Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Fashion Show


__ADS_3

Beberapa Minggu Kemudian


Malam ini, Diego tengah sibuk di kantor bersama dengan seluruh karyawan yang terlibat dalam acara fashion show besok siang.


Mereka tengah mempersiapkan semua kelengkapan untuk hari esok, dan semua nya sudah hampir selesai.


Hanya tinggal latihan bagi para model, saat ini para model telah berada di atas panggung yang telah siap di dekorasi oleh bagian perencanaan, dan mereka sudah memulai latihan.


Kemudian, Rey datang bersama dengan Clara, lalu mereka menghampiri Diego.


"Apa kamu sudah selesai?" Tanya Rey kepada Diego.


"Sebentar lagi akan selesai, aku akan mengawasi mereka sebentar lagi", jawab Diego.


"Baiklah, kami akan menunggu mu", ucap Rey.


"Kalau kalian ingin pulang duluan, pulang lah, aku bisa menyetir sendiri", ucap Diego.


"Ok", ucap Rey.


Lalu, tiba-tiba datang seorang karyawan menghampiri Diego.


"Gawat pak direktur", ucap nya.


Mendengar perkataan karyawan itu, membuat langkah Rey terhenti.


"Ada masalah apa?" Tanya Diego pada karyawan itu.


"Kita kekurangan model pak", jawab nya.


"Bagaimana bisa!" Teriak Diego.


"Bukankah semua nya telah di persiapkan dari jauh-jauh hari", ucap Diego dengan nada tegas nya.


"Iya pak, tapi barusan saya dapat telfon dari rumah sakit, kalau model yang akan ikut tampil besok telah mengalami kecelakaan pak", jelas karyawan itu.


"Cepat cari model pengganti malam ini juga", ujar Diego.


"Aku tidak mau tau, seharusnya kamu sudah mengatasi nya, dan memiliki model cadangan", marah Diego.


"Memangnya kita kekurangan model pria atau wanita?" Tanya Rey.


"Wanita pak", jawab karyawan itu.


"Kalau begitu dia saja, dia juga kelihatan cocok", ucap Rey sambil menarik Clara ke dekat nya.


"Apa!" Teriak Clara.


"Aku tidak bisa", tolak Clara sambil melotot kan mata nya kepada Rey.


"Ok! Besok kamu harus datang tepat waktu", ujar Diego.


"Kalau perlu sebelum model lain berdatangan", ujar Diego lagi kepada Clara.


Namun, Clara hanya diam karena kebingungan mau berkata apa kepada Diego.


Ia merasa Diego telah banyak membantu nya, jadi dia pikir tidak mungkin menolak permintaan Diego pada nya, sehingga membuat Clara jadi serba salah.


"Ok! Besok aku akan mengatur nya",ucap Rey kepada Diego.


"Apa dia tidak berlatih malam ini Pak?" Tanya karyawan kepada Diego.


"Tidak usah, dia hanya seorang pengganti", jawab Diego.


"Aku hanya berharap dia berjalan ke depan dan tidak terjatuh saat memperagakan busana, dan dia hanya perlu berjalan seperti biasa", ujar Diego.


"Aku akan melatih nya malam ini", celetuk Rey.


"Ok! Itu ide yang bagus", ucap Diego.


"Aku serahkan semua ini pada mu Rey", ucap Diego sambil menepuk pundak Rey.


"Tapi, kita kekurangan dua orang model wanita Pak", ucap karyawan itu.


"Jadi, kita harus mencari satu orang model lagi", ucap karyawan itu lagi.


"Bagaimana dengan Hanna", ucap Clara.


"Hanna?" Tanya Diego.


"Iya, waktu sekolah dia pernah mengikuti acara seperti ini, dan juga menjadi pemenang dalam kontes kecantikan", jelas Clara.


"Walau pun itu sudah sangat lama, dan aku hanya melihat rekaman nya saja, tapi aku rasa dia masih memiliki bakat itu", jelas Clara lagi.


"Benarkah?" Tanya Diego lagi.


"Benar, tapi itu saat Hanna masih sekolah", ujar Clara.


"Ok! Aku akan mengurus nya", ucap Diego.


