
"Cepat katakan atau aku akan melaporkan semua kelakuan mu itu kepada Ayah", ujar Diego kepada Krystal.
"Kakak nanti saja aku ceritakan kepada mu ya sekarang aku harus pergi latihan dulu ok", ujar Krystal kepada Diego.
Kemudian Krystal pun mengakhiri panggilan nya dengan Diego dan setelah nya tersenyum kecil kepada Branden.
"Ayo kita latihan", ujar Krystal.
"Apakah kamu baru saja selesai menelfon seseorang?" Tanya Branden.
"Iya hehe", ujar Krystal.
"Aku tidak tau kalau kamu sedang berbicara dengan seseorang lewat telpon maka nya aku mengajak mu berbicara saat itu", ujar Branden.
"Tidak apa-apa jangan terlalu dipikirkan", ujar Krystal.
"Kalau begitu ayo kita mulai latihan", ujar Branden.
"Apa! Kita latihan disini?" Tanya Krystal.
"Apa kamu ingin latihan di tempat lain?" Tanya Branden.
"Terserah kamu saja tapi sebelum itu aku mau kita makan siang dulu karena saat ini aku sudah lapar", ujar Krystal.
"Ok ayo ikut dengan ku", ujar Branden.
Kemudian mereka segera pergi menuju ke mobil Branden yang sedang terparkir di basement apartemen nya dan setelah itu mereka langsung pergi menuju ke restoran tempat Branden biasa nya makan siang.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego
Saat ini Diego sedang marah kepada Krystal dan sekarang dia sedang menuju ke dalam kamar nya untuk mengambil jaket dan kunci mobil nya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Hanna yang sedang duduk di balkon kamar mereka.
"Aku mau pergi menemui Krystal", jawab Diego.
"Kalau begitu aku ikut dengan mu", ujar Hanna.
"Ok ayo kita pergi", ujar Diego.
Kemudian mereka segera pergi menemui Krystal dan saat ini Diego hanya mengandalkan GPS untuk melacak keberadaan Krystal karena setiap orang yang ada di dalam keluarga mereka menggunakan GPS di ponsel mereka masing-masing.
***
Rumah Clara
"Kring kring kring", bunyi telpon rumah Clara.
Mendengar telpon rumah nya yang berdering Clara pun segera mengangkat nya.
"Halo", ujar Clara.
"Ini siapa?" Tanya Clara.
"Aku Yae Won", ujar nya.
"Oh Yae Won", ujar Clara.
"Ada apa kamu menelpon ku?" Tanya Clara.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Clara lagi.
"Aku hanya ingin memberi mu kado pernikahan", ujar Yae Won.
"Tidak usah repot-repot aku tidak mau kamu kerepotan karena hal itu", ujar Clara.
"Tidak apa-apa aku telah lama menyiapkan nya untuk mu hanya saja waktu acara pernikahan mu itu aku tidak sempat datang kesana karena ada hal yang harus aku kerjakan", ujar Yae Won.
"Kalau begitu aku akan mengantarkan kado ini ke rumah mu", ujar Yae Won.
"Bisakah kamu memberikan alamat rumah mu kepada ku", ujar Yae Won lagi.
"Apakah kamu datang ke kota hanya untuk memberikan kado itu kepada ku?" Tanya Clara.
"Iya dan sekarang aku sudah berada di kota dan hari ini aku akan langsung pergi ke rumah mu", ujar Yae Won.
"Kalau begitu aku akan segera mengirimkan alamat rumah ku kepada mu jadi kamu katakan saja nomor ponsel mu maka aku akan mengirimkan pesan kepada mu", ujar Clara.
Kemudian Yae Won pun segera menyebutkan nomor ponsel nya kepada Clara dan Clara pun bergegas mencacat nomor ponsel Yae Won itu dan setalah nya panggilan mereka berakhir dan Clara pun segera mengirimkan alamat rumah nya kepada Yae Won.
***
Markas Octopus
Saat ini Rey sedang menunggu Diego di dalam ruangan Diego tetapi Diego tak kunjung datang setelah ia tunggu selama lima belas menit padahal Diego biasa nya tidak pernah seperti ini karena Diego orang nya sangat disiplin apa lagi kalau ia telah berjanji dengan seseorang.
