Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Rencana Bisnis


__ADS_3

"Kalian sudah datang", ujar Hanna kepada Diego dan Rey.


"Ayo bergabung dengan kami", ajak Clara.


"Aku dan Hanna telah memasak makanan yang enak malam ini", ujar Clara lagi.


"Ini Ling Ling teman masa kecil kami", ujar Hanna.


"Perkenalkan aku Ling Ling", ujar nya.


Kemudian Diego hanya menganggukkan kepala nya menanggapi perkataan Ling Ling sedangkan Rey hanya tersenyum kepada Ling Ling.


Lalu Diego dan Rey segera duduk dan bergabung dengan mereka sementara Clara dan Hanna meletakkan piring kosong di depan Diego dan Rey.


"Ayo makan", ujar Hanna setelah meletakkan makanan di atas piring Diego.


Clara juga melakukan hal yang sama kepada Rey. Kemudian Diego dan Rey segera memakan makanan yang ada di atas piring mereka masing-masing.


"Apa mereka suami kalian?" Tanya Ling Ling kepada Hanna dan Clara.


Mendengar pertanyaan Ling Ling kepada nya jadi membuat Clara hanya bisa tersenyum menanggapi nya.


"Yang ada di depan ku adalah suami ku", ujar Hanna.


"Sementara yang ada di samping mu adalah kekasih nya Clara", ujar Hanna lagi.


Lalu Ling Ling hanya tersenyum kepada Rey dan juga kepada Diego. Kemudian Ling Ling melanjutkan memakan makanan nya lagi.


"Kamu tidak pernah menceritakan pada ku kalau kamu punya teman masa kecil selain Clara", ujar Diego kepada Hanna.


"Aku memang paling dekat dengan Clara tapi kami juga pernah bermain bersama sewaktu kami kecil", ujar Hanna.


"Iya itu karena setiap kami mengajak Ling Ling bermain ada saja alasan Ling Ling untuk tidak bisa ikut bermain dengan kami", ujar Clara.


"Maafkan aku itu semua karena kakak ku yang terlalu over protektif kepada ku", ujar Ling Ling.


"Memang nya ada apa dengan kakak mu kenapa dia bisa terlalu khawatir kepada mu", ujar Hanna.


"Entahlah aku juga tidak tau", ujar Ling Ling.


"Mungkin karena aku adalah adik satu-satu nya jadi dia bisa bersikap seperti itu pada ku", ujar Ling Ling lagi.


"Apa lagi orang tua kami sudah lama meninggal dunia dan sejak itulah aku jadi semakin sulit untuk meminta izin dari nya", ujar Ling Ling lagi.


"Pantas saja dia seperti itu pada mu", ujar Clara.


"Lalu kenapa kamu bisa bertemu dengan Clara apa kalian sudah janjian sebelum nya?" Tanya Rey.


"Aku tidak sengaja bertemu dengan Clara di pusat perbelanjaan yang ada di kota ini jadi Clara mengajak ku untuk berkunjung ke rumah nya dan sore ini pun aku datang kesini padahal kami baru saja bertemu pada jam sebelas siang hari ini", ujar Ling Ling.


"Iya itu benar", ujar Clara.


"Lalu aku pun mengajak Hanna untuk bergabung dengan ku", ujar Clara lagi.


"Iya karena itulah saat ini aku berada di rumah ini", ujar Hanna.


"Lalu apa kakak mu tidak khawatir kalau kamu terlalu lama berada di luar?" Tanya Rey.


"Tentu saja dia khawatir dan aku baru saja menjawab panggilan telpon dari nya", ujar Ling Ling.


"Ling Ling aku jadi merasa takut di marahi oleh kakak mu", ujar Clara.


"Tenang saja aku sudah meminta izin kepada nya dan setelah ini aku akan langsung pulang ke rumah", ujar Ling Ling.


"Kalau begitu lain kali kita bertemu lagi", ujar Hanna.


"Baiklah lain kali aku akan meminta izin lebih lama lagi dari hari ini", ujar Ling Ling.


"Ok", ujar Hanna dan Clara secara bersamaan.


Kemudian mereka semua melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di atas piring mereka masing-masing.


***


Kediaman Keluarga Besar Diego


Saat ini Krystal dan Ayah nya sedang makan malam bersama dan tampak nya Krystal ingin bercerita sesuatu kepada Ayah nya namun dia masih ragu dengan apa yang akan disampaikan nya kepada Ayah nya itu.


"Dimana kakak mu?" Tanya Ayah nya.


"Kakak pergi ke rumah teman nya", ujar Krystal.


"Apa dia pergi bersama dengan istri nya?" Tanya Ayah nya lagi.


"Aku tidak tau", ujar Krystal.


"Ayah sewaktu aku di kantor tadi kakak telah menyuruh kakak Rey untuk memperkenalkan ku kepada semua orang yang ikut terlibat di dalam acara fashion show yang akan datang", ujar Krystal lagi.


"Baguslah", ujar Ayah nya.


