
Mendengar ucapan Diego, membuat semua orang yang ada di sana kaget mendengar nya.
"Hanna, maafkan aku", ucap Diego.
"Baiklah, kalau kamu sudah memutuskan nya, berarti aku akan pergi dari hidup mu", ucap Hanna.
Lalu, Hanna segera menuju ke dalam kamar, dan mengunci pintu dari dalam.
Clara mengejar nya, dan mengetuk pintu kamar Hanna, ia berusaha untuk menenangkan nya.
Namun, perkataan Clara tidak di hiraukan nya sama sekali.
"Biarkan saja, dia lagi ingin sendiri", ucap Rey dari belakang Clara.
"Aku takut dia bertindak gegabah, dan melakukan hal yang tidak seharusnya", ucap Clara.
"Tidak apa-apa, aku yakin dia bukan wanita yang seperti itu", jelas Rey.
"Baik lah, aku akan menunggu di sofa ruang keluarga saja", ucap Clara.
Lalu, Clara berjalan menuju ke sofa yang ada di belakang nya.
"Apa kamu ingin tidur di sini?" Tanya Rey.
"Entah lah", jawab Clara.
"Tidur saja di kamar tamu, aku akan mengantar mu ke sana", ucap Rey.
"Nanti saja, saat ini aku hanya ingin di sini", ucap Clara.
Melihat sikap Clara yang seperti itu, membuat Rey langsung menghampiri Diego dan meminta penjelasan pada nya.
"Kenapa kamu ingin menikahi nya?" Tanya Rey.
"Bukan kah sudah jelas itu bukan anak mu", ucap Rey.
"Kalau tau seperti ini, aku tidak akan mau menyelidiki nya, tidak ada guna nya", kesal Rey.
"Sabar lah, ini adalah bagian dari rencana ku", jawab Diego.
"Apa ini bisa di sebut sebagai rencana?" Tanya Rey.
"Menyakiti hati istri, dan membuat orang lain menanggung akibat dari perbuatan mu", ketus Rey.
"Aku tidak berniat untuk menyakiti nya, tapi hanya ini jalan satu-satu nya yang aku miliki menjelang besok pagi", jelas Diego.
"Jadi sebelum terlambat, aku terpaksa melakukan nya", jelas Diego lagi.
"Pergi lah memohon pada istri mu, dan jelaskan semua nya", ucap Rey.
"Jangan sampai ada orang yang menunggu terlalu lama disini", ucap Rey lagi.
"Iya, aku memang selalu membuat nya menunggu untuk menyelesaikan masalah ini secepat nya", ucap Diego.
"Semenjak Sera datang untuk merusak pernikahan kami, aku merasa tidak tega pada nya" ucap Diego lagi.
"Bukan istri mu maksud ku, tapi Clara", ujar Rey.
"Dia terlihat sangat cemas, dan berniat untuk menunggu Hanna keluar dari kamar nya", ucap Rey.
"Baiklah, aku akan menjelaskan pada nya", ucap Diego.
Lalu, mereka berdua berjalan menuju ke ruang keluarga.
"Clara, aku akan mengurus nya, pergilah beristirahat di kamar", ucap Diego.
"Jangan membuat hati nya tambah hancur, kalau sampai terjadi apa-apa pada nya, aku tidak akan pernah memaafkan mu", tutur Clara.
"Ok, ok, ayo aku antar kamu ke kamar", ucap Rey.
Lalu, Rey menarik Clara dari ruangan keluarga, menuju ke kamar tamu.
Saat ini, Diego tengah berdiri di depan pintu kamar, lalu memikirkan kejadian yang membuat nya marah.
"Hanna, maafkan aku", bisik nya.
Lalu, Diego segera mengetuk pintu kamar, namun tak di hiraukan oleh Hanna.
Setelah cukup lama menunggu, akhir nya ia berjalan menuju ruang kerja nya.
Setelah duduk di kursi yang selalu menemani nya untuk bekerja, Diego lalu membuka ruangan rahasia yang ada di belakang meja kerja nya.
Langkah demi langkah mulai terdengar, ketika Diego sedang menuruni anak tangga, dan saat berada di tengah anak tangga, Diego langsung teringat dengan lukisan yang sempat ia tunda untuk menyelesaikan nya.
Langsung saja Diego mengambil lukisan itu, dan meletakkan nya di bagian tengah ruangan.
Ia duduk, dan mulai melukis. Diego berniat untuk menyelesaikan lukisan itu.
Ia juga menghidupkan TV, dan memutar lagu bergenre balada.
Saat melukis, Diego teringat dengan kejadian di tangga kampus, saat pertama kali nya ia mulai menyukai seorang gadis.
