
Diego semakin mendekat ke arah Hanna, dan itu membuat Hanna berjalan mundur ke belakang.
Setelah tidak bisa mundur lagi, Hanna terlihat memejamkan mata nya, dan langsung saja Diego mengambil handuk dan menutupi tubuh Hanna.
"Aku sudah tidak tahan lagi untuk mengisi perut ku", jelas Diego.
Mendengar kalimat itu, Hanna langsung membuka kedua mata nya, dan menatap Diego dengan wajah kesal nya.
"Astaga, dia mengerjai ku", batin Hanna.
"Ayo duduk disini", ucap Diego sambil menepuk kursi yang ada di sebelah nya.
Lalu, Hanna pun duduk disana dan menikmati makan malam dengan pemandangan laut Okinawa.
Setelah selesai makan malam, dan menggosok gigi, mereka langsung menonton TV bersama.
Saat sedang menonton TV, tiba-tiba ada sebuah adegan yang memperlihatkan sepasang kekasih sedang memadu kasih satu sama lain nya.
Ya, karena reservasi yang mereka ambil adalah paket honeymoon, jadi mereka di lengkapi dengan fasilitas tontonan yang memperlihatkan ada nya sedikit adegan intim antara seorang lelaki dan wanita.
Walau pun itu hanya adegan sentuhan bibir saja, tapi bisa membuat Diego tak tahan untuk menahan gejolak hasrat nya yang sedang memuncak saat ini.
Melihat adegan itu Hanna ketakutan, dan langsung membuang wajah nya ke arah balkon.
Tiba-tiba ia mendengar suara Diego yang berkata, "Hanna".
Lalu, ia pun menoleh ke arah Diego, dan seketika itu juga Diego langsung menyambar bibir mungil milik Hanna yang terlihat sangat menggoda iman.
Langsung saja Hanna kaget dan membelalakkan kedua mata nya. Sentuhan itu terasa lembut di bibir nya, dan perlahan semakin memanas.
Diego tak henti-henti nya melakukan itu pada nya, dan Hanna merasakan sesuatu yang membangkitkan gairah nya.
Seketika Hanna tersadar, dan melepaskan Diego dari diri nya.
"Apa yang kamu lakukan pada ku?" Tanya Hanna dengan wajah sedikit marah.
"Aku hanya meminta apa yang seharusnya aku dapatkan malam ini", ucap Diego santai.
Lalu mengangkat Hanna menuju ke atas kasur.
"Lepaskan aku, setidaknya beri aku sedikit waktu", pinta Hanna.
"Aku sudah tidak bisa menunggu nya lagi, apalagi melihat mu seperti ini", ucap Diego.
Lalu, Diego mengulang kejadian tadi, dan terlihat keadaan sudah semakin panas.
Akhirnya tangan Diego mulai meraba bagian tubuh nya yang sensitif, mulai dari atas sampai ke bawah.
Setelah itu, terjadilah apa yang seharusnya terjadi, dan Hanna hanya bisa pasrah melihat Diego memperlakukan diri nya seperti itu.
Ia merasa tidak bisa melawan, karena Diego sangat kuat untuk di lawan, dan pada akhirnya malam itu menjadi malam terindah bagi mereka berdua, seharusnya begitu.
***
Pagi hari nya, terlihat sepasang sejoli sedang tidur di atas ranjang yang sama. Kedua nya masih terlelap, dan belum ada tanda-tanda siapa yang akan bangun terlebih dahulu.
Terlihat baju mereka yang sedang berserakan di lantai, dan ya sekarang mereka berdua tidak mengenakan apapun di tubuh nya masing-masing.
Bahkan sehelai benang pun tidak ada, dan itu membuat mereka kelelahan sehingga belum juga kunjung membuka mata.
Lalu, mereka bangun secara bersamaan, karena silau nya matahari mengarah ke dalam kamar.
Terlihat Diego masih berbaring dengan membuka ke dua mata nya, dan menoleh ke arah Hanna sambil tersenyum sumringah.
