
Saat ini Krystal telah berada di dalam apartemen Branden dan ia sedang menunggu Branden selesai mandi dan memakai baju di dalam kamar nya.
"Apa semua pria memang seperti ini?" Tanya Krystal.
"Tapi kakak ku tidak pernah seperti ini dan dia selalu bangun tidur sebelum aku bangun dari tidur ku", ujar Krystal lagi.
"Kebanyakan lelaki memang seperti ini", ujar Krystal lagi.
"Seperti nya dia juga termasuk keluarga yang berada dan juga kaya", ujar Krystal lagi.
"Apartemen disini hanya bisa dimiliki oleh orang-orang yang kaya saja", ujar Krystal lagi.
"Jadi dia sudah memenuhi salah satu syarat ku", ujar Krystal lagi.
"Aku harap dia bisa memenuhi semua syarat yang telah aku buat", ujar Krystal lagi.
Setelah cukup lama duduk di sofa ruang tamu sambil melihat-lihat apartemen Branden akhirnya Branden datang menghampiri Krystal dan duduk di kursi yang ada di seberang Krystal.
"Ada apa kamu datang ke apartemen ku?" Tanya Branden tanpa basa basi terlebih dahulu.
"Aku hanya ingin kamu mengajari ku berjalan di atas panggung", ujar Krystal dengan santai nya.
"Bukankah di luar sana masih ada banyak orang yang bisa kamu minta pertolongan dan kenapa kamu malah datang kepada ku apa lagi kita belum pernah berbicara sebelumnya", ujar Branden.
"Itu karena aku melihat mu ada di dalam majalah ini dan aku jadi tertarik untuk belajar langsung dari mu", ujar Krystal sambil menyodorkan sebuah majalah yang ada di dalam tas nya.
"Jadi apa kamu mau mengajari ku?" Tanya Krystal.
"Aku tidak mempunyai cukup waktu untuk itu", ujar Branden.
"Astaga bukankah dia baru saja bangun dari tidur nya dan waktu yang telah disia-siakan nya sudah sangat banyak", ujar Krystal di dalam hati nya.
"Dia lebih mementingkan tidur nya dari pagi sampai siang hari dari pada membantu ku", ujar Krystal lagi di dalam hati nya lagi.
"Aku tidak meminta mu untuk mengajari ku setiap hari tapi sekali seminggu saja sudah cukup", ujar Krystal.
"Bagaimana kalau aku membayar mu untuk itu", ujar Krystal lagi.
"Maksud mu?" Tanya Branden.
"Aku akan membayar mu agar bisa mengajari ku berjalan di atas panggung", ujar Krystal lagi.
"Tapi aku tidak menginginkan uang mu", ujar Branden.
"Kenapa?" Tanya Krystal.
"Aku tidak mau menerima uang dari seorang wanita yang seperti diri mu", ujar Branden.
"Apa aku terlihat sangat buruk untuk itu?" Tanya Krystal.
"Tenang saja aku bahkan sanggup membayar mu sesuai dengan permintaan mu", ujar Krystal lagi.
"Katakan saja berapa banyak uang yang kamu inginkan", ujar Krystal lagi.
Kemudian Branden melihat Krystal sambil menghela nafas nya lalu meminum minuman kaleng yang ada di atas meja yang sebelumnya telah ia ambil ketika ia sedang meninggalkan Krystal sendirian di ruang tamu apartemen nya.
"Kalau tidak begini saja", ujar Krystal.
"Aku akan membayar mu dengan cara yang lain jadi katakan saja apa yang kamu inginkan dari ku?" Tanya Krystal lagi.
Kemudian Branden melihat Krystal dari atas sampai ke bawah dan tatapan Branden itu tentu saja membuat Krystal kaget dan khawatir dengan permintaan yang akan Branden katakan kepada nya.
"Apa kamu mau membersihkan apartemen ku sekali dalam seminggu", ujar Branden.
"Apa! Membersihkan apartemen mu", ujar Krystal kaget.
"Iya jadi setiap kali aku selesai mengajari mu maka kamu akan membersihkan apartemen ku jadi sesuai dengan permintaan mu kepada ku bahwa aku akan mengajari mu sebanyak satu kali dalam seminggu", ujar Branden.
Kemudian Krystal pun berpikir sejenak mengenai permintaan Branden yang terlihat sangat memberatkan nya itu karena Krystal sama sekali tidak pernah membersihkan rumah apa lagi sampai mengotori tangan nya yang telah ia rawat dengan baik selama ini.
