Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Sesak


__ADS_3

Kediaman Keluarga Hanna


Pagi ini Clara sedang membantu Bibi Im untuk membuat kue kesukaan Hanna di dapur karena pada sore ini Hanna sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah.


Setelah semalam selesai di operasi Hanna sampai saat ini belum juga mengetahui mengenai diri nya yang telah mengalami keguguran itu karena Hanna sebelum nya tidak sadar dengan apa yang telah terjadi kepada nya setelah diri nya tidak sadarkan diri itu.


Oleh karena itu Hanna merasa diri nya ingin di rawat di rumah saja dan Hanna ingin menikmati waktu liburan nya itu tanpa banyak menghabiskan waktu di rumah sakit.


Karena Hanna tidak mau berlama-lama berada di rumah sakit maka Diego pun memutuskan untuk menuruti kemauan Hanna itu dan Diego tidak ingin membuat Hanna merasa gelisah selama mereka berada di rumah sakit itu.


Setelah selesai membuat kue Clara pun pergi bermain dengan putra nya sedangkan Bibi Im masih terlihat sibuk di dapur karena setelah selesai membuat kue Bibi Im kembali lagi memasak makanan untuk makan malam nanti.


Beberapa jam telah berlalu dan akhirnya pun hari telah memasuki waktu sore hari.


Pada saat jam lima sore Hanna, Diego dan Rey sudah pulang ke rumah sementara Leo, Krystal, Ibu Hanna, Ayah Hanna dan Nenek Hanna sedang di dalam perjalanan menuju ke rumah kerena mereka baru saja pulang dari menguburkan bayi Hanna.


Walau pun bayi itu berukuran sangat kecil tapi tetap saja keluarga Hanna ingin menguburkan nya dan itu sesuai dengan keinginan Ibu dan Nenek Hanna.


Setelah sampai di rumah Hanna pun langsung pergi beristirahat ke dalam kamar nya sementara Diego masih tetap menemani Hanna sampai Hanna terlelap di atas tempat tidur mereka itu.


Pada saat jam menunjukkan pukul enam sore semua orang telah pulang ke rumah itu dan saat ini semua nya juga sudah berada di dalam kediaman itu.


Mereka semua sedang menunggu waktu nya makan malam dan makan malam di kediaman keluarga Hanna itu biasa nya akan berlangsung sekitar jam tujuh malam.


Semua orang pada sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing dan pada waktu itu ada yang sedang sibuk di dapur dan ada juga yang sedang sibuk di ruang makan untuk menata makanan yang telah selesai di masak oleh Ibu Hanna dan Bibi Im.


Sementara yang lain nya sedang fokus menonton TV kecuali Ye Joon dan Rey karena saat ini mereka sedang sibuk bermain puzzle di karpet yang ada di depan TV ruang keluarga kediaman orang tua Hanna itu.


"Tok tok tok", bunyi ketukan pintu di luar kamar Hanna dan Diego.


Lalu Diego pun langsung berjalan menuju ke pintu kamar nya itu dan kemudian Diego pun langsung membuka pintu kamar nya itu.


"Ayo makan malam", ujar Krystal kepada kakak nya itu.


"Ok", ujar Diego.


Lalu Diego pun langsung ke luar dari dalam kamar nya itu dan kemudian mereka berdua pun langsung turun ke bawah untuk pergi ke ruang makan.


***


Apartemen Branden


Malam ini Branden akan kembali lagi ke kediaman Sera karena Branden hanya tidur selama satu malam saja di dalam apartemen nya itu.


Mengingat kejadian semalam Branden pun masih merasa tidak percaya dengan apa yang telah ia dengar dari mulut Ara itu.


*Flash Back*


"Aku rasa kamu sudah gila", ujar Branden kepada Ara.


"Apa! Gila", ujar Ara.


"Lebih baik kamu berhenti saja merencanakan semua itu dari pada nyawa mu yang akan melayang", ujar Branden lagi.


"Tapi aku tidak takut dengan semua itu", ujar Ara lagi.


"Benarkah!" Ujar Branden sambil tersenyum kecil ke arah Ara.


"Seperti nya kamu belum mengetahui siapa Diego yang sebenar nya", ujar Branden lagi.


"Maksud mu apa berkata seperti itu kepada ku", ujar Ara.


"Sudah lah aku tidak akan berbicara lebih banyak lagi kepada mu dan aku tidak ingin terlibat dengan rencana jahat mu itu apa lagi wanita itu adalah istri Diego", ujar Branden.


