Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Penculikan


__ADS_3

"Brakkk", bunyi motor yang jatuh dari luar rumah Ibu Jiu.


"Bunyi apa itu?" Tanya Ibu Jiu yang tiba-tiba saja balik lagi ke ruang tamu rumah nya itu.


"Aku juga tidak tau", ujar Alex yang tiba-tiba saja kaget dengan kedatangan Ibu Jiu ke ruang tamu itu lagi.


"Gagal lagi", ujar Alex di dalam hati nya.


"Seperti nya aku harus menunggu waktu yang tepat untuk membawa pergi bayi ini", ujar Alex lagi di dalam hati nya.


"Aku akan pergi memeriksa nya ke luar", ujar Alex kepada Ibu Jiu.


"Baik lah", ujar Ibu Jiu.


Lalu Alex pun segera pergi ke luar rumah Ibu Jiu dan setelah ia berada di depan rumah Ibu Jiu Alex pun langsung melihat motor yang di bawa nya itu sedang tergeletak di pinggiran jalan yang ada di seberang rumah Ibu Jiu.


"Siapa yang telah membuat motor ku menjadi seperti ini", ujar Alex sambil berjalan menuju ke motor nya itu.


Setelah sampai di seberang jalan akhirnya Alex pun segera melihat kondisi motor nya itu dan setelah ia mencoba untuk menghidupkan kembali motor nya itu tiba-tiba saja motor nya tidak bisa hidup kembali.


"Gawat", ujar Alex.


"Siapa yang telah berani membuat motor ku menjadi seperti ini", ujar Alex dengan wajah kesal nya.


"Kalau seperti ini jadi nya maka aku tidak akan bisa untuk membawa pergi bayi itu saat ini", ujar Alex lagi.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang", ujar Alex lagi.


"Benar-benar kurang ajar", ujar Alex lagi dengan wajah kesal nya sambil menendang ban depan motor nya itu.


Lalu tak lama kemudian Ibu Jiu pun berteriak dengan kencang nya dari dalam rumah nya dan itu tentu saja membuat Alex berhenti mengomel tidak jelas saat ini.


"Apa itu?" Tanya Alex.


Lalu Alex pun segera berlari menuju ke dalam rumah Ibu Jiu dan ia pun langsung menghampiri Ibu Jiu yang sedang duduk dengan lemas nya di depan sofa ruang tamu rumah nya itu.


"Ada apa Bibi?" Tanya Alex kepada Ibu Jiu.


"Tolong kejar bayi ku", ujar Ibu Jiu kepada Alex dengan wajah memohon nya saat ini.


"Apa! Bayi itu telah hilang", ujar Alex.


"Iya ayo cepat kejar bayi itu sekarang aku mohon bantu aku untuk mengejar bayi itu karena saat ini aku tidak bisa mengejar nya karena kaki ku sedang sakit", ujar Ibu Jiu lagi sambil menangis.


"Ok aku tentu akan mengejar nya", ujar Alex lagi.


"Kemana arah nya Bibi?" Tanya Alex.


"Kesana", ujar Ibu Jiu sambil menunjuk ke arah yang ia maksud.


Lalu Alex pun segera pergi mengejar bayi Hanna yang telah di bawa pergi oleh orang yang tidak di ketahui identitas nya itu.


"Awas saja kamu jika sampai tertangkap oleh ku", ujar Alex sambil berlari ke arah yang di maksud oleh Ibu Jiu.


Sementara Ibu Jiu saat ini sudah berteriak dengan kencang nya dan semua warga yang ada di dekat rumah nya itu pun segera datang menghampiri nya.


"Ada apa?" Tanya suami Bibi Jandi kepada Ibu Jiu.


"Ada pencuri dan bayi Hanna telah di culik oleh nya", ujar Ibu Jiu sambil menangis.


"Apa! Kemana pergi nya maling itu?" Tanya suami dari Bibi Yuri.


"Dia telah pergi ke arah sana", ujar Ibu Jiu lagi sambil menunjuk ke arah yang ia maksud.


Lalu semua laki-laki yang ada disana pun segera pergi mengejar pencuri itu ke arah yang telah di tunjukkan oleh Ibu Jiu itu kepada mereka.


"Hanna apa yang akan aku katakan kepada mu nanti setelah kamu pulang dari berkemah", ujar Ibu Jiu lagi sambil menangis dengan histeris.