"Baiklah demi ingin mengenal mu lebih jauh lagi maka aku akan melakukan hal yang tidak pernah aku lakukan sebelumnya", ujar Krystal di dalam hati nya.
"Ok aku akan menyetujui nya jadi kita sudah sepakat untuk itu", ujar Krystal sambil menjulurkan tangan nya kepada Branden.
"Ok", ujar Branden sambil menyambut uluran tangan Krystal.
"Hari minggu aku akan mengajari mu jadi kamu bisa mengubungi ku untuk itu", ujar Branden.
"Baiklah", ujar Krystal.
Kemudian Krystal pun segera pamit dari apartemen Branden dan setalah itu Krystal pun langsung pulang ke rumah nya.
Karena ia takut Diego curiga dengan kepergian nya yang tanpa izin terlebih dahulu apa lagi saat ini dia pergi menemui Branden yang sudah jelas tidak diperbolehkan oleh kakak nya.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego
Saat ini Ayah Diego telah pulang dari kantor dan beliau sedang duduk santai di pekarangan belakang rumah nya sambil membaca koran.
Lalu Diego dan Hanna datang menghampiri beliau dan mereka duduk di kursi yang ada di dekat Ayah Diego.
Melihat Diego dan Hanna bergabung dengan Ayah nya seorang pelayan pun datang menghampiri mereka dan menawarkan minuman kepada mereka.
"Buatkan aku ice amerikano", ujar Hanna.
"Baiklah nyonya muda", ujar pelayan itu.
Sedangkan Diego hanya menganggukkan kepala nya ketika pelayan itu sedang menawarkan minuman kepada nya karena semua pelayan yang ada di rumah besar keluarga nya itu telah mengetahui dengan jelas apa pun yang disukai nya dan yang tidak disukai nya.
Setalah mendapatkan jawaban dari Diego dan Hanna langsung saja pelayan itu pergi ke dapur dan membuatkan minuman untuk mereka.
"Bagaimana dengan mertua mu?" Tanya Ayah Diego.
__ADS_1
"Apa mereka bisa datang untuk makan malam pada hari jumat besok?" Tanya Ayah Diego lagi.
"Mereka tidak mempunyai cukup waktu untuk itu dan lain kali mereka akan menerima ajakan Ayah untuk itu", ujar Diego.
"Ayah tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya untuk saat ini jadi aku harap Ayah bisa mengerti dengan keadaan Ayah ku", ujar Hanna.
"Iya aku tau kalau Ayah mu orang nya sangat sibuk dan bahkan ketika aku bertemu dengan Ayah mu untuk membicarakan mengenai perjodohan kalian itu kami pun sudah merencanakan pertemuan itu selama bertahun-tahun lama nya", ujar Ayah Diego.
"Benarkah?" Tanya Hanna memastikan.
"Iya begitulah Ayah mu selalu sibuk dengan pekerjaan nya bahkan Ibu mu pun dulu sering mengeluh kepada teman-teman nya sewaktu mereka masih berstatus single", ujar Ayah Diego.
"Dari mana Ayah tau kalau Ibu Hanna suka mengeluh mengenai Ayah Hanna kepada teman-teman nya", ujar Diego.
"Dari mana lagi kalau bukan dari Ayah nya", ujar Ayah Diego sambil tersenyum mengingat masa lalu itu.
"Aku adalah teman yang paling dekat dan sahabat dari Ayah Hanna jadi kami cukup tau dengan cerita-cerita masa lalu kami", ujar Ayah Diego.
"Sekarang aku mengerti kenapa kalian ingin menjodohkan kami", ujar Diego.
"Ya begitulah niat kami sejak dari awal kami berteman dengan akrab apa lagi dalam kehidupan ini kami memang dikaruniai seorang anak yang bisa kami jodohkan", ujar Ayah Diego.
Kemudian Hanna pun melihat ke Diego dan diri nya merasa beruntung memiliki Diego saat ini dan Hanna juga berterima kasih kepada Ayah nya karena Ayah nya telah berteman dengan akrab dengan Ayah nya Diego sehingga diri nya bisa dijodohkan dengan Diego.
"Aku juga beruntung karena telah lahir sebagai seorang putri dari Ayah ku", ujar Hanna di dalam hati nya.
Kemudian Krystal pun datang dan menghampiri mereka lalu duduk di kursi kosong yang ada di sebelah Hanna.
"Apa yang sedang Ayah bicarakan disini?" Tanya Krystal.
