
Setelah memukul boneka panda itu, Hanna kaget melihat ke belakang meja kerja suami nya.
Ada ruangan yang terbuka, seperti nya itu adalah ruangan rahasia milik Diego.
Lalu, Hanna melangkahkan kaki nya menuju ke ruangan itu.
Setelah masuk, Hanna melihat ada tangga yang lumayan besar, dan cukup panjang untuk menuju ke lantai bawah.
Tembok yang ada di sekitar tangga dipenuhi oleh rak buku, sehingga saat ini Hanna hanya melihat buku yang di pajang hampir di seluruh ruangan itu.
Mulai dari menuruni anak tangga sampai menuju bagian tengah ruangan, semua nya hampir terlihat seperti perpustakaan.
Setelah melihat seluruh bagian ruangan itu, Hanna melangkah ke ruangan sebelah kanan.
Disana, terlihat ada sebuah lukisan seorang wanita yang belum selesai di kerjakan.
Lalu, tak sengaja Hanna melihat ukiran pada dinding ruangan itu, tepat nya di belakang lukisan yang baru saja ia lihat.
Ukiran nya terlihat berbeda, karena ada satu gambar yang bentuk nya tidak sama.
"Seharusnya bentuk nya sama", pikir nya.
Itu karena selama belajar seni, ia mengetahui karakteristik dari setiap lukisan, dan setiap gambar memiliki makna nya tersendiri.
Namun, ada satu bagian yang membuat nya bertanya-tanya.
"Kenapa bagian ini berbeda dari yang lain?" Tanya Hanna.
Lalu, Hanna memegang ukiran tersebut, saat di pegang Hanna merasa ada yang aneh, sehingga Hanna tak sengaja menekan nya.
Tiba-tiba muncul lagi sebuah ruangan baru dari dinding sebelah kanan ruangan itu, Hanna merasa seperti masuk ke ruangan yang penuh misteri.
Ketika pintu terbuka, betapa kaget nya Hanna melihat banyak nya emas batangan, dan uang yang di tumpuk di setiap sudut ruangan.
"OMG! Apa aku tidak salah lihat?" Tanya nya.
Lalu, Hanna mencubit tangan nya untuk memastikan bahwa saat ini ia tidak sedang bermimpi.
"Aku tidak menyangka anak konglomerat sekaya ini", ucap Hanna.
"Bahkan ratusan tahun ke depan semua ini tidak akan habis", ucap nya lagi sambil memperhatikan seluruh ruangan.
Lalu, Hanna segera pergi dari sana, karena takut ketahuan telah masuk tanpa izin suami nya itu, dan Hanna segera menuju ke ruang makan.
Setelah menutup pintu ruangan kerja suami nya, dan menoleh ke belakang ia kaget melihat Diego ada di depan nya.
"Astaga!" Ucap Hanna.
"Kamu mengagetkan ku saja", ucap Hanna lagi.
"Sejak kapan kamu ada disini?" Tanya Hanna.
"Baru, setelah kamu menutup pintu itu", jawab Diego.
"Apa kamu mencari ku?" Tanya Diego pada Hanna.
"Oh, iya aku mencari mu dari tadi, tapi kamu tidak ada dimana pun", jelas nya.
"Ayo makan malam aku sudah sangat lapar", ajak Hanna.
Lalu, mereka menuju ke ruang makan untuk makan bersama.
Setelah makan malam, Hanna bertanya kepada suami nya.
"Boleh aku bertanya pada mu?"
Dengan raut wajah sedikit takut.
"Apa?" Tanya Diego.
"Waktu menolong ku dari gengster jahat itu, sebenarnya kamu sedang apa kesana?" Tanya Hanna sedikit khawatir.
"Sudah ku bilang itu bukan urusan mu", jawab Diego.
"Lalu, bukankah kamu sudah punya pacar?" Tanya Hanna.
"Jadi kenapa mau dijodohkan dengan ku?" tanya Hanna lagi sambil menatap mata suami nya.
"Itu semua karena ayah ku, aku terpaksa menerima nya", jawab Diego.
