
Rumah Mewah Di Dekat Perbatasan Kota
Saat ini pemilik rumah mewah itu sedang berpesta dengan para pelanggan nya.
Namun pada pesta kali ini Branden tidak datang ke rumah mewah itu karena keadaan nya yang harus memaksa nya untuk tetap berada di dalam kediaman Sera.
Walau pun begitu Branden tetap menjalin komunikasi dengan pemilik rumah mewah itu dan bagaimana pun juga pemilik rumah mewah itu adalah salah satu orang yang bisa di katakan berjasa untuk nya dalam urusan ranjang nya.
Saat ini keadaan di rumah mewah itu sangat heboh apa lagi pesta kali ini adalah pesta yang bertujuan untuk menyambut seorang anggota baru yang akhir-akhir ini telah ikut serta bergabung secara tertulis di dalam kegiatan yang ada di rumah mewah itu.
Semua orang tampak sangat menikmati pesta itu apa lagi pesta kali ini semua narkotika yang telah di sediakan oleh pemilik rumah mewah itu boleh di pakai secara gratis dan itu khusus berlaku untuk pesta kali ini.
Karena Pak Oskar adalah salah satu orang yang memiliki kekuasaan terhadap beberapa wilayah dalam proses pengiriman barang terlarang itu maka pemilik rumah mewah itu pun merasa sangat senang dengan keputusan yang telah di buat oleh Pak Oskar itu.
Jadi karena itu lah Pemilik rumah mewah itu memberikan narkotika itu secara gratis pada pesta kali ini agar ia bisa memperlihatkan bahwa diri nya juga sangat menghargai dan menghormati Pak Oskar yang baru saja bergabung dengan nya itu.
Semua orang yang ada di dalam rumah mewah itu sedang sibuk mengkonsumsi narkotika dan ada juga yang sedang sibuk menari dan juga berenang bersama dengan para wanita seksi yang telah di sediakan oleh pemilik rumah mewah itu untuk menghibur para tamu undangan nya.
Selain itu ada juga yang sibuk bermesraan hingga memadu kasih dengan para wanita seksi itu baik di dalam kamar yang telah di sediakan maupun di berbagai tempat yang ada di dalam rumah mewah itu.
Hal itu sudah sangat biasa bagi mereka yang suka berlalu lalang ke dalam rumah mewah itu dan bahkan mereka pun terlihat tidak punya urat malu sama sekali dengan perbuatan yang telah mereka itu.
***
Rumah Yae Won
Saat ini Alex sedang berada di dalam ruang tamu rumah Yae Won karena pada hari ini Alex akan berpamitan kepada Yae Won.
Alex berkata kalau kali ini ia akan melakukan pekerjaan yang sangat berat sehingga ia meminta kepada Yae Won agar dapat menunggu nya dan apa pun yang akan terjadi kepada diri nya setelah ia selesai melakukan pekerjaan yang sangat berat itu ia berharap agar Yae Won selalu berada di sisi nya.
Yae Won hanya bisa memberikan dukungan dan semangat nya untuk Alex agar kekasih nya itu selalu optimis dengan apa yang akan di kerjakan nya itu.
Walau pun Yae Won tidak tau mengenai apa yang akan di kerjakan oleh Alex kali ini karena terkadang Alex sengaja tidak memberi tau Yae Won mengenai pekerjaan yang akan di lakukan nya itu.
Selain itu Yae Won juga tidak pernah berpikiran negatif kepada Alex dan selama menjadi kekasih Alex yang bisa di katakan cukup lama ini Yae Won juga selalu menyemangati Alex dalam hal apa pun itu karena Yae Won berpikiran kalau Alex adalah lelaki yang sangat baik.
Alex selalu baik kepada diri nya mau pun kepada ke dua orang tua nya sehingga dengan sifat Alex yang seperti itu lah Yae Won bisa menerima nya untuk menjadi kekasih nya.
Setelah cukup lama berada di rumah Yae Won akhirnya Alex pun segera pergi dari rumah Yae Won dan setelah itu ia pun langsung menuju ke rumah nya yang berada di pusat kota.
Sebenarnya Alex tidak ingin melakukan pekerjaan yang bisa menyebabkan nyawa Hanna berada dalam bahaya apa lagi sebelum nya ia pernah di tangkap oleh Diego dan waktu itu ia di siksa oleh Diego dengan sangat kejam.
Kalau bukan karena Yae Won yang selalu menunggu kehadiran nya itu maka pada saat itu Diego sudah berencana untuk menghabisi nya pada detik itu juga.
