Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Licik


__ADS_3

"Ada apa ini kenapa Ara berkata seperti itu kepada mu", ujar Hanna kepada Rey.


"Apa benar yang dikatakan oleh Ara?" Tanya Hanna kepada Diego.


"Tentu saja itu tidak benar", jawab Diego.


Saat ini Ara tengah mendengarkan jawaban dari Diego lewat panggilan telpon nya dengan Rey karena Rey belum mematikan panggilan telpon mereka itu.


"Rey", teriak Ara lewat ponsel nya.


"Rey apa kamu mendengar ku?" Teriak Ara lagi.


Kemudian Rey segera mendengarkan perkataan Ara dan bertanya kepada nya.


"Kenapa kamu bisa berkata seperti itu?" Tanya Rey kepada Ara.


"Apa kamu mempunyai bukti nya?" Tanya Rey lagi kepada Ara.


"Tentu saja aku mempunyai bukti nya", ujar Ara.


"Aku akan mengakhiri panggilan ini dan mengirimkan bukti nya kepada mu", ujar Ara lagi.


"Ok", ujar Rey.


Kemudian Rey menerima kiriman foto Diego yang sedang berada di dalam kamar Ara pada beberapa hari yang lalu.


"Apa ini kamu?" Tanya Rey kepada Diego.


"Aku tak menyangka semua ini akan terjadi", ujar Rey lagi.


"Mana bukti nya", ujar Hanna.


"Cepat perlihatkan pada ku", ujar Hanna lagi.


Kemudian Rey memberikan ponsel nya kepada Hanna dan Hanna segera mengambil ponsel yang ada di tangan Rey dengan sangat cepat.


"Apa ini?" Tanya Hanna.


"Apa yang sedang kamu lakukan di rumah wanita itu?" Tanya Hanna lagi kepada Diego.


Lalu Clara segera mendekat ke Hanna dan melihat foto yang ada di dalam ponsel Rey. Setelah melihat foto itu langsung saja membuat Clara terkejut dan melihat ke arah Hanna dengan tatapan tak percaya nya.


"Aku bisa menjelaskan nya kepada kalian semua jadi tolong beri aku sedikit waktu untuk menjelaskan semua nya", ujar Diego.


"Aku sangat kecewa kepada mu", ujar Hanna.


"Hanna aku mohon dengarkan dulu penjelasan ku", ujar Diego.


Kemudian Rey menyuruh Diego untuk menjelaskan semua yang telah terjadi dan meminta Hanna untuk memberikan Diego sedikit waktu agar bisa menjelaskan semua nya.


"Aku pergi ke rumah nya untuk menolong nya dan saat aku sampai di dalam rumah nya aku tidak melihat ada siapa pun disana dan aku pun langsung naik ke lantai atas untuk mengecek nya", ujar Diego.


"Saat aku berada di lantai atas aku langsung melihat nya berada di dalam kamar nya dan dia sedang berada di atas tempat tidur nya dan tiba-tiba dia bertingkah agresif kepada ku", ujar Diego lagi.


"Jadi aku memarahi nya dan segera meninggalkan nya dalam keadaan yang seperti terlihat di dalam foto itu", ujar Diego lagi.


"Benarkah?" Tanya Hanna.


"Tentu saja aku jujur dan tidak berbohong kepada mu", ujar Diego.


"Lihat saja cctv di rumah nya kalau kalian tidak percaya", ujar Diego.


"Dia berkata kalau cctv di dalam rumah nya sedang rusak dan masih dalam proses perbaikan", ujar Rey.


"Aku berani bersumpah kalau aku tidak melakukan apa pun kepada nya", ujar Diego.


"Kenapa semua wanita selalu membuat ku sangat marah", ujar Hanna.


"Apa!" Teriak Clara.


"Berarti kamu juga marah kepada ku?" Tanya Clara.


"Maksud ku semua wanita yang ada di dalam kehidupan Diego", ujar Hanna.


"Bukankah Clara juga ada di dalam kehidupan nya saat ini", ujar Rey kepada Hanna.


"Sudah lah inti nya semua wanita yang sedang tergila-gila dengan Diego", ujar Hanna.


"Itu baru benar", ujar Clara.


