Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Pengemudi Motor


__ADS_3

"Awas", teriak Hanna sambil mendorong Clara.


Akibat dorongan dari Hanna tersebut langsung saja membuat Clara menjauh dan terjatuh di pinggiran aspal sedangkan Hanna juga terjatuh di samping Clara.


Namun kaki Hanna sedikit memar karena terbentur dan bergesekan dengan aspal.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Hanna kepada Clara.


"Iya aku baik-baik saja", ujar Clara.


Kemudian mereka melihat ke arah orang yang telah berusaha untuk mencelakai Clara.


Namun sayang nya orang itu telah pergi menjauh dari mereka setelah aksi nya itu gagal karena tentu saja orang itu takut di hakimi oleh orang-orang yang ada di sekitaran tempat kejadian itu.


"Astaga kita kehilangan orang itu", ujar Hanna.


"Nona apa kalian baik-baik saja?" Tanya seorang pejalan kaki kepada mereka.


"Iya aku baik-baik saja", ujar Clara.


"Astaga kaki mu terluka aku akan menghubungi rumah sakit dan menyuruh ambulans untuk datang kesini", ujar pejalan kaki yang lain nya.


"Tidak usah aku baik-baik saja ini hanya memar sedikit saja dan aku bisa mengobati nya di rumah saja", ujar Hanna.


"Apa kamu yakin?" Tanya pejalan kaki itu.


"Iya terima kasih telah membantu kami", ujar Hanna lagi.


Kemudian Hanna dan Clara pun segera pamit dari orang-orang yang sedang mengerumuni mereka itu dan setalah nya mereka langsung pergi ke rumah Clara dengan langkah Hanna yang sedikit tertatih.


"Kasihan sekali mereka", ujar pejalan kaki yang lain.


"Iya aku juga melihat kalau motor itu dengan sengaja ingin menabrak nya", ujar pejalan kaki yang lain.


"Dia masih beruntung bisa selamat dari kecelakaan yang hampir terjadi itu", ujar pejalan kaki yang lain nya.


Saat ini semua orang yang telah melihat dan menyaksikan kejadian itu terus saja membicarakan mengenai kejadian yang baru saja di alami oleh Hanna dan juga Clara itu.


Semua orang-orang yang membicarakan mengenai kejadian itu baru berhenti membicarakan kejadian itu sampai akhirnya mereka semua telah pergi dari tempat kejadian itu untuk melanjutkan aktifitas mereka masing-masing.


***


Rumah Clara


Saat ini Clara sedang mengobati luka yang ada di kaki Hanna.


"Aduh sakit", ujar Hanna di saat Clara sedang membersihkan luka nya dengan cairan pembersih luka.


"Tahan sebentar setalah ini aku akan menutup luka mu dengan kain ini", ujar Clara.


"Apa kamu sudah memberi tau Rey tentang masalah ini", ujar Hanna.


"Belum lebih baik aku memberi tau nya setelah dia pulang ke rumah", ujar Clara.


"Astaga kenapa kamu masih belum memberi tau nya", ujar Hanna.


"Kalau terjadi apa-apa kepada bayi mu bagaimana?" Tanya Hanna.


"Kalian harus memeriksakan kondisi bayi mu saat ini dan jangan pakai alasan apa pun untuk menunda-nunda melakukan pemeriksaan itu", ujar Hanna lagi.


"Tapi aku takut dia khawatir dengan keadaan ku saat ini", ujar Clara.


"Tentu saja dia harus khawatir dan karena itu lah kalian harus segera memeriksakan bayi kalian sekarang juga", ujar Hanna.


"Apa kamu mau kalau nasib mu sama dengan ku?" Tanya Hanna.


"Jika aku jadi diri mu aku akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan nya sekarang juga karena aku cukup tau bagaimana rasa nya kehilangan bayi yang sedang aku tunggu-tunggu kehadiran nya", ujar Hanna lagi.


"Baiklah kalau begitu kamu saja yang menemani ku ke rumah sakit sekarang", ujar Clara.


"Ok! Ayo cepat berangkat sekarang juga", ujar Hanna.


Kemudian mereka pun segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit yang ada di dekat rumah Clara dan mereka pun pergi ke rumah sakit itu dengan menaiki taksi yang telah di pesan oleh Hanna secara online.


***


Kediaman Diego


"Apa kamu tidak ingin mencari lelaki lain?" Tanya Diego kepada Krystal.


"Untuk apa aku mencari lelaki yang lain apa lagi sebentar lagi aku akan menikah dengan Branden", ujar Krystal.