Lima menit kemudian pun Rey segera menelpon Diego dan Diego pun mengangkat panggilan dari Rey.
"Halo", ujar Diego.
"Dimana kamu sekarang aku sudah menunggu mu selama dua puluh menit lama nya tapi kamu belum juga datang dan itu tidak seperti diri mu yang aku kenal", ujar Rey.
"Aku sedang di dalam perjalanan menuju ke suatu tempat", ujar Diego sambil menyetir mobil nya.
"Jadi kamu tidak akan datang ke markas sekarang", ujar Rey.
"Sekarang ada hal yang lebih penting dari itu", ujar Diego.
"Apa itu?" Tanya Rey.
"Kamu ikuti saja aku lewat GPS karena aku butuh bantuan mu saat ini dan kamu akan tau jawaban nya setalah itu", ujar Diego.
"Ok", ujar Rey.
__ADS_1
Kemudian Rey pun segera pergi menuju ke dalam mobil nya dan setalah itu Rey langsung melajukan mobil nya untuk mengikuti Diego lewat GPS yang telah terhubung dengan ponsel nya.
***
Restoran Bintang Lima
"Apa kamu tidak salah ingin mentraktir ku makan di restoran mewah ini", ujar Krystal kepada Branden.
"Tentu saja aku tidak salah", ujar Branden.
"Kalau begitu aku akan pesan makanan yang paling mahal disini", ujar Krystal.
"Pesan saja semua yang kamu inginkan", ujar Branden.
"OMG ternyata dia sangat royal sekali", ujar Krystal di dalam hati nya.
"Kalau aku menikah dengan nya maka hidup ku akan senang karena seperti nya dia tidak akan melarang ku atau pun akan memarahi ku kalau aku selalu belanja dan shopping setiap hari", ujar Krystal lagi di dalam hati nya.
Lalu mereka pun segera memesan makanan dan Krystal pun tersenyum bahagia dengan perlakuan Branden kepada nya.
Setalah menunggu akhirnya makanan yang mereka pesan datang juga dan mereka pun langsung memakan makanan itu dengan santai nya.
"Seperti nya kamu akan dengan ku seharian ini", ujar Branden.
"Iya seperti nya begitu dan lebih tepat nya setiap hari minggu", ujar Krystal.
"Kita akan latihan selama satu sampai dua jam dan setalah itu kita akan kembali lagi ke apartemen ku karena kamu harus membersihkan apartemen ku hari ini", ujar Branden.
"Baiklah aku ingat dengan semua nya", ujar Krystal.
Pada saat mereka sibuk berbicara satu sama lain nya tiba-tiba saja Sera menelpon Branden dan Branden pun mengangkat nya.
"Branden", teriak Sera.
Mendengar teriakan Sera kepada nya langsung saja Branden sedikit menjauhkan ponsel nya dari telinga nya. Lalu setelah beberapa detik kemudian Branden mendekatkan kembali ponsel nya ke telinga kanan nya.
"Ada apa kamu menelpon ku apa lagi Sampai berteriak seperti ini", ujar Branden.
"Kapan kamu akan datang ke rumah ku dan aku bersama dengan Kakek telah menunggu mu dari dua jam yang lalu", ujar Sera dengan amarah nya.
"Tenang saja aku akan datang kesana setalah urusan ku selesai", ujar Branden.
"Memang nya apa lagi yang lebih penting di bandingkan dengan urusan yang telah kita rencanakan ini", ujar Sera.
"Ini juga salah satu yang berhubungan dengan itu", ujar Branden.
"Apa! Katakan dengan jelas supaya aku bisa menerima alasan mu itu", ujar Sera.
Belum sempat Branden mengatakan nya kepada Sera tiba-tiba saja Krystal di seret oleh Diego dan saat ini Diego terlihat sangat marah kepada Krystal apa lagi kepada Branden.
"Ayo ikut dengan ku dan jangan melawan ku", ujar Diego kepada Krystal.
"Kakak jangan lakukan ini kepada ku", ujar Krystal.
"Kenapa kamu menyeret nya seperti itu?" Tanya Branden lagi.
Kemudian Rey datang dan Diego pun langsung memberikan kode kepada nya agar ia mengurus Branden.