"Jadi kamu telah melihat semua yang ada pada diri nya tanpa terkecuali?" Tanya Hanna kepada Diego.


"Entahlah aku juga tidak berniat untuk melihat nya", jawab Diego.


"Tapi di dalam foto ini jelas-jelas kamu sedang berbicara kepada nya dan tentu saja kamu melihat nya", ujar Hanna.


"Itu sudah bisa dipastikan", ujar Hanna lagi.


"Kata nya tidak mau berbohong dan akan jujur dengan semua nya tapi apa sekarang kamu malah berbohong kepada ku", ujar Hanna.


"Hanna aku tidak melakukan apa pun kepada nya dan aku tidak berniat sedikit pun untuk mengecewakan mu jadi percayalah kepada ku aku mohon", ujar Diego.


"Menurut ku Diego tidak berbohong kepada mu", ujar Rey.


"Kalau pun dia memang tertarik kepada Ara maka sudah bisa dipastikan kalau sejak lama dia akan bersama dengan Ara", ujar Rey lagi.


"Iya aku rasa juga begitu", ujar Clara.


"Hanna percayalah kepada hati kecil mu dan aku percaya kalau di dunia ini memang terdapat banyak nya godaan", ujar Clara lagi.


"Aku rasa aku harus melabrak wanita itu sesekali karena dia telah berani mengusik hidup ku", ujar Hanna.

__ADS_1


"Iya aku setuju dengan mu", ujar Clara.


"Kalau perlu aku akan ikut dengan mu", ujar Clara lagi.


"Hanna biarkan saja dia aku rasa dia sedang stres saat ini maka nya dia bisa bertindak seperti itu kepada ku", ujar Diego.


"Apa kata mu?" Tanya Hanna.


"Aku tambah kecewa kepada mu karena kamu telah membela nya", ujar Hanna.


"Dan aku juga kecewa kepada mu karena kamu telah pergi ke rumah nya tanpa seizin dari ku seharusnya kamu meminta izin dulu kepada ku dan setelah itu kamu baru bisa pergi ke rumah nya", ujar Hanna lagi.


"Walau pun kamu meminta izin aku juga tidak akan mengizinkan mu untuk pergi ke rumah nya", ujar Hanna lagi.


"Jadi aku tidak suka dengan semua wanita yang sedang tergila-gila pada mu itu seharusnya kamu mengerti dengan perasaan ku", ujar Hanna lagi.


"Tidakkah kamu sudah berkata kepada ku akan melakukan yang lebih baik lagi ke depan nya setelah masalah mu dengan Sera selesai tapi apa ini kamu malah makin membuat ku sangat marah saat ini", ujar Hanna lagi.


"Hanna maafkan aku", ujar Diego.


"Aku tidak akan membuat mu marah lagi dan akan menjaga perasaan mu ke depan nya", ujar Diego lagi.


"Aku berjanji", ujar Diego lagi.


"Aku sudah memiliki istri yang cantik seperti mu jadi aku tidak membutuhkan lagi wanita lain di dalam hidup ku", ujar Diego lagi.


"Sekali lagi maafkan aku karena aku telah membuat mu marah", ujar Diego lagi.


"Baiklah aku akan memaafkan mu kali ini dan jika kamu membuat ku marah lagi maka aku tidak akan pernah memaafkan mu lagi", ujar Hanna.


"Ok aku berjanji kepada mu", ujar Diego.


Lalu Diego memeluk Hanna dengan hangat nya dan Hanna pun membalas pelukan Diego kepada nya.


"Aku lega telah menyaksikan semua ini", ujar Clara.


"Akhirnya semua permasalahan telah selesai", ujar Clara lagi.


"Semua nya belum selesai", ujar Rey.


"Maksud mu?" Tanya Clara kepada Rey.


"Saat ini kita sedang membahas megenai Branden dan dia bisa saja membuat masalah kepada keluarga Diego terutama Krystal", ujar Rey lagi.


"Astaga aku baru mengingat nya", ujar Clara.


"Masalah yang satu selesai dan setelah itu muncul lagi masalah yang lain nya", ujar Clara.


"Hidup ini benar-benar melelahkan", ujar Clara lagi.


