
"Sebentar lagi kamu akan pergi meninggalkan Ibu mu untuk selama-lama nya", ujar Alex kepada bayi Hanna.
"Tenang saja karena aku akan membuat hidup mu jauh lebih baik lagi dari pada saat ini", ujar Alex lagi.
Lalu Alex pun segera meraih bayi mungil Hanna itu dan tiba-tiba saja Jiu datang dari arah belakang nya sambil membawa sebuah wadah kosong untuk tempat sayuran yang telah Hanna petik pada saat ini.
"Siapa kamu?" Tanya Jiu kepada Alex.
Mendengar suara Jiu yang seperti itu langsung saja membuat Alex mengurungkan niat nya untuk mengambil bayi Hanna yang sedang berada di depan nya saat ini.
"Oh kamu sudah selesai?" Tanya Ibu Jiu kepada nya ketika beliau telah kembali lagi ke depan rumah nya.
"Dia siapa Ibu?" Tanya Jiu.
"Oh dia adalah orang yang meminta tolong kepada Ibu untuk menunjukkan jalan ke desa sebelah", ujar Ibu nya.
"Hanna dimana?" Tanya Ibu nya.
"Masih di belakang rumah dan sekarang aku akan kembali lagi ke belakang rumah untuk memberikan ini kepada Hanna", ujar Jiu sambil mengangkat wadah kosong yang ada di tangan nya itu.
"Baiklah", ujar Ibu nya.
Lalu Ibu Jiu pun segera membuat peta untuk menuju ke desa sebelah dan setelah itu beliau memberikan peta itu kepada Alex.
"Terima kasih Bibi", ujar Alex.
"Iya sama-sama", ujar Ibu Jiu.
Lalu Alex pun segera pergi meninggalkan Ibu Jiu dan bayi Hanna di depan rumah itu dan setelah itu Alex pun langsung menaiki motor besar nya dan langsung pergi dari rumah Ibu Jiu dengan mengendarai motor nya dengan laju kecepatan yang tinggi.
"Astaga dia ugal-ugalan sekali membawa motor", ujar Ibu Jiu pada saat melihat kepergian Alex.
"Jangan takut ya itu hanya suara motor jadi kamu jangan menangis jika mendengar suara yang terdengar kencang seperti ini", ujar Ibu Jiu kepada bayi Hanna.
Lalu Ibu Jiu pun berusaha untuk membuat bayi Hanna tertawa dan setelah itu Hanna dan Jiu pun telah kembali dari kebun belakang rumah Ibu Jiu.
"Bibi aku telah memetik sebanyak ini", ujar Hanna.
"Ok", ujar Ibu Jiu.
"Kalau begitu biarkan aku saja yang memasak nya dan kalian tunggu saja masakan yang enak dari ku", ujar Ibu Jiu kepada mereka berdua.
"Aku tidak mau merepotkan Bibi jadi biarkan aku saja yang memasak nya untuk kali ini", ujar Hanna.
"Hanna jangan berkata seperti itu lagi kepada ku karena aku akan sangat senang jika kamu mau memakan masakan ku saat ini", ujar Ibu Jiu.
"Karena aku telah menganggap mu sebagai anak ku jadi jangan bersikap sungkan seperti itu lagi kepada ku", ujar Ibu Jiu lagi.
"Baiklah Bibi mulai dari sekarang aku akan menuruti perkataan dari Bibi saja", ujar Hanna.
"Baguslah kalau seperti itu", ujar Ibu Jiu.
"Kalian tunggu saja disini ya dan setelah bayi mu mandi pagi maka kembali lagi ke rumah ku untuk makan siang bersama", ujar Ibu Jiu lagi.
"Ok Bibi", ujar Hanna.
Lalu Ibu Jiu pun segera pergi meninggalkan Hanna, bayi nya dan juga Jiu di depan rumah nya itu untuk pergi memasak makan siang untuk mereka hari ini.
"Jiu", panggil Hanna.
"Iya ada apa?" Tanya Jiu.