Benar saja, ia tidak menyangka akan melakukan itu pada Hanna secepat ini.
Lalu Hanna menoleh ke arah nya, dan langsung menyembunyikan wajah nya di bawah selimut usai melihat Diego memperhatikan nya.
"Kenapa kamu malu dengan ku?" Tanya Diego.
"Aku sudah melihat semua nya, dan juga sudah merasakan nya. Jadi tidak usah malu pada ku, apalagi aku adalah suami mu", ucap Diego sambil terkekeh melihat tingkah Hanna.
Lalu Diego segera menuju ke kamar mandi dan berkata, "ayo bersiaplah".
"Kita akan pergi sarapan walau pun sekarang sudah jam sebelas", ajak Diego.
"Mandilah terlebih dahulu, aku akan masuk setelah kamu selesai", ucap Hanna.
"Kenapa tidak sekalian saja, biar cepat selesai?" Tanya Diego sambil terkekeh.
"Sudahlah sana, jangan bertengkar dengan ku, aku sudah merasa lapar", ucap Hanna.
Lalu, Diego segera pergi mandi dan meninggalkan Hanna.
***
Siang ini, mereka telah selesai makan di salah satu restoran terkenal di Okinawa.
Lalu Terdengar ada telpon masuk, dan Diego langsung mengangkat nya.
Selagi mengangkat telpon, Hanna berkata ingin pergi ke toilet, dan Diego membiarkan nya.
Saat mendengar penjelasan Rey, Diego langsung marah, dan menuju ke toilet wanita untuk menemui Hanna.
Sesampainya disana, terlihat Hanna sedang dibekap oleh seorang pria yang berusaha untuk membunuh nya.
Langsung saja Diego menghajar pria tersebut, dan membuat pria itu lari kelabakan.
Sesampainya di kamar, Hanna tersadar dan bertanya, "Apa yang terjadi padaku?"
Namun, Diego tidak menjawab nya, dan langsung saja menelpon seseorang, dan ketika mendapat jawaban dari Rey ia lalu memukul meja dengan tangan nya.
Brakkk! Bunyi meja yang di pukul oleh Diego.
"Bunuh dia", ucap nya.
"Nanti setelah sampai di Kota, aku akan membalas perbuatan orang yang menyuruh nya", tutur Diego lalu mematikan telpon nya.
Setelah menceritakan kejadian siang ini, Hanna lalu sedikit takut untuk pergi ke luar hotel.
Namun, Diego meyakinkan kalau itu tidak masalah.
"Anggap saja kamu sedang tidak beruntung hari ini, dan jangan takut untuk kemana pun karena ada aku disini", ucap nya.
__ADS_1
***
Perlahan hati Diego luluh dengan wanita ini, dan begitu pun dengan Hanna.
Ia merasa beruntung bisa memiliki Diego sebagai suami nya, dan merasa senang karena bisa berjodoh dengan orang yang dicintai nya.
Namun, kebahagiaan mereka tidak semulus yang di bayangkan oleh Hanna. Terdengar suara ketukan pintu kamar, lalu Diego menuju kesana dan membuka pintu.
Tampak Sera dengan wajah tak merasa bersalah, dan tatapan manja nya yang membuat Hanna merasa kesal.
Wajar saja, disaat ia dan Diego mulai merasa menikmati waktu, tiba-tiba datang seorang pengganggu.
"Sayang!" Ucap Sera.
"Aku tidak mau kita berpisah! dan jangan tinggalkan aku", bujuk Sera.
Namun, Diego hanya terdiam dan langsung menarik wanita itu menuju lorong hotel.
"Sudahlah, aku tidak mau berdebat dengan mu, keadaan nya sudah seperti ini jadi terima saja", ucap Diego.
"Kalau kamu tidak mau menerima ku lagi, wanita itu juga tidak boleh ada di dekat mu!" Ucap Sera dengan lantang.
Lalu Diego hanya terdiam, dan melangkah pergi meninggalkan Sera.