"Jadi bagaimana dengan Branden?" Tanya Diego kepada Rey.


"Kenapa bisa seperti itu?" Tanya Diego.


"Ini semua karena Clara", ujar Rey.


"Apa! Clara", ujar Hanna.


"Jadi kamu ikut pergi dengan Rey ke rumah mewah yang ada di dekat perbatasan itu", ujar Hanna kepada Clara.


Clara hanya menganggukkan kepala nya ketika menjawab pertanyaan dari Hanna.


"Seharusnya kamu tidak menyalahkan ku", ujar Clara kepada Rey.


"Memang benar kan kalau kita hampir tertangkap oleh mu", ujar Rey.


"Bahkan kamu hampir membahayakan nyawa anak kecil", ujar Rey lagi.


"Maksud mu aku mau semua itu terjadi", ujar Clara.


"Tentu saja aku tidak mau semua itu terjadi kepada kita dan seharusnya kamu telah memikirkan rencana yang lebih matang lagi sebelum pergi ke rumah mewah itu", ujar Clara dengan kesal nya.


"Astaga kamu sudah bersalah tapi masih saja berusaha untuk menyalahkan ku", ujar Rey.


"Aku tidak merasa bersalah sedikit pun dan semua itu memang murni adalah kesalahan mu karena kamu belum mempunyai rencana yang lebih matang sebelum pergi ke rumah mewah itu", ujar Clara.


Saat ini Diego dan Hanna hanya terdiam menyaksikan pertengkaran antara Rey dengan Clara. Mereka terlihat melongo menyaksikan pertengkaran yang ada di depan mereka saat ini sambil melihat ke arah Clara dan Rey secara bergantian.


"Lebih baik kamu tidak usah pergi dengan ku kalau seperti ini hasil akhirnya", ujar Rey.


"Sungguh sangat disayangkan", ujar Rey lagi.


"Apa! Kamu menganggap ku sebagai seorang pengganggu disana", ujar Clara.


"Sudah lah jangan berdebat lagi dengan ku", ujar Rey.


"Apa kamu lupa kalau aku telah membantu mu dan menyelamatkan mu berkali-kali hari ini", ujar Clara.


"Kalau aku tidak ada disana kamu pasti sudah di kejar duluan oleh pengawal rumah itu saat Branden menyuruh nya untuk mengecek mobil mu", ujar Clara.


"Tanpa kamu pun aku juga bisa bersembunyi dari pengawal itu", ujar Rey.


"Apa katamu?" Teriak Clara.


"Lalu kenapa kamu mengecup bibir ku sewaktu pengawal itu datang menghampiri mobil mu", ujar Clara dengan amarah nya yang sudah memuncak.


"Apa!" Teriak Hanna dan Diego secara bersamaan.


"Jadi kalian sudah seperti ini", ujar Diego sambil memperagakan adegan itu dengan tangan nya.


Melihat Diego dan Hanna yang ada di dekat mereka langsung saja membuat Clara dan Rey menghentikan pertengkaran nya.

__ADS_1


Mereka seakan lupa kalau ini adalah ruangan nya Diego dan tentu saja mereka malu saat ini apa lagi Clara yang wajah nya sudah mulai terlihat kemerahan seperti udang rebus.


"Wah aku benar-benar kaget dengan semua ini", ujar Hanna.


"Tunggu apa lagi cepatlah urus pernikahan kalian dan jangan di tunda lagi", ujar Diego.


"Aku lihat kalian sudah semakin panas saat ini", ujar Diego lagi.


"Kalau kalian telah menikah kalian bisa sepuasnya melakukan apa pun kepada pasangan kalian tanpa bertengkar seperti ini", ujar Diego lagi.


"Seperti nya aku harus memikirkan ini lagi", ujar Clara.


"Apa!" Teriak Rey.


"Jadi kamu ingin kembali lagi kepada Branden dan bersuka rela untuk menjadi wanita yang bisa dimanfaatkan nya", ujar Rey lagi.


"Tentu saja aku tidak mau", ujar Clara.


"Kita sudah menyiapkan semua nya dan juga telah menentukan tanggal nya jadi kamu jangan berkata seperti itu lagi", ujar Rey kepada Clara.


"Apa! Sudah menentukan tanggal nya", ujar Hanna.


"Kenapa kamu tidak memberi tau ku kalau kalian sudah mempersiapkan semua nya sampai sejauh ini", ujar Hanna kepada Clara.


"Aku baru akan memberi tau mu setelah ini", ujar Clara.


"Jadi kapan tanggal pernikahan kalian?" Tanya Diego.


"Tanggal satu bulan depan", jawab Rey.


"Baiklah aku akan memberi mu cuti untuk itu semua", ujar Diego.


"Tapi sekarang aku mohon jangan seperti ini lagi ketika sedang memata-matai Branden", ujar Diego.


"Baiklah", ujar Rey.


Kemudian Rey menceritakan semua yang terjadi ketika sedang memata-matai Branden dan Diego pun hanya mendengarkan nya sambil memikirkan sesuatu.


"Yang jelas saat ini Branden masih sering pergi ke rumah mewah itu", ujar Rey.


"Aku pun tidak tau apa niat nya untuk pergi ke rumah itu", ujar Rey lagi.


"Apakah hanya untuk bersenang-senang dengan wanita yang ada disana atau hanya untuk memakai barang terlarang yang ada di dalam rumah mewah itu", ujar Rey lagi.


"Ini karena anak kecil itu tidak menempatkan alat penyadap itu di bawah meja ruang tamu", ujar Rey lagi.


"Maka nya bisa jadi seperti ini", ujar Rey lagi.


"Kamu jangan menyalahkan anak kecil itu dia tidak bersalah sama sekali kepada mu", ujar Clara.


"Dia hanya takut dengan orang-orang yang ada di dalam rumah itu jadi dia meletakkan alat penyadap itu di bawah meja yang ada di dapur", ujar Clara lagi.


"Jadi seharusnya kamu yang berterima kasih kepada anak kecil itu karena dia telah membantu mu walau pun hasil nya belum maksimal", ujar Clara lagi.


"Apa yang dikatakan oleh Clara itu memang benar dan aku juga kesal kepada kalian karena telah melibatkan anak kecil di dalam urusan yang berbahaya ini", ujar Hanna.


"Iya aku juga merasa bersalah saat ini kepada anak kecil itu walau pun dia tidak tau kalau kami memanfaatkan nya hari ini", ujar Clara.


"Lain kali kalau aku bertemu dengan anak kecil itu lagi aku akan memberi nya kue yang lebih banyak lagi dari pada yang aku berikan hari ini kepada nya", ujar Rey.


"Iya aku mendukung mu kalau soal itu", ujar Clara.


Kemudian Hanna melihat ponsel Diego berdering dan Hanna pun segera mengambil ponsel Diego yang ada di atas meja kerja nya dan setelah itu Hannal langsung memberikan ponsel itu kepada Diego yang sedang duduk di sofa ruangan nya.


"Ini ada panggilan dari adik mu", ujar Hanna kepada Diego.


Lalu Diego pun segera mengambil ponsel nya dari tangan Hanna dan setalah itu Diego pun mengangkat panggilan telfon dari Krystal.


"Halo", jawab Diego.


"Kapan kakak akan kembali ke rumah?" Tanya Krystal.


"Seperti nya sebentar lagi", jawab Diego.


"Ada apa kamu menelpon ku?" Tanya Diego.


"Tidak seperti biasa nya kamu bersikap seperti ini kepada ku", ujar Diego.


"Kakak aku sudah menemukan lelaki yang ingin aku dekati", ujar Krystal.


"Benarkah! Siapa lelaki itu?" Tanya Diego penasaran.


"Lelaki itu adalah orang yang kakak kenal", ujar Krystal.


"Siapa Rey?" Tanya Diego.


Mendengar nama nya disebutkan oleh Diego langsung saja Rey melihat ke arah Diego dan Clara pun juga ikut melihat ke Diego begitu pun dengan Hanna.


"Lelaki itu adalah Branden", ujar Krystal dengan semangat nya.


"Apa! Branden", teriak Diego.


Saat ini Diego sangat kaget dengan perkataan Krystal kepada nya dan perkataan adik nya itu langsung bisa membuat wajah nya sudah mulai memerah saat ini.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2