Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Wanita Murahan


__ADS_3

Saat ini Diego telah sampai di rumah Ara dan ia langsung keluar dari dalam mobil dan berjalan ke teras rumah dan menekan bel yang ada disana.


"Tidak ada siapa-siapa disini", ujar Diego sambil melihat ke sekeliling rumah Ara.


"Apa jangan-jangan Ara dalam bahaya", ujar nya lagi.


Lalu tak butuh waktu lama akhirnya Diego masuk ke dalam rumah Ara karena sewaktu ia mencoba masuk ke dalam rumah ternyata pintu rumah tidak terkunci.


"Ara", teriak Diego.


"Dimana kamu?" Tanya nya.


Kemudian Diego segera mencari Ara di setiap ruangan yang ada di lantai satu dan setelah nya naik ke lantai dua untuk memeriksa semua ruangan yang ada disana.


"Jangan sampai terjadi apa-apa pada nya", ujar Diego.


"Ara apa kamu ada disini?" Teriak Diego.


Mendengar teriakan Diego, Ara langsung mengambil posisi untuk melakukan aksi nya.


Kemudian terdengar bunyi pintu kamar nya terbuka dan Diego langsung berjalan ke arah nya.


"Ara apa kamu baik-baik saja?" Tanya Diego.


"Diego kesini lah bantu aku berdiri", ucap Ara.


"Apa kamu terluka?" Tanya Diego.


Kemudian Ara menarik Diego ke atas tempat tidur namun Diego terlalu kuat untuk menahan tarikan tangan Ara.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Diego.


"Tutup tubuh mu itu dengan selimut", ujar Diego.


"Aku sudah tidak berdaya lagi tapi kamu bersikap seperti ini pada ku", ujar Ara.


"Apa kurang nya aku?" Tanya Ara.


"Kamu tidak kurang apa pun hanya saja aku yang tidak bisa menerima mu", ujar Diego.


"Apa lagi kelakuan mu seperti ini", ujar Diego lagi.


"Tidak bisakah kamu menjadikan aku sebagai yang kedua?" Tanya Ara.


"Tentu saja aku tidak bisa melakukan itu", ujar Diego.


"Kenapa aku tidak bisa berada disisi mu?" Tanya Ara lagi.


"Aku perintahkan kepada mu agar tidak mengganggu ku seperti ini lagi", ujar Diego.


"Aku hanya ingin berada disisi mu", ujar Ara.


"Apa aku salah?" Tanya Ara.


"Tidak apa-apa kalau kamu menjadikan ku sebagai simpanan aku tidak mempermasalahkan itu asalkan kamu mau berada disisi ku", ujar Ara lagi.


"Tutup mulut mu itu dan jangan berkata apa pun lagi", ujar Diego.


"Aku mohon pada mu terima lah aku sebagai simpanan mu", ujar Ara.


"Aku akan melakukan apa pun yang kamu inginkan asalkan kamu mau bersama ku", ujar Ara lagi.


"Hentikan omong kosong mu itu dan ayo segera pakai baju mu sebelum aku sangat marah pada mu", ujar Diego.


Kemudian Ara segera berdiri dan mendekat ke arah Diego dengan tubuh polos nya yang tak tertutupi oleh selimut.


"Berhenti", teriak Diego.


"Berhenti sekarang juga atau aku akan membuat mu menyesal seumur hidup", ujar Diego.


Namun Ara tetap melangkah ke arah Diego dan berhenti tepat di hadapan nya. Kemudian Ara mulai mengangkat tangan kanan nya untuk menyentuh wajah Diego.


Sebelum tangan Ara menyentuh wajah Diego, ia sudah di buat kaget dengan perkataan Diego pada nya.


"Dasar wanita murahan", ujar Diego.


Mendengar perkataan Diego itu langsung membuat Ara mengurungkan niat nya untuk menyentuh wajah Diego. Tangan nya di tarik lagi dan kemudian mata nya sudah mulai berkaca-kaca karena perkataan Diego itu.


"Bahkan aku sudah rela menjadi seorang wanita murahan demi mendapatkan mu tapi kamu tetap saja menolak ku dan berkata seperti itu", ujar Ara sambil meneteskan air mata nya.