"Jadi kapan kita akan pergi berkemah Ayah?" Tanya Krystal lagi.


"Dua hari setelah acara fashion show itu selesai", ujar Ayah nya.

__ADS_1


"Ok", ujar Krystal.


Kemudian mereka melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di atas meja makan dan tak lama kemudian terdengarlah suara Diego dan Hanna yang baru pulang dari rumah Clara.


"Seperti nya itu kakak", ujar Krystal kepada Ayah nya.


"Seperti nya kakak mu sudah makan di luar", ujar Ayah nya.


"Aku rasa juga begitu", ujar Krystal.


Kemudian Ayah nya telah selesai makan malam dan begitu pun dengan Krystal lalu mereka pun pergi ke ruang keluarga dan duduk disana sambil menonton TV.


Tak lama kemudian Diego datang dan ikut bergabung dengan Krystal dan Ayah nya.


"Dimana istri mu?" Tanya Krystal kepada Diego.


"Hanna masih mandi di dalam kamar", ujar Diego.


"Bagaimana perasaan mu setelah datang ke kantor hari ini dan meminta dikenalkan ke semua orang", ujar Diego kepada Krystal.


"Tentu saja aku senang", ujar Krystal.


"Bahkan kakak Rey lebih baik dari diri mu", ujar Krystal lagi.


"Baguslah kalau kamu merasa senang", ujar Diego.


"Kapan kakak akan memberikan ku seorang keponakan?" Tanya Krystal.


"Tunggu saja sampai keponakan mu itu muncul", ujar Diego.


"Kakak seharusnya lebih berusaha lagi untuk mendatangkan nya kalau tidak kakak tidak akan mendapatkan semua warisan dari Ayah", ujar Krystal.


"Bersabarlah itu semua adalah masalah waktu", ujar Diego.


"Apa yang dikatakan oleh adik mu itu memang benar", ujar Ayah nya.


"Selagi kamu tidak mempunyai keturunan dan selama itulah keluarga ini tidak mempunyai generasi baru yang akan mewariskan seluruh harta kekayaan keluarga ini", ujar Ayah nya lagi.


"Iya aku tau dengan semua itu", ujar Diego.


"Tunggulah sebentar lagi karena aku tidak mau membuat Hanna jadi tertekan dengan semua ini apalagi kami juga pernah kehilangan seorang anak", ujar Diego lagi.


"Iya Ayah mengerti", ujar Ayah nya.


"Kalau aku tidak mengerti", ujar Krystal.


"Aku rasa kakak yang kurang berusaha", ujar Krystal lagi.


"Aku bukanlah anak kecil lagi tapi aku sudah menjadi seorang wanita yang dewasa sekarang", ujar Krystal.


"Baiklah Ayah percaya kepada mu kalau kamu sudah menjadi dewasa sekarang", ujar Ayah nya.


Kemudian Ayah nya memberikan kode kepada Diego agar Diego tidak menggubris Krystal lagi dan mereka tidak beradu mulut lagi.


Melihat itu Diego hanya bisa pasrah dan tidak menggubris Krystal lagi lalu setelah nya Diego duduk di samping Ayah nya.


***


Kediaman Sera


Saat ini Sera dan Branden sedang menunggu Kakek Sera untuk membicarakan mengenai bisnis mereka.


Kakek Sera sedang sibuk di ruang kerja nya yang ada di dalam rumah nya dan setelah menunggu sekitar dua jam akhirnya Kakek Sera pun keluar dari dalam ruangan nya dan kemudian bergabung dengan cucu nya dan juga Branden.


"Kakek apa sudah selesai?" Tanya Sera.


"Sudah dan Kakek juga sudah mengirimkan dokumen itu ke perusahaan", ujar Kakek nya.


Kemudian Kakek Sera pun duduk di sofa yang ada di samping Sera dan setelah itu Branden pun memperlihatkan sebuah catatan kecil kepada Kakek Sera.


"Itu aku dapatkan dari bawahan ku", ujar Branden.


Kemudian Kakek Sera pun membaca catatan kecil itu dan berfikir sejenak lalu beliau melihat ke arah Branden sambil menganggukkan kepala nya.


"Ok jadi Kakek telah setuju", ujar Branden.


"Kalau begitu tunggu apa lagi telpon dia sekarang", ujar Sera.


Kemudian Branden pun menelpon seorang kenalan nya dan kenalan nya itu pun langsung menjawab panggilan telpon dari nya.


"Halo", ujar seorang pria kenalan Branden.


"Iya ini aku Branden", ujar nya.


"Oh Branden bagaimana kabar mu?" Tanya pria itu.


"Seperti biasa ada yang perlu aku bicarakan dengan mu", ujar Branden.


"Katakanlah apa itu", ujar pria itu.


"Aku ingin mendapatkan barang itu dan dimana aku bisa mendapatkan nya?" Tanya Branden.


"Benarkah! Kalau begitu aku bisa memesankan nya untuk mu", ujar pria itu.

__ADS_1


"Katakan saja kamu mau berapa banyak", ujar pria itu lagi.