"Kalau terpaksa, seharusnya kamu tidak menyentuh ku!" ucap Hanna dengan lantang.
"Aku tidak pernah menyesal menyentuh mu, dan itu adalah keinginan seorang pria", terang Diego.
Diego seperti merasa tidak bersalah sedikit pun kepada istri nya itu, lalu Diego segera mengangkat panggilan dari Rey.
"Besok aku akan kesana, untuk sementara waktu lakukan seperti biasa nya", ucap Diego.
Mendengar jawaban dari suami nya itu, membuat Hanna sedikit penasaran.
Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Diego, dan Hanna berencana akan mengikuti nya untuk mendapatkan jawaban.
***
Pagi hari nya ayah Diego meminta anak nya untuk datang ke perusahaan.
Perusahaan itu sangat terkenal di Negara nya, bahkan sudah sampai ke luar Negeri.
Bagaimana tidak, perusahaan itu adalah perusahaan yang paling besar yang ada di Negara nya.
Nama perusahaan itu adalah "First Technology".
Perusahaan itu bergerak di bidang fashion, baik dari ujung kepala sampai ke ujung kaki.
__ADS_1
Juga bergerak di bidang game online, barang-barang elektronik, perlengkapan rumah tangga, restoran, dan lain sebagai nya.
Bisa dibilang perusahaan itu punya semua nya, dan setiap produk yang di luncurkan akan mempengaruhi keadaan pasar.
Saat ini, ayah nya meminta Diego untuk datang bersama dengan istri nya.
Kemudian satu jam setelah itu, mereka telah sampai disana, dan di sambut oleh semua para karyawan yang berdiri tegak secara teratur.
Setelah keluar dari mobil, mereka tampak sangat mempesona, dengan pakaian yang berkelas, dan membuat semua orang yang ada disana terkagum-kagum dengan mereka.
Diego seperti biasa nya, memakai setelan jas yang rapi, dan tampak sangat berkelas di badan nya.
Sedangkan Hanna, terlihat sangat anggun dengan dress berwarna soft pink yang dipakai nya, tidak lupa dengan riasan yang flawles, bibir yang terlihat merona, aksesoris yang cantik, heels dan tote bag berwarna putih.
Penyambutan itu mereka dapatkan setelah turun dari mobil menuju ke ruangan ayah nya yang telah menunggu kedatangan mereka.
Semua karyawan mengucapkan, "Selamat datang tuan muda".
Lalu, semua karyawan membungkukkan badan mereka, sebagai tanda hormat kepada atasan nya.
Setelah mereka menuju ke ruangan ayah Diego, semua karyawan bergosip tentang mereka.
"Sumpah! Mereka keren sekali!" ucap salah satu karyawan.
"Seperti pangeran, dan tuan putri dari negeri dongeng", ucap karyawan lain nya.
"Aku beruntung bisa bekerja di perusahaan ini, dan mempunyai pimpinan seperti mereka", ucap karyawan lain.
Mereka tak henti-henti nya bergosip, lalu melanjutkan pekerjaan mereka setelah di teriaki oleh atasan masing-masing.
Setelah di dalam ruangan, ayah Diego mengeluarkan secarik kertas, dan kemudian memberikan nya kepada mereka.
Itu adalah syarat tambahan bagi Diego, supaya dapat mewarisi seluruh harta kekayaan ayah nya nanti.
Disana tertulis bahwa setelah mereka mempunyai anak, baru ayah nya akan membuat surat warisan untuk Diego.
Hanna sangat terkejut mendengar nya, tapi Diego malah biasa saja mendengar perkataan ayah nya itu.
Ia sudah bisa membaca pikiran ayah nya, ketika berusaha untuk menjodohkan diri nya.
"Baiklah aku setuju" ucap Diego.
"Apa?" Tanya Hanna dalam hati.
Lalu, Hanna melihat ke arah Diego dengan tatapan meminta penjelasan dari nya.
Lalu, Diego segera memeluk mesra Hanna di depan ayah nya, sambil tersenyum bahagia.
Seolah-olah mereka harus menyelesaikan sandiwara ini di depan ayah nya.
Padahal, Diego tak terlihat seperti sedang bersandiwara.
