Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Heboh


__ADS_3

"Diego siapa wanita itu?" Tanya Ayah nya dengan raut wajah yang sangat kaget.


"Aku juga tidak tau", ujar Diego.


"Tidak tau bagaimana sudah jelas-jelas wanita itu berkata kalau dia adalah calon istri mu", ujar Ayah nya.


"Entahlah Ayah aku rasa wanita itu salah bicara atau mungkin dia hanya ingin mengaku-ngaku sebagai calon istri ku", ujar Diego.


"Kalau begitu ayo kita keluar sekarang dan temui wanita itu", ujar Ayah nya.


"Ok", ujar Diego.


Lalu Diego, Krystal, Leo dan Ayah nya pun segera pergi ke pekarangan rumah besar itu dan Ayah Diego pun memerintahkan seorang penjaga untuk menyuruh wanita itu masuk ke dalam pekarangan rumah nya.


"Kamu", ujar Diego kepada Ara.


"Kakak mengenal nya?" Tanya Krystal.


"Dia adalah teman ku", ujar Diego.


"Tapi kenapa dia berkata kalau dia adalah calon istri mu?" Tanya Krystal.


Lalu Diego pun segera meminta penjelasan dari Ara mengenai perkataan Ara yang telah membuat kaget semua orang yang ada di rumah besar itu.


"Maafkan aku paman sebenarnya aku hanya ingin mengatakan kalau saat ini Diego dan aku sedang menjalin hubungan yang rumit", ujar Ara.


"Apa!" Ujar Ayah Diego.


"Diego jelaskan semua ini kepada Ayah sekarang juga", ujar Ayah nya.


"Kami hanya berteman saja dan tidak lebih dari itu", ujar Diego.


"Benarkah?" Tanya Ayah nya memastikan.


"Iya untuk apa aku berbohong kepada Ayah", ujar Diego.


"Sejak kapan kalian dekat seperti ini?" Tanya Ayah nya lagi.


"Sejak Diego memutuskan untuk bercerai dengan Hanna", ujar Ara.


"Apa!" Teriak Ayah Diego, Krystal dan Leo secara bersamaan.


"Apa yang sedang kamu rencanakan saat ini?" Tanya Diego kepada Ara.


"Aku tidak sedang merencanakan apa pun saat ini", ujar Ara kepada Diego.


"Lalu kenapa kamu berbohong kepada semua orang", ujar Diego.


"Aku tidak berbohong dan aku hanya ingin mengatakan apa yang ada di dalam pikiran mu saat ini", Ujar Ara.


"Apa kamu pikir aku akan menceraikan Hanna?" Tanya Diego.


"Tentu saja karena dia telah membuat mu benci kepada nya", ujar Ara.


"Kamu jangan sok tau dengan apa yang sedang di pikirkan oleh kakak ku saat ini", ujar Krystal.


"Krystal diam lah", ujar Leo kepada nya.


"Siapa wanita ini?" Tanya Ara.


"Dia adalah adik ku", Ujar Diego.


"Apa! Adik mu", ujar Ara.


"Kalau kalian tidak memiliki hubungan apa pun itu maka jangan membuat keadaan menjadi tambah rumit pada saat sekarang ini", ujar Ayah Diego.


"Paman aku hanya ingin mengatakan kalau Diego saat ini sebenarnya sedang mempertimbangkan aku untuk menjadi istri nya.", ujar Ara kepada Ayah Diego.


"Apa!" Ujar Ayah Diego.


"Aku tidak percaya dengan semua ini", ujar Krystal.


"Aku rasa telah terjadi sesuatu di antara Diego dengan wanita ini", ujar Leo kepada Krystal.


"Maksud mu?" Tanya Krystal kepada Leo.


"Aku hanya menilai dari sudut pandang ku saja kalau saat ini wanita itu sedang menyukai Diego dan Diego juga hanya bisa pasrah ketika wanita itu ingin mendekati nya", ujar Leo menjelaskan kepada Krystal.


"Aku rasa juga seperti itu", ujar Krystal.