"Jika kamu ingin selamat maka jangan berurusan dengan Diego ingat perkataan ku itu", ujar Branden lagi.


Lalu Branden pun mengeluarkan sebatang rokok dari dalam kotak rokok yang ada di atas meja ruang tamu apartemen Branden itu dan kemudian Branden pun menyalakan rokok itu.


"Seperti nya kamu tidak akan pernah mau membantu ku dalam hal ini", ujar Ara.


Lalu Ara pun langsung berdiri dari tempat duduk nya itu dan kemudian Ara pun mulai melangkahkan kaki nya menuju ke pintu apartemen Branden.


"Apa kamu tidak mau bersenang-senang dengan ku malam ini", teriak Branden.


"Seperti nya malam ini aku harus kembali lagi ke rumah ku karena ada hal yang lebih penting dari itu", ujar Ara sambil membuka pintu apartemen Branden itu.


Setelah Ara pergi dari dalam apartemen nya itu Branden pun hanya bisa menonton TV yang ada di depan nya itu sambil menghisap rokok yang ada di tangan nya itu.


"Aku tidak menyangka Diego selalu ada di dalam kehidupan ku ini", ujar Branden.


"Semua orang yang aku kenal selalu terlibat dengan diri nya dan itu sangat membuat ku merasa jengkel dengan diri nya", ujar Branden lagi.


Lalu Branden pun kembali lagi menghisap rokok yang ada di tangan nya itu sambil tetap melihat ke arah TV yang ada di depan nya itu.


*Kamar Branden Di Apartemen*


Saat ini Branden telah selesai bersiap-siap untuk pergi ke kediaman Sera.


Pakaian nya berwarna hitam dari atas sampai ke bawah karena Branden tidak mau keberadaan diri nya itu di ketahui oleh anak buah Diego.

__ADS_1


Setelah merasa siap akhirnya Branden pun segera pergi meninggalkan apartemen nya itu dengan menaiki mobil yang telah di kirim oleh Sera untuk menjemput nya itu.


***


Kediaman Keluarga Hanna


Saat ini semua orang kecuali Hanna sedang makan malam bersama di ruang makan yang ada di kediaman keluarga Hanna itu.


Mereka semua tampak menikmati makanan itu dengan santai nya kecuali Ye Joon karena Ye Joon tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi di dalam kediaman itu.


Ye Joon tampak sangat lahap sekali memakan makanan yang di hidangkan di atas meja makan itu karena semua makanan yang telah di masak oleh Bibi Im dan Ibu Hanna itu enak sekali di lidah nya.


Pada saat makan malam berlangsung tiba-tiba saja ada panggilan telpon masuk dari salah satu anggota Octopus kepada Rey dan Rey pun langsung mengangkat panggilan telpon dari anggota tim nya itu sambil menjauh dari semua orang yang ada di dalam ruang makan itu.


"Halo", jawab Rey setelah ia berdiri di ruang tamu.


"Rey kami sudah menyelidiki semua nya dan pengirim dari paket minuman itu adalah seorang pria asing yang tidak di kenali wajah nya karena pada saat dia bertransaksi di kantor pengiriman paket pria itu terlihat sedang menggunakan penutup kepala yang hanya memperlihatkan mata nya", ujar anggota tim nya itu.


"Dan sayang nya pria itu tidak melihat ke arah cctv sehingga kami tidak dapat mengenali nya dengan jelas", ujar anggota tim nya itu lagi.


"Kalau begitu selidiki lagi mengenai pria itu sampai kita berhasil mendapatkan pria itu", ujar Rey.


"Baik lah", ujar anggota tim nya itu lagi.


Lalu panggilan telpon itu pun segera berakhir dan setelah itu Rey pun segera kembali lagi ke ruang makan untuk makan malam bersama disana.


"Siapa yang telah menelfon mu itu?" Tanya Clara kepada Rey.


"Anggota tim ku", ujar Rey.


Diego yang mendengar perkataan Rey itu langsung melihat ke arah Rey dengan tatapan mata nya yang terlihat seperti sedang bertanya.


Seperti tau dengan maksud tatapan Diego itu kepada nya Rey pun langsung menggeleng-gelengkan kepala nya kepada Diego.


Karena Rey bertingkah seperti itu kepada nya maka Diego pun hanya bisa menghembuskan nafas nya dengan berat sambil berusaha untuk menghabiskan makanan yang ada di atas piring nya itu.


Pada saat makan malam Leo tampak curiga dengan tatapan Ayah Hanna kepada Diego karena selama makan malam berlangsung tatapan Ayah Hanna selalu tertuju kepada Diego.