"Kamu cepat lanjutkan pekerjaan mu", ucap Diego lagi kepada karyawan itu.


"Baik Pak", ucap karyawan itu.


Lalu, karyawan itu segera pergi dari hadapan Diego untuk melakukan pekerjaan yang lain nya.


"Ayo kita pulang", ujar Diego.


Lalu, mereka bertiga pulang bersama, dan seperti biasa nya, Rey yang menyetir mobil.


Diego tidak selalu pulang dengan Rey, ia sering pulang sendiri dengan membawa mobil nya.


***


Setelah makan malam bersama, Diego telah menjelaskan semua nya kepada Hanna saat sedang berada di meja makan. Di sana juga ada Rey, dan Clara.


Mendengar perkataan Diego, Hanna hanya memakan anggur yang telah di petik nya di kebun belakang tanpa menjawab pertanyaan dari Diego.


"Woaaa, anggur ini benar-benar manis sekali", ujar Hanna.

__ADS_1


"Jadi bagaimana?" Tanya Diego.


"Apa kamu mau membantu ku?" Tanya Diegi lagi pada Hanna.


"Ayolah Hanna, biar aku ada teman", ucap Clara sambil membujuk Hanna.


"Ayolah", ucap Clara lagi dengan nada manis nya.


"Aku akan melakukan apa saja yang kamu inginkan, asalkan kamu mau ikut", bujuk Clara lagi.


"Benarkah?" Tanya Hanna.


"Benar, tapi hanya satu permintaan, tidak lebih", jawab Clara.


"Aku kira semua yang aku inginkan", gerutu Hanna.


"Jadi bagaimana, kamu mau kan?" Tanya Clara.


"Ok! Aku anggap kamu menyetujui nya", ujar Clara.


"Ok! Permintaan nya...", Ujar Hanna menggantung.


"Akan aku pikirkan terlebih dahulu", ujar Hanna lagi.


"Setelah ini kalian berlatih lah, biar besok kalian tidak gugup", ucap Diego.


"Ok! Tapi aku rasa aku sudah lupa bagaimana cara nya berjalan di atas panggung" ,ucap Hanna.


"Lalu, kenapa kamu berbicara seakan diri mu sok jual mahal", ujar Clara.


"Padahal kamu juga tidak mengingat nya", ujar Clara lagi.


"Karena itulah aku tidak menjawab nya", ujar Hanna.


"Aku sedang berfikir, apakah aku masih bisa berjalan di atas panggung", jelas Hanna.


"Jangan sampai aku membuat malu keluarga ini, apalagi Diego", ucap Hanna dengan nada memelas nya.


"Jangan takut, berjalan saja seperti biasa", ujar Diego.


"Aku tidak menuntut banyak hal dari kalian", ujar Diego lagi.


"Ok! Ayo latihan", ucap Rey.


"Biar aku yang mengajari kalian", ucap Rey lagi.


"Aku hanya menilai cara berjalan kalian saja", ucap Rey lagi.


"Aku ingin tidur, maafkan aku", tolak Hanna.


"Besok aku hanya berjalan seperti biasa saja", ucap Hanna.


Lalu, Hanna segera menuju ke dalam kamar nya. Kemudian, langkah Hanna di ikuti oleh Diego dari belakang.


"Bagaimana kalau aku tidak usah berlatih?" Tanya Clara kepada Rey.


"Aku berjalan seperti biasa saja", ucap Clara.


"Ok! Semangat!" Ucap Rey.


"Aku yakin kamu bisa!" Ucap Rey lagi.


" Maafkan aku, aku hanya bisa seperti ini", ucap Clara.


"Tidak apa-apa aku mengerti", ucap Rey.


***


Pagi ini jam empat, Diego sudah bangun dari tidur nya. Semalam ia tidur dengan cepat, karena mengumpulkan tenaga untuk hari ini.


"Hanna", panggil nya sambil membangunkan Hanna.


"Apa kamu tidak ingin mempersiapkan sesuatu?" Tanya Diego.


"Apa?" Tanya Hanna masih dalam keadaan setengah sadar.


"Aku ingin tidur sebentar lagi", ujar Hanna.