"Biarkan saja mereka mengurus masalah mereka berdua dan kamu jangan pernah ikut berkomentar ketika suasana nya sedang memanas apa lagi ketika Diego terlihat sangat marah", ujar Leo lagi kepada Krystal.


"Baiklah aku mengerti", Ujar Krystal.


"Ayah hanya bisa berkata kepada mu kalau semua pilihan itu ada di tangan mu", ujar Ayah Diego kepada Diego.


"Kamu ingin mendapatkan warisan atau tidak nya ya itu tergantung lagi dari diri mu sendiri", ujar Ayah Diego lagi.


"Urus lah masalah mu ini dengan nya dan Ayah akan masuk dulu ke dalam rumah", ujar Ayah nya lagi.


Lalu Ayah Diego pun langsung pergi meninggalkan pekarangan rumah besar itu dan setelah itu Ayah Diego pun langsung kembali lagi ke dalam ruangan keluarga untuk menonton TV disana.


"Ayo kita juga masuk ke dalam rumah", ujar Leo kepada Krystal.


"Baiklah", ujar Krystal.


Lalu Leo dan Krystal pun segera mengikuti langkah Ayah Diego itu pergi menuju ke dalam ruangan keluarga rumah besar itu.


"Apa kamu sudah tidak waras saat ini?" Tanya Diego kepada Ara.


"Aku bahkan sangat waras saat ini", ujar Ara.


"Diego ayolah beri aku kesempatan untuk bisa menjadi bagian dari hidup mu", ujar Ara lagi.


"Kenapa aku selalu bertemu dengan wanita gila di dalam hidup ku", ujar Diego.


"Dulu Sera dan sekarang kamu", ujar Diego lagi.


"Aku berbeda dengan wanita yang pernah kamu temui itu", ujar Ara.


"Aku adalah tipe wanita yang sangat setia kepada mu", ujar Ara lagi.


"Hah setia", ujar Diego.


"Aku tidak butuh kesetiaan mu itu", ujar Diego lagi.


"Diego jika kamu mau menerima ku maka aku akan melakukan apa pun yang kamu inginkan asalkan kamu selalu ada di samping ku", ujar Ara.


"Baiklah kalau begitu buktikan sejauh mana kesetiaan mu itu kepada ku", ujar Diego.


"Kalau aku berhasil membuktikan nya apa kamu mau menerima ku sebagai calon istri mu", ujar Ara.


"Ok kita lihat saja nanti", ujar Diego.


"Mudah-mudahan saja kamu tidak nekat", ujar Diego di dalam hati nya.

__ADS_1


"Kalau begitu apa yang perlu aku lakukan untuk mu?" Tanya Ara.


"Aku harap kamu bisa pergi menjauh dari hidup ku", ujar Diego.


"Apa!" Ujar Ara.


"Maksud ku bukan yang seperti itu", ujar Ara lagi.


"Kalau begitu buktikan saja sendiri apa kamu bisa pergi dari hidup ku untuk selama-lama nya", ujar Diego.


"Ok aku akan membuktikan nya kepada mu", ujar Ara.


Lalu Ara pun segera mengeluarkan sebuah pisau kecil dari dalam tas nya dan setalah itu pun Ara langsung menyayat tangan nya dengan secepat mungkin di depan Diego.


"OMG", teriak Diego.


Saat ini Ara sudah terjatuh dan tak berdaya di depan Diego apa lagi luka di tangan nya itu telah mengeluarkan banyak darah yang berceceran di pekarangan rumah besar Diego itu.


"Bukan seperti ini maksud ku", ujar Diego.


"Aku hanya ingin kamu pergi dari hadapan ku saat ini dan pergi menjauh dari hidup ku untuk selama nya dan bukan malah ingin mengakhiri hidup seperti ini", ujar Diego lagi.


Lalu Diego pun segera mendekati Ara yang sudah terkulai dengan lemah nya di atas lantai pekarangan rumah Diego itu.


"Jika kamu menyuruh ku untuk pergi dari hidup mu maka aku akan mengakhiri hidup ku karena kamu adalah nyawa ku", ujar Ara dengan lemah nya.


