
"Clara", panggil Rey sambil melihat ke arah Clara yang sedang terlihat cukup sibuk di samping nya itu.
Namun Clara tidak mengalihkan perhatian nya dari semua barang-barang nya itu dan karena itu lah Rey pun langsung meraih ke dua tangan Clara.
Rey memegang ke dua tangan Clara sambil menatap dalam mata Clara dan karena sikap Rey yang terlihat sedikit memaksa itu Clara pun hanya bisa pasrah saja dengan perlakuan Rey kepada nya itu.
Semua itu Clara lakukan agar Rey tidak melakukan hal yang lebih lagi dari itu kepada diri nya dan selain itu Clara juga tidak ingin ribut di dalam kediaman keluarga Hanna itu.
"Maafkan aku", ujar Rey kepada Clara dengan nada lirih nya itu.
Clara yang mendengar itu pun sebenar nya merasa terharu dengan kata-kata Rey barusan itu kepada nya.
Namun semua perasaan nya itu telah ia tepis dan hanya sikap dingin dan arogan nya lah yang lebih ia perlihatkan kepada Rey saat ini.
Rey yang menerima perlakuan Clara yang seperti itu kepada nya pun hanya bisa pasrah dan cukup mengerti dengan sikap Clara yang sudah berubah kepada nya itu.
"Aku tau kamu marah kepada ku tapi aku tidak punya pilihan lain lagi selain berusaha untuk menyelamatkan nyawa nya", ujar Rey kepada Clara.
"Lalu kenapa kamu tidak langsung pulang ke desa setelah kamu menyelamatkan nyawa nya", ujar Clara dengan tatapan tajam nya.
Lalu Rey pun menjelaskan kalau Ara pada saat itu terlihat sangat rapuh dan sangat butuh seseorang untuk bisa berada di samping nya.
Namun orang yang bisa menemani Ara pada saat itu hanya lah diri nya karena selain diri nya Ara sudah tidak punya orang lain lagi yang bisa menemani diri nya pada hari itu.
Karena ke dua orang tua Ara sedang sibuk mengurus bisnis nya yang berada di luar kota dan sementara itu Rey berpikir kalau Clara waktu itu telah mempunyai banyak orang yang berada di samping nya yaitu Hanna, Diego, Krystal dan Leo.
Oleh karena itu lah setelah melihat keadaan Ara yang terlihat kacau itu Rey pun terpaksa memutuskan untuk berada di samping Ara demi pertemanan antara diri nya dengan Ara pada waktu itu.
Rey tidak mau kalau Ara terlalu memikirkan diri nya yang telah di suruh untuk melenyapkan nyawa Ara dari muka bumi ini dan karena itu lah Rey berusaha untuk membuat Ara percaya lagi kepada nya sehingga membuat pertemanan di antara mereka tidak putus begitu saja dan tetap terjalin seperti dahulu kala.
Walau pun begitu Clara tetap merasa bahwa diri nya tidak di prioritaskan oleh Rey dan di mata Clara pada saat ini Rey hanya peduli terhadap perasaan orang lain dari pada perasaan nya.
Padahal Clara adalah istri Rey dan status itu lah yang telah membuat Clara merasa bahwa diri nya hanya lah sebagai sebuah pajangan yang tidak di pikirkan oleh suami nya itu.
Setelah cukup lama berdebat dengan Rey akhirnya Clara pun memutuskan untuk segera pergi menuju ke ruang keluarga agar diri nya bisa ke luar dari situasi yang membuat diri nya menjadi semakin panas di dalam kamar mereka itu.
Melihat Clara yang pergi begitu saja dari hadapan nya itu Rey pun langsung mengikuti Clara dari belakang.
***
Kediaman Sera
Saat ini Sera dan Coco sedang berada di dalam kamar Coco karena saat ini Coco sedang di dandani oleh seorang penata rias yang telah di bawa oleh Sera ke dalam kediaman nya itu.
Coco sedang duduk di depan meja rias dan ia pun hanya bisa pasrah ketika diri nya sedang di make over oleh penata rias itu.
"Aku merasa diri mu terlihat sangat berbeda dan lebih anggun ketika berpenampilan seperti itu", ujar Sera kepada Coco.