"Bibi jangan menangis seperti ini terus saat ini semua warga sedang pergi mengejar pencuri itu", ujar putri Bibi Jandi kepada Ibu Jiu.


"Bagaimana mungkin aku tidak menangis sedangkan bayi itu bukan lah milik ku", ujar Ibu Jiu lagi dengan suara tangisan yang semakin menjadi-jadi saat ini.


"Aku merasa sangat bersalah kepada Hanna", ujar Ibu Jiu lagi sambil memukul-mukul dada nya.


"Bibi tenang lah kita tunggu saja semua warga datang kesini lagi dan semoga saja warga telah berhasil membawa bayi Hanna kesini lagi", ujar putri dari Bibi Jandi itu lagi kepada Ibu Jiu.


"Ma", panggil anak dari putri Bibi Jandi itu.


"Iya ada apa?" Tanya putri Bibi Jandi itu kepada anak nya.


"Ada orang yang datang ke rumah kita", ujar anak dari putri Bibi Jandi itu lagi.


"Dia sedang mencari Nenek", ujar anak dari putri Bibi Jandi itu lagi.


"Baik lah katakan kepada nya kalau Nenek saat ini masih belum pulang dari berkemah", ujar putri dari Bibi Jandi itu lagi kepada anak nya.


"Ok", ujar anak dari putri Bibi Jandi itu lagi.


Lalu anak dari putri Bibi Jandi itu pun segera pulang ke rumah nya untuk mengatakan hal itu kepada orang yang sedang mencari Nenek nya saat ini.


Sementara putri dari Bibi Jandi itu masih tetap berada di dalam rumah Ibu Jiu untuk menemani Ibu Jiu sambil menenangkan Ibu Jiu yang masih sangat histeris pada saat ini.


***


Tempat Perkemahan Diego


"Diego", panggil Ara kepada nya.

__ADS_1


"Ada apa lagi?" Tanya Diego.


"Apa kita akan pulang ke kota hari ini?" Tanya Ara.


"Iya", ujar Diego.


"Sayang sekali aku hanya sebentar saja disini", ujar Ara lagi.


"Kalau kamu masih mau untuk tetap berada disini ya bisa saja itu kamu lakukan cara nya adalah kamu bisa berkemah disini sendirian atau kamu bisa ajak teman mu untuk bisa datang kesini dan menemani mu", ujar Diego lagi.


"Apa! Kalau seperti itu lebih baik aku ikut saja dengan mu", ujar Ara lagi.


"Kalau kamu mau seperti itu kamu jangan banyak bertanya lagi pada ku saat ini", ujar Diego lagi.


"Baik lah", ujar Ara dengan wajah sedih nya itu.


"Sekarang kamu mungkin mengabaikan ku tapi lihat saja nanti ketika aku telah berhasil mendapatkan bayi mu itu", ujar Ara lagi di dalam hati nya.


"Kakak ayo kita sarapan bersama", ujar Krystal kepada Diego.


"Ok", ujar Diego.


Lalu Diego pun segera duduk di meja makan yang ada di depan tenda mereka itu.


"Ayo duduk lah", ujar Clara kepada Ara.


"Ok", ujar Ara.


Lalu Ara pun langsung duduk di samping Diego sementara Clara duduk di samping Rey.


Saat ini Diego, Ara, Leo, Krystal, Ayah Diego, Rey dan Clara sedang duduk mengelilingi meja makan yang ada di depan tenda mereka saat ini.


Semua masakan itu telah di masak oleh Clara dan Krystal. Sementara para lelaki bertugas untuk membereskan semua peralatan dan perlengkapan berkemah mereka setelah mereka selesai sarapan pagi bersama.


"Wah aku tidak menyangka ternyata waktu kita untuk berkemah disini sudah selesai", ujar Leo.


"Iya aku juga tidak menyangka nya", ujar Clara.


"Waktu terasa begitu cepat berlalu dan Ayah rasa Ayah juga akan merindukan suasana ini lagi ke depan nya", ujar Ayah Diego.


"Iya aku juga merasakan apa yang Ayah rasakan saat ini", ujar Krystal.


"Kalau begitu lain kali kita akan pergi berkemah lagi", ujar Leo.


"Benarkah!" Ujar Krystal.


"Ok", ujar Rey kepada Leo.


"Diego bagaimana menurut mu", ujar Leo kepada Diego.


"Terserah kamu saja aku akan ikut saja dengan mu jika kamu pergi berkemah", ujar Diego.