Lalu berbalik dan berkata, "Jangan pernah ganggu dia, atau kamu rasakan akibat nya", ucap nya.
Lalu Diego segera memasuki kamar nya, dan Sera terlihat sangat marah dengan ucapan Diego.
Ketika Diego masuk ke dalam kamar, Hanna pura-pura tertidur. Sebenarnya, Hanna merasa cinta nya bertepuk sebelah tangan.
Bagaimana tidak, Diego terlihat masih meladeni wanita itu, dan membuat diri nya merasa sedih atas perilaku Diego itu pada nya.
"Aku mau pergi sebentar, kamu jangan pergi kemana pun!" ucap Diego pada nya.
"Pergi kemana?" Tanya Hanna.
"Ada sesuatu yang perlu aku selesaikan", jawab Diego.
Lalu, Diego pergi meninggalkan istri nya yang terlihat sedikit kecewa.
"Dasar pria tidak punya hati!" Ucap Hanna.
"Sudah melakukan ini pada ku, tapi masih saja meladeni wanita itu, pasti dia pergi dengan nya sekarang", gerutu Hanna kesal.
Lalu, Hanna hanya duduk di depan TV sambil menonton drama percintaan, dan langsung memarahi wanita ketiga yang ada di dalam drama itu, dengan berbagai macam kosa kata yang terdengar murahan.
"Astaga, ternyata dimana pun ada orang seperti nya, apa kehidupan memang seperti ini?" ucap nya lagi sambil memakan camilan yang ada di atas meja.
Sudah tiga jam Diego pergi, namun belum ada tanda-tanda bahwa Diego akan segera pulang.
Lalu, Hanna terlihat marah, dan bertekad untuk tidak mau berbicara pada Diego usai balik nanti.
***
Dari beberapa jam yang lalu, tampak Diego sedang berada di persembunyian sebuah gengster.
Lalu, ia berjalan dengan langkah pelan namun terdengar mematikan.
Dorrrrrr! Suara tembakan itu berasal dari Diego.
Orang itu adalah utusan dari musuh terbesar nya, Philips.
Ia adalah seorang lelaki tua yang sudah lima tahun ini bermusuhan dengan nya.
"Philips, tunggu pembalasan ku", gumam Diego.
Lalu, datang Rey membawa informasi yang diminta oleh Diego sebelum nya mengenai seorang wanita yang ingin diselidiki nya.
"Ternyata Sera adalah cucu dari Philips, namun ia berhasil menutupi nya selama ini demi keamanan cucu nya", terang Rey.
"Benar dugaan ku, dia punya kaitan dengan nya", ucap Diego.
Beberapa waktu lalu menjelang hari pernikahan, Diego tak sengaja melihat Sera sedang makan berdua dengan Philips di restoran yang di datangi nya.
Lalu, Diego meminta Rey untuk menyelidiki wanita itu pada hari pernikahan nya, dan benar, firasat Diego tidak pernah meleset jika berhubungan dengan musuh nya.
"Seperti nya dia sengaja mendekati ku untuk menggali informasi, dan berusaha untuk merebut apa yang sudah aku jaga selama ini", ucap Diego pada Rey.
"Perketat keamanan brangkas!" Ucap Diego.
Lalu, Diego segera pergi meninggalkan Rey, dan menuju ke hotel yang ditempati nya.
Diego datang ke Okinawa sebenarnya punya tujuan lain yaitu untuk mencari informasi dari salah satu anggota musuh nya.
Ya, tepat di hari pernikahan nya, ia mendapat informasi bahwa salah satu anggota musuh nya akan melakukan perjalanan ke Okinawa, dan langsung saja Diego menyuruh Rey untuk mengurus segala nya.
Bulan madu ini hanyalah sebagai media bagi nya untuk bisa ke Okinawa, karna sebelum nya ayah nya sudah mempersiapkan segala sesuatu nya untuk Diego agar bisa pergi bulan madu ke Swiss.