Namun karena Yae Won adalah teman Hanna dan Hanna juga mengetahui hubungan di antara Alex dengan Yae Won maka Hanna pun meminta kepada Diego untuk memberikan Alex kesempatan sekali lagi.
Hanna tidak mau kalau Yae Won sampai terluka lagi oleh seorang pria dan karena itu lah Hanna berusaha untuk menyelamatkan nyawa Alex dari tangan Diego.
Karena Diego tidak bisa menolak permintaan dari istri nya itu maka Diego pun hanya bisa pasrah dan melepaskan Alex sesuai dengan permintaan Hanna.
Namun dengan satu syarat Alex tidak boleh melakukan hal yang sama lagi atau yang lebih kejam lagi dari itu kepada Hanna dan juga kepada diri nya.
Jika Alex melakukan hal yang sama lagi atau yang lebih kejam lagi dari perbuatan sebelum nya itu maka kali ini sudah bisa di pastikan kalau Diego akan membunuh nya.
Seharusnya Alex sudah jera dengan semua perbuatan nya itu dan karena diri nya ingin membeli apartemen mewah yang ada di pusat kota maka Alex pun memberanikan diri nya untuk menerima tawaran dari Ara itu agar ia bisa membeli apartemen mewah itu untuk ia berikan kepada Yae Won.
Alex berniat ingin menikahi Yae Won setelah semua pekerjaan nya itu selesai dan ia ingin hidup di sebuah apartemen mewah bersama dengan Yae Won.
Tujuan Alex itu sebenarnya baik karena ia ingin memberikan kehidupan yang bagus untuk Yae Won dan ia juga ingin membahagiakan Yae Won tapi jalan yang di tempuh nya untuk mendapatkan semua itu salah.
Setelah Yae Won melepas kepergian Alex di depan rumah nya kemudian Yae Won pun langsung masuk ke dalam rumah nya untuk memasak makanan karena sebentar lagi ke dua orang tua nya akan pulang dari bekerja.
***
Kediaman Keluarga Hanna
Sore ini Diego dan yang lain nya telah sampai di kediaman orang tua Hanna dan mereka pun langsung memarkirkan mobil mereka di halaman depan yang ada di kediaman keluarga Hanna itu.
Ayah, Ibu dan Nenek Hanna pun juga sedang menunggu kedatangan mereka di teras depan kediaman mereka itu.
Sedangkan Bibi Im sedang sibuk menata makanan di atas meja makan yang ada di ruang makan kediaman orang tua Hanna.
Setelah keluar dari dalam mobil dan mereka juga telah bercengkrama dengan orang tua dan Nenek Hanna lalu mereka pun langsung di suruh untuk masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Setelah masuk ke dalam rumah mereka pun langsung di suruh untuk makan dulu sebelum mereka pergi beristirahat ke dalam kamar mereka masing-masing.
Lalu mereka semua pun hanya bisa menuruti semua perkataan dari Ibu dan Nenek Hanna itu dan kemudian mereka semua pun langsung pergi ke ruang makan dan duduk di kursi yang telah disediakan oleh Bibi Im.
"Wah bau nya wangi sekali", ujar Clara sambil melihat makanan yang ada di atas meja.
"Makan lah yang banyak dan nikmati semua nya", ujar Nenek Hanna kepada Clara.
Lalu Clara pun langsung tersenyum kepada Nenek Hanna dan kemudian Ye Joon pun juga ikut tersenyum kepada Nenek Hanna sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Astaga ada apa dengan mu?" Tanya Nenek Hanna kepada Ye Joon.
"Tidak ada apa-apa aku hanya ingin menggeleng-gelengkan kepala ku saja", ujar Ye Joon.
"Kalau begitu ayo makan", ujar Nenek Hanna lagi.
Lalu Ye Joon pun langsung menganggukkan kepala nya kepada Nenek Hanna sementara yang lain nya telah mulai memakan makanan yang ada di atas meja itu.
Meja makan itu berbentuk melingkar dan ukuran nya pun juga lumayan besar sehingga cukup untuk menampung mereka semua walau pun meja makan itu tidak seluas meja makan yang ada di kediaman Diego tapi mereka semua tampak sangat menikmati nya.
"Ye Joon apa makanan yang Nenek buat ini sesuai dengan selera mu?" Tanya Ibu Hanna.
Lalu Ye Joon pun langsung menganggukkan kepala nya kepada Ibu Hanna dan setelah itu Ibu Hanna pun langsung tertawa di buat nya.