Lalu mereka pun melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di atas meja makan mereka itu sambil tetap berbicara satu sama lainnya.


Sementara Ara hanya diam membisu memikirkan Alex yang sedang melakukan aksi nya saat ini.


"Alex kali ini kamu harus berhasil", ujar Ara di dalam hati nya.


Lalu Ara pun langsung menyendok makanan yang ada di atas piring nya itu ke dalam mulut nya sambil melihat ke arah Diego dengan perasaan kesal nya.


***


Di Tempat Perkemahan Lain Yang Berjarak 250 Meter Dari Tempat Perkemahan Diego


"Apa semua nya sudah siap?" Tanya Bibi Doksun kepada semua orang yang ada di depan nya saat ini.


Saat ini mereka semua telah selesai sarapan pagi bersama dan sebelum itu mereka juga telah pergi mencuci wajah mereka ke air pancuran yang ada di dekat perkemahan Diego itu.


Sewaktu mereka pergi ke air pancuran yang ada di dekat perkemahan Diego itu mereka tidak melihat ada aktifitas apa pun di depan tenda Diego karena pada saat itu semua orang yang ada di dalam tenda itu belum bangun dari tidur mereka.


Pada saat itu waktu masih menunjukkan pukul enam pagi dan cuaca pada saat itu juga sangat dingin sekali jadi tentu saja membuat Diego beserta yang lain nya belum juga bangun dari tidur mereka saat itu.


"Sudah", ujar Bibi Lili dengan girang nya.


"Tunggu sebentar", ujar Bibi Jandi.


"Ada apa lagi Jandi?" Tanya Bibi Doksun kepada nya.


"Lihat jerawat yang ada di wajah mu itu", ujar Bibi Jandi lagi kepada Bibi Doksun.


"Apa!" Ujar Bibi Doksun dengan kaget nya.


"Apa terlihat dengan sangat jelas?" Tanya Bibi Doksun lagi.


"Iya", ujar Bibi Yuri kepada Bibi Doksun.


"Padahal aku sudah menyamarkan nya dengan bedak ku tapi tetap saja masih kelihatan dengan jelas", ujar Bibi Doksun lagi.


"Itu akibat kamu tidak mencuci wajah mu semalam padahal kemaren kita sudah banyak beraktifitas dari pagi sampai malam hari", ujar Bibi Lili kepada Bibi Doksun.


"Iya karena kemaren aku sangat lelah dan juga sangat mengantuk maka nya aku tertidur dengan sendiri nya", ujar Bibi Doksun.


"Yuri kenapa wajah mu tidak muncul jerawat?" Tanya Bibi Lili dengan heran nya.


"Bukan kah semalam kamu juga tidak membersihkan wajah mu itu", ujar Bibi Lili lagi.


"Kata siapa aku tidak membersihkan wajah ku", ujar Bibi Yuri dengan santai nya.

__ADS_1


"Ketika aku terbangun sekitar jam dua pagi aku pun langsung membersihkan wajah ku dan pada saat itu juga kalian semua telah tertidur", ujar Bibi Yuri lagi.


"Apa! Berarti hanya Doksun saja yang tidak membersihkan wajah nya semalam", ujar Bibi Jandi.


"Pantas saja hanya dia saja yang berjerawat pada saat ini", ujar Bibi Jandi lagi.


"Tidak apa-apa anggap saja itu adalah hadiah dari perkemahan kita kali ini", ujar Bibi Yuri kepada Bibi Doksun.


"Hadiah yang tidak di harapkan", ujar Bibi Doksun.


"Kalau begitu ayo kita segera membereskan semua nya dan setelah itu kita kembali lagi ke desa", ujar Bibi Doksun lagi kepada semua nya.


"Ok", ujar para Bibi yang ada disana.


Sedangkan Hanna, putri Bibi Lili, Jiu dan suami dari Bibi Doksun sedang sibuk berbicara satu sama lain nya di dekat mobil yang telah mereka bawa ke tempat perkemahan itu.


***


Tempat Perkemahan Diego


"Ayo masuk ke dalam mobil", ujar Ayah Diego kepada semua nya.


"Paman", ujar Ara secara tiba-tiba.


"Ada apa?" Tanya Ayah Diego kepada Ara.


"Aku tidak ingin menyetir sendirian ke kota paman jadi bisakah Diego pergi bersama ku dengan menaiki mobil ku", ujar Ara lagi kepada Ayah Diego.