"Kalau Ayah akan menjodohkan mu dengan anak teman nya bagaimana?" Tanya Diego lagi.


"Jangan membuat masalah saat ini dengan ku", ujar Krystal kepada Diego.


"Bukankah waktu itu kamu telah meminta ku untuk mencarikan mu seorang lelaki yang tepat dan kamu juga telah mengatakan kepada Ayah kalau kamu akan menuruti semua perkataan Ayah setelah kamu keluar dari rumah sakit akibat melakukan aksi bunuh diri yang pertama itu", ujar Diego.


"Iya itu memang benar tapi sekarang aku telah mempunyai Branden jadi cerita nya telah berbeda sekarang", ujar Krystal.


"Aku harap kamu memikirkan perkataan ku itu sampai waktu pernikahan mu dengan Branden akan dilaksanakan", ujar Diego.


"Kenapa kakak tiba-tiba berkata seperti ini kepada ku?" Tanya Krystal.


"Apa sudah ada calon lelaki yang akan Ayah kenalkan kepada ku", ujar Krystal lagi.


"Tentu saja ada karena masih banyak lelaki yang baik di dunia ini asalkan kamu tau itu", ujar Diego.


"Memang nya dengan siapa Ayah akan memperkenalkan ku?" Tanya Krystal lagi.


"Tentu saja dengan anak salah satu rekan kerja Ayah", ujar Diego.

__ADS_1


"Aku rasa dia pasti lebih tua dari ku dan bahkan perbedaan usia di antara kami juga sangat jauh", ujar Krystal.


"Aku tidak mau di jodohkan dengan seorang lelaki yang umur nya sangat berbeda jauh dari ku", ujar Krystal lagi.


"Kamu sok tau sekali", ujar Diego.


"Mana mungkin ada seorang lelaki muda yang masih mau di jodohkan pada saat zaman sekarang ini", ujar Krystal.


"Kalau dia sudah cukup tua dan sudah bisa di panggil paman maka baru dia mau di jodohkan dan itu pun kalau ternyata dia belum juga mempunyai seorang kekasih", ujar Krystal lagi.


"Jadi menurut mu aku sudah tua dan sudah bisa di panggil paman saat sekarang ini?" Tanya Diego.


"Itu lain lagi urusan nya", ujar Krystal.


"Kakak kan sudah lama menikah dengan kakak ipar jadi sudah tidak bisa lagi dibandingkan dengan kakak saat ini karena situasi nya telah berbeda dan sudah tidak sama lagi kecuali kalau kakak masih belum menikah juga saat ini", ujar Krystal lagi.


"Lalu apa beda nya dengan Branden", ujar Diego.


"Dia juga seusia dengan ku dan saat ini dia juga masih belum menikah", ujar Diego lagi.


"Ya jelas berbeda lah karena Branden itu adalah seorang pria yang tampan dan sangat di gemari oleh banyak wanita", ujar Krystal.


"Apa lagi kalau dia ada di dalam majalah maka orang-orang yang ingin menikah dengan nya sudah pasti tidak akan mempedulikan umur nya lagi", ujar Krystal lagi.


"Memang nya kamu sudah bertemu dengan orang nya?" Tanya Diego.


"Bertemu saja belum tapi sudah berani berbicara seperti ini", ujar Diego lagi.


"Menurut kakak kenapa dia belum menikah juga sampai detik ini dan kenapa dia juga mau dijodohkan saat ini", ujar Krystal.


"Padahal dia sangat kaya apa lagi dia juga ikut mengelola perusahaan Ayah nya jadi seharusnya dia sudah memiliki istri saat ini sama seperti diri mu", ujar Krystal lagi.


"Apa lagi kalau bukan karena dia punya kekurangan atau dia tidak setampan diri mu", ujar Krystal lagi.


"Jadi tidak ada seorang pun wanita yang ingin menjadi istri nya maka nya dia mau saja di jodohkan dengan pilihan Ayah nya", ujar Krystal lagi.


"Karena otak mu itu tidak berfungsi dengan baik maka nya kamu mau saja menikah dengan Branden apa lagi sampai melakukan hal kotor seperti itu dengan nya", ujar Diego.


"Terserah kakak saja aku sudah malas berbicara dengan kakak saat ini", ujar Krystal.


"Kalau begitu coba saja bertemu dengan nya sekali saja jadi setelah itu terserah kamu", ujar Diego.


"Baiklah kalau itu mau kakak karena aku sudah malas berdebat dengan kakak", ujar Krystal.


"Ok! Lusa kita akan makan malam bersama dengan nya di rumah besar jadi kamu jangan berbuat macam-macam disana", ujar Diego.


