
"Astaga kenapa aku bodoh sekali", ujar Ibu Hanna di dalam hati nya.
Saat ini tatapan semua orang yang tengah berada di ruang makan kediaman Sera itu sedang tertuju kepada Ibu Hanna.
"Bagaimana mungkin saya tidak mengetahui nya apalagi dia adalah seorang perempuan yang sangat cantik", ujar Ibu Hanna.
Lalu Ibu Hanna pun berusaha untuk menjelaskan agar semua nya tidak merasa dimata-matai oleh diri nya lagi dan beliau pun mengatakan kalau dulu beliau pernah bertemu dengan Krystal ketika beliau sedang menunggu kedatangan anak nya di suatu tempat.
Ibu Hanna mengatakan pertemuan itu adalah pertemuan yang tidak di sengaja dan juga terjadi secara tiba-tiba di dalam waktu yang sangat singkat.
Hari itu diri nya dan Krystal sempat berbincang sebelum akhirnya Krystal pergi dengan tergesa-gesa.
Jadi itu lah alasan Ibu Hanna kepada semua orang yang ada di ruang makan kediaman keluarga Sera itu agar mereka semua tidak curiga lagi kepada nya walau pun semua cerita itu hanya lah karangan beliau saja.
"Ok aku mengerti", ujar Branden lalu Branden pun melanjutkan kembali memakan makanan nya.
"Kalau begitu apakah ini aman?" Tanya Sera kepada Branden.
Lalu Branden pun langsung menghentikan aktifitas nya itu sejenak dan kemudian Branden pun langsung melihat ke arah Sera sambil mengangkat sebelah alis nya.
Branden berkata kalau kejadian itu tidak ada hubungan nya dengan rencana mereka jadi tidak usah terlalu mengkhawatirkan rencana yang telah mereka susun dengan serapi mungkin itu.
Lalu Kakek Sera pun batuk dengan tujuan agar perhatian semua orang yang ada di ruang makan itu tertuju kepada nya.
Kakek Sera berkata untuk saat ini fokus saja kepada rencana yang telah mereka susun sedemikian rupa itu dan jika ke depan nya terjadi sesuatu yang tidak mereka inginkan maka beliau lah yang akan membereskan semua itu dengan serapi mungkin.
Lalu Sera berkata tidak mungkin Kakek nya bisa mengatasi masalah yang bahkan lebih serius dari pada yang Kakek nya bayangkan.
Melihat Sera yang berkata seperti itu lalu Kakek Sera pun langsung menghentakkan gelas yang baru saja beliau minum itu di atas meja makan yang luas itu.
Kemudian Kakek Sera pun berkata kalau tidak ada yang tidak bisa beliau selesaikan di dunia ini bahkan jika itu menyangkut nyawa nya.
Mendengar perkataan dari Kakek Sera itu Ibu Hanna pun terlihat kaget dan mulai menelan ludah nya dengan perasaan khawatir.
***
Kediaman Keluarga Hanna
Saat ini Diego, Rey dan Leo tengah sibuk memasukkan barang bawaan mereka ke dalam mobil mereka masing-masing.
Diego yang telah selesai terlebih dahulu itu pun langsung duduk di teras depan rumah sambil menatap ke arah Rey dan Leo yang masih terlihat sibuk dengan semua barang bawaan mereka itu.
Leo sibuk memikirkan cara agar bisa menyusun semua barang bawaan nya itu dengan serapi mungkin di dalam mobil nya.
Sedangkan Rey menyusun semua barang bawaan nya dan istri nya itu sambil memikirkan apa yang akan terjadi kepada diri nya setelah mereka sampai di kota nanti.
__ADS_1
Saat ini hati Rey tengah berkecamuk dan sangat khawatir dengan semua permasalahan yang sedang di hadapi nya saat ini apa lagi diri nya tidak ingin berpisah dengan Clara.
Pada saat Nenek Hanna sedang menyiram tanaman dengan di bantu oleh Ayah Hanna dan para wanita yang ada disana lalu pada saat itu juga datang lah seorang wanita yang baru saja turun dari sebuah mobil.
Mobil yang di tumpangi oleh wanita itu berhenti di seberang jalan kediaman keluarga Hanna itu dan setelah ke luar dari dalam mobil itu wanita itu pun langsung menghampiri Hanna yang sedang sibuk membantu nenek nya di taman kediaman keluarga nya itu.
Setelah selesai menurunkan wanita itu kemudian mobil itu pun pergi kembali menuju ke arah kota dengan kecepatan yang relatif stabil.
"Hanna", teriak Yae Won saat langkah kaki nya hampir mendekati area pekarangan kediaman keluarga Hanna itu.
Hanna yang melihat kedatangan Yae Won itu pun langsung tersenyum dan melambaikan ke dua tangan nya kepada Yae Won.
Setelah memasuki area pekarangan kediaman keluarga Hanna itu Yae Won pun langsung bersalaman dengan Nenek dan Ayah Hanna.
Kemudian Nenek Hanna mempersilahkan Yae Won untuk masuk ke dalam rumah nya namun Yae Won menolak tawaran dari Nenek Hanna itu karena Yae Won merasa Hanna akan segara pergi meninggalkan kediaman itu.
Lalu Yae Won pun langsung melihat ke arah Hanna sambil mengangkat ke dua alis mata nya itu seolah meminta jawaban dari Hanna atas firasat yang telah dirasakan nya itu.
Hanna yang melihat itu pun langsung menganggukkan kepala nya kepada Yae Won dan seketika itu juga Yae Won pun hanya bisa pasrah dan mengurungkan niat nya untuk sekedar meminta saran dari teman nya itu.