Ya, gadis itu lah yang sedang di lukis oleh Diego saat ini.
***
__ADS_1
Setelah masuk ke dalam kamar, Hanna hanya bisa menangis, dan berbaring di atas kasur.
Ia terlihat tidak mempedulikan siapa pun saat ini. Tisu demi tisu berserakan di atas lantai, dan Hanna terlihat sangat marah, atas perlakuan Diego pada nya.
"Bagaimana bisa dia berbuat seperti ini pada ku?" Tanya nya sambil menangis.
"Kenapa aku bisa berada di posisi seperti ini?" Tanya Hanna lagi.
"Biasa nya aku hanya melihat nya di dalam drama, tapi ternyata rasa nya lebih sakit, kalau itu terjadi pada diri ku", isak Hanna.
"Ibu, Ayah, semoga kalian tidak khawatir pada ku", ucap nya Hanna.
Setelah cukup lama menangis, Hanna baru ingat, kalau Clara juga ada di rumah ini.
"Astaga, Clara!" Ucap nya.
"Tidak mungkin aku harus keluar di saat seperti ini, lebih baik aku pergi tanpa merepotkan Clara", ucap nya lagi.
Lalu, Hanna segera menelfon Clara.
"Halo, Hanna!" Jawab Clara.
"Clara, maafkan aku", ucap Hanna.
"Aku tidak sadar kalau kamu juga ada di sini, dan menyaksikan semua nya", ucap Hanna lagi.
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja", ujar Clara.
"Tidak usah mempedulikan ku, saat ini kamu pasti sangat terluka", ucap Clara.
"Clara, jangan tinggalkan rumah ini menjelang pelaku teror itu telah tertangkap", pinta Hanna.
"Baiklah, aku akan selalu ada di dekat mu untuk saat ini", jawab Clara.
"Apa kamu ingin ke kamar ku?" Tanya Hanna.
"Kalau mau masuk ke kamar ku, ketuk saja pintu tinga kali, aku akan membuka nya", ucap Hanna.
"Jika kamu tidak ingin sendiri, aku akan datang", ucap Clara.
"Tapi jika kamu merasa bersalah pada ku, aku tidak akan datang", ucap Clara lagi.
"Aku tau kamu sedang ingin menyendiri saat ini", jawab Clara.
"Baiklah, tolong ingat perkataan ku, jangan pergi dari sini menjelang masalah teror itu dapat terselesaikan dengan baik", ucap Hanna.
"Ok, ok" jawab Clara.
Lalu, pembicaraan itu berakhir.
"Halo, Hanna", jawab Ibu nya.
"Ma...", panggil Hanna.
"Ada apa dengan suara mu?" Tanya Ibu nya.
"Apa kamu sedang bersedih?" Tanya Ibu nya lagi.
Mendengar itu, Nenek yang ada di dekat Ibu nya, langsung mendekat dan menguping pembicaraan.
"Ada apa?" Bisik Nenek pada Ibu Hanna.
"Aku juga tidak tau", jawab Ibu Hanna sambil mengangkat kedua bahu nya.
"Tidak! Aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku", jawab Hanna.
"Baiklah, jangan lupa makan yang banyak ya, biar kamu selalu punya energi yang banyak", ucap Ibu nya.
"Apa dia kerbau?" Tanya Nenek Hanna.
"Kok di suruh makan yang banyak", gerutu Nenek Hanna.
"Hanna, jaga pola makan mu dengan benar, dan jangan sampai gendut", teriak Nenek nya.
"Ssttt", ucap Ibu Hanna kepada Nenek sambil menutup mulut nya dengan jari telunjuk kanan.
Lalu, Nenek segera mengambil alih pembicaraan.
"Hanna, jaga diri mu dengan baik, dan makan lah yang cukup, agar penampilan mu dapat terjaga dengan baik" ucap Nenek nya.
"Nenek", ucap Hanna.
"Iya, kamu mau bicara apa? Bicara lah", ucap Nenek nya.
"Besok kalau mendengar berita apa pun mengenai Diego atau diri ku, tolong jangan khawatir, dan percaya lah pada ku, kalau aku akan baik-baik saja", ucap Hanna.
"Apa! Berita seperti apa?" Tanya Nenek nya.
"Besok Nenek akan mengetahui nya, jadi bersabar lah", jawab Hanna.
"Ok, ok Nenek mengerti" ucap nya.
"Jangan lupa jelaskan ke Ayah dan Ibu ku ya, aku akan mematikan telfon", ucap Hanna.
"Baik lah", ucap Nenek nya.
