
Satu bulan kemudian
Malam ini, Sera terlihat sibuk mengamati beberapa majalah yang ada di atas meja.
Ia tampak sedang memilih gaun pernikahan yang akan di pakai nya nanti dengan Diego.
Seminggu lagi, mereka akan melangsungkan acara pernikahan, dan itu membuat Sera sibuk untuk mengurus segala sesuatu nya.
"Ini tidak bagus", ucap Sera.
"Kalau yang ini bagian pinggul nya kurang cocok dengan ku", ucap Sera lagi sambil membolak-balikkan majalah.
"Seperti nya yang ini lumayan", ucap nya lagi.
"Ini undangan nya nona muda", ucap seorang pelayan.
"Ok! Suruh orang untuk mengantarkan semua undangan itu hari ini juga", ucap Sera.
"Baik nona muda", ucap pelayan.
Lalu, pelayan itu segera pergi dari hadapan Sera.
Kemudian, Sera terlihat sangat bahagia melihat satu persatu yang telah di urus nya selesai, sesuai dengan keinginan nya.
Lalu, Sera segera menelfon Diego.
"Iya, ada apa?" Tanya Diego.
"Undangan sudah aku sebarkan, dan aku sudah memilih gaun pernikahan", ucap Sera.
"Bagaimana kalau kamu datang ke butik, untuk melihat dan mencoba nya besok pagi", ucap Sera lagi.
"Baik lah, kirimkan saja lokasi nya pada ku", ucap Diego.
Lalu, Diego mematikan ponsel nya.
Saat ini, Diego sedang duduk di balkon kamar nya, dan terlihat cemas dengan Hanna.
"Hanna, dimana kamu sekarang?" imbuh nya.
"Sebentar lagi masalah ini akan selesai, tapi aku tidak tau dimana kamu berada", ucap Diego.
"Semua anggota sudah mencari mu, tapi tetap belum menemukan mu", ucap Diego lagi.
Lalu, masuk telfon dari Ara, dan Diego segera mengangkat nya.
"Halo, ada apa malam-malam menelfon ku?" Tanya Diego.
"Apa kamu benar-benar akan menikah dengan Sera?" Tanya Ara.
"Entah lah", jawab Diego.
"Memang nya kenapa?" Tanya Diego.
"Aku hanya ingin memastikan nya saja", jawab Ara.
"Untuk apa?" Tanya Diego lagi.
"Kenapa kamu terlihat peduli dengan pernikahan ku?" Tanya Diego lagi.
"Aku hanya ingin memberi mu sebuah kado", ucap Ara.
"Jadi aku pastikan dulu, kalau kamu memang benar akan menikah dengan Sera atau tidak", ucap Ara.
"Ooh, datang lah jika kamu ingin datang", ucap Diego.
"Baik lah, aku akan datang", ucap Ara.
Lalu, pembicaraan itu berakhir, dan Diego melihat pemandangan malam hari, dari balkon kamar nya.
***
Pagi hari nya jam sepuluh, Diego dan Sera tengah berada di sebuah butik yang sangat terkenal di kota.
Mereka berdua di sambut oleh pemilik butik dengan sangat baik, kemudian mereka di arahkan ke sebuah ruangan oleh salah satu pelayan butik, dan di sanalah ruangan tempat mereka berganti pakaian.
"Ayo silahkan masuk ke dalam", ucap pelayan sambil memberikan sebuah gaun kepada Sera.
"Setelan kemeja nya mana?" Tanya Sera.
"Ada di atas meja, apa mau saya ambilkan sekarang?" Tanya pelayan.
"Ya iya lah, kami akan memakai nya bersama, ayo cepat ambil", teriak Sera.
"Tunggu", ucap Diego.
"Dasar wanita galak, kenapa tuan ganteng ini mau menikah dengan nya, tidak ada kecocokan sama sekali di mata ku", ucap pelayan itu dalam hati.
"Ada apa?" Tanya Sera.
"Jangan ambil baju itu sekarang, nanti saja", ucap Diego.
"Baik lah tuan", ucap pelayan.
Lalu, pelayan itu segera pergi menuju ke kursi yang ada di tengah-tengah ruangan itu.
"Kenapa?" Tanya Sera.
"Tapi aku ingin memakai nya bersama mu", ucap Sera.
"Aku akan memakai nya setelah kamu, jadi kamu masuk duluan saja, aku akan menunggu mu di kursi itu", ucap Diego sambil menoleh ke arah kursi yang ada di dekat pelayan.
"Tapi..." Ucap Sera.