"Benarkah!" Ujar Coco sambil melihat diri nya di pantulan cermin yang ada di depan nya itu.
Lalu Sera pun menganggukkan kepala nya kepada Coco dan setelah itu Sera pun memberikan sebuah botol kecil kepada teman nya itu sambil tersenyum dengan raut wajah berharap nya itu.
"Apa ini?" Tanya Coco sambil melihat botol kecil yang ada di tangan kanan nya itu.
Lalu Sera pun langsung mendekati Coco dan kemudian Sera pun membisikkan sesuatu ke telinga Coco.
Coco yang mendengar bisikan Sera itu pun langsung membelalakkan mata nya dan kemudian Coco pun langsung melayangkan tatapan tidak percaya nya itu kepada Sera.
__ADS_1
"Setega itu kah diri mu kepada ku", ujar Coco kepada Sera dengan masih memasang raut wajah kaget nya itu.
"Aku mohon kali ini bantu aku dan setelah itu aku akan mencarikan mu seorang lelaki yang sesuai dengan kriteria mu itu", ujar Sera kepada teman nya itu.
"Apa!" Teriak Coco.
"Jika kamu tidak mau maka kamu bisa tetap bersama dengan pria itu dan itu pun jika kamu benar-benar menginginkan nya", ujar Sera lagi.
"Apa kamu sudah gila dan otak mu sudah bergeser", ujar Coco kepada Sera.
Mendengar keributan yang sedang terjadi di dalam kamar Coco itu akhirnya Branden pun segera mengetuk pintu kamar Coco dan kemudian Branden pun berharap agar ia bisa masuk ke dalam kamar itu.
"Masuk lah", ujar Sera kepada Branden setelah diri nya membukakan pintu kamar itu untuk Branden.
Lalu Branden pun langsung bergabung dengan mereka dan kemudian Branden pun segera menyuruh Coco untuk secepat nya merapikan rambut nya itu karena sebentar lagi Coco akan berangkat ke lokasi pesta yang akan di datangi oleh Zhen Shui.
Selain itu Branden pun juga menyuruh Sera agar Sera tidak bertengkar dan berdebat lagi dengan Coco karena waktu mereka hanya tersisa sedikit lagi.
Mendengar itu Sera pun hanya bisa pasrah saja dan kemudian Sera pun langsung mengingatkan Coco mengenai botol kecil yang telah di berikan nya itu lewat bahasa tubuh nya.
Coco yang melihat itu pun hanya bisa diam saja karena pada saat ini diri nya merasa bahwa Sera sudah terlihat seperti seseorang yang akan melakukan hal apa pun itu asalkan diri nya bisa menggapai sesuatu yang telah di rencanakan nya itu.
Setelah Coco selesai di dandani oleh penata rias itu lalu Coco pun segera di suruh untuk pergi memasuki mobil yang telah di sediakan oleh Branden.
Sewaktu Coco sedang berjalan menuju ke luar kamar nya Sera pun langsung mengikuti Coco dari belakang dan kemudian Sera pun membisikkan sesuatu lagi ke telinga Coco.
"Ingat lakukan apa yang aku katakan kepada mu itu jika kamu ingin selamat dari Zhen Shui", bisik Sera.
Lalu Coco pun ingin bertanya kepada Sera namun Branden telah terlebih dahulu memanggil nya dan karena itu lah mereka tidak sempat lagi berbicara satu sama lain nya.
Rencana mengenai botol kecil yang telah di berikan oleh Sera kepada Coco itu hanya di ketahui oleh Sera dan Coco saja.
***
Gedung Acara Pesta Di Pusat Kota
Saat ini Zhen Shui sedang duduk di salah satu meja tamu undangan yang telah di sediakan oleh tuan rumah acara pesta tersebut.
Sebelum nya Zhen Shui telah sedikit banyak bercengkrama dengan orang-orang yang ada di pesta itu.
Setelah meneguk minuman wine yang ada di atas meja nya itu Zhen Shui pun tiba-tiba ingin buang air kecil ke toilet yang ada di tempat acara pesta itu.