"Baiklah, nanti jangan salahkan aku kalau kamu belum siap untuk tampil", bisik Diego di telinga istri nya.


Lalu, Diego segera menuju ke kamar mandi, dan mencuci wajah nya dengan air dingin, tidak lupa dengan menggosok gigi nya.


Setelah dari kamar mandi, Diego menuju ke dapur, ia meminta pelayan untuk mengantarkan minuman dan cemilan ke ruang kerja nya.


Setelah itu, Diego segera menuju ke ruang kerja nya, dan melanjutkan pekerjaan yang harus di selesaikan nya pagi ini juga.


Di kamar tamu, tampak Clara yang sedang berlatih memperagakan jalan seorang model.


Clara bergerak ke sana ke mari dengan menggunakan heels yang cukup tinggi.


Sebenarnya Clara sangat gugup, dan berusaha untuk berlatih secara sembunyi-sembunyi di dalam kamar.


Ia tidak mau mengecewakan semua orang yang telah mempercayai nya.


Apalagi ia pernah mempunyai keinginan sewaktu kecil ,untuk berlagak seperti seorang putri di depan orang banyak.


Jadi, saat ini lah kesempatan emas bagi diri nya untuk mewujudkan mimpi nya itu, walau pun hanya sekali dalam seumur hidup.


Sementara Rey, ia masih tertidur di dalam kamar nya, ketika jam alarm berbunyi, langsung saja Rey terbangun karena berisik nya suara jam alarm itu.


Rey bangun jam lima pagi, setalah bangun ia menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya, lalu menggosok gigi, dan duduk di sofa yang ada di dalam kamar nya.


Tampak Rey sedang menghubungi semua orang yang terlibat dalam acara, khusus nya para penanggung jawab di divisi masing-masing.


Kemudian, Hanna terbangun jam tujuh pagi, lalu Hanna melihat ke sebelah nya, dan ia tidak menemukan Diego di sana.


Lalu, Hanna menuju ke balkon kamar nya, dan menikmati pemandangan pagi hari dari sana sambil menghirup udara pagi yang segar.


"Apa Diego sedang berada di ruang kerja nya?" Tanya Hanna pada diri nya sendiri.

__ADS_1


Lalu, Diego segera masuk ke dalam kamar nya, dan memeluk Hanna dari belakang.


"Kamu dari mana?" Tanya Hanna pada Diego.


"Aku dari ruangan kerja ku", jawab Diego.


"Apakah kamu sesibuk ini setiap ada acara?" Tanya Hanna lagi.


"Tidak! Aku sengaja menyibukkan diri pagi ini", jawab Diego.


"Maksud nya?" Tanya Hanna.


"Iya, aku sengaja untuk menyelesaikan pekerjaan hari esok dan beberapa hari ke depan pagi ini", jelas Diego.


"Karena aku akan mengajak mu untuk pergi piknik besok pagi", ucap Diego.


"Lalu, setelah nya kita akan pergi ke rumah orang tua mu, untuk merayakan ulang tahun nenek", ucap Diego lagi.


"Sungguh!" Teriak Hanna.


"Woah, aku sangat ingin sekali pergi piknik", ucap Hanna dengan raut wajah yang bahagia.


"Kalau begitu, ayo segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor", ujar Diego.


"Aku harus datang lebih cepat pagi ini, dan mengawasi semua nya", ujar Diego lagi.


"Ok! Aku akan mandi sekarang", ucap Hanna.


"Aku akan ikut dengan mu", ucap Diego dengan senyum maut nya.


Lalu, Diego masuk ke dalam kamar mandi, dan menggoda Hanna.


***


Setalah bersiap-siap, mereka berempat makan bersama di ruang makan, lalu jam sembilan pagi langsung pergi ke tempat acara.


Setelah sampai di tempat acara, Hanna dan Clara di suruh masuk ke dalam sebuah ruangan.


Ruangan itu adalah tempat mereka di rias, dan di permak menjadi lebih cantik.


Setelah selesai di rias, mereka tidak bisa keluar ruangan, karena saat ini Hanna dan Clara tidak mau terlihat kelelahan akibat berjalan ke sana ke mari, dan itu bisa membuat make up di wajah mereka tidak sempurna lagi.