Awal nya Leo hanya biasa saja melihat nya tapi setelah Leo cukup lama memperhatikan itu Leo pun baru sadar kalau ada sesuatu yang menurut nya aneh di dalam pandangan Ayah Hanna kepada Diego itu.


Setelah selesai makan malam akhirnya mereka semua pun berkumpul lagi di ruang keluarga yang ada di kediaman itu.


Sementara Diego masuk ke dalam kamar nya untuk melihat Hanna yang sedang tertidur di atas tempat tidur mereka itu.


Diego hanya menatap Hanna dengan tatapan sedih nya itu dan Diego juga pergi ke balkon yang ada di dalam kamar mereka itu untuk mengambil udara segar yang ada disana.


Melihat itu Diego pun merasa ada yang aneh dengan gelagat Ayah Hanna yang sedang terlihat cemas di teras depan kediaman nya itu.


Namun Diego mengurungkan niat nya untuk pergi menghampiri Ayah Hanna yang sedang berada di teras depan kediaman itu karena saat ini Hanna telah bangun dari tidur nya dan Diego ingin membantu Hanna untuk pergi ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai mencuci wajah nya Hanna pun meminta Diego untuk dapat menyuapi nya kue yang telah di bawakan oleh Bibi Im ke dalam kamar mereka itu.


"Apa kue nya enak?" Tanya Diego kepada Hanna.


Lalu Hanna pun langsung menganggukkan kepala nya kepada Diego dan kemudian Hanna pun langsung menatap mata Diego dengan tatapan sendu nya.


"Apa yang telah terjadi kepada ku?" Tanya Hanna kepada Diego.


"Kenapa aku merasa tubuh ku sangat sakit sekali waktu itu apa lagi di bagian perut ku", ujar Hanna lagi.


"Kemarin kita telah kehilangan anak kita lagi", ujar Diego.


"Apa!" Ujar Hanna dengan raut wajah kaget nya itu.


Lalu Hanna pun langsung mengeluarkan air mata nya dan kemudian Hanna pun mulai menangis.


Melihat itu Diego pun langsung memeluk Hanna ke dalam pangkuan nya dan kemudian Diego pun mengelus-ngelus kepala istri nya itu dengan sentuhan lembut nya.


"Hanna aku tau kamu sedih dan aku pun juga sedih dengan semua ini tapi kita juga tidak boleh meratapi semua ini terlalu lama karena itu akan mempengaruhi kehidupan kita ke depan nya", ujar Diego.


"Kenapa kita selalu mengalami hal yang seperti ini", ujar Hanna dengan isak tangis nya.


"Aku merasa kita tidak di beri kesempatan untuk dapat merawat anak kita dengan baik", ujar Hanna lagi sambil menghapus air mata yang ada di pipi nya itu dengan menggunakan tissue yang baru saja diberikan oleh Diego kepada nya itu.


Melihat Hanna yang menangis seperti itu Diego pun juga tidak bisa menahan air mata nya lagi karena hati Diego juga sangat sakit dengan semua itu.


Namun Diego berusaha untuk tetap tegar agar Hanna tidak larut dengan kesedihan ini dan setelah cukup lama meratapi kejadian yang telah menimpa mereka itu Hanna pun langsung tertidur kembali di dalam pangkuan Diego.


Melihat Hanna yang sedih seperti itu dada Diego terasa sesak karena Diego tidak bisa berbuat apa pun pada saat ini apa lagi itu bukan lah hal yang bisa di atasi oleh manusia biasa seperti diri nya.


Karena anak adalah titipan dari Tuhan jadi Diego berusaha untuk tetap bisa menerima semua ini walau pun hati nya sangat sakit dengan keadaan yang telah menimpa nya ini.


***


Kediaman Sera


Saat ini Sera, Branden, Kakek Sera, Rachel dan Coco sedang berada di ruang makan yang ada di dalam kediaman itu.


Suasana makan malam kali ini terlihat tenang dan cukup santai apa lagi Rachel terlihat sangat menikmati makanan yang tengah di hidangkan di atas meja makan itu.

__ADS_1


Malam ini Sera tidak jadi memarahi Branden karena Branden telah bersikap jujur kepada nya dan karena itu lah Sera merasa sedikit bersalah kepada Branden.


Itu terjadi karena akhir-akhir ini Branden selalu berniat untuk pergi dari kediaman nya itu dan itu tentu saja membuat Sera cukup merasa curiga kepada Branden.


Karena menurut Sera tindakan Branden yang selalu ingin pergi ke luar dari kediaman nya itu adalah tindakan yang bisa membahayakan diri nya dan termasuk Kakek nya.