Melihat raut wajah Yae Won yang tampak kecewa itu Diego pun lantas mempersilahkan Yae Won untuk bercengkrama dengan Hanna sebelum akhirnya mereka semua kembali ke kota.
Namun Yae Won tetap tidak mau menerima tawaran dari Diego itu karena Yae Won merasa akan mengganggu rencana perjalanan semua orang yang ada di sana.
Apa lagi Diego adalah seorang atasan yang sangat sibuk sehingga Yae Won tidak mau mengganggu waktu perjalanan nya.
Lalu Yae Won pun langsung menggelengkan kepala nya kepada Clara dan melihat hal itu Clara pun hanya bisa membiarkan Yae Won untuk tetap berada di desa itu.
Padahal jika Yae Won berkata ingin kembali lagi ke kota maka Clara pun berniat untuk meminta bantuan kepada Yae Won.
Clara sebenar nya ingin meminta bantuan kepada Yae Won agar Yae Won mau menginap di rumah nya selama beberapa hari saja agar Clara tidak perlu berbicara dengan Rey.
Pada saat semua orang sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing Diego pun langsung menyuruh semua orang yang akan melakukan perjalanan ke kota dengan nya untuk segara berpamitan kepada Ayah dan Nenek Hanna.
Mendengar hal itu Nenek Hanna pun mulai terlihat sedih karena diri nya akan berpisah lagi dengan cucu kesayangan nya itu dan begitu pun dengan Ayah Hanna yang sudah berusaha untuk menahan air mata nya itu.
Tak lama kemudian akhirnya mereka semua pun masuk ke dalam mobil mereka masing-masing dan tepat pada saat itu juga Yae Won pun langsung pingsan dan tersungkur di hadapan Nenek Hanna yang sedang melambaikan tangan nya kepada cucu nya itu.
Melihat Yae Won yang tersungkur di pekarangan kediaman keluarga Hanna itu semua orang yang ada di sana pun langsung kaget dan panik di buat nya begitu pun dengan Diego yang diri nya langsung ke luar dari dalam mobil nya itu setelah menyaksikan kejadian tersebut di dalam kursi kemudi nya itu.
***
Kediaman Zhen Shui
Zhen Shui menyuruh bawahan nya untuk menyelidiki wanita yang telah membuat nya penasaran itu.
__ADS_1
Lalu bawahan nya itu pun segera pergi dari hadapan Zhen Shui untuk melakukan perintah dari bos nya itu.
Zhen Shui terpaksa melakukan semua itu demi adik perempuan nya itu karena Ling Ling menginginkan Zhen Shui untuk segera menikah dan memberikan nya seorang keponakan agar diri nya tidak kesepian lagi di rumah.
Walau pun begitu Zhen Shui berniat untuk menyelidiki wanita incaran nya terlebih dahulu sebelum akhirnya dia ajak untuk mempunyai hubungan dengan nya.
Zhen Shui tidak berniat untuk serius dengan wanita itu karena diri nya hanya ingin membuat adik nya Ling Ling agar tidak lagi melontarkan pertanyaan demi pertanyaan mengenai kekasih dan pernikahan kepada nya.
Semua itu hanya lah rekayasa Zhen Shui dan tentu nya Zhen Shui pun akan senantiasa untuk selalu mengundur waktu dalam hal hubungan percintaan nya itu apa lagi mengenai pernikahan nya yang entah kapan terlaksana itu.
Setelah menghabiskan waktu nya untuk berfikir mengenai masalah yang sedang dihadapi nya saat ini akhir nya Zhen Shui pun segera pergi menuju ke dalam kamar nya untuk beristirahat sebelum waktu malam hari tiba.
Karena pada malam hari ini Zhen Shui telah berjanji dengan Diego untuk pergi ke suatu tempat yang telah mereka sepakati pada pertemuan mereka sebelum nya.
***
Kediaman Diego
Jam delapan malam akhirnya Diego dan semua nya telah sampai di kediaman Diego yang berada di daerah pegunungan kota itu.
Sebelum nya mereka semua telah sepakat untuk menginap di kediaman Diego menjelang esok hari karena mereka semua sedang membawa Yae Won bersama dengan mereka ke kota.
Setelah semua nya beristirahat di ruang keluarga yang luas itu akhir nya Diego pun segera meminta izin kepada Hanna untuk pergi ke luar rumah sebentar.
Melihat itu Hanna pun hanya bisa pasrah di buat nya karena sebelum nya mereka telah membicarakan mengenai hal itu ketika mereka berada di desa waktu itu.
Semua orang tengah sibuk bercerita sambil beristirahat di ruang keluarga itu sehingga mereka semua pun tidak tau kalau Diego telah pergi meninggalkan kediaman nya itu.
Kecuali Hanna yang jelas-jelas sudah melepas kepergian Diego itu dari balkon yang ada di dekat ruang keluarga kediaman nya itu.
"Apa yang sedang direncanakan nya saat ini?" Tanya Hanna di dalam hati nya.
"Apakah nanti nya akan terjadi sesuatu yang bertentangan dengan hati ku?" Tanya Hanna lagi di dalam hati nya.
Pertanyaan demi pertanyaan terus terlontarkan oleh Hanna di dalam hati nya setiap kali Diego meninggalkan istri nya itu di rumah walau pun di kediaman nya itu terdapat banyak orang namun tetap saja Hanna selalu memikirkan nya.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Mohon maaf bagi pembaca setia karya "Mafia Wedding Secrets" saat ini author jarang upload dikarenakan ada beberapa kendala yang sedang terjadi.
Sehingga dimohonkan kepada pembaca untuk dapat sabar menunggu update dari author, insyaAllah author akan terus update namun belum bisa rutin update seperti dulu untuk saat ini, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...