"Kenapa kamu tega berkata seperti itu pada ku?" Tanya Ara.


"Yang salah itu adalah istri mu bukan aku", teriak Ara.


"Dia yang datang terakhir dalam kehidupan kita dan dia juga yang telah merebut mu dari ku", ujar Ara.


"Dan kamu berkata kalau aku adalah wanita murahan", ujar Ara lagi.


"Bukan aku yang murahan tapi istri mu", teriak Ara.


"Stop", teriak Diego.


"Jangan pernah kamu berkata seperti itu lagi di hadapan ku", ujar Diego.


"Kalau tidak lihat saja apa yang akan terjadi pada mu nanti", ujar Diego lagi.


Kemudian Diego segera pergi dari hadapan Ara dan kembali lagi ke rumah besar keluarga nya.


Melihat kepergian Diego membuat Ara jadi semakin sakit hati kepada Hanna dan Ara pun merasa tidak peduli lagi dengan diri nya yang tidak berpakaian seperti ini.


"Hanna lihat saja pembalasan ku pada mu", ujar Ara sambil melihat kepergian Diego dari jendela kamar nya.


"Kalau aku tidak bisa memiliki nya maka kamu juga tidak akan bisa untuk memiliki nya", ujar Ara lagi sambil mengepalkan tangan nya.


"Tunggu saja pembalasan dari ku", ujar Ara lagi.


Kemudian Ara segera menuju ke dalam kamar mandi nya dan membersihkan diri nya disana.


***


Kediaman Diego


"Kenapa semua orang tidak ada di rumah?" Tanya Clara sambil mengelilingi rumah Diego.


"Seperti nya hanya aku yang ada di rumah ini sekarang", ujar Clara lagi.


Kemudian Clara segera pergi ke dapur dan bertanya kepada pelayan yang ada disana.


"Ada apa nona?" Tanya salah seorang pelayan kepada Clara.

__ADS_1


"Apa anda mau makan?" Tanya pelayan itu lagi.


"Tidak aku sudah kenyang", jawab Clara.


"Dimana semua orang yang ada disini?" Tanya Clara kepada pelayan itu.


"Tuan muda dan Nyonya sedang berada di rumah besar sedangkan Rey saat ini sedang berada di luar kota", jawab pelayan itu.


"Benar dugaan ku", ujar Clara.


"Rumah besar maksud mu rumah siapa?" Tanya Clara.


"Rumah keluarga tuan muda Diego", jawab pelayan itu.


"Lalu Rey kapan akan kembali lagi ke rumah ini?" Tanya Clara lagi.


"Seperti nya malam ini dia sudah ada di rumah", jawab pelayan itu lagi.


"Kalau Diego dan Hanna?" Tanya Clara lagi.


"Mereka seperti nya akan kembali besok pagi", jawab pelayan itu lagi.


"Baiklah", ujar Clara.


"Apa yang sedang kamu buat?" Tanya Clara lagi.


"Hidangan untuk makan malam", jawab pelayan itu.


"Aku hanya mengerjakan apa yang diperintahkan oleh koki pada ku", ujar pelayan itu.


"Kebetulan hari ini dia meminta tolong pada ku", ujar pelayan itu lagi.


"Baiklah aku akan pergi ke pekarangan rumah dulu", ujar Clara.


Kemudian Clara segera berjalan menuju ke pekarangan rumah Diego dan setelah nya ia duduk di kursi taman yang ada di dekat pohon persik.


***


Kediaman Keluarga Besar Diego


Saat ini Hanna sedang duduk di balkon kamar nya dan memandangi sekeliling rumah dari atas sana.


Tak lama kemudian Hanna melihat kedatangan Diego dan langsung saja membuat nya turun ke bawah dan menghampiri Diego.


"Kenapa kamu terlihat buru-buru ketika keluar barusan?" Tanya Hanna kepada Diego.


Saat ini Hanna telah berada di pintu masuk rumah dan sedang bersandar disana sedangkan Diego sedang berjalan menuju ke pintu masuk rumah.