"Terserah Diego saja dan kamu tanyakan saja kepada nya", ujar Ayah Diego lagi.


"Ok paman", ujar Ara kepada Ayah Diego lagi.


Lalu Ayah Diego pun segera masuk ke dalam mobil mereka begitu pun dengan yang lain nya.


Setelah masuk ke dalam mobil tiba-tiba saja Krystal membisikkan sesuatu kepada Leo dan Leo pun menganggukkan kepala nya.


"Ayah kami akan ikut dengan mereka", ujar Leo kepada mertua nya itu.


"Ok dan jangan lupa untuk pulang dulu ke rumah besar sebelum kalian pulang ke kediaman kalian", ujar Ayah Diego lagi kepada Leo dan Krystal.


"Ok Ayah", ujar Leo dan Krystal secara bersamaan.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menghampiri Diego dan Ara yang sedang berdiri di belakang mobil mereka saat ini.


"Ayo kita masuk ke dalam mobil mu", ujar Leo kepada Ara.


"Apa! Kalian juga akan ikut dengan kami", ujar Ara kepada Leo dan Krystal.


"Tentu saja", ujar Krystal.


"Kalau begitu ayo cepat masuk ke dalam mobil agar kita bisa sampai dengan cepat ke kota", ujar Diego.


"Baik lah", ujar Ara dengan perasaan kesal nya.


Karena saat ini Ara sangat menginginkan untuk pulang ke kota berdua saja dengan Diego tanpa ada yang menggangu mereka sedikit pun tapi keinginan nya itu tidak bisa terpenuhi sama sekali.


Lalu ke dua mobil itu pun segera pergi meninggalkan hutan itu dan setelah itu ke dua mobil itu pun selalu beriringan untuk pergi menuju ke kota dengan kecepatan sedang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak mereka inginkan.


Mobil yang pertama di kendarai oleh Rey dan yang ada di dalam mobil itu hanya lah Rey, Ayah Diego dan Clara.


Ayah Diego duduk di samping Rey sedangkan Clara duduk di kursi belakang mereka sambil memperhatikan jalan yang sedang mereka lewati saat ini.


Pemandangan yang mereka lewati dari hutan itu menuju ke kota sangat lah indah karena di sepanjang jalan yang mereka lewati itu terdapat banyak pohon dan keindahan alam lain nya yang masih terlihat sangat asri karena tempat itu masih belum begitu terjamah oleh orang-orang.


Sedangkan mobil ke dua di kendarai oleh Diego dan yang ada di dalam mobil itu adalah Ara, Krystal, Leo dan Diego.


Ara duduk di samping Diego sedangkan Leo dan Krystal duduk di kursi yang ada di belakang mereka.


Mobil itu adalah mobil milik Ara dan tentu saja setelah sampai di kota mereka akan pergi dulu ke kediaman keluarga besar Diego dan baru setelah itu Ara pergi menuju ke kediaman nya sambil membawa mobil milik nya itu.


***


Desa Terpencil


"Akhirnya kita sampai juga", ujar Bibi Doksun yang baru saja ke luar dari dalam mobil yang telah mereka bawa ke tempat perkemahan itu.


"Badan ku terasa pegal sekali", ujar Bibi Lili sambil meregangkan tubuh nya ketika beliau telah ke luar dari dalam mobil itu.


"Akhirnya kita kembali lagi dengan aktifitas kita masing-masing", ujar Bibi Jandi.


Lalu setelah semua orang ke luar dari dalam mobil itu tiba-tiba saja putri dari Bibi Jandi itu segera berlari kecil untuk pergi menghampiri mereka ke pekarangan rumah Bibi Doksun yang berada tak jauh dari rumah Ibu Jiu itu.


"Tolong aku", ujar putri dari Bibi Jandi itu kepada semua orang yang ada di pekarangan rumah Bibi Doksun itu.


"Ada apa putri ku kenapa kamu terlihat sangat takut sekali", ujar Bibi Jandi kepada putri nya itu.


"Ibu Jiu sedang pingsan saat ini", ujar putri dari Bibi Jandi itu lagi.


"Apa!" Teriak semua orang yang ada disana dengan ekspresi kaget mereka masing-masing.


Lalu Jiu pun segera berlari menuju ke rumah nya sedangkan yang lain nya juga ikut menyusul Jiu dari arah belakang nya sambil bertanya-tanya satu sama lain nya mengenai apa yang sedang terjadi kepada Ibu Jiu saat ini.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2