"Bagus lah jika kamu menyukai nya besok Nenek akan memasakkan nya lagi untuk mu", ujar Ibu Hanna kepada Ye Joon.
"Lalu bagaimana dengan mu Krystal apa kamu suka dengan makanan nya?" Tanya Ibu Hanna lagi.
"Iya terima kasih Bibi", ujar Krystal dengan senyuman manis nya itu.
"Syukur lah jika kamu tidak merasa mual dengan semua makanan ini karena biasa nya wanita hamil sering mual jika mereka sedang makan", ujar Nenek Hanna kepada Krystal.
Lalu Krystal pun hanya bisa tersenyum menanggapi perkataan dari Nenek Hanna itu sambil tetap memakan makanan yang ada di depan nya itu.
"Leo baru pertama kali datang ke rumah ini jadi apa kamu suka dengan lingkungan yang ada di sekitar rumah ini", ujar Ayah Hanna kepada Leo.
"Tentu saja aku menyukai nya Paman karena udara disini sangat sejuk sekali", ujar Leo.
"Iya udara disini memang sangat bagus dan masih fresh karena itu lah Nenek Hanna sangat menyukai tinggal di desa ini jika di bandingkan dengan di kota", ujar Ayah Hanna.
Diego dan Hanna masuk ke dalam kamar mereka yang ada di lantai dua rumah itu sedangkan Clara, Rey dan putra mereka masuk ke dalam kamar yang ada di dekat ruang tamu kediaman itu.
Sementara Krystal dan Leo masuk ke dalam kamar yang ada di sebelah kamar Clara dan kamar itu berada di dekat tangga.
Saat semua orang sedang berada di dalam kamar mereka untuk mandi dan beristirahat disana kecuali Ayah, Nenek dan Ibu Hanna yang sedang berada di ruang keluarga kediaman mereka itu.
Tiba-tiba saja mereka semua mendengarkan bunyi bel rumah dan pada saat mendengar itu langsung saja Ibu Hanna turun ke bawah untuk pergi menemui orang yang telah membunyikan bel rumah nya itu.
Bibi Im yang sedang menyapu di dapur pun juga langsung berjalan menuju ke depan rumah untuk menemui orang yang sedang membunyikan bel di kediaman orang tua Hanna itu.
Setelah sampai di ruang tamu Bibi Im pun melihat Ibu Hanna dan kemudian Bibi Im pun berpapasan dengan Ibu Hanna tepat di depan pintu masuk kediaman itu.
"Nyonya", ujar Bibi Im kepada Ibu Hanna.
"Siapa yang ada di luar?" Tanya Ibu Hanna kepada Bibi Im.
"Saya tidak tau Nyonya dan ini saya baru mau membukakan pintu untuk orang itu Nyonya", ujar Bibi Im lagi.
Lalu Bibi Im pun langsung membuka pintu itu dan kemudian terlihat lah seorang pengantar paket yang sedang berdiri di depan pintu masuk kediaman itu.
"Apa ini kediaman tuan Diego", ujar pengantar paket itu kepada Bibi Im.
"Oh iya benar", ujar Bibi Im.
Lalu Ibu Hanna pun berjalan mendekat ke arah Bibi Im dan setelah itu beliau pun juga ikut menyaksikan proses penerimaan paket itu.
"Paket untuk Diego", ujar Ibu Hanna kepada Bibi Im.
Lalu Bibi Im pun langsung menganggukkan kepala nya kepada Ibu Hanna dan setelah itu Bibi Im pun langsung menerima paket itu dan kemudian Bibi Im pun meletakkan paket itu di atas lantai karena beliau mau memberikan tanda tangan beliau sebagai bukti dari penerimaan paket itu.
Setelah urusan nya selesai pengantar paket itu pun langsung pergi dari kediaman orang tua Hanna itu setelah ia memberikan paket itu kepada Bibi Im.
"Kalau begitu bawa paket itu ke belakang dan buka paket itu disana lalu setelah nya letakkan isi paket itu di atas meja yang ada di dapur", ujar Ibu Hanna kepada Bibi Im.
__ADS_1
"Baik lah", ujar Bibi Im.
Lalu Bibi Im pun segera pergi ke belakang untuk mengerjakan tugas yang telah di berikan oleh Ibu Hanna kepada nya itu.
Saat ini Hanna sedang pergi ke dapur untuk mengambil minuman kaleng yang ada di dalam kulkas.