"Penjaga", teriak Diego dengan kencang nya.


"Iya tuan", ujar seorang penjaga yang baru saja datang menghampiri nya.


"Astaga tuan apa yang sedang terjadi tuan?" Tanya penjaga itu kepada Diego.


"Cepat panggil ambulans rumah sakit untuk segera membawa wanita ini ke rumah sakit", ujar Diego.


"Baik tuan saya akan segera menghubungi pihak rumah sakit", ujar penjaga itu.


Lalu penjaga itu pun segera pergi dari hadapan Diego dan Ara dan langsung menuju ke ruangan penjagaan nya untuk segera menghubungi pihak rumah sakit.


***


Desa Terpencil


Saat ini semua Bibi yang ada di rumah Hanna telah tertidur dengan sendiri nya begitu pun dengan Hanna.


Padahal mereka berencana untuk saling bergantian berjaga-jaga di dalam rumah itu.


Bayi Hanna juga telah tertidur dengan nyenyak nya dan suasana di dalam rumah itu pun juga sunyi karena tidak ada aktifitas apa pun di dalam rumah itu saat ini.


Lampu rumah masih menyala seperti biasa nya baik itu lampu di teras rumah atau pun di dalam rumah Hanna.


Setelah satu jam berlalu tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki seseorang yang sedang berjalan di depan rumah Hanna.


Namun tidak ada satu pun di antara mereka semua yang sadar dengan hal itu karena mereka semua sudah sangat kelelahan hari ini dengan aktifitas mereka masing-masing di tambah lagi mereka telah bergosip sampai larut malam pada malam ini.


Derap langkah kaki orang itu telah sampai ke depan pintu masuk rumah Hanna dan kemudian orang itu pun langsung berjalan mengelilingi rumah Hanna untuk memastikan keadaan di dalam rumah Hanna itu.


Saat ini orang itu memakai perlengkapan yang menandakan bahwa dia adalah seorang perampok.


Karena saat ini orang itu menggunakan penutup wajah dan pakaian yang serba hitam di tambah lagi dia membawa sebuah pisau yang ada di saku celana nya itu.


Setelah sampai di belakang rumah Hanna perampok itu pun langsung memanjat pagar tembok yang ada di belakang rumah Hanna itu.


Lalu perampok itu pun langsung menuju ke pintu belakang yang ada di rumah Hanna dan setalah itu pintu yang ada di belakang rumah Hanna itu pun mulai di congkel oleh perampok hitam itu.


Setelah cukup lama mencongkel pintu belakang rumah Hanna itu lalu perampok itu pun telah berhasil membuka pintu belakang rumah Hanna tersebut dengan hanya menggunakan peralatan yang di bawa seadanya tanpa menggunakan benda yang berukuran cukup besar.


"Pak", bunyi pukulan dari tangan Ibu Yuri.


Karena saat ini Ibu Yuri sedang di gigit oleh nyamuk akibat mereka lupa untuk memakai obat nyamuk sebelum tidur.


Bagaimana mau ingat untuk memakai obat nyamuk sementara tujuan mereka kesini saja juga sudah tidak terlaksana dengan baik gara-gara mereka semua telah ketiduran dan belum juga bangun sampai saat ini.


Walau pun Ibu Yuri telah memukul nyamuk itu tapi Ibu Yuri malah melanjutkan tidur nya kembali karena saat ini mata Ibu Yuri sudah sangat berat akibat mengantuk.


"Baguslah mereka semua sedang tidur", ujar perampok itu di dalam hati nya saat melihat semua orang yang sedang tertidur di ruang tamu rumah itu.


Lalu perampok itu pun segera berjalan menuju ke dalam kamar Hanna dan kebetulan pada saat itu kamar Hanna tidak terkunci dan pintu kamar Hanna sedang terbuka dengan lebar nya.


"Wanita ini", ujar perampok itu di dalam hati nya lagi saat melihat Hanna yang sedang tertidur di atas tempat tidur nya.


"Ternyata dia tinggal disini", ujar perampok itu lagi di dalam hati nya.