"Baiklah aku mengerti maksud mu", ujar Krystal.


"Jika kamu tidak suka dengan nya maka tetaplah bersikap baik di depan nya kamu hanya perlu memberi tau ku dan Ayah mengenai itu", ujar Diego lagi.


"Ok! Aku mengerti", ujar Krystal lagi.


"Jangan lupa berdandan yang rapi jika akan bertemu dengan nya", ujar Diego lagi.


Kemudian Diego pun segera pergi meninggalkan Krystal di ruang keluarga rumah nya dan setelah itu Krystal pun hanya melihat kepergian Diego dengan wajah kesal nya.


"Heran dengan semua orang kenapa mereka sangat ingin sekali kalau aku tidak menikah dengan Branden", ujar Krystal pada diri nya sendiri.


"Walau pun aku memang tidak melakukan itu dengan Branden dan aku juga tau kalau Branden telah berbohong kepada kakak mengenai itu tapi aku tetap yakin dengan keputusan ku untuk menikah dengan Branden", ujar Krystal lagi.


"Sangat langka sekali lelaki tampan seperti Branden di dunia ini jadi aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menikah dengan nya", ujar Krystal lagi.


"Tidak apa-apa kalau dia berbohong kepada kakak asalkan aku bisa menikah dengan nya maka aku rela di tuduh melakukan hal kotor itu dengan nya", ujar Krystal lagi.


Kemudian Krystal pun segera pergi ke dalam kamar nya dan setelah itu Krystal pun mengambil tas nya lalu dia segera berjalan keluar rumah untuk menaiki taksi yang telah dia pesan secara online.


"Nona muda mau kemana?" Tanya seorang pelayan kepada nya.


"Aku mau pergi keluar sebentar saja", ujar Krystal.


"Tapi nona muda tidak di perbolehkan untuk keluar dari rumah ini oleh tuan muda dan juga oleh nyonya muda", ujar pelayan itu lagi.


"Nanti aku akan menanggung akibat nya jadi kamu jangan halangi jalan ku saat ini", ujar Krystal.


Kemudian Krystal pun segera menaiki taksi yang telah dia pesan itu dan setelah itu taksi itu pun segera pergi meninggalkan kediaman Diego itu.


Sedangkan pelayan yang ada di sekitar halaman rumah itu dan yang menyaksikan kejadian itu dari dekat hanya bisa diam dan pasrah dengan keadaan yang sedang terjadi saat ini.


***


Rumah Clara


Saat ini Hanna dan Clara telah pulang dari rumah sakit. Setelah sepuluh menit mereka berada di dalam rumah tiba-tiba saja terdengar bunyi suara bel rumah Clara.


"Siapa itu?" Tanya Hanna.


Kemudian Clara pun segera melihat layar monitor yang ada di dekat pintu rumah nya dan ternyata yang sedang ada di depan pintu rumah nya saat ini adalah Diego.


Lalu mereka pun segera membukakan pintu untuk Diego dan setelah nya mereka pun menyuruh Diego untuk masuk ke dalam rumah dan ikut duduk bersama mereka di ruang tamu.


"Hanna apa kamu baik-baik saja?" Tanya Diego setelah melihat Hanna yang sedang terluka.


Diego baru sadar kalau ternyata Hanna sedang terluka saat dia sedang duduk bersama dengan Hanna dan juga Clara.


"Aku baik-baik saja", ujar Hanna.


"Apa yang telah terjadi kepada mu?" Tanya Diego.


"Kenapa kamu bisa sampai terluka seperti ini?" Tanya Diego lagi.


Kemudian Hanna pun menjelaskan semua nya kepada Diego dan setelah itu Diego pun langsung menyuruh Rey untuk segera pulang ke rumah.

__ADS_1


Setelah Rey sampai di rumah dan Rey telah tau mengenai semua nya tentu saja Rey merasa sangat khawatir dengan keadaan Clara saat ini apa lagi ketika dia meninggalkan Clara seorang diri di rumah ini.


"Kalau begitu Clara bisa pergi ke rumah ku pada saat kamu pergi bekerja sampai kamu pulang bekerja dan menjemput nya", ujar Diego kepada Rey.


"Kalau kalian ingin tinggal di rumah ku juga tidak masalah bagi ku", ujar Diego lagi.


"Bagiamana menurut mu?" Tanya Rey kepada Clara.


"Kalau begitu aku memilih untuk menunggu mu saja disana sampai kamu telah selesai bekerja", ujar Clara.