Setelah Zhen Shui pergi menuju ke toilet lalu sekretaris Zhen Shui pun hanya bisa menunggu Zhen Shui di meja tempat mereka duduk itu.
Ketika sekretaris Zhen Shui sedang fokus melihat ke arah depan tiba-tiba saja ada tangan seorang wanita yang sedang memegang pundak nya.
"Maaf boleh aku bertanya kepada mu?" Tanya wanita itu kepada sekretaris Zhen Shui.
Lalu sekretaris Zhen Shui pun langsung menganggukkan kepala nya kepada wanita itu.
"Toilet dimana ya?" Tanya wanita itu lagi kepada sekretaris Zhen Shui.
Lalu sekretaris Zhen Shui pun langsung menunjukkan arah toilet wanita kepada wanita itu dan kemudian wanita itu pun berterima kasih kepada sekretaris Zhen Shui sebelum ia pergi menuju ke toilet wanita itu.
Setelah sampai di depan toilet akhirnya wanita itu pun langsung masuk ke dalam toilet tanpa melihat tanda yang ada di depan lorong masuk toilet itu.
***
__ADS_1
Kediaman Keluarga Hanna
Saat ini Hanna sedang berbicara lewat telpon dengan Ibu nya dan setelah pembicaraan mereka berakhir Hanna pun langsung meninggalkan balkon yang ada di ruangan keluarga kediaman keluarga nya itu.
"Bagaimana keadaan Ibu mu?" Tanya Clara kepada Hanna.
"Iya apa beliau baik-baik saja di rumah wanita rubah itu", ujar Krystal kepada Hanna.
"Tenang saja Ibu ku baik-baik saja di rumah nya", ujar Hanna sambil tersenyum kepada mereka.
Lalu Diego pun terlihat diam membisu sambil memperhatikan layar ponsel nya itu dan sementara itu Rey sedang menonton TV bersama dengan Leo.
"Aku akan pergi ke luar sebentar", ujar Diego secara tiba-tiba kepada mereka semua.
Sontak semua orang yang ada di ruangan keluarga itu pun langsung melihat ke arah Diego.
"Mau pergi kemana ini kan sudah malam hari", ujar Hanna kepada Diego.
"Aku hanya pergi ke luar sebentar saja", ujar Diego kepada Hanna.
"Apa aku perlu menemani mu", ujar Leo kepada Diego.
"Tidak usah karena aku tidak akan lama berada di luar sana", ujar Diego lagi.
"Baik lah", ujar Leo lagi.
Lalu Diego pun segera pergi ke luar rumah dan setelah itu Diego pun langsung memasuki mobil nya.
Hanna ternyata menyaksikan semua itu dari balkon yang ada di ruangan keluarga kediaman keluarga nya itu.
"Ternyata dia pergi jauh", ujar Hanna sambil menatap kepergian mobil Diego dari kediaman keluarga nya itu.
Lalu Hanna pun terlihat sedikit cemas dengan apa yang akan di lakukan oleh Diego di luar sana karena tidak seperti biasa nya Diego bersikap seperti itu kepada nya selama mereka berada di desa itu.
***
Gedung Acara Pesta Di Pusat Kota
Terdengar suara teriakan seorang wanita di dalam toilet para pria.
"Astaga", ujar wanita itu lagi sambil menutup mulut nya dengan ke dua tangan nya.
Lalu setelah selesai buang air kecil Zhen Shui pun langsung melihat ke arah wanita itu dengan tatapan tajam nya.
Saat ini hanya ada Zhen Shui dan wanita itu saja di dalam toilet pria itu sehingga wanita itu tidak terlalu malu karena tidak terdapat banyak pria di dalam toilet itu.
"Maafkan aku", ujar wanita itu kepada Zhen Shui.
Namun Zhen Shui terus melihat ke arah wanita itu tanpa berkata sepatah kata pun kepada wanita itu sehingga hal itu membuat wanita itu menjadi tidak nyaman ketika diri nya di tatap oleh Zhen Shui.
Wanita itu takut jika Zhen Shui memarahi diri nya dan wanita itu juga takut kalau Zhen Shui akan meneriaki diri nya sehingga semua orang pada tau kalau saat ini diri nya sedang berada di dalam toilet pria.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...