"Seperti nya serius sekali", ujar Krystal lagi.
"Hanya bercerita mengenai masa lalu", ujar Ayah nya.
"Dari mana saja kamu?" Tanya Diego.
"Aku dari rumah teman ku", jawab Krystal.
"Memang nya kamu mempunyai seorang teman disini?" Tanya Diego lagi.
"Tentu saja memang nya aku seperti kakak yang hanya berteman dengan kakak Rey saja", ujar Krystal lagi.
"Sudah lah jangan ribut disini nanti ujung-ujung nya kalian bertengkar dan adu mulut lagi", ujar Ayah nya.
"Kakak ipar apakah kamu bisa menemani ku untuk shopping sore ini?" Tanya Krystal kepada Hanna.
"Baiklah jika kakak mu mengizinkan mu pergi keluar untuk saat ini karena sejak dari tadi kakak mu sangat khawatir dengan keberadaan mu", ujar Hanna.
"Apa! Kakak mencari ku dari tadi di rumah ini", ujar Krystal.
"Untung saja aku segera pulang kalau tidak aku bisa habis dimarahi oleh kakak malam ini", ujar Krystal di dalam hati nya.
"Bagaimana apakah aku boleh pergi dengan kakak ipar sore ini?" Tanya Krystal kepada Diego.
"Yes", ujar Krystal.
"Baiklah kami tidak akan pulang terlalu malam", ujar Hanna kepada Diego.
Lalu Diego meminum minuman yang telah dibawakan oleh pelayan untuk nya dan setalah itu Diego mengambil koran yang telah selesai di baca oleh Ayah nya.
"Apa Ayah telah membaca semua nya?" Tanya Diego.
"Hanya tersisa yang ada di tangan ku saja", ujar Ayah nya.
"Akhir-akhir ini terlalu banyak berita mengenai penyelundupan narkoba", ujar Ayah nya lagi.
Mendengar perkataan Ayah Diego langsung membuat Hanna tersedak saat meminum minuman yang telah dibawakan oleh pelayan untuk nya.
Melihat Hanna yang kaget dan tersedak langsung saja membuat Diego memberikan kode kepada Hanna dan menyuruh Hanna untuk jangan bertingkah konyol dengan tatapan mata nya yang mengisyaratkan seperti itu.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Diego kepada Hanna.
"Iya aku baik-baik saja", ujar Hanna.
"Aku kira ice amerikano nya tidak enak", ujar Krystal.
"Apa minuman itu tidak enak?" Tanya Ayah Diego kepada Hanna.
"Kalau memang seperti itu aku akan menyuruh pelayan untuk membuatkan nya lagi untuk mu", ujar Ayah Diego.
"Tidak usah Ayah aku hanya tidak fokus saat sedang minum", ujar Hanna.
"Kalau begitu ayo kita bersiap-siap untuk pergi shopping", ujar Krystal kepada Hanna.
"Baiklah", ujar Hanna.
Kemudian Krystal dan Hanna pun pergi ke dalam kamar mereka masing-masing untuk berganti pakaian dan berdandan sebelum pergi keluar sore ini.
Sedangkan Diego dan Ayah nya masih tetap duduk di pekarangan yang ada di belakang rumah sambil membaca koran yang ada di atas meja.
***
Kediaman Sera
"Apa!" Teriak Sera.
"Kenapa Alexander susah sekali untuk di ajak bekerja sama", ujar Sera.
"Aku juga tidak tau", ujar Branden.
"Padahal 500 ton itu adalah jumlah yang sangat besar dan kenapa dia masih berani untuk menolak kerja sama kita", ujar Kakek Sera.
"Aku rasa dia telah bekerja sama dengan seseorang dan telah membuat kesepakatan yang di dalam nya tidak memperbolehkan bekerja sama dengan orang lain", ujar Kakek Sera lagi.
__ADS_1
"Bisa jadi seperti itu", ujar Branden.
"Atau karena kita tidak pergi menemui nya ke Amerika", ujar Branden lagi.
"Jadi dia menganggap kalau kita tidak serius dengan kerja sama ini", ujar Branden lagi.
"Bisa jadi perkataan mu itu benar", ujar Sera.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Sera.
"Tunggu suasana ini sedikit mencair dulu dan setelah nya kita akan berusaha untuk mengajak nya bekerja sama lagi", ujar Kakek Sera.
"Baiklah", ujar Sera dan Branden secara bersamaan.