"Apa kamu tidak ingin menikah?" Tanya Hanna.
"Tentu saja aku menginginkan nya", ujar Jiu.
"Karena aku adalah lelaki yang normal", ujar Jiu lagi.
"Kalau begitu apa telah ada seorang wanita yang kamu sukai saat sekarang ini?" Tanya Hanna.
"Tentu saja ada", ujar Jiu.
"Benarkah!" Ujar Hanna.
"Lalu siapa wanita yang telah beruntung itu", ujar Hanna.
"Kamu", ujar Jiu.
"Apa!" Teriak Hanna.
"Aku", ujar Hanna lagi.
"Aku hanya bercanda", ujar Jiu sambil tertawa.
"Aku hanya ingin melihat ekspresi mu saja ketika aku mengatakan itu kepada mu", ujar Jiu lagi sambil menahan tawa nya.
"Dasar kamu mengagetkan ku saja", ujar Hanna.
"Apa jantung mu mau copot ketika aku mengatakan itu kepada mu", ujar Jiu lagi sambil tertawa.
"Iya jantung ku rasa nya hampir saja mau copot dari tubuh ku", ujar Hanna sambil bercanda.
"Berarti aku telah berhasil untuk membuat mu kaget kali ini", ujar Jiu.
"Ayo cepat katakan siapa wanita itu", ujar Hanna.
"Nanti kamu juga akan tau sendiri siapa orang nya", ujar Jiu.
__ADS_1
"Ayolah jangan bersikap seperti itu kepada ku", ujar Hanna.
"Wanita itu adalah anak nya Bibi Lili", ujar Jiu.
"Apa!" Ujar Hanna.
"Apa aku tidak salah dengar saat ini", ujar Hanna lagi.
"Benarkah yang telah kamu katakan itu kepada ku", ujar Hanna lagi dengan ekspresi kaget nya.
"Iya untuk apa aku berbohong kepada mu", ujar Jiu.
"Kalau begitu aku akan memberi tau Ibu mu mengenai ini", ujar Hanna.
"Jangan! Aku takut Ibu ku terlalu agresif kepada ku untuk menyuruh ku menikah dengan secepat nya", ujar Jiu.
"Kenapa kamu berkata seperti itu?" Tanya Hanna.
"Bukankah itu sangat bagus untuk mu", ujar Hanna lagi dengan ekspresi bingung nya.
"Iya itu sangat bagus menurut mu tapi aku tidak ingin menikah dengan nya ketika aku belum siap secara finansial", ujar Jiu lagi kepada Hanna.
"Apa yang kamu katakan benar juga tapi apa kamu tidak ingin tau mengenai isi hati dari anak Bibi Lili itu saat ini kepada mu", ujar Hanna lagi.
"Entahlah aku merasa bimbang saat ini", ujar Jiu.
"Di satu sisi aku takut di tolak oleh nya karena aku belum bekerja saat ini dan di satu sisi lain nya aku juga ingin tau bagaimana pandangan nya terhadap ku", ujar Jiu.
"Aku rasa Ibu mu dan Bibi Lili telah menyetujui hubungan mu dengan anak Bibi Lili itu", ujar Hanna.
"Apa!" Ujar Jiu.
"Iya Ibu mu telah sepakat untuk menjodohkan mu dengan anak Bibi Lili itu", ujar Hanna.
"Benarkah!" Ujar Jiu.
"Lebih baik kamu katakan saja kepada Ibu mu itu mengenai isi hati mu saat ini dan jika ada masalah Ibu mu pasti berusaha untuk membantu mu mencari solusi nya", ujar Hanna lagi.
"Aku juga merasa kalau Ibu mu saat ini sangat menginginkan seorang cucu dari mu", ujar Hanna lagi.
"Lihat lah ketika Ibu mu memperlakukan bayi ku ini", ujar Hanna lagi.
"Beliau pasti juga ingin memiliki seorang cucu dari mu", ujar Hanna.
"Kalau memang benar seperti itu maka aku akan menceritakan mengenai masalah ini nanti ketika beliau telah selesai melakukan pekerjaan beliau saat ini", ujar Jiu.