"Ada hal yang harus aku selesaikan dan sekarang masalah itu sudah selesai", jawab Diego.


"Apa kamu baik-baik saja disini?" Tanya Diego.


"Tentu saja", jawab Hanna.


"Bahkan disini jauh lebih baik dibandingkan dengan rumah itu", ujar Hanna.


"Jadi kamu lebih menyukai rumah ini dari pada rumah yang ada disana?" Tanya Diego.


"Aku menyukai kedua nya dan aku merasakan sensasi yang berbeda ketika berada disini begitu pun dengan disana", jelas Hanna.


"Lalu kapan kita akan kembali lagi kesana, apa malam ini juga?" Tanya Hanna.


"Aku hanya ingin mengemas barang-barang untuk ku bawa besok", ujar Hanna.


"Kita akan kembali besok pagi dan kamu bisa pergi ke desa itu setelah nya", ujar Diego.


"Baiklah", ujar Hanna.


"Rumah ini terlalu besar, apa Ayah selalu tidur di rumah ini?" Tanya Hanna.


"Tentu saja memang nya mau tidur dimana lagi", ujar Diego.


"Di rumah yang disana kan bisa", ujar Hanna.


"Disana terlalu jauh jika dibandingkan dengan disini", ujar Diego.


"Beliau lebih suka tinggal di tempat yang lebih dekat dengan kantor", ujar Diego lagi.


"Lagian ini adalah rumah besar keluarga ku jadi harus ada yang menempati nya dan tidak boleh kosong", ujar Diego lagi.


"Aku mengerti", ujar Hanna.


"Ayah juga telah pergi ke kantor untuk memeriksa sesuatu", ujar Hanna lagi.


"Iya karena cuma berjarak sekitar 30 menit jadi Ayah sering bolak balik pergi kesana", ujar Diego.


"Lalu apa adik mu tau kalau kita akan pergi kesana menemui nya?" Tanya Hanna.


"Tidak dia tidak mengetahui nya", jawab Diego.


"Kenapa kamu tidak memberi tau nya?" Tanya Hanna lagi.


"Aku sudah terbiasa seperti itu kepada nya", ujar Diego.


"Kita akan berangkat malam hari di hari berikut nya setelah kamu pulang dari desa itu", ujar Diego.


"Baiklah", ujar Hanna.


Kemudian Hanna mengikuti langkah kaki Diego dari belakang menuju ke dalam kamar mereka.


***


Kediaman Keluarga Sera


Saat ini Sera dan Kakek nya sedang merayakan kelahiran anak nya. Sera telah melahirkan seorang putri dan bayi itu diberi nama Rachel.


"Cicit ku yang cantik", ujar Kakek Sera sambil menggendong bayi itu.


"Kakek tua akan menjadikan mu tuan putri di rumah ini", ujar Kakek Sera lagi.


Rumah Sera dipenuhi oleh banyak orang dan saat ini mereka sedang berpesta dan bersulang bersama.


"Kakek aku akan pergi ke dalam kamar sebentar", ujar Sera.


"Tolong jaga bayi ku disini sebentar", ujar nya lagi.


"Baiklah aku akan menjaga nya disini", ujar Kakek nya.


Kemudian Sera segera pergi ke dalam kamar nya sedangkan Kakek nya menyuruh seorang pelayan untuk mengambilkan botol susu yang ada di atas meja dan memberikan nya kepada bayi itu.

__ADS_1


Setelah masuk ke dalam kamar Sera langsung menelfon seseorang dan duduk di atas tempat tidur nya.


"Halo", ujar Sera.


"Iya ada apa?" Tanya orang yang di telpon oleh Sera.


"Branden bagaimana dengan rencana mu?" Tanya Sera.


"Entahlah aku masih menunggu jawaban dari tuan Joks", jawab nya.


"Kamu harus berhasil melakukan nya dan jangan sampai ketahuan", ujar Sera.


"Aku mengerti", ujar Branden.


"Terus kabari aku perkembangan nya dan jangan tunggu aku dulu untuk bertanya kepada mu", ujar Sera lagi.


"Baiklah kamu ini cerewet sekali", ujar Branden.