Kemudian Branden menceritakan mengenai Krystal kepada Sera dan Kakek nya dan tentu saja Sera dan Kakek nya antusias mendengarkan nya.
"Jadi apa yang akan kamu rencanakan kepada wanita itu?" Tanya Sera kepada Branden.
"Aku akan membuat nya jatuh cinta kepada ku dan setelah nya aku akan memanfaatkan nya", ujar Branden.
"Aku penasaran kenapa wanita itu bisa tinggal di rumah nya Diego", ujar Sera.
"Aku juga tidak tau", ujar Branden.
"Setau ku Diego tidak mempunyai seorang sepupu apa lagi seorang adik perempuan", ujar Sera.
"Mungkin wanita itu adalah kerabat dari istri nya", ujar Branden.
"Bisa jadi seperti itu", ujar Sera.
"Kalau begitu cepat dekati dia dan jangan bertingkah seperti tidak menginginkan nya", ujar Kakek Sera.
"Baiklah aku mengerti", ujar Branden.
Kemudian mereka kembali lagi dengan aktifitas mereka masing-masing.
Sera sibuk dengan bayi nya lalu Kakek nya sibuk dengan membaca koran yang ada di tangan nya sedangkan Branden telah pamit untuk pulang ke apartemen nya.
***
Rumah Clara
Saat ini Rey dan Clara sedang menonton TV bersama dan tak lama kemudian ponsel Clara berbunyi dan itu adalah sebuah panggilan masuk dari teman nya.
"Halo", ujar Clara.
"Clara", ujar teman nya.
"Iya ada apa Ling Ling", ujar Clara lagi.
"Maaf aku tidak bisa hadir ke acara pernikahan mu karena aku saat ini sedang sakit dan sedang di rawat di rumah sakit", ujar Ling Ling.
"Apa! Kamu sakit apa aku akan datang untuk menjenguk mu", ujar Clara.
"Kaki ku terluka parah dan saat ini kaki ku sedang di perban", ujar Ling Ling.
"Kalau begitu kirimkan alamat rumah sakit tempat mu di rawat aku akan pergi kesana untuk menjenguk mu", ujar Clara.
"Baiklah", ujar Ling Ling.
Kemudian panggilan itu pun segera berakhir dan Clara pun segera menceritakan semua itu kepada Rey.
"Kalau begitu ayo kita pergi ke rumah sakit itu", ujar Rey.
"Apa dia telah mengirimkan alamat rumah sakit itu kepada mu?" Tanya Rey.
"Dia baru saja mengirimkan nya pada ku", ujar Clara.
"Ayo kita berangkat", ujar Clara lagi.
Kemudian mereka segera berangkat ke rumah sakit tempat Ling Ling di rawat dan Clara pun juga mengabari itu kepada Hanna lewat sebuah pesan yang telah ia kirimkan.
Namun Hanna tak kunjung membalas pesan dari Clara dan Clara pun memutuskan untuk menghubungi Hanna tapi Hanna tetap tidak bisa dihubungi karena panggilan Clara selalu tidak di angkat oleh Hanna.
Jadi Clara memutuskan untuk pergi ke rumah sakit hanya berdua dengan Rey saja dan saat ini Clara sudah tidak mengharapkan lagi kehadiran Hanna untuk datang ke rumah sakit dengan nya.
***
Rumah Sakit
Saat ini Clara dan Rey telah berada di rumah sakit dan mereka sedang berbicara dengan Ling Ling.
Keadaan Ling Ling sudah semakin membaik karena ia telah cukup lama di rawat di rumah sakit ini.
"Kenapa di luar ada banyak pengawal?" Tanya Clara kepada Ling Ling.
"Itu adalah pengawal kakak ku", ujar Ling Ling.
Clara merasa heran dengan kehadiran beberapa orang pengawal yang ada di depan ruangan Ling Ling itu sedangkan Rey sudah tidak heran lagi karena diri nya telah tau kalau kakak Ling Ling itu adalah Zhen Shui.
Beberapa menit kemudian datang lah Zhen Shui ke dalam ruangan adik nya itu dan saat Zhen Shui melihat ada Rey di dalam ruangan adik nya itu langsung saja membuat Zhen Shui panik dan kaget dengan apa yang sedang di lihat nya saat ini.
"Kamu", ujar Zhen Shui kepada Rey.
Lalu Zhen Shui menatap Rey dengan tatapan tajam nya dan tentu saja setalah melihat kejadian itu langsung saja membuat Clara dan Ling Ling kaget dan khawatir di buat nya.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1