"Kalau begitu tanda tangani ini, dan berikan cap mu disini", pinta ayah nya.
"Baiklah", jawab Diego.
Sesampainya disana, Diego melihat Ara sedang duduk sendirian di meja pojokan restoran.
Langsung saja, ia tertegun setelah sekian lama tidak bertemu.
***
Flash Back
Ara adalah teman Diego sewaktu sekolah dulu, mereka menempati kelas unggul sewaktu bersekolah.
Diego adalah siswa yang sangat pintar, dan selalu menempati posisi pertama di sekolah nya.
Sedangkan Ara selalu menempati posisi kedua di sekolah nya.
Mereka sempat dijuluki King and Queen, dan mereka hanya menjalin pertemanan sampai saat ini.
Banyak wanita yang sangat tergila-gila dengan Diego, dan begitu pun dengan Ara.
Sudah cukup banyak Ara menolak pria demi Diego. Namun, hanya pertemanan yang ia dapatkan sampai detik ini.
Itu semua karena Diego, ia terlihat tidak membuka harapan untuk Ara, tidak ada pembicaraan yang mengarah kesana.
Selama ini hanya Ara yang menyimpan perasaan untuk Diego, namun ia tidak berani untuk mengatakan nya.
Situasi seperti itu, telah berlanjut sampai saat sekarang ini, mereka tidak pernah bertemu kembali setelah Ara pergi kuliah ke luar negeri, dan melakukan studi disana.
Namun takdir berkata lain, saat ini Ara telah kembali ke kota untuk melakukan riset disana.
***
Lalu, Diego menghampiri Ara.
"Hei!" Ucap Diego.
"Sedang apa kamu disini?" Tanya Diego pada nya.
Langsung saja Ara sangat kaget melihat Diego ada di depan nya saat ini.
"OMG! Diego", ucap nya sambil tersenyum bahagia.
"Aku hanya sedang makan siang disini, lalu akan kembali lagi ke kampus untuk melakukan riset disana", jawab nya.
"Duduklah! Kenapa kamu hanya berdiri?" Tanya Ara.
Lalu, Diego menoleh ke arah Hanna yang sedang terlihat kesal di tinggal di tengah-tengah restoran.
Ara tampak kesal dengan apa yang dilihat nya. Lalu bertanya, "Siapa dia?"
__ADS_1
"Istri ku", jawab Diego.
Mendengar jawaban Diego, Ara langsung merasa sakit mendengar nya.
Hati nya sangat sakit melihat kejadian ini, merasa bahwa diri nya telah kehilangan harapan untuk mendapatkan Diego.
Lalu, Diego mengajak Hanna untuk bergabung dengan Ara, dan memperkenalkan nya.
Hanna tampak tidak suka dengan Ara saat ini, pasal nya sejak datang ke restoran itu, Diego terlihat mengabaikan nya.
"Bagaimana kalian bisa menikah?" Tanya Ara.
"Apa Diego yang memulai nya?" Tanya Ara lagi.
"Biasalah di jodohkan", jawab Diego.
Mendengar jawaban Diego, Ara tampak merasa wajar kalau ayah Diego berusaha mencarikan istri untuk anak nya.
Apalagi kalau bukan untuk penerus keluarga nya, dan sekarang Diego sudah sangat dewasa, dan memang di haruskan untuk melakukan itu.
Tapi, Ara merasa sakit hati karena Diego tak mencari nya saat berada di posisi seperti itu.
Mendengar jawaban Diego yang berterus terang kepada Ara, membuat Hanna bad mood dengan mereka berdua.
Setelah makan siang, mereka berpisah, dan Ara mengajak Diego untuk datang ke acara pameran yang di adakan oleh pihak kampus.
Ya, ia terlihat ingin memperlihatkan karya nya kepada Diego.
Salah satu karya nya ada di sana, dan untuk itu lah ia meminta Diego untuk datang.
"Baiklah, aku akan datang bersama nya", ucap Diego sambil melirik istri nya.
Namun, Hanna terlihat tidak senang, walau pun ia sangat menyukai pameran itu.