Jadi wajar saja kemarin Sera berniat untuk mengikuti Branden bersama dengan Coco agar ia tau kalau selama ini Branden bersikap jujur atau tidak kepada nya.


*Flash Back*


Setelah sampai di depan apartemen Branden Sera pun langsung mengikuti Branden untuk masuk ke dalam lobby apartemen itu bersama dengan Coco.


Awal nya Sera berpikir kalau Branden akan ke luar lagi dari dalam lobby apartemen itu setelah melihat mobil yang mengantar nya itu telah pergi menjauh dari apartemen itu.


Namun dugaan Sera salah dan ternyata Branden memang masuk ke dalam apartemen nya itu dan setelah Branden masuk ke dalam apartemen nya itu Branden pun tidak ke luar lagi dari dalam apartemen nya itu.


Jadi setelah menunggu selama satu jam di luar pintu apartemen Branden itu Sera dan Coco pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke kediaman Sera karena Sera telah percaya bahwa Branden tidak akan mungkin berbohong kepada nya.


*After Flash Back*


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?" Tanya Branden kepada Sera.


"Aku hanya tidak percaya saja kalau pria tampan seperti diri mu itu belum juga menikah sampai saat sekarang ini", ujar Sera berusaha untuk mengalihkan perhatian Branden.


"Sudah lah jangan bahas mengenai itu lagi", ujar Branden.


"Paman kenapa Paman belum juga menikah padahal aku sangat menginginkan seorang adik", ujar Rachel kepada Branden.


"Astaga kamu dari mana tau mengenai hal yang seperti itu", ujar Branden kepada Rachel.


"Dari Bibi Coco", ujar Rachel.


Lalu Coco pun hanya bisa tersenyum malu kepada Branden dan Branden pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya saja sambil meraih minuman yang ada di depan nya itu.


"Branden apa pemilik rumah mewah itu ada memberikan kabar kepada mu", ujar Kakek Sera.


"Belum ada sampai saat ini", ujar Branden.


"Kalau begitu katakan kepada nya kalau Minggu depan kita akan memasukkan barang lagi kesana", ujar Kakek Sera lagi.


"Ok", ujar Branden.


Lalu mereka semua pun melanjutkan kembali memakan makanan mereka masing-masing dan setelah itu mereka pun sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.


***


Kediaman Keluarga Hanna


"Tok tok tok", bunyi ketukan pintu di luar kamar Hanna dan Diego.


Lalu Diego pun segera pergi membukakan pintu itu dan ternyata ada Bibi Im yang sedang berdiri di depan pintu kamar mereka itu.


"Apa apa Bibi Im?" Tanya Diego.


"Tuan ingin berbicara dengan kamu dan sekarang beliau sedang berada di teras yang ada di depan rumah", ujar Bibi Im.


"Ok! Aku akan pergi menemui beliau saat ini juga", ujar Diego.


Lalu Bibi Im pun segera pergi dari depan kamar mereka itu dan setelah itu Diego pun langsung berjalan menuju ke teras yang ada di depan rumah.


"Kenapa Ayah tiba-tiba ingin berbicara dengan ku", ujar Diego di dalam hati nya.


"Apa karena kejadian minuman itu", ujar Diego lagi di dalam hati nya.


Lalu Diego pun telah sampai di teras depan rumah dan setelah itu Ayah Hanna pun menyuruh Diego untuk duduk di kursi teras yang ada di samping beliau itu.


"Kenapa wajah Ayah terlihat sangat cemas sekali?" Tanya Diego.


"Apa Ayah sangat mengkhawatirkan kami?" Tanya Diego lagi.


"Ada satu hal yang membuat ku terusik akhir-akhir ini", ujar Ayah Hanna.


"Apa itu?" Tanya Diego.


"Siapa kamu sebenar nya?" Tanya Ayah mertua nya itu.


Mendengar pertanyaan Ayah mertua nya yang seperti itu kepada nya Diego pun langsung kaget di buat nya dan Diego pun juga menjadi bingung saat ini dengan situasi yang sedang terjadi di antara diri nya dan Ayah mertua nya itu di tambah lagi Diego juga tidak tau harus berkata apa kepada Ayah mertua nya itu.


Apa lagi saat ini Diego tidak mengetahui apakah Ayah mertua nya itu telah menyelidiki nya secara keseluruhan atau belum.


Kemudian Diego pun memberanikan diri nya untuk melihat ke Ayah mertua nya itu dengan tatapan mata nya yang terlihat serius.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2