"Kalau kamu masih mau menikah dengan ku, lakukan saja apa yang aku katakan", ancam Diego.
"Baik lah" ucap Sera.
Lalu, Sera segera masuk ke dalam ruang ganti pakaian.
Sedangkan Diego, tengah duduk di atas sofa, dan selalu melihat jam yang ada di dinding.
Ternyata Diego sudah dua jam berada di butik. Mengingat ia ada urusan dengan Rey siang ini, Diego kemudian memanggil pelayan untuk menyuruh Sera agar cepat segera keluar.
Ketika Sera keluar dari ruangan ganti pakaian, Diego terlihat biasa-biasa saja. Menurut nya Hanna belum bisa terkalahkan oleh siapa pun.
"Bagaimana?" Tanya Sera.
"Apa kamu suka?" Tanya Sera lagi sambil kegirangan.
"Terserah kamu saja, pakai yang itu saja untuk acara pernikahan", ucap Diego.
"Aku akan segera pergi dari butik ini untuk menyelesaikan sesuatu, jadi tak ada waktu lagi untuk berlama-lama di sini", ucap Diego lagi.
"Lalu, bagaimana dengan pakaian mu?" Tanya Sera.
"Aku akan memakai apa pun yang kamu pilih, ukuran ku kan sudah jelas, jadi aku akan menyerahkan semua ini pada mu", ucap Diego.
__ADS_1
"Pelayan!" Ucap Diego.
"Iya tuan", ucap pelayan.
"Aku akan pergi untuk menyelesaikan pekerjaan ku, jadi layani dia dengan baik", ucap Diego.
Lalu, Diego segera pergi dari butik itu.
"Apa aku tak berharga di mata nya?" Tanya Sera sambil menggenggam tangan nya dengan wajah kesal.
***
Siang ini, Diego dan Rey sedang makan siang di sebuah restoran yang bernuansa tradisional.
Mereka berdua sedang menunggu seseorang, untuk ikut makan bersama dengan mereka.
"Bagaimana, apa bisnis kita dengan orang Cina itu lancar?" Tanya Diego.
"Seperti nya lancar", jawab Rey.
"Kalau begini, terus lah menjalin kerja sama dengan nya", ucap Diego.
"Baik lah", jawab Rey.
Lalu, datang lah seseorang dengan wajah asli Tiongkok, dan duduk di kursi kosong yang ada di sebelah Rey.
"Hei bro", ucap Rey sambil menyambut orang itu.
"Perkenalkan ini adalah bos kami, Diego", ucap Rey lagi.
"Ternyata masih sangat muda", ucap nya setelah melihat Diego.
"Ini Zhen Shui", ucap Rey kepada Diego.
"Ternyata penglihatan anda sangat baik Pak Zhen Shui" ucap Diego.
"Ini adalah restoran Cina yang cocok untuk orang yang butuh privasi seperti kita, jadi pesan lah makanan sebelum kita berbicara lebih lanjut", ucap Diego.
"Pelayan", panggil Rey.
Lalu, pelayan segera datang, dan memberikan menu restoran itu.
Setelah makanan datang, mereka langsung menyantap makanan itu dengan santai, dan berbicara satu sama lain nya.
"Bagaimana kalau kita melanjutkan kerja sama?" Tanya Diego.
"Seperti nya kerja sama ini sangat menguntungkan mu, sehingga mau mengajak ku untuk yang ke dua kali nya", jawab Zhen Shui.
"Bagaimana menurut mu?" Tanya Rey.
"Hmmm, seperti nya aku akan menambahkan syarat pada kerja sama kali ini", ucap Zhen Shui.
"Sebutkan saja apa syarat mu", imbuh Diego.
"Aku menginginkan keuntungan 50%, jadi kamu 50% dan aku 50%", ucap nya.
Lalu, Rey sedikit kaget dan langsung menatap Diego. Namun, Diego terlihat sedang menatap Zhen Shui.
"Apa kamu tidak salah bicara?" Ucap Diego.
"Tidak! Aku akan mengantarkan barang itu dengan selamat sampai tujuan, dan akan aku jamin 100%", jawab nya.
"Namun, dalam bisnis ku tidak ada yang seperti itu", ucap Diego.
"Kali ini kamu harus merelakan nya untuk ku", ucap Zhen Shui.
"Tidak ada yang tidak mungkin bagi bos kamu ini, benar tidak?" Tanya Zhen Shui kepada Diego.
Namun, Diego hanya diam menyaksikan pembicaraan mereka.
"Tidak masuk akal", ucap Rey.