"500 ton", ujar Branden.


"Apa! 500 ton", ujar pria itu.


"Itu bukanlah jumlah yang kecil dan tentu saja aku tidak bisa memesankan sebanyak itu untuk mu", ujar pria itu.


"Lalu bagaimana cara nya agar aku bisa mendapatkan barang itu?" Tanya Branden.


"Apa kamu mempunyai nomor telpon orang yang mendistribusikan barang itu?" Tanya Branden lagi.


"Menurut informasi yang aku dengar kamu bisa menghubungi orang yang menjual nya langsung dan orang itu ada di Amerika sekarang", ujar pria itu.


"Di Amerika", ujar Branden.


"Jadi apakah aku harus datang dulu ke Amerika untuk bisa berbicara dengan nya?" Tanya Branden.


"Bagaimana kalau begini saja aku akan mencari tau nomor telpon orang itu dulu dan kamu bisa coba dulu untuk menghubungi nya dari sini", ujar pria itu.


"Baiklah", ujar Branden.


"Oh iya nama orang yang mendistribusikan nya itu adalah Alexander", ujar pria itu.


"Jadi kamu cari tau saja informasi mengenai diri nya agar kamu mengerti bagaimana cara untuk bekerja sama dengan nya", ujar pria itu lagi.


"Baiklah aku mengerti dan jangan lupa untuk mengabari ku lagi", ujar Branden.


"Ok", ujar pria itu.


Kemudian panggilan itu pun segera berakhir dan Branden pun menceritakan semua itu kepada Kakek Sera dan juga kepada Sera.


"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Sera.


"Kita tunggu saja kabar dari pria itu dan baru setelah nya kita buat rencana baru", ujar Kakek Sera.


"Baiklah", ujar Branden dan Sera secara bersamaan.


Kemudian mereka pun langsung menuju ke ruang makan dan makan malam bersama disana karena sebelumnya mereka memang menunggu Kakek Sera untuk makan malam bersama.


***


Kantor Ayah Diego


Pagi ini Diego dan Rey sedang memeriksa kehadiran semua karyawan. Terkadang Diego memang suka memeriksa kehadiran semua karyawan karena Diego ingin mendisiplinkan mereka.


Selama Diego bekerja di kantor Ayah nya Diego selalu over protektif kepada semua karyawan yang ada di kantor Ayah nya.


Diego tidak suka siapa pun yang melanggar peraturan dari nya dan ketika ada yang melanggar peraturan maka Diego akan memberikan skors selama satu minggu kepada karyawan itu.


Walau pun Diego sangat over protektif tapi semua karyawan yang ada di kantor Ayah nya sangat patuh kepada Diego dan mereka terkadang juga suka mencari-cari perhatian Diego.


Itu semua terjadi karena paras tampan yang dimiliki oleh Diego dan Diego juga merupakan anak dari pemilik perusahaan ini yang nanti nya akan mewarisi semua harta kekayaan Ayah nya.


"Baiklah kembali lagi ke meja masing-masing", ujar Diego.


"Baiklah Pak direktur", ujar semua karyawan secara bersamaan.


Kemudian semua karyawan kembali lagi ke meja mereka masing-masing dan sibuk mengerjakan pekerjaan yang belum mereka selesaikan.


Setelah itu Diego dan Rey segera pergi ke dalam ruangan nya Diego dan pada saat masuk ke dalam ruangan nya Diego tak sengaja melihat Krystal berjalan di depan ruangan nya.


Tentu saja itu membuat Diego bertanya-tanya kenapa adik nya itu datang lagi ke kantor padahal acara fashion show itu belum dilaksanakan.


"Apa aku perlu memangil nya untuk mu?" Tanya Rey kepada Diego.


"Tidak usah aku bisa pergi menemui nya", ujar Diego.


Kemudian Diego segera melangkahkan kaki nya dan mengikuti adik nya dari belakang begitu pun dengan Rey saat ini Rey juga mengikuti langkah kaki Diego dari belakang.


Tak lama kemudian Krystal berhenti di depan ruangan Ayah nya dan memanggil seseorang dari sana.


"Hei", teriak Krystal kepada seorang pria yang sedang duduk di dalam ruangan Ayah nya.


Saat ini Ayah Diego sedang rapat dan pria itu sengaja menunggu Ayah Diego di dalam ruangan Ayah nya atas perintah dari Ayah nya.


Mendengar teriakan Krystal langsung saja membuat pria itu melihat ke arah Krystal dan menatap Krystal dengan tatapan bingung nya.


"Aku?" Tanya pria itu sambil menunjuk diri nya sendiri.


"Iya kamu siapa lagi yang ada di dalam ruangan", ucap Krystal terhenti karena Diego langsung meneriaki Krystal dari belakang.


"Sedang apa kamu disini?" Tanya Diego di tengah-tengah perkataan Krystal.


Kemudian Krystal pun segera melihat ke belakang dan Diego pun melihat Krystal dengan tatapan kesal nya apa lagi saat ini Branden juga berada di dalam ruangan Ayah nya.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2