"Bagus lah kalau kamu berniat seperti itu", ujar Hanna.
"Aku akan pergi memandikan bayi ku dulu dan setelah itu aku akan balik lagi kesini untuk makan siang bersama dengan kamu dan Ibu mu", ujar Hanna lagi.
"Baiklah", ujar Jiu.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego
"Hari ini kakak mau pergi kemana?" Tanya Krystal kepada Diego.
"Kemana lagi kalau tidak pergi untuk mengurus urusan ku", ujar Diego.
"Ini kan hari minggu jadi kenapa kakak selalu sibuk padahal sebentar lagi kita akan segera pergi berkemah", ujar Krystal.
"Karena itu lah aku harus mengurus semua pekerjaan ku sebelum itu", ujar Diego.
"Agar pekerjaan ku tidak menumpuk setelah kita selesai berkemah", ujar Diego lagi.
"Ok! Kalau begitu apakah kakak Rey dan istri nya bisa ikut dengan kita untuk pergi berkemah", ujar Krystal lagi.
"Iya mereka akan itu dengan kita jadi saat ini kamu bisa menghubungi Clara untuk bisa membantu mu membuat list makanan yang akan kalian makan nanti di perkemahan itu", ujar Diego.
"Ok", ujar Krystal.
"Kalau begitu lebih baik aku pergi saja ke rumah nya sekalian untuk melihat bayi nya", ujar Krystal lagi.
"Terserah kamu", ujar Diego.
Lalu Diego pun segera pergi meninggalkan Krystal di ruang keluarga rumah besar itu sementara Krystal sibuk dengan ponsel nya setelah Diego pergi meninggalkan nya.
***
Markas Octopus
"Apa bos sudah datang?" Tanya Rey kepada salah satu anggota Octopus.
"Belum tuan", ujar anggota itu.
Lalu Rey pun langsung menelpon Diego dan Diego pun langsung mengangkat panggilan dari nya itu.
"Halo Rey", ujar Diego.
"Dimana kamu sekarang?" Tanya Rey.
"Aku masih berada di rumah besar", ujar Diego.
"Apa kamu tidak akan datang ke markas hari ini?" Tanya Rey lagi.
"Seperti nya aku tidak jadi pergi kesana hari ini", ujar Diego.
__ADS_1
"Apa kamu sibuk sekarang?" Tanya Rey lagi.
"Tidak memang nya ada apa?" Tanya Diego.
"Apa ada sesuatu yang penting?" Tanya Diego lagi.
"Aku ingin memberi tau mu mengenai rumah mewah yang ada di dekat perbatasan kota itu", ujar Rey.
"Memang nya ada apa dengan rumah mewah itu?" Tanya Diego lagi.
"Pemilik nya tiba-tiba saja menghubungi ku dan mengajak kita untuk bekerja sama dengan nya", ujar Rey lagi.
"Apa! Lalu bagaimana dengan Branden?" Tanya Diego lagi.
"Setelah anggota kita memata-matai nya aku mendapatkan kabar bahwa saat ini Branden sudah tidak lagi berkeliaran di sekitar rumah mewah itu dan dia sudah cukup lama tidak pergi kesana", ujar Rey.
"Kalau begitu atur pertemuan kita dengan pemilik rumah mewah itu secepat nya", ujar Diego.
"Baiklah", ujar Rey.
"Dan satu lagi suruh anggota kita untuk memata-matai Hanna saat ini aku ingin membalaskan dendam ku kepada para pria yang telah berani mengambil nya dari ku itu", ujar Diego.
"Jika dia berani membuat ku seperti ini maka dia juga harus merasakan akibat dari perbuatan nya itu kepada ku", ujar Diego lagi.
"Baiklah aku akan segera menyuruh anggota kita untuk pergi menyelidiki Hanna", ujar Rey.
"Ok dan kalau perlu ambil bayi nya dan berikan kepada ku agar dia tau bagaimana rasa nya telah kehilangan seseorang yang sangat di sayangi", ujar Diego lagi.