"Apa yang tidak masuk akal?" Tanya Zhen Shui.
"Kalian menyediakan barang nya, dan aku yang mengirim nya, jadi kalian tidak perlu repot untuk mengurus semua nya", ucap Zhen Shui.
"Kalau di lihat dari wilayah kekuasaan mu dalam mengirim barang, menurut ku sangat menjadi masalah kalau kamu melakukan nya sendiri", ucap Diego.
"Aku bisa menjamin nya", ucap Zhen Shui.
"Tapi dalam bisnis seperti ini, tidak ada yang nama nya kepastian, sebelum barang itu melintas dari wilayah perbatasan", ucap Diego.
"Benar!" Ucap Rey.
"Apa kamu tidak percaya pada ku?" Tanya Zhen Shui.
"Aku tidak mau menanggung kerugian akibat berbisnis dengan mu", ucap Diego.
Lalu, Diego menatap mata Rey, seolah menyuruh nya untuk segera menyelesaikan ini dengan Zhen Shui.
"Kalau seperti ini terus, lebih baik kita batalkan saja kerja sama ini", ucap Rey kepada Zhen Shui.
"Kenapa kamu yang jadi memutuskan seperti itu", tatap Zhen Shui kepada Rey.
"Aku hanya menyampaikan keinginan bos ku", jawab Rey.
"Aku tidak bisa melakukan nya, jadi pembicaraan kita cukup sampai disini saja", ujar Diego.
"Ayo segera pergi dari sini", ucap Diego.
Lalu, Diego segera melangkah keluar dari restoran itu, dengan di ikuti oleh Rey dari belakang.
"Awas saja kalian kalau berani melakukan nya dengan yang lain", gumam Zhen Shui sambil menatap kepergian Diego dan Rey.
***
Sore ini, Hanna terlihat sedang duduk di pekarangan rumah yang bernuansa tradisional.
Hanna tampak sedang membakar ikan, dan jagung di tengah halaman rumah, dengan seorang Nenek tua yang lebih tua dari Nenek nya.
"Ini seperti nya sudah matang", ucap Hanna.
Lalu, Hanna segera mengangkat ikan itu, dan menaruh nya di atas piring.
"Nenek", teriak Hanna dari halaman tersebut.
"Ada apa?" Tanya Nenek.
"Apa ikan nya sudah matang?" Tanya Nenek lagi sambil berjalan menghampiri Hanna.
"Sudah, ayo kita makan", ajak nya.
Lalu, mereka berdua duduk di atas kursi yang ada di pekarangan rumah, dan meletakkan makanan yang telah matang di atas meja.
"Bagaimana kondisi mu hari ini?" Tanya Nenek.
"Aku baik-baik saja", jawab Hanna.
__ADS_1
"Bagaimana dengan suami dan orang tua mu?" Tanya Nenek lagi.
"Entah lah, aku tidak tau", jawab Hanna.
"Aku harap mereka baik-baik saja", ucap Hanna sambil menunduk.
"Tidak usah berfikir terlalu keras, kalau suami mu sayang pada mu, maka ia tidak akan melakukan pernikahan itu", ucap Nenek.
"Tapi seperti nya mereka akan menikah sebentar lagi, aku telah melihat nya di koran", ucap Hanna.
Lalu, Nenek memeluk Hanna, dan berusaha untuk menghibur nya.
Saat ini, Hanna tinggal di sebuah desa yang jauh dari kota, dan juga jauh dari desa yang di tinggali oleh keluarga nya.
***
Flash Back
Hanna tak sengaja bertemu dengan Nenek Mina, saat sedang melarikan diri dari rumah Diego.
Saat itu, Hanna terlihat tampak kesakitan menarik koper nya, dan kebetulan nenek Mina sedang dalam perjalanan pulang ke rumah nya.
Sewaktu di dalam mobil, Nenek Mina melihat ada seorang gadis yang tengah berjalan di area perkampungan, pada saat jam lima pagi.
Setelah turun dari mobil, dan membayar uang perjalanan ke sopir, Nenek Mina melihat Hanna sedang berjalan di depan rumah nya, kemudian beliau segera memanggil Hanna.
"Permisi!" Ucap Nenek kepada Hanna.
"Iya, ada apa Nek?" Tanya Hanna.
"Mau kemana pagi buta begini?" Tanya Nenek.
"Aku sedang mencari kontrakan", jawab Hanna.
"Pagi buta begini mencari kontrakan, kalau begitu ke mari lah", ajak Nenek.
"Apa! Ke rumah nenek?" Tanya Hanna.
