
"Bibi tolong carikan aku mobil untuk bisa membawa ku pergi ke kota pada besok pagi", ujar Hanna kepada Bibi Yuri.
"Apa! Kamu mau pergi ke kota", ujar Bibi Yuri dengan ekspresi kaget nya.
"Hanna apa kamu tidak mau tinggal di desa ini lagi?" Tanya Bibi Lili.
"Aku ke kota bukan untuk pergi selama nya Bibi tapi aku hanya pergi sebentar untuk menemui seseorang disana", ujar Hanna.
"Kalau begitu aku punya seorang kenalan yang bisa membawa mu pergi ke kota pada besok pagi tapi itu terlalu pagi apa kah kamu tidak keberatan berangkat pada pukul lima pagi", ujar Bibi Jandi.
"Tidak apa-apa Bibi lebih cepat lebih bagus karena pada saat ini aku harus pergi ke kota secepat nya", ujar Hanna lagi.
"Kalau begitu aku akan mengabari kenalan ku itu dulu jadi aku akan pergi pulang dulu ke rumah ku untuk menelpon nya", ujar Bibi Jandi lagi.
"Baik lah Bibi", ujar Hanna.
Lalu Bibi Jandi pun segera pulang ke rumah nya pada saat itu juga sedangkan Hanna hanya bisa menunggu untuk saat ini karena pada saat ini hati Hanna sudah mulai merindukan bayi mungil nya itu.
"Bayi ku bersabar lah Mami akan pergi ke kota untuk bertemu dengan Ayah mu dan Mami harap Ayah mu bisa menemukan mu secepat nya", ujar Hanna di dalam hati nya.
Lalu setelah itu para warga yang ada di depan rumah Ibu Jiu itu pun segera pulang menuju ke rumah mereka masing-masing dan beberapa orang dari mereka pergi ke tempat yang telah di sediakan oleh warga untuk mengawasi apa pun yang ada di desa terpencil itu.
Sementara Bibi Yuri dan Bibi Lili beserta putri dari Bibi Lili itu segera memasak makan malam di dapur rumah Ibu Jiu.
Karena mereka berniat untuk menghibur Hanna dan Ibu Jiu agar mereka tidak larut di dalam kesedihan mereka dan agar mereka juga mempunyai teman yang ada di samping mereka saat ini.
Sedangkan Hanna, Jiu dan Ibu Jiu masih berada di ruang tamu sambil melihat ke arah TV yang telah di hidupkan oleh Jiu.
Walau pun Jiu berusaha untuk menghilangkan kesunyian yang ada di ruang tamu rumah nya itu dengan cara menghidupkan TV tapi tetap saja Hanna merasa sangat sedih sekali dan bahkan hati nya sudah merasa sangat putus asa pada saat ini.
***
Kediaman Diego
Saat ini Krystal, Leo, Diego dan Ayah nya sedang makan malam di ruang makan yang ada di kediaman keluarga besar nya itu.
"Besok Ayah akan pergi ke Taipei untuk membicarakan kerja sama dengan pemilik perusahaan manufaktur yang sangat terkenal disana", ujar Ayah nya.
"Apa kamu mau ikut dengan Ayah?" Tanya Ayah nya kepada Diego.
"Seperti nya aku besok ada urusan yang harus segera aku selesaikan dengan secepat nya Ayah jadi aku tidak bisa ikut pergi dengan Ayah ke Taipei", ujar Diego.
"Kalau begitu sayang sekali padahal pada malam besok ada acara besar yang mempertemukan para pebisnis terkenal yang ada di kota-kota besar Asia dan pertemuan itu di selenggarakan di Taipei", ujar Ayah nya lagi.
"Apa!" Kalau begitu Aku rasa Ayah ku juga ikut pergi ke Taipei", ujar Leo.
"Tentu saja karena Ayah mu juga di undang untuk dapat menghadiri acara pertemuan yang sangat besar itu", ujar Ayah Diego kepada Leo.
"Pelayan", panggil Krystal.
"Iya ada apa nona muda", ujar pelayan itu.
__ADS_1
"Tolong buatkan aku spaghetti karena tiba-tiba saja aku menginginkan nya sekarang", ujar Krystal kepada pelayan itu.
"Baik lah nona muda saya akan segera pergi membuatkan nya", ujar pelayan itu.
Lalu pelayan itu pun segera pergi meninggalkan semua orang yang ada di ruang makan itu sementara Krystal tampak tidak berselera makan pada saat ini.
"Ada apa dengan mu kenapa kamu terlihat tidak berselera untuk makan?" Tanya Leo kepada Krystal.
Lalu Diego dan Ayah nya pun segera melihat ke arah Krystal.
"Entah lah tiba-tiba saja aku tidak berselera makan pada malam ini", ujar Krystal.
"Apa jangan-jangan kamu sedang hamil", ujar Diego kepada Krystal.
"Aku rasa tidak mungkin", ujar Krystal.