"Bagaimana ini, aku deg-degan", ucap Clara.


"Iya, aku juga merasakan nya", ucap Hanna.


"Satu jam lagi acara akan di mulai, kita telah menghabiskan dua jam di dalam ruangan ini", ucap Hanna lagi.


"Aku tidak sabar untuk segera menyelesaikan semua ini, agar hati ku merasa tenang", ucap Clara.


Lalu, semua model di suruh berkumpul, untuk diberi arahan dan wejangan, serta aba-aba saat sedang berjalan di atas panggung nanti.


Kemudian acara sudah di mulai, dan di beri kata sambutan oleh Diego sebagai direktur perusahaan.


Semua tamu terlihat sedang duduk dengan rapi di kursi yang telah di sediakan, lalu para model telah keluar dari belakang panggung dan menuju ke atas panggung untuk memperagakan pakaian.


Saat ini adalah giliran Clara, ia terlihat berjalan dengan santai dan dengan langkah yang teratur.


Melihat Clara keluar dari belakang panggung, membuat jantung Rey berdebar-debar tak karuan.


"Ya Tuhan, aku tidak menyangka kalau dia secantik ini", ucap Rey dalam hati.


Rey tidak bisa mengalihkan pandangan nya dari Clara, apalagi ketika melihat Clara sedang tersenyum ke semua orang.


Lalu, setelah Clara kembali ke belakang panggung, keluar lah Hanna dari belakang panggung, dan berjalan ke atas panggung dengan langkah nya yang gemulai, dan terlihat mempesona.


"Ada apa dengan mereka?" Tanya Rey.


"Kenapa mereka terlihat sangat cantik?" Tanya Rey lagi kepada Diego.


"Istri ku memang sudah cantik dari dulu", jawab Diego.


"Bahkan setiap hari aura kecantikan nya terus bertambah di mata ku", ucap Diego pada Rey.


Padahal, sebenarnya Diego tidak bisa berkata apa-apa terhadap penampilan Hanna saat ini, ia sungguh merasa beruntung bisa menjadi suami dari istri nya ini.


"Benar apa kata Clara, ia terlihat sangat memukau di atas panggung", ujar Diego.


"Benar, kamu memang beruntung memiliki nya", ucap Rey kepada Diego.


Lalu, semua baju musim semi kategori wanita dewasa telah siap di peragakan.


Setelah ini, saat nya bagi model pria untuk memperagakan produk yang ada di dalam majalah, dan produk itu akan terbit besok pagi.


Melihat Branden di belakang panggung yang sedang di rias oleh stylish, membuat Clara kaget, dan Clara langsung memberitahu Hanna tentang apa yang telah ia lihat waktu itu.


"Apa dia ingin berniat jahat, atau hanya ingin mencari Diego?" Tanya Hanna pada Clara.


"Mungkin, dia mencari Diego untuk membicarakan hal yang berhubungan dengan pekerjaan", ujar Hanna.


"Entah lah, aku juga tidak tau", ujar Clara.


Saat Branden tampil di atas panggung, semua wanita bersorak, dan memotret Branden dengan ponsel nya masing-masing.


Bagaimana tidak, Branden adalah seorang model yang di gemari oleh banyak wanita, dan ia sangat terkenal di kalangan para wanita, terutama yang suka melihat majalah.


Branden tampil dengan gagah nya, setiap pakaian yang di pakai nya membuat seseorang ingin untuk memiliki nya, entah tubuh nya yang sesuai, atau paras nya yang terbilang tampan.


Setelah Branden selesai tampil, dan telah berada di belakang panggung, kemudian ia berjalan melewati Hanna dan Clara.


Lalu, dengan tiba-tiba ia berhenti melangkah, dan melihat ke arah Hanna dan Clara.


Kemudian, ia mengedipkan mata nya kepada kedua wanita itu, dan segera pergi dari sana.


Langsung saja, tingkah Branden membuat Hanna dan Clara kaget di buat nya.


Apakah Branden menyukai Hanna, ataukah ia menyukai Clara?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...


__ADS_2