"Bayi siapa ini?" Tanya perampok itu di dalam hati nya.


"Apa ini bayi wanita ini?" Tanya perampok itu lagi di dalam hati nya.


"Seperti nya aku telah menemukan harta karun disini", ujar perampok itu lagi di dalam hati nya.


"Kalau begini aku tidak perlu repot-repot lagi untuk merampok di perumahan warga", ujar perampok itu lagi di dalam hati nya.


"Kesini bayi kecil aku akan membawa mu pergi dari dalam rumah ini", ujar perampok itu lagi di dalam hati nya.


Lalu perampok itu pun mulai mendekati bayi Hanna dan tepat pada saat perampok itu mulai menyentuh bayi mungil Hanna itu Hanna pun langsung terbangun dari tidur nya.


Setelah itu Hanna pun langsung berteriak dengan kencang nya pada saat diri nya mulai membuka mata nya dan melihat perampok itu sedang berada di samping nya saat ini.


"Pencuri", teriak Hanna dengan sekuat tenaga nya.


Setelah Hanna berteriak dengan kencang nya perampok itu pun langsung lari dan kabur ke belakang rumah Hanna.


Karena perampok itu tidak mungkin mengancam Hanna pada saat ini apa lagi Hanna telah berteriak dengan kencang nya di tambah lagi ada banyak orang di dalam rumah itu.


"Apa!" Teriak Bibi Yuri.


"Pencuri", ujar Bibi Jandi yang baru saja bangun dari tidur nya akibat teriakan Hanna itu.


"Pencuri", teriak Hanna lagi dengan sekuat tenaga nya.


"Iya pencuri ayo kita pergi ke kamar Hanna", ujar Bibi Yuri kepada Bibi Jandi.


Lalu mereka pun segera membangunkan Bibi Lili, Bibi Doksun dan Ibu Jiu dan setelah itu mereka semua pun langsung pergi ke dalam kamar Hanna untuk melihat kondisi Hanna pada saat ini.


"Hanna", teriak Bibi Doksun.


"Dimana pencuri itu?" Tanya Bibi Jandi.


"Dia telah kabur lewat pintu belakang rumah", ujar Hanna sambil menunjuk ke arah pintu belakang rumah nya.


Sedangkan saat ini Bibi Lili, Bibi Yuri dan Ibu Jiu sedang berteriak di dalam rumah Hanna sehingga aksi mereka itu pun berhasil membangunkan bayi mungil Hanna yang sedang terlelap dengan nyenyak nya itu.


"Oek oek oek", bunyi tangisan bayi kecil Hanna.


Lalu Hanna pun langsung mengambil bayi nya yang sedang terbaring di samping nya itu dan setelah itu Hanna pun berusaha untuk menenangkan bayi kecil nya itu.


Tak lama kemudian datanglah semua warga yang telah mendengarkan teriakan Hanna dan para Bibi itu.

__ADS_1


"Tok tok tok", bunyi pintu depan rumah Hanna.


Lalu Bibi Doksun pun segera pergi membuka pintu depan rumah Hanna itu dan setelah pintu terbuka langsung saja Bibi Doksun menceritakan semua kejadian itu kepada para warga yang ada di depan rumah Hanna saat ini.


"Ayo kejar dan habisi perampok itu", ujar salah satu warga yang ada disana.


Lalu semua warga yang datang itu pun terutama para pria sedang berusaha untuk mencari dan mengejar perampok hitam itu.


"Aku benar-benar tidak menyangka kalau ini benar-benar terjadi di rumah Hanna", ujar Bibi Lili.


"Iya berarti firasat kita pada malam itu tidak salah", ujar Bibi Doksun.


"Hanna apa kamu baik-baik saja?" Tanya Bibi Yuri.


"Iya aku baik-baik saja Bibi", ujar Hanna.


"Apa bayi mu terluka?" Tanya Bibi Yuri lagi.


"Tidak Bibi hanya saja perampok itu berusaha untuk mengambil bayi ku dari ku", ujar Hanna.


"Apa!" Ujar Bibi Yuri.