__ADS_1
Lalu, pembicaraan mereka berakhir.
Setelah menelfon keluarga nya, Hanna langsung mengambil sebuah koper, dan memasukkan beberapa pakaian ke dalam nya.
Saat ini, Hanna terlihat sedang buru-buru, dan mengambil telfon milik nya untuk menghubungi sebuah taksi.
Setelah semua nya siap, Hanna membuka pintu kamar nya, dan melihat ke seluruh ruangan, untuk memastikan tidak ada siapa pun yang berlalu lalang di sana.
Kemudian, Hanna segera keluar membawa sebuah koper yang berisi perlengkapan yang di butuhkan nya.
"Semoga tidak ada siapa pun di sini", ucap nya sambil berjalan menuruni anak tangga.
Setelah Hanna sampai di dapur, ia segera bersembunyi di belakang meja makan.
Saat ini, Hanna melihat Rey sedang membuka isi kulkas, dan mengambil beberapa kaleng soju untuk di bawa ke ruang keluarga.
"Untung aku sudah keluar duluan, kalau tidak Rey akan berada sepanjang malam di depan kamar ku", ucap Hanna dalam hati.
Lalu, Hanna segera berjalan menuju pintu belakang rumah, dan melihat ada dua orang penjaga yang sedang duduk di teras belakang rumah.
"Aku akan ke depan sebentar", ucap salah satu penjaga.
"Baik lah", ucap penjaga yang lain.
Melihat itu, Hanna langsung membuat sebuah rencana. Ia terlihat sedang menyembunyikan koper milik nya di samping kulkas, dan kemudian memanggil seorang penjaga yang ada di teras belakang rumah.
"Hei, bisakah ke sini sebentar?" Ucap Hanna.
"Ada apa nyonya?" Tanya penjaga itu.
"Tolong carikan anting milik ku, seperti nya ada di dalam mobil", ucap Hanna.
"Baik lah nyonya, aku akan pergi mencari nya", ucap penjaga itu.
Lalu, penjaga itu segera menuju ke parkiran mobil.
Melihat tidak ada siapa pun di belakang rumah, Hanna langsung pergi menuju ke gerbang belakang, dan memasuki taksi yang telah menunggu nya.
***
Pagi hari nya, Diego sedang duduk di ruang kerja nya, dan sedang membaca beberapa koran.
"Seperti nya ia telah menarik berita itu", ucap Diego.
"Dan mengganti nya dengan pengumuman pernikahan", ucap nya lagi.
Lalu, masuk telfon dari Ayah Hanna, dan Diego segera mengangkat nya.
"Halo Ayah", ucap Diego.
"Ada apa ini?" Tanya Ayah Hanna.
"Aku lihat di koran, kamu akan segera menikah?" Tanya Ayah Hanna lagi.
Setelah Diego menjelaskan, Ayah Hanna mengerti, kalau pernikahan ini untuk menyelamatkan perusahaan.
"Ayah, aku berjanji tidak akan meninggalkan Hanna, dan akan menyelesaikan masalah ini secepat nya", ucap Diego.
"Aku tidak bisa berkata-kata saat ini, aku sungguh kecewa pada mu", ucap Ayah Hanna.
Lalu, Ayah Hanna segera mematikan telfon.
"Sial, Sera telah membuat hidup ku berantakan", kesal Diego.
Lalu Clara, dan Rey masuk ke dalam ruang kerja Diego.
"Gawat", ucap Rey.
"Hanna hilang, ia tidak ada dimana pun, aku telah mencari nya di dalam rumah, tapi tidak menemukan nya", jelas Clara.
"Apa!" Teriak Diego.
"Bagaimana bisa?" Tanya Diego.
"Bukan kah rumah ini di jaga ketat oleh pengawal", ucap Diego.
"Aku juga tidak tau, dan setelah ini aku akan pergi mengecek cctv" ucap Rey.
"Ini surat yang di tulis Hanna sebelum pergi", ucap Clara.
Lalu, Clara memberikan surat itu kepada Diego.
"Aku akan pergi jauh dari mu, dan tidak akan pernah muncul lagi di hadapan mu", tulis Hanna.
"Ketika kamu berniat menikah dengan wanita lain, berarti kamu telah menyuruh ku untuk pergi dari kehidupan mu", tulis Hanna lagi.
"Dan tolong jaga Clara untuk saat ini, menjelang masalah teror itu dapat terselesaikan dengan baik", tulis Hanna lagi.
"Brakkk", bunyi meja akibat hentakkan tangan Diego di atas nya.
Kemana Hanna pergi? dan Apakah Diego jadi menikah dengan Sera?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...