Namun, Diego tidak bisa menunggu waktu terlalu lama lagi untuk ikut menyelidiki semua ini, dan beralasan Okinawa adalah tempat yang bagus untuk berbulan madu.
Sesampainya di hotel, dan memasuki kamar nya, terlihat Hanna yang sedang asyik menonton drama di TV.
Lalu, Diego mendekat pada nya, dan duduk disebelah nya.
***
Flash Back
Sebelum nya Hanna sedang asyik menikmati pemandangan malam Okinawa dari kursi yang ada di depan hotel.
Lalu, dari kejauhan ia melihat Diego turun dari sebuah mobil, dan langsung bergegas menuju ke dalam kamar nya.
Sesampainya di kamar, Hanna berpura-pura menikmati tontonan yang ada di layar TV kamar nya.
Lalu, ia mendengar suara seseorang masuk ke dalam kamar, dan berjalan mendekati nya.
"Kenapa ia ikut duduk disini", ucap Hanna dalam hati.
"Maaf aku sedikit terlambat, karena urusan ku baru saja selesai", ucap Diego pada nya.
Namun, ia hanya terdiam dan tidak menanggapi nya.
"Besok kita akan pergi naik kapal untuk menuju ke restoran terkenal yang ada di dekat sini, dan setelah nya beli oleh-oleh untuk dibagikan nanti nya", ucap Diego.
__ADS_1
Lalu, Diego pergi menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Malam itu pun mereka hanya menghabiskan waktu di kamar sambil menonton TV, dan itu semua karena Hanna terlihat tidak mood untuk pergi kemana pun.
Melihat itu, Diego hanya membiarkan nya, dan mereka pun hanya makan malam di dalam kamar seperti malam sebelum nya.
Sudah dua malam mereka disini, namun malam ini hanya ada suasana canngung, dan sunyi yang menyelimuti mereka.
"Dasar pria tidak peka, sudah jelas aku kesal pada nya, tapi malah tidak berusaha untuk membujuk ku", ucap Hanna dalam hati.
"Bulan madu seperti apa ini?" Batin Hanna.
"Tidak pernah sekali pun makan malam di luar, besok adalah malam terakhir disini, keterlaluan sekali kalau masih sama seperti ini", pungkas Hanna lagi.
Pagi hari nya, pasangan itu sudah siap untuk pergi menuju restoran tempat mereka akan sarapan pagi.
Di dalam kapal, Hanna terlihat bahagia menikmati keindahan laut yang ada di depan nya, terdengar suara ombak yang membuat hati nya sedikit terhibur dengan situasi ini.
Sesampainya di restoran, mereka menikmati makanan itu dengan lahap, dan terlihat raut kebahagiaan di wajah Hanna.
Waktu itu mereka habiskan dengan senang hati, mulai dari makan pagi bersama, berfoto bersama, dan membeli oleh-oleh bersama.
***
Malam ini, Hanna terlihat sibuk berdandan di depan cermin kamar hotel nya, sedangkan Diego sudah terlebih dahulu menunggu di Restoran yang akan mereka kunjungi untuk dinner malam ini.
Tampak Hanna sedang menambah warna lipstik nya agar terlihat lebih merona.
Kali ini Hanna berencana membuat penampilan nya sedikit menantang, dengan pakaian yang sedikit terbuka, memperlihatkan punggung mulus nya.
Ia mengenakan dress berwarna hitam selutut, memakai heels berwarna hitam dengan desain yang cantik dipadu padankan dengan warna silver.
Tampak kaki jenjang itu sangat seksi bagi mata yang melihat nya.
Tidak lupa menggunakan aksesoris yang cocok untuk mendukung penampilan nya.
Setelah selesai, lalu Hanna segera pergi menuju ke restoran dimana Diego sudah menunggu diri nya.
Saat diri nya masuk ke restoran, tampak seorang pelayan sedang mambantu nya untuk menunjukkan jalan menuju Diego.
Dari kejauhan, Diego terlihat terpanah dengan penampilan istri nya itu. Pasal nya, Hanna terlihat sangat cantik, dan menggoda malam ini.