"Ok aku akan mengabari mu ketika anggota kita telah selesai menyelidiki nya", ujar Rey.
"Ok", ujar Diego.
Lalu Diego pun langsung mematikan ponsel nya dan setelah itu Diego pun pergi ke belakang rumah keluarga besar nya untuk bermain golf disana.
"Ini tuan tongkat golf nya", ujar seorang penjaga kepada nya.
Lalu Diego pun langsung mengambil tongkat golf itu dan mulai bermain golf di lapangan golf yang ada di belakang rumah besar keluarga nya itu.
Kali ini pukulan Diego meleset dan tidak seperti biasa nya karena pada saat ini hati Diego sangat kacau dan sudah penuh dengan emosi yang sudah menumpuk dari beberapa waktu yang telah berlalu ini.
"Sial", ujar Diego dengan ekspresi kesal nya.
Lalu Diego pun mencoba untuk melakukan permainan itu lagi dan tetap saja pukulan nya juga meleset kali ini dan itu tentu saja membuat Diego bertambah marah lagi saat ini.
"Sial", ujar Diego lagi.
Lalu Diego pun langsung menjatuhkan tongkat golf nya itu ke atas tanah dan setelah itu Diego pun langsung menginjak tongkat golf itu dengan ke dua kaki nya secara berulang kali sampai kemarahan nya mulai mereda kali ini.
"Cukup tuan", ujar kepala pelayan kepada nya.
Tapi Diego tetap saja melampiaskan amarah nya pada saat ini dan setelah cukup lama berada di lapangan golf itu Diego pun langsung masuk ke dalam rumah besar untuk pergi makan siang disana.
"Silahkan tuan semua hidangan nya sudah di tata dengan baik di atas meja dan sebentar lagi tuan besar akan turun ke bawah untuk makan siang bersama", ujar kepala pelayan itu kepada Diego.
"Ok aku akan pergi mandi dulu sebentar", ujar Diego.
Lalu Diego pun langsung pergi menuju ke dalam kamar nya yang ada di lantai dua rumah itu dan setelah itu pun Diego segera membersihkan diri nya di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar nya itu.
"Aku harus mendapatkan anak itu bagaimana pun cara nya", ujar Diego.
Lalu setelah itu Diego pun langsung meninju kaca yang ada di dalam kamar mandi nya itu dan tindakan Diego itu telah berhasil membuat luka di jari-jari tangan nya itu.
"Lihat saja pembalasan dari ku", ujar Diego dengan senyum maut nya.
Lalu setelah itu Diego pun langsung melanjutkan kembali membersihkan diri nya di bawah pancuran air shower yang ada di dalam kamar mandi itu.
***
Rumah Clara
"Ting tong ting tong", bunyi bel rumah Clara.
Lalu Clara pun langsung membuka pintu rumah nya dan setelah itu Clara menyuruh Krystal untuk masuk ke dalam rumah nya.
"Wah ada bayi kecil disini", ujar Krystal sambil melihat ke arah ruang tamu rumah Clara itu.
"Iya duduk lah dan aku akan mengambilkan mu minuman dulu", ujar Clara kepada Krystal.
"Ini kakak bawakan mainan untuk mu", ujar Krystal sambil mengangkat semua barang bawaan nya ke atas meja ruang tamu rumah Clara itu.
Lalu Krystal pun langsung menggoda bayi Clara untuk mau bermain dengan nya sementara Clara masih berada di dapur rumah nya itu untuk mengambil minuman dan beberapa makanan untuk Krystal.
***
Hotel
Saat ini Alex sedang makan siang sambil duduk di depan TV yang ada di dalam kamar hotel nya itu.
"Kali ini aku telah gagal untuk mendapatkan bayi itu", ujar Alex.
"Tidak masalah kalau hari ini aku telah gagal untuk mendapatkan nya dan di waktu yang berikut nya bayi itu pasti akan berada di tangan ku", ujar Alex lagi dengan senyuman licik nya.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...