Pada saat diri nya sedang berdiri di depan kulkas Hanna pun tidak sengaja melihat ada beberapa botol minuman yang tertata dengan rapi di atas meja yang ada di sebelah kulkas itu.
Melihat itu Hanna pun langsung menutup pintu kulkas itu kembali dan ia pun berniat untuk mengambil minuman yang ada di atas meja itu.
Setelah Hanna mengambil sebotol minuman yang ada di atas meja itu lalu Hanna pun langsung duduk di meja makan dan kemudian ia pun segera mencoba minuman yang telah di ambil nya itu.
"Hanna", ujar Ibu nya yang baru saja datang ke ruang makan itu.
"Oh Ibu mau ambil sesuatu?" Tanya Hanna kepada Ibu nya.
"Ibu mau ambil gunting untuk membuka oleh-oleh yang telah kamu bawa itu", ujar Ibu nya.
Lalu Ibu Hanna pun segera berjalan menuju ke meja yang ada di dekat kulkas itu.
"Oh iya minuman apa ini rasa nya enak sekali", ujar Hanna kepada Ibu nya.
"Entah lah Ibu juga tidak tau karena minuman itu bukan Ibu yang membeli nya", ujar Ibu nya.
"Lalu siapa yang membeli nya?" Tanya Hanna.
"Tidak mungkin Nenek karena Nenek tidak pernah mau mengurus hal-hal yang seperti ini", ujar Hanna lagi.
"Apa mungkin Ayah", ujar Hanna lagi.
"Minuman itu suami mu yang telah membeli nya dan di antar melalui paket", ujar Ibu Hanna.
"Benarkah!" Ujar Hanna dengan ekspresi kaget nya.
"Iya minuman itu datang hari ini ketika kamu sedang mandi di dalam kamar mu itu", ujar Ibu Hanna lagi.
"Tumben Diego menyibukkan diri nya untuk membeli minuman ini", ujar Hanna.
"Tidak seperti biasa nya", ujar Hanna lagi.
"Kalau kamu tidak percaya tanyakan saja kepada Bibi Im karena beliau lah yang telah menerima paket itu dan Ibu yang ikut menyaksikan nya", ujar Ibu nya.
"Kalau begitu Ibu coba lah minuman itu karena minuman itu sangat enak sekali", ujar Hanna.
"Itu minuman Diego dan Ibu tidak mau meminum nya sebelum dia menyuruh Ibu untuk meminum nya", ujar Ibu Hanna lagi.
"Ibu sungguh membuat ku merasa ingin memaksa Ibu untuk meminum nya", ujar Hanna lagi.
Lalu Hanna pun berjalan menuju ke tempat minuman itu berada karena Hanna ingin mengambilkan minuman itu untuk Ibu nya agar Ibu nya mau untuk meminum nya apa lagi rasa minuman itu sangat enak jadi Hanna ingin Ibu nya juga merasakan minuman itu tanpa harus meminta izin dari Diego.
Pada saat Hanna baru berjalan sebanyak enam langkah tiba-tiba saja Hanna merasakan kesakitan di bagian perut nya dan tak lama kemudian Hanna pun langsung terjatuh di atas lantai.
"Hanna apa yang telah terjadi kepada mu", ujar Ibu Hanna sambil berjalan mendekat ke arah Hanna.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Ibu Hanna lagi.
"Perut ku sangat sakit sekali dan aku tidak sanggup untuk menahan rasa sakit nya", ujar Hanna.
Lalu Ibu Hanna pun langsung memanggil Bibi Im yang kebetulan berada di dekat mereka dan Ibu Hanna pun meminta Bibi Im untuk dapat membantu nya membawa Hanna ke atas sofa yang ada di ruang tamu kediaman nya itu.
Namun belum sempat mereka mengulurkan tangan kepada Hanna yang sedang terduduk lemas di atas lantai itu Hanna pun langsung pingsan pada saat itu juga dan itu tentu saja membuat Ibu Hanna dan Bibi Im panik melihat nya.
"Bibi Im segera panggil Diego atau siapa pun itu yang bisa memindahkan Hanna dari ruang makan ini menuju ke atas sofa yang ada di ruang tamu", ujar Ibu Hanna.
"Baik lah", ujar Bibi Im.
Lalu Bibi Im pun segera pergi meninggalkan ruang makan itu dan kemudian beliau pun segera menuju ke lantai dua untuk meminta bantuan kepada Diego atau kepada siapa pun yang pertama kali di lihat nya.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...