"Aku seperti melihat orang yang berbeda", gumam nya sambil tersenyum.
Setelah Hanna sampai, ia melihat suami nya begitu tampan dengan menggunakan kemeja, dan jas hitam yang terlihat sangat berkelas.
Dengan sepatu pantofel yang juga berkelas, dengan merek ternama yang hanya di desain untuk Diego seorang.
Lalu, Diego menarik kursi dan mempersilahkan istri nya untuk segera duduk.
Mereka tampak berbincang, sambil makan malam dengan pancaran kebahagiaan yang muncul dari wajah kedua nya.
Setelah makan malam, mereka kembali ke hotel bersama, lalu duduk di balkon kamar nya.
Hanna terlihat mempesona ketika terkena hembusan angin, terlihat aura kecantikan nya keluar dengan maksimal.
Sedangkan Diego tak henti-henti nya menatap istri nya dengan curi-curi pandang, sambil sesekali tersenyum.
Ia tidak menyangka, selera ayah nya sangat bagus dalam memilihkan jodoh untuk nya.
"Kenapa kamu ingin berbulan madu disini?" Tanya Hanna.
"Aku hanya tiba-tiba menginginkan nya", jawab Diego.
"Memang nya kamu tidak menyukai nya?" Tanya Diego.
"Sebenarnya impian ku dulu pergi berbulan madu ke pulau Jeju", ucap nya.
Namun, setelah hari ini aku merasakan sesuatu yang berbeda, aku cukup menikmati nya", jelas nya.
"Bagaimana kalau aku membuat mu merasakan bulan madu yang sesungguh nya?" Tanya Diego sambil menyeringai.
Lalu, Diego langsung menggendong istri nya menuju ke kasur.
"Yaaaaa, turunkan aku", pinta Hanna.
Namun, Diego tak menghiraukan nya, dan terus melangkahkan kaki nya menuju ke kasur, dan terjadilah adegan panas itu dengan gairah yang membara.
***
Saat ini, mereka telah sampai di rumah Diego yang berada di daerah pegunungan kota.
Disana hanya terlihat Hanna yang sedang memasukkan oleh-oleh ke dalam masing-masing kotak yang telah disediakan nya.
Sedangkan Diego, sedang pergi ke rumah ayah nya yang ada di pusat kota untuk mengurus sesuatu.
Seorang pelayan masuk, dan mengatakan bahwa semua pakaian yang di bawa dari rumah nya sudah tertata dengan rapi di dalam lemari, dan menyuruh nya untuk segera makan ke bawah.
Namun, Hanna belum langsung turun ke bawah untuk pergi makan malam.
Ia melihat ke sekitar ruangan, sambil memperhatikan semua yang ada disana.
Hanna tampak menelusuri setiap bagian yang ada di rumah itu, dan berdecak kagum melihat nya.
"Waaahhh, aku tidak menyangka akan menjalani kehidupan seperti ini", ucap nya dengan kagum.
Lalu, Hanna berjalan memasuki suatu ruangan yang ada di pojok lantai atas.
Setelah membuka pintu, tampak itu adalah ruang kerja Diego, lalu ia masuk dengan memperhatikan apa yang ada di dalam nya.
"Ternyata disini ruang kerja nya", ucap nya.
Lalu, Hanna melihat buku-buku yang tertata rapi di rak yang terpajang di sepanjang tembok bagian kiri.
Lalu, ia mengambil sesuatu di dalam rak itu, Hanna mengambil boneka panda yang terbuat dari bahan yang keras. Namun, tidak berhasil dikeluarkan.
Sampai akhirnya, boneka itu ia pukul dengan tangan nya karena kesal, dan betapa terkejut nya Hanna saat melihat ada ruangan yang terbuka di belakang meja kerja nya Diego.
Apa yang ada di dalam ruangan itu? dan Bagaimana Hanna menghadapi Diego nanti nya?
Tunggu cerita selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...