku ingin menyerahkan seluruh hidup ku untuk berbakti kepada Ayah dan termasuk masa depan ku", ujar Krystal lagi.


"Aku pasrah jika Ayah menyuruh ku untuk pulang ke Korea dan aku juga pasrah mengenai apa pun keputusan Ayah asalkan itu semua masuk akal bagi ku", ujar Krystal lagi.


"Baguslah kalau seperti itu", ujar Diego dari pintu ruangan Krystal.


Saat ini Diego telah kembali ke dalam kamar adik nya dan dia juga telah mendengarkan cerita adik nya kepada Hanna.


"Sejak kapan kakak berada disana?" Tanya Krystal.


"Sudah agak lama", jawab Diego.


Kemudian Diego segera duduk di atas sofa yang ada di dalam ruangan itu.


"Sebentar lagi Ayah akan datang dan jangan berbuat hal yang aneh-aneh lagi setelah ini", ujar Diego.


"Baiklah", ujar Krystal.


***


Kediaman Keluarga Besar Diego (Amerika)


Hari ini Ayah Diego telah berada di Amerika dan beliau sedang duduk di dalam kamar nya.


Setelah mengirimkan beberapa file dokumen kepada Rey akhirnya beliau segera pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi anak nya.


"Keluarkan tas ku dari dalam mobil dan letakkan tas itu di dalam kamar ku", ujar Ayah Diego kepada seorang pelayan.


"Baiklah tuan", ujar pelayan itu.


Kemudian Ayah Diego segera menaiki mobil nya dengan dibukakan pintu mobil oleh sopir nya dan setelah itu mereka segera pergi menuju ke rumah sakit.


***


Rumah Sakit Amerika


Saat ini Ayah Diego, Diego, Hanna dan Krystal sudah berbincang cukup lama di dalam ruangan VVIP itu dan tak lama kemudian masuklah panggilan telpon dari Branden.


"Halo", ujar Ayah Diego.


"Paman seperti nya aku ingin mengundurkan diri dari perusahaan mu", ujar Branden.


"Apa!" Ujar Ayah Diego.


"Aku sudah tidak bisa lagi menjadi seorang model di perusahaan mu", ujar Branden lagi.


"Kenapa, apa karena masalah yang kemaren itu?" Tanya Ayah Diego.


"Tidak paman saat ini aku ingin beristirahat sejenak dalam pekerjaan ku karena kondisi hati ku tidak baik untuk saat ini", ujar Branden.


"Kalau begitu beristirahat lah untuk sementara waktu dan jika kamu sudah merasa lebih baik kamu bisa kembali lagi masuk ke dalam perusahaan", ujar Ayah Diego.


"Baiklah paman", ujar Branden.


Kemudian panggilan itu segera berakhir dan Diego segera membantu Krystal untuk pulang ke rumah karena saat ini Krystal sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah.


***


Kediaman Keluarga Besar Diego (Amerika)


Setalah berada di dalam kamar nya akhirnya Krystal meminta Diego untuk berbicara dengan nya sebentar tanpa diketahui oleh Ayah mereka.


"Kakak", ujar Krystal.


"Ada apa?" Tanya Diego.


"Apa ada sesuatu yang kamu inginkan saat ini?" Tanya Diego lagi.


"Carikan aku seorang lelaki", pinta Krystal.


"Apa!" Teriak Diego.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2