Setelah Ara pergi, Diego menyuruh sopir nya untuk mengantar Hanna pulang.
Sedangkan ia, akan pergi ke suatu tempat untuk bertemu dengan Rey.
Namun Hanna menolak, dan berkata akan pergi ke rumah teman nya, untuk membantu menyusun barang.
Hanna berkata mengenai Clara yang dulu datang, dan membantu nya di acara pernikahan mereka.
Hanna menjelaskan bahwa Clara telah datang ke kota, jadi tidak mungkin jika ia tidak ikut membantu jika sudah seperti ini.
"Baiklah", ucap Diego.
"Setelah itu, langsung pulang ke rumah, dan jangan pergi kemana-mana", ucap Diego lagi.
Lalu, Diego segera memasuki mobil, dan pergi meninggalkan Hanna di depan restoran.
Padahal, Hanna berbohong, siang ini ia tidak ada janji dengan siapa pun, Hanna berniat untuk mengikuti Diego.
Itu Hanna lakukan untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya yang belum terjawab.
Clara datang malam hari, mana mungkin Hanna akan membantu nya hari ini, ia sudah berjanji dengan Clara untuk membantu nya besok pagi.
Hanna terlihat tengah mengikuti Diego dari belakang mobil nya, tampak ia sedang duduk di sebuah taksi, dan menyuruh taksi itu agar tidak ketahuan oleh Diego.
Saat ini, Diego sedang menuju ke jalan yang sepi, dan terlihat seperti daerah yang jauh dari kata keramaian.
Setibanya di bangunan kosong itu, Diego keluar dan masuk ke dalam.
Sedangkan Hanna juga bergegas keluar dari mobil, dan mengintip dari kejauhan karena merasa tidak bisa untuk masuk kesana.
Namun, Hanna melihat ada jalan menuju kebelakang bangunan itu, dan tidak ada yang mengawasi seperti bagian depan yang dikawal ketat oleh beberapa orang.
Langsung saja, Hanna bergegas untuk berjalan kesana, sambil mengendap-ngendap karena takut ketahuan.
Lalu, berusaha untuk mengintip dari fentilasi bangunan itu, Hanna tampak berusaha memanjat tumpukan meja dan kursi yang ada disana.
Terlihat Diego sedang menancapkan pistol ke kepala orang yang di ikat tangan nya.
Itu membuat nya merasa takut, karena ia tau bagaimana rasa nya di perlakukan seperti itu.
Tidak menunggu lama, Diego langsung menembak mati orang itu, dengan memperlihatkan wajah yang cukup kesal.
Sontak, itu membuat Hanna kaget bukan main. Lalu, Hanna sedikit mendengar ucapan Diego dari atas sana.
"Bereskan ini semua, jangan sampai ada yang melihat nya", ucap Diego pada bawahan nya.
Lalu, Diego segera melangkah keluar.
Namun, saat Diego melangkah keluar, terdengar ada suara yang jatuh dari bagian belakang bangunan ini.
Langsung saja Diego menyuruh bawahan nya untuk segera memeriksa nya, dan membunuh kalau memang ada yang melihat kejadian itu.
Lalu, Diego segera pergi menaiki mobil nya. Ia berencana untuk segera memiliki keturunan, jadi sengaja untuk mempercepat kepulangan nya.
Di belakang ruangan, Hanna merasakan sakit di kaki nya akibat terjatuh dari tumpukan meja.
"Ah, sakit sekali", desis nya.
Lalu, Hanna berusaha untuk segera bersembunyi dari orang yang akan datang kesana, untuk melakukan pemeriksaan.
"Tidak ada siapa pun disini", ucap salah seorang bawahan Diego.
Lalu, mereka segera melangkah pergi, namun tiba-tiba terdengar suara dari dalam tumpukan meja dan kursi yang ada disana.
Langsung saja Hanna kaget mendengar nya, dan kedua bawahan Diego segera melihat ke belakang, lalu mengecek nya kembali menuju sumber suara itu.
Apa tujuan Ara sebenarnya untuk pulang ke Negara nya? dan Apakah Hanna akan ketahuan?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...