"Perampok ini tidak hanya mencuri uang dan harta berharga saja tapi dia juga berusaha untuk mencuri seorang bayi", ujar Bibi Jandi dengan ekspresi kaget nya.


"Benar-benar perampok kurang ajar", ujar Bibi Yuri.


"Untunglah bayi mu itu tidak berhasil di bawa nya kalau tidak aku juga akan ikut merasa bersalah kepada mu", ujar Ibu Jiu.


"Aku juga merasakan seperti itu", ujar Bibi Doksun.


"Kenapa kita bisa tertidur dengan nyenyak malam ini", ujar Bibi Lili.


"Mungkin karena kita kebanyakan makan dan akhirnya itu membuat kita mengantuk", ujar Bibi Yuri.


"Iya aku rasa juga begitu", ujar Bibi Jandi.


"Kalau begitu ayo bereskan semua kekacauan ini dan jangan membuat Hanna kerepotan dengan kulit kacang yang berserakan di atas meja ini", ujar Ibu Jiu.


"Iya ayo kita bersihkan bersama-sama", ujar Bibi Doksun.


Lalu kelima Bibi itu pun segera membersihkan semua sampah kulit kacang yang ada di atas meja dan lantai di ruang tamu itu.


Setalah semua nya bersih Jiu pun datang dan menghampiri Ibu nya.


"Ibu apa semua nya baik-baik saja?" Tanya Jiu kepada Ibu nya.


"Iya kami semua baik-baik saja", ujar Ibu nya.


"Bagaimana dengan perampok itu?" Tanya Ibu Jiu kepada Jiu.


"Kami kehilangan nya dan salah satu dari warga pun telah terjerat perangkap yang di pasang nya di dalam hutan sana", ujar Jiu menjelaskan.


"Apa! Lalu bagaimana dengan keadaan orang itu?" Tanya Ibu Jiu kepada anak nya lagi.


"Dia sedang di bawa ke rumah sakit saat ini karena kaki nya sedang terluka parah akibat perangkap itu", ujar Jiu.


"Astaga apa yang sedang terjadi di desa kita saat ini", ujar Bibi Lili.


"Desa kita belum pernah mengalami kejadian yang seperti ini sebelum nya dan desa kita ini adalah desa yang tidak pernah tersentuh dengan kriminal apa pun itu tapi kenapa sekarang desa kita sudah berada di dalam bahaya seperti ini", ujar Bibi Doksun.


"Iya aku juga takut dengan semua ini", ujar Bibi Lili.


"Sekarang desa kita sudah tidak aman lagi dan seperti nya kita harus tetap waspada dimana pun kita berada menjelang perampok itu telah di tangkap oleh warga atau pun polisi", ujar Bibi Yuri.


"Iya saat ini para warga pun juga telah merencanakan ronda pada malam hari untuk berjaga-jaga dari perampok hitam itu", ujar Jiu.


"Baguslah kalau seperti itu aku sedikit lega mendengar nya", ujar Bibi Jandi.


"Iya mulai dari sekarang kita harus peka terhadap apa pun itu", ujar Bibi Doksun.


"Iya aku setuju dengan perkataan mu itu", ujar Ibu Jiu.


"Selama ini aku selalu waspada terhadap apa pun itu tapi saat ini aku merasa tingkat kewaspadaan ku itu sangat kurang untuk menghadapi kondisi yang sedang terjadi saat ini", ujar Bibi Lili.


"Kalau begitu kamu harus lebih waspada lagi dari sebelum nya", ujar Bibi Doksun.


"Iya aku tau itu", ujar Bibi Lili.


"Terima kasih banyak Bibi karena telah bersedia untuk tidur di rumah ku pada malam ini kalau tidak aku tidak tau lagi apa yang harus aku lakukan pada saat ini", ujar Hanna kepada para Bibi itu.


"Tidak apa-apa kamu beristirahat lah sekarang karena besok pagi kamu harus bangun untuk menjemur bayi mu lagi", ujar Ibu Jiu.


"Iya kami akan selalu berada disini pada setiap malam untuk menