Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Jebakan Ara


__ADS_3

"Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi", ucap Diego di dalam hati nya.


"Apa keputusan mu tidak terlalu terburu-buru?" Tanya Ayah Diego.


"Setidaknya kalian harus bertemu dulu dan juga berkenalan dulu", ucap Ayah Diego.


"Apa kamu telah mengerti maksud ku?" Tanya Ayah Diego.


"Aku mengerti tapi aku akan tetap menikahi nya secepat nya", ujar Branden.


"Baiklah aku akan mengurus semua nya dan memberi tau pihak wanita dulu sebelum acara dilakukan", ucap Ayah Diego.


"Baiklah", ucap Branden.


"Kalau begitu aku akan segera pergi dari sini", ucap Branden lagi.


Kemudian Branden membungkukkan badan nya ke Ayah Diego dan segera pergi dari ruangan itu.


Setelah Branden meninggalkan ruangan itu, Diego langsung duduk di depan Ayah nya.


"Ada apa lagi?" Tanya Ayah Diego kepada nya.


"Aku hanya ingin meminta bantuan kepada Ayah", ucap Diego.


"Apa itu?" Tanya Ayah nya.


"Aku berubah pikiran mengenai teman Hanna", ucap Diego lagi.


"Maksud mu apa aku tidak mengerti", ujar Ayah nya.


"Wanita itu tiba-tiba membatalkan perjodohan nya dengan Branden", ucap Diego lagi.


"Apa! Bagaimana bisa seperti itu, aku sudah mengatakan nya kepada Branden", ucap Ayah nya.


Aku rasa Branden juga tidak baik untuk nya", ucap Diego lagi.


"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya Diego kepada Ayah nya.


Kemudian Diego membicarakan sesuatu kepada Ayah nya dan mendengar itu Ayah nya tampak kaget di buat nya.


***


Kediaman Diego


Malam ini Diego, Hanna, Clara dan Rey sedang makan malam bersama.


Mereka tampak menikmati makanan itu tanpa ada nya rasa kekhawatiran dan itu semua tidak berlaku ketika Diego memulai pembicaraan.


"Hari ini aku sudah menceritakan mengenai perjodohan mu kepada Ayah ku", ujar Branden.


"Lalu bagaimana selanjutnya?" Tanya Clara.


"Branden meminta permintaan yang terkesan buru-buru dan aku pikir itu mendadak sekali", ujar Diego.


"Apa dia ingin menikahi Clara?" Tanya Rey.


Kemudian Diego menganggukkan kepala nya menjawab pertanyaan dari Rey. Melihat jawaban Diego yang seperti itu tentu saja membuat mereka semua kaget di buat nya.


"Sebenarnya apa yang sedang direncanakan nya?" Tanya Hanna.


"Aku tidak habis pikir dengan tindakan nya ini", ucap Hanna.


"Lalu aku harus bagaimana selanjutnya?" Tanya Clara.


"Tenang saja aku sudah membuat rencana dengan Ayah ku mengenai hal itu", jawab Diego.


"Rencana apa?" Tanya Hanna.


"Aku sudah memberi tau Ayah ku kalau Branden bukanlah lelaki yang baik untuk Clara dan aku menceritakan kalau Branden suka bermain judi dan juga bermain wanita", ujar Diego.


"Lalu apa kata Ayah mu setelah itu?" Tanya Rey.


"Rencana nya adalah menolak perjodohan ini dengan alasan yang lain", jawab Diego.


"Kita tidak bisa menolak perjodohan itu tanpa alasan yang jelas apalagi pada hari yang sama setelah memberi tau nya bahwa Clara telah bersedia menikah dengan nya", jelas Diego.


"Itu bisa membuat nya berfikiran yang macam-macam kepada ku dan akhirnya dia curiga dengan ku karena telah mencoba untuk membuat rencana atas perjodohan ini", jelas Diego lagi.


"Alasan seperti apa yang harus kita berikan?" Tanya Hanna.


"Membuat Clara memilih pria lain adalah alasan yang masuk akal", jawab Diego.


"Apa!" Teriak Clara.


"Aku rasa hanya Clara yang bisa memutuskan itu semua", ujar Hanna.


"Jadi bagaimana, apa sudah ada pria yang terlintas dipikiran mu?" Tanya Diego.


"Tentu saja", jawab Clara.


"Siapa?" Tanya Hanna.


"Rey", jawab Clara.


"Aku?" Tanya Rey memastikan.


"Iya apa kamu keberatan dengan perkataan ku?" Tanya Clara.


"Kalau kamu membutuhkan bantuan ku tentu saja aku akan membantu mu apalagi ini juga menyangkut Branden", ujar Rey.


"Jadi kamu setuju dengan rencana kita?" Tanya Diego kepada Rey.


"Baiklah aku akan melakukan apa yang kamu perintahkan", ujar Rey.


"Ok langkah pertama kamu harus mengatakan keinginan mu untuk menikah dengan Clara kepada Ayah ku", ujar Diego.


"Karena saat ini Ayah ku sedang berusaha untuk mencari seseorang yang bisa di ajak untuk bekerjasama supaya perjodohan ini dibatalkan", ujar Diego lagi.


"Jadi beliau sedang mencari seorang lelaki bayaran untuk berpura-pura menjadi kekasih Clara yang sesungguhnya", ujar Diego lagi.


"Pergilah untuk menemui beliau sebelum Ayah ku telah menemukan orang yang cocok", ujar Diego lagi.


"Baiklah aku akan pergi besok pagi untuk menemui Ayah mu", ucap Rey.


Kemudian mereka melanjutkan kembali menyantap hidangan yang ada di depan mereka.


***


Kantor Ayah Diego

__ADS_1


Saat ini Ayah Diego sedang terlihat sibuk di dalam ruang kerja nya. Beliau masih sibuk dengan dokumen yang ada di atas meja kerja nya.


"Masuk", teriak Ayah Diego dari dalam ruangan nya.


Mendengar perkataan Ayah Diego, Rey langsung masuk ke dalam ruangan dan ia di suruh duduk di sofa yang ada disana.


"Apa masalah apa lagi?" Tanya Ayah Diego kepada Rey.


"Aku hanya tidak mau kalau Clara dijodohkan dengan Branden", jawab Rey.


Mendengar perkataan Rey membuat Ayah Diego berhenti sebentar dari kesibukan nya.


"Maksud mu?" Tanya Ayah Diego lagi pada nya.


"Aku tidak rela kalau Clara menikah dengan pria lain karena aku mencintai nya", ucap Rey.


"Apa!" Teriak Ayah Diego.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Ayah Diego lagi.


"Aku akan menikahi Clara secepatnya", jawab Rey.


"Apa dia mau menikah dengan mu?" Tanya Ayah Diego.


"Aku akan berusaha untuk itu dan meminta nya untuk menjadi istri ku", ucap Rey.


"Baiklah aku akan membicarakan masalah ini kepada Branden dan kamu jangan khawatir mengenai hal itu", ucap Ayah Diego.


"Terima kasih paman", ucap Rey.


Kemudian Rey segera pergi meninggalkan ruangan kerja Ayah Diego dan setelah itu ia kembali lagi ke meja kerja nya.


***


Markas Octopus


Saat ini Diego dan Rey telah berada di dalam ruangan Diego. Mereka telah selesai rapat dan membicarakan mengenai masalah yang sedang terjadi saat sekarang ini.


"Apa pelayan itu belum juga ditemukan?" Tanya Diego.


"Belum", jawab Rey.


"Kemana dia pergi sebenarnya?" Tanya Diego dengan nada lirih nya.


"Aku rasa dia sedang bersembunyi di tempat yang menurut nya paling aman", jawab Rey.


"Dan tempat itu mungkin masih berada di sekitar rumah mewah itu", ujar Rey lagi.


"Jadi saat ini aku telah memerintahkan semua anggota untuk mencari nya di lingkungan sekitar rumah mewah itu", ujar Rey lagi.


"Baguslah kalau seperti itu", ujar Diego.


"Seperti nya aku akan menikahi Clara", ucap Rey.


"Sungguh?" Tanya Diego.


"Lalu Ara bagaimana, apa dia sudah kamu lupakan?" Tanya Diego lagi.


"Jangan sampai kamu menikah dengan Clara tapi hati mu masih ditempati oleh Ara", ujar Diego.


"Aku sudah berpikir dengan sungguh-sungguh kalau aku akan menikahi Clara dan aku juga telah membicarakan nya dengan Ayah mu", ucap Rey.


"Kalau kamu yakin tunggu apalagi segera percepat dan katakan pada nya kalau kamu ingin menikahi nya", ujar Diego.


"Baguslah", ucap Diego.


"Ayo pulang Hanna sudah menunggu ku di rumah", ucap Diego lagi.


"Ok", ucap Rey.


Kemudian mereka segera keluar dari markas Octopus dan kembali ke kediaman Diego.


***


Kediaman Diego


"Undangan apa ini?" Tanya Diego kepada pelayan sambil melihat ke arah meja nya.


"Itu undangan dari nona Sera tuan", jawab pelayan.


"Masih berani dia bertemu dengan ku", ujar Diego.


Kemudian Diego segera membaca undangan itu dan ternyata itu adalah undangan untuk acara kelahiran anak nya Sera.


"Ternyata dia telah melahirkan", ucap Diego lagi.


"Sayang", panggil Hanna sambil membuka pintu ruang kerja Diego.


"Sayang?" Tanya Diego sambil tersenyum menggoda.


"Tumben kamu seperti itu pada ku", ujar Diego.


"Apa ini?" Tanya Hanna sambil melihat undangan yang ada di atas meja kerja Diego.


"Dia sudah melahirkan?" Tanya Hanna.


"Seperti nya begitu", jawab Diego.


"Kenapa dia masih mengundang mu, bukankah kamu sudah katakan pada nya jangan pernah muncul lagi di hadapan mu", ujar Hanna.


"Entahlah biarkan saja aku juga tidak akan datang", ujar Diego.


"Baguslah kalau kamu tidak akan datang kesana", ucap Hanna.


"Ayo ke bawah aku sudah membuatkan mu bihun goreng dan juga omelet", ucap Hanna lagi.


"Benarkah?" Tanya Diego.


"Tumben kamu membuatkan nya untuk ku", ujar Diego.


"Ayo kita ke bawah sekarang", ajak Hanna.


Kemudian Diego dan Hanna segera turun ke bawah dan duduk di meja makan. Di atas meja makan sudah ada bihun goreng dan juga omelet buatan Hanna.


Lalu pelayan membawakan mereka minuman dingin yang ada di dalam kulkas dan mereka segera memakan makanan yang ada di atas meja itu.


"Apa masakan ku enak?" Tanya Hanna.


"Apa aku boleh berkata jujur pada mu?" Tanya Diego.

__ADS_1


"Tentu saja kamu harus jujur pada ku", ujar Hanna.


"Masakan mu sangat enak", ujar Diego.


"Benarkah, sungguh?" Tanya Hanna.


Kemudian Diego menganggukkan kepala nya dan memakan omelet yang ada di piring nya.


"Omelet ini sangat enak", ucap Diego.


"Bagaimana dengan bihun goreng?" Tanya Hanna.


"Tentu saja enak", jawab Diego.


"Baguslah kalau begitu", ujar Hanna.


"Jadi apa aku boleh pergi ke desa tempat Nenek yang telah membantu ku waktu itu?" Tanya Hanna.


Mendengar pertanyaan Hanna, Diego langsung berhenti menyendok makanan ke dalam mulut nya.


"Aku tidak akan pergi sendiri tapi aku akan mengajak Clara pergi bersama ku", ujar Hanna.


"Ternyata ada maksud lain di balik ada nya omelet dan bihun goreng ini", ujar Diego.


"Baiklah tapi jangan pergi lama-lama", ujar Diego.


"Aku hanya pergi dua hari saja", ujar Hanna.


"Kapan kamu akan berangkat?" Tanya Diego.


"Lusa", jawab Hanna.


"Ok besok kita akan pergi ke rumah besar dan menginap disana", ujar Diego.


"Setelah itu kamu bisa berangkat ke desa itu dan setelah dua hari kita akan pergi ke Amerika", ujar Diego lagi.


"Amerika", ujar Hanna.


"Apa kita akan melihat adik mu?" Tanya Hanna.


"Apa lagi kalau bukan selain itu?" Tanya Diego.


"Baiklah kamu jangan lupa untuk mengajak ku berjalan-jalan disana", ujar Hanna.


"Ayo cepat habiskan makanan mu", ucap Hanna lagi.


Kemudian Diego tersenyum melihat tingkah Hanna pada nya.


***


Rumah Besar Keluarga Diego


Hari ini Diego dan Hanna menginap di rumah besar. Mereka sedang berada di pekarangan belakang rumah untuk menyaksikan Ayah nya bermain golf disana.


"Wow", teriak Diego melihat keberhasilan Ayah nya.


"Apa kamu mau mencoba nya?" Tanya Ayah nya.


"Tentu saja", jawab Diego.


Kemudian Diego juga mencoba bermain golf disana dan ia juga berhasil sama seperti Ayah nya.


"Wah hebat", ujar Hanna.


"Tentu saja karena dia adalah anak ku", ujar Ayah Diego.


"Jadi kapan kalian akan ke Amerika?" Tanya Ayah Diego.


"Tiga hari lagi", jawab Diego.


"Apa Ayah akan ikut dengan kami?" Tanya Diego.


"Aku tidak bisa ikut dengan kalian karena hari itu aku akan ada pertemuan penting dengan salah seorang kolega yang berasal dari Jepang", ujar Ayah nya.


"Baiklah aku akan mengabarkan nya pada Ayah ketika aku telah bertemu dengan nya", ujar Diego.


"Ok", ujar Ayah nya.


Kemudian mereka masuk ke dalam rumah dan makan bersama. Semua pelayan berdiri di dekat mereka ketika waktu nya makan bersama.


***


Rumah Ara


Saat ini Ara sedang sendiri di dalam rumah nya dan ia seperti berniat jahat kepada Diego.


"Aku tau hari ini Rey ada di luar kota dan ini adalah saat nya untuk memulai aksi ku", ujar Ara.


Kemudian Ara tersenyum licik dan mencoba menghubungi Diego sambil berusaha mengeluarkan air mata nya.


"Halo", jawab Diego.


"Diego", panggil Ara sambil pura-pura menangis.


"Ada apa dengan mu?" Tanya Diego.


"Saat ini aku hanya sendirian di rumah dan sekarang aku sedang ketakutan karena ada orang yang sedang berusaha masuk ke dalam rumah ku untuk menodai ku", ujar Ara sambil menangis histeris.


"Apa!" Ujar Diego.


"Sebenarnya aku sudah tidak pulang selama tiga hari ke rumah dan ternyata setelah aku pulang orang tua ku sedang pergi liburan bersama dengan semua orang yang bekerja di rumah ku", ujar Ara.


"Kata nya mereka sedang berkemah jadi aku memaksakan diri untuk tinggal di rumah besar ini sendirian", ujar Ara lagi.


"Diego cepat tolong aku seperti nya orang itu sebentar lagi akan memasuki rumah ku", ujar Ara lagi sambil menangis histeris.


"Kamu tenanglah aku akan segera datang kesana dan bersembunyi lah di tempat yang aman untuk sementara waktu", ujar Diego.


"Baiklah", ujar Ara.


Kemudian panggilan itu pun segera berakhir dan Ara pun tersenyum licik setelah nya.


"Sebentar lagi kamu akan masuk ke dalam perangkap ku", ujar Ara.


Kemudian Ara segera membuka setiap helai pakaian yang ada di tubuh nya dan setelah itu ia membaringkan diri nya di atas tempat tidur nya dengan memakai selimut untuk menutupi tubuh polos nya itu.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...


__ADS_2