"Pergi lah aku akan mengurus nya", ujar Rey.
Kemudian Diego pun segera pergi dari dalam restoran itu sambil menarik tangan Krystal dan masuk ke dalam mobil nya yang sedang terparkir di depan restoran mewah itu.
"Diam disana dan jangan mencoba kabur dari ku", ujar Diego kepada Krystal.
"Krystal apa kamu baik-baik saja?" Tanya Hanna yang sedang duduk di depan Krystal.
Sejak sampai di restoran Hanna selalu berada di dalam mobil karena Diego melarang nya untuk ikut masuk ke dalam restoran karena Diego tidak mau Hanna melihat diri nya mengamuk di dalam restoran itu.
"Entahlah", ujar Krystal kepada Hanna.
Lalu Diego pun segera masuk ke dalam mobil nya dan setelah itu Diego langsung melajukan mobil nya menuju ke rumah nya yang ada di daerah pegunungan kota.
"Kita mau kemana?" Tanya Hanna.
"Kita akan pergi ke rumah", ujar Diego.
"Setidaknya kakak tidak membawa ku ke rumah besar jadi Ayah tidak akan tau mengenai permasalahan ini", ujar Krystal di dalam hati nya.
Lalu mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi dan Hanna pun khawatir dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
***
Apartemen Branden
"Apakah benar disini tempat nya ketika Diego sedang menelpon Krystal?" Tanya Rey kepada Branden.
"Iya kenapa aku harus berbohong kepada mu", ujar Branden.
Kemudian Rey pun segera memeriksa apartemen Branden itu dan tak lama kemudian Rey pun menemukan sebuah alat kontrasepsi yang telah di buang di dalam tong sampah yang ada di dapur Branden.
"Apa ini?" Tanya Rey kepada Branden.
"Apa yang telah kamu lakukan kepada Krystal?" Tanya Rey.
"Jadi apa yang telah dipikirkan oleh Diego itu saat sedang berbicara dengan Krystal lewat telpon itu benar", ujar Rey lagi.
"Apakah aku harus mengatakan nya kepada kalian", ujar Branden.
"Ayo cepat katakan yang sejujur-jujur nya dan jangan berani berbohong kepada ku kalau kamu tidak ingin mendapatkan masalah", ujar Rey.
"Kalau pun itu milik Krystal lalu apa hubungan nya dengan kalian", ujar Branden.
Mendengar perkataan Branden yang seperti itu langsung saja Rey segera membawa Branden masuk ke dalam mobil nya lagi dan setalah itu Rey langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju ke kediaman Diego.
***
__ADS_1
Kediaman Sera
"Seperti nya aku mendengar suara Diego saat sedang berbicara dengan Branden lewat telpon", ujar Sera kepada Kakek nya.
"Kalau begitu pantas saja Branden belum datang kesini karena saat ini diri nya sedang berhadapan dengan Diego", ujar Kakek nya.
"Lalu kenapa Diego terlihat sangat marah kepada nya", ujar Sera.
"Apa kerena Diego telah mengetahui rencana kita untuk mengajak Alexander berbisnis dengan kita", ujar Sera lagi.
"Kalau memang seperti itu bisa gawat dan kita harus segera bersembunyi dari Diego sekarang sebelum sesuatu yang buruk terjadi kepada kita", ujar Sera lagi kepada Kakek nya.
"Kita tunggu saja berita dari Branden terlebih dahulu dan baru setalah itu kita memikirkan apa yang akan kita lakukan ke depan nya", ujar Kakek Sera.
"Baiklah kalau itu yang Kakek inginkan", ujar Sera.
Kemudian Sera dan Kakek nya kembali sibuk dengan kegiatan nya masing-masing. Sera sibuk mengurus bayi nya sedangkan Kakek nya sibuk membaca koran yang ada di atas meja ruang keluarga rumah mereka.
***
Kediaman Diego
"Katakan yang jujur apa yang telah kamu lakukan dengan Branden", ujar Diego kepada Krystal.
"Aku tidak melakukan apa pun dengan nya", ujar Krystal.
"Aku takut Diego akan marah kepada Krystal lebih lanjut lagi", ujar Hanna di dalam hati nya.
"Apa yang harus aku lakukan agar bisa membantu Krystal", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.