"Kalau begitu kamu coba saja dulu untuk melakukan tes agar kita semua tau bagaimana hasil nya", ujar Ayah nya.
"Aku rasa aku tidak perlu untuk melakukan tes itu Ayah karena aku tau kalau saat ini aku tidak sedang hamil dan aku rasa aku hanya masuk angin saja Ayah", ujar Krystal.
"Ikuti saja apa perkataan Ayah kepada mu itu dari pada nanti terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan", ujar Diego kepada Krystal.
"Apa-apa an ini", ujar Krystal di dalam hati nya.
"Bagaimana mungkin aku bisa hamil sedangkan Leo tidak pernah menyentuh ku sedikit pun", ujar Krystal lagi di dalam hati nya.
Lalu Krystal pun segera meminum jus jeruk yang ada di depan nya itu sementara Leo hanya diam saja sambil menikmati hidangan yang ada di atas meja makan itu.
***
"Oek oek oek", bunyi tangisan bayi mungil Hanna yang sedang berada di ruang keluarga kediaman Sera itu.
"Pelayan", panggil Sera.
"Iya nyonya ada apa?" Tanya seorang pelayan kepada nya.
"Cepat hentikan tangisan bayi itu", ujar Sera kepada pelayan itu lagi.
"Baik Nyonya", ujar pelayan itu.
Lalu pelayan itu pun segera pergi menghampiri bayi mungil Hanna itu sementara Sera terlihat sangat kesal sekali mendengar suara tangisan bayi Hanna yang ada di dalam kediaman nya itu.
"Sera bersabar lah semua bayi memang suka menangis jadi untuk apa kamu mempermasalahkan semua itu", ujar Branden.
"Aku hanya tidak suka melihat wajah nya apa lagi mendengar suara tangisan nya", ujar Sera.
Lalu Kakek Sera pun segera keluar dari dalam ruang kerja nya dan setalah itu beliau pun pergi menghampiri Sera dan Branden yang berada di ruang tamu kediaman nya itu.
"Bagus kali ini aku mengapresiasi hasil pekerjaan mu itu", ujar Kakek Sera kepada Branden.
"Kalau begitu ayo kita pergi makan malam dulu sambil membicarakan semua ini", ujar Kakek Sera lagi.
__ADS_1
"Ok", ujar Branden.
Lalu Sera, Branden dan Kakek Sera pun segera pergi ke ruang makan untuk makan malam disana.
***
Desa Terpencil
Sore ini Hanna telah sampai di kota dan ia pun sedang beristirahat di salah satu hotel yang ada di dekat kediaman Keluarga Besar Diego.
Setelah Hanna sampai di dalam kamar hotel nya ia pun segera pergi mandi dan setelah itu Hanna pun memesan makanan untuk dapat di antarkan ke dalam kamar hotel nya itu.
Karena setelah mandi Hanna ingin langsung makan dan setelah itu Hanna juga ingin langsung tidur sebelum malam ini ia pergi ke kediaman keluarga besar Diego untuk pergi menemui Diego disana.
"Lebih baik aku menonton TV saja sambil menunggu makanan ku datang", ujar Hanna.
Lalu Hanna pun segera menghidupkan TV yang ada di depan nya saat ini dan tak lama kemudian makanan Hanna pun datang dan Hanna pun langsung memakan makanan itu sambil menonton TV yang ada di depan sofa yang ia duduki saat ini.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego
"Ting tong ting tong", bunyi bel yang ada di kediaman keluarga besar Diego itu.
Lalu seorang penjaga pun datang menghampiri Hanna yang sedang berada di luar pagar kediaman keluarga besar Diego itu.
"Nyonya muda", ujar penjaga itu kepada Hanna.
Lalu penjaga itu pun segera menyuruh Hanna untuk masuk ke pekarangan kediaman keluarga besar Diego itu.
"Dimana Diego?" Tanya Hanna kepada penjaga itu.
"Tuan muda sedang bersiap-siap untuk pergi ke kediaman nya nona Ara nyonya", ujar penjaga itu lagi.
"Apa! Diego ingin pergi ke kediaman wanita itu", ujar Hanna.
"Iya nyonya karena tuan muda akan pergi menghadiri jamuan makan malam yang sedang di adakan oleh keluarga nona Ara nyonya", ujar penjaga itu lagi.
"Apa!" Ujar Hanna lagi dengan ekspresi kaget nya saat ini.
"Kata tuan muda akan ada hal penting yang akan dia selesaikan disana nyonya", ujar penjaga itu lagi.
"Aku rasa saat ini Diego telah memilih wanita itu dari pada aku", ujar Hanna di dalam hati nya.
Lalu Hanna pun terdiam sambil berdiri di depan pintu masuk kediaman keluarga besar Diego itu sedangkan penjaga itu telah mempersilahkan Hanna untuk masuk ke dalam kediaman keluarga besar Diego itu.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...