Kemudian panggilan itu segera berakhir dan Sera terlihat kesal dengan sikap Branden kepada nya.


"Dasar sepupu yang menyebalkan", ujar Sera.


Kemudian Sera kembali lagi ke ruang acara dimana semua orang sedang berpesta disana.


"Kakek biar aku saja", ujar Sera.


Kemudian Sera segera mengambil alih pekerjaan Kakek nya dan mengambil botol susu yang ada di tangan Kakek nya dan kemudian ia memberikan susu itu kepada bayi nya.


***


Rumah Besar Keluarga Diego


Malam ini Diego, Hanna dan Ayah nya sedang makan malam bersama.


Suasana makan malam kali ini terasa berbeda itu yang dirasakan oleh Hanna kerena baru kali ini Hanna menginap di rumah besar itu.


"Apa kamu masih ingin makan yang lain?" Tanya Ayah Diego kepada Hanna.


"Tidak aku sudah kenyang", jawab Hanna.


"Baiklah", ujar Ayah Diego.


"Apa Ayah sudah memberi tau Branden kalau pernikahan itu tidak akan terjadi?" Tanya Diego.


"Belum besok aku akan memberi tau nya sekarang aku cukup sibuk untuk mengurus pekerjaan yang ada di kantor jadi aku tidak sempat untuk memikirkan nya", ujar Ayah nya.


"Baiklah", ujar Diego.


"Kenapa dia terburu-buru sekali untuk menikahi Clara?" Tanya Hanna.


"Kenal saja tidak apalagi akrab", ujar Hanna.


"Nama nya juga cinta pada pandangan pertama", jawab Ayah Diego.


"Apa pun bisa terjadi kalau cinta sudah ada di dalam hati mu", ujar Ayah Diego lagi.


"Seperti Diego", kata Ayah nya.


"Apa! Diego?" Tanya Hanna.


"Aku merasa kalau Diego telah jatuh cinta kepada mu semenjak acara pernikahan itu", ujar Ayah Diego.


"Bukankah kalian baru pertama kali bertemu sewaktu acara pernikahan itu berlangsung", ujar Ayah Diego lagi.


"Aku kira apa", ujar Hanna di dalam hati nya.


"Bahkan kami sudah bertemu sebelum itu" ujar Hanna lagi di dalam hati nya.


"Tapi aku tidak boleh menceritakan itu kepada Ayah", ujar Hanna lagi di dalam hati nya.


"Sudahlah Ayah jangan bicarakan itu lagi", ujar Diego.


Kemudian Ayah Diego tertawa dan mereka segera melanjutkan kembali memakan hidangan yang ada di atas meja.


***


Kediaman Diego


Malam ini Clara sedang makan malam bersama dengan Rey dan suasana di antara mereka tampak canggung.


"Apa kamu baik-baik saja setelah pulang dari luar kota?" Tanya Clara.


"Iya aku baik-baik saja", jawab Rey.


"Clara ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu dan ini sangat penting", ucap Rey.


"Apa itu?" Tanya Clara.


"Sebelum itu habiskan dulu makanan mu", ujar Rey.


"Baiklah", ujar Clara.


Kemudian Clara segera menghabiskan makanan nya dan setelah itu ia meminta Rey untuk mengatakan apa yang akan dikatakan kepada nya.


"Aku ingin menikah dengan mu", ujar Rey.


Mendengar itu Clara langsung kaget di buat nya dan Clara hanya bisa melongo mendengar perkataan Rey itu pada nya.


Jantung Clara serasa mau copot di buat nya karena saat ini jantung nya berdetak dengan sangat cepat sehingga membuat Clara jadi tidak bisa mengontrol diri nya.


"Apa kamu mau menikah dengan ku?" Tanya Rey.


Mendengar pertanyaan dari Rey tambah membuat Clara tidak bisa menahan apa yang ia rasakan.


Sehingga pertanyaan Rey itu telah berhasil membuat Clara jatuh pingsan di ruang makan yang ada di dalam rumah Diego itu.


"Clara", teriak Rey.


Kemudian Rey segera berlari ke arah Clara dengan secepat mungkin.


"Clara bangun", ujar Rey.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2