"Iya, aku hanya tinggal sendirian, dan baru pulang dari kota untuk mengecek kesehatan ku", jawab Nenek.
"Nenek sakit?" Tanya Hanna.
"Tidak! Tapi aku harus rutin untuk mengecek kesehatan ku tiap bulan ke rumah sakit yang ada di kota, karena aku sudah tua renta, jadi harus peduli dengan kesehatan", jelas Nenek.
"Oh begitu", ucap Hanna.
Lalu, mereka melanjutkan pembicaraan itu sampai jam enam pagi, dan Hanna baru tertidur setelah nya.
Itu terjadi karena Hanna belum tidur seharian, dan telah melakukan perjalanan yang lumayan panjang ke desa ini.
***
Hari ini adalah hari pernikahan Diego dan Sera, dan kini mereka telah siap untuk menuju ke altar pernikahan.
Setelah mereka berdiri di hadapan pendeta, dan akan mengucapkan janji suci pernikahan, tiba-tiba Rey memutar video yang terlihat gelap, dan ada suara laki-laki tua yang sedang berbicara di dalam nya.
"Apa semua nya sudah berjalan dengan lancar?" Tanya pria tua itu.
"Sudah tuan, paket yang berisi teror itu sudah kami kirim sesuai dengan perintah", jawab bawahan nya.
"Bagus lah, lalu bagaimana dengan istri nya?" Tanya nya lagi.
"Sudah pergi dari rumah tuan", jawab bawahan nya.
"Bagus, bagus", ucap nya sambil bertepuk tangan.
"Lanjutkan, dan jangan sampai ketahuan kalau anak yang di kandung Sera bukanlah anak nya, dan singkirkan semua bukti yang ada, termasuk membungkam pria itu", ucap nya.
"Baik tuan", ucap bawahan nya.
Mendengar rekaman video itu, Sera dan Kakek nya langsung kaget, dan saling bertatapan satu sama lain nya.
"Siapa yang telah berani menuduh ku?" Tanya Kakek Sera.
"Diego, itu suara siapa?" Tanya Sera seolah tidak tau.
"Itu adalah suara dari Kakek mu", jawab Diego.
"Bukan! Itu bukan aku", ucap Kakek Sera.
"Bisa saja kalian memanipulasi rekaman itu, dan sengaja ingin membatalkan pernikahan ini", ucap Kakek Sera lagi.
Lalu, semua orang melihat ke arah Diego.
"Ini adalah kebenaran nya, dan kalian telah membohongi ku, bahkan telah merusak rumah tangga ku", jawab Diego dengan tatapan tajam nya.
"Kalau memang benar, coba buktikan apa suara yang ada di dalam video itu adalah suara ku, dan siapa bajingan yang telah menghamili cucu kesayangan ku", tantang Kakek Sera.
Lalu, semua tamu undangan yang ada di acara pernikahan itu, sedang berbisik-bisik membicarakan mereka, dan melihat ke arah Diego.
"Kita bisa mengecek keaslian rekaman video itu, dan memastikan nya dengan suara Kakek", ucap Diego.
"Tapi itu butuh waktu, dan paling cepat besok pagi hasil nya baru keluar", ucap Kakek Sera.
"Bagaimana kalau kita lanjutkan pernikahan ini dulu, baru besok kita pastikan", ucap Sera.
"Tidak bisa", ucap Diego.
"Aku tidak mau tau, pernikahan ini harus terlaksana sesuai dengan rencana, dan jangan menuduh ku dengan perbuatan yang tidak aku lakukan", ucap Kakek Sera.
Lalu, Diego terdiam sambil memikirkan cara supaya pernikahan ini batal, atau setidak nya di tunda menjelang esok hari.
"Tunggu", teriak Ara dari pintu masuk ruangan acara.
"Siapa kamu?" Tanya Kakek Sera.
"Tidak penting aku siapa, yang jelas semua yang di katakan oleh Diego adalah benar", jelas Ara.
"Pengawal! Bawa wanita ini keluar", ujar Kakek Sera.
"Jangan! Dia adalah tamu ku", ucap Diego.
Lalu, kakek terdiam, dan melihat ke arah Ara dengan tatapan marah nya.
"Aku punya bukti nya", ucap Ara.
Lalu, Ara mengambil ponsel nya dari dalam tas, dan mengirim sebuah video kepada Diego.
Lalu, Ara tersenyum, dan menganggukkan kepala nya kepada Diego.
Bagaimana kah dengan acara pernikahan Diego dan Sera? dan Bagaimana kah dengan keadaan Hanna saat ini?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1