"Baiklah jika itu mau mu", ujar Rey.


"Kalau begitu aku akan pulang dulu dan ini adalah hasil pemeriksaan dari rumah sakit dan untung nya Clara tidak apa-apa saat ini", ujar Hanna.


"Besok kamu bisa menyelidiki masalah ini terlebih dahulu sebelum pergi ke kantor dan aku rasa kamu bisa mengecek semua cctv yang ada di sekitar tempat kejadian itu", ujar Diego.


"Aku penasaran siapa orang yang telah berani mencelakai Clara", ujar Rey.


"Aku juga penasaran dengan orang itu", ujar Hanna.


"Kalau begitu besok aku akan pergi lagi kesini untuk melihat siapa orang yang telah berani mencelakai Clara", ujar Hanna.


"Baiklah kalau begitu besok kita sama-sama melihat nya saja di kediaman Diego", ujar Rey.


"Aku akan membawa semua rekaman cctv itu besok pagi ke rumah mu", ujar Rey lagi kepada Diego.


"Ok", ujar Diego.


"Kalau begitu aku pulang dulu", ujar Diego lagi.


"Ok", ujar Rey.


Kemudian Diego dan Hanna pun segera pergi dari rumah Clara dan setelah itu mereka pun langsung pulang ke rumah untuk segera beristirahat.


***


Kediaman Ara


Saat ini Ara sedang berbicara dengan seseorang lewat ponsel nya dan mereka sedang membicarakan mengenai kesepakatan yang telah mereka buat sebelumnya.


"Ok aku akan menunggu mu untuk menyelesaikan urusan mu terlebih dahulu", ujar Ara.


"Lalu setelah itu kamu jangan lupa untuk menyelesaikan urusan ku", ujar Ara lagi.


"Ok", ujar orang itu.


Kemudian panggilan itu pun segera berakhir dan Ara pun segera membaringkan diri nya di atas kasur empuk yang ada di dalam kamar nya.


"Aku berjanji akan memisahkan kalian bagaimana pun cara nya", ujar Ara lagi dengan amarah nya.


Saat ini Ara sangat ambisius untuk memisahkan Diego dan Hanna. Apa pun akan Ara lakukan asalkan Diego dan Hanna berpisah sesuai dengan keinginan nya.


Setelah cukup lama berpikir mengenai Diego dan Hanna akhirnya Ara pun tertidur dengan sendiri nya.


***


Kediaman Diego


Pagi ini Rey dan Clara telah berada di dalam kediaman nya Diego. Saat ini Diego, Hanna, Clara dan juga Rey sedang berada di ruang keluarga rumah Diego.


Mereka semua sedang melihat video yang terekam oleh cctv yang ada di tempat kejadian yang menimpa Clara dan Hanna pada waktu itu.


"Coba putar yang ini", ujar Diego.


Kemudian Rey pun segera memutar video rekaman cctv yang di maksudkan oleh Diego.


"Iya dia orang yang ingin menabrak ku", ujar Clara.


"Tapi wajah nya tidak jelas karena dia memakai helm yang tidak tembus pandang jika di lihat dari luar", ujar Hanna.


"Kalian tenang saja Rey akan menemukan orang itu bagaimana pun cara nya", ujar Diego.


"Lihat! Seperti nya dia akan membuka sedikit helm nya ketika dia telah melewati Clara", ujar Hanna.


Kemudian mereka semua segera memperhatikan gerakan pria tersebut dan benar saja pria itu terlihat seperti akan membuka helm nya.


"Astaga hampir saja dia membuka helm nya", ujar Clara.


"Aku kira dia ingin membuka helm nya dan ternyata tidak sama sekali", ujar Hanna.


"Coba lihat video rekaman cctv yang ada di jarak seratus meter dari lokasi kejadian itu", ujar Diego.


"Baiklah aku akan memutar nya", ujar Rey.


Kemudian mereka semua kembali lagi memperhatikan video rekaman cctv itu sambil berusaha untuk fokus agar tidak melewatkan apa pun yang ada di dalam video rekaman cctv itu.


"Lihat itu dia membuka helm nya", ujar Clara.


"Iya dia membuka helm nya", ujar Hanna.


"Sabar aku akan memperbesar wajah nya", ujar Rey.


Kemudian setelah wajah si pengemudi motor itu di perbesar oleh Rey langsung saja mereka semua melihat wajah orang itu dengan kaget nya.


"Apa!" Ujar Hanna dan Clara secara bersamaan.


Kemudian mereka semua pun melihat kembali wajah pria itu dengan lebih jelas nya lagi.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...


__ADS_2