"Aku rasa Krystal tidak berbohong kepada mu", ujar Hanna kepada Diego.
"Kita tidak bisa melepaskan nya begitu saja karena ini telah terlalu melewati batas", ujar Diego.
"Tapi dia adik mu jadi berilah dia kesempatan sekali lagi", ujar Hanna.
Melihat Hanna yang bertindak seperti itu langsung saja Krystal memberikan kode kepada nya agar Hanna lebih berusaha dengan keras lagi untuk memohon kepada kakak nya agar bisa membebaskan nya dari hukuman yang akan di terima nya saat ini.
"Sayang aku mohon kepada mu berilah Krystal kesempatan sekali lagi dan aku yakin Krystal akan berubah dan tidak akan mengulangi kesalahan nya lagi", ujar Hanna.
Melihat Hanna yang seperti itu Diego pun mulai tersentuh dengan nya dan Diego terlihat berpikir sejenak untuk mengambil keputusan yang akan ia katakan kepada Krystal.
"Jawab dulu pertanyaan ku agar aku mempunyai alasan untuk membebaskan mu", ujar Diego kepada Krystal.
"Apa itu?" Tanya Krystal.
"Apa benar kamu tidak melakukan apa pun dengan Branden?" Tanya Diego lagi.
"Iya aku berani bersumpah untuk itu", ujar Krystal.
"Kalau sampai kamu berbohong kepada ku maka kamu akan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi dari ku", ujar Diego.
"Ok", ujar Krystal.
Lalu pada waktu yang bersamaan datanglah Rey bersama dengan Branden dan Krystal pun kaget dengan kedatangan Branden saat ini di rumah kakak nya itu.
"Ada yang perlu aku katakan kepada mu", ujar Rey kepada Diego.
"Apa itu?" Tanya Diego.
Kemudian Rey membisikkan sesuatu kepada Diego dan tepat setelah mendengar perkataan Rey yang begitu jelas di telinga nya Diego pun langsung membanting gelas yang ada di atas meja ruang tamu nya.
"Apa! Berikan benda itu kepada ku", ujar Diego kepada Rey.
Kemudian Rey segera meletakkan benda yang di maksud oleh Diego itu di atas meja ruang tamu dan setelah nya Diego pun menatap benda itu dengan tatapan marah nya.
"Cepat katakan kepada ku apa benar benda kotor ini milik Krystal", ujar Diego kepada Branden.
"Kalau pun itu milik nya lalu apa hubungan nya dengan mu", ujar Branden.
Kemudian Diego pun langsung menghajar Branden dan pukulan Diego yang bertubi-tubi itu berhasil membuat wajah Branden babak belur dan tubuh nya juga sudah tak berdaya lagi saat ini akibat pukulan Diego pada nya.
"Diego berhenti", teriak Hanna.
"Kakak apa yang kamu lakukan kepada nya", teriak Krystal.
Teriakan Hanna dan Krystal itu telah berhasil membuat Diego berhenti melayangkan pukulan lagi kepada Branden sementara Rey hanya menyaksikan semua itu dengan santai nya.
"Baiklah aku beri kamu kesempatan untuk menjawab pertanyaan ku dengan benar", ujar Diego.
"Apa benar benda itu milik Krystal?" tanya Diego lagi.
"Kalau benda itu benar milik nya apa yang akan kamu lakukan kepada ku", ujar Branden.
"Cepat katakan dengan jujur", ujar Diego sambil menarik kerah baju Branden.
Saat ini Diego dan Branden saling bertatapan satu sama lain nya. Diego menatap mata Branden dengan penuh kemarahan sedangkan Branden membalas tatapan mata Diego dengan tatapan menantang nya.
"Iya itu milik nya", ujar Branden.
"Apa!" Teriak Krystal.
Mendengar perkataan Branden yang seperti itu langsung saja membuat Diego langsung melayangkan pukulan nya kepada Branden.
Sementara Hanna dan Krystal kaget dan membelalakkan mata mereka melihat apa yang sedang terjadi saat ini.
Sedangkan Rey tetap santai dengan posisi nya saat ini karena sebelum nya Rey sudah menduga kalau semua ini akan terjadi dan ternyata dugaan Rey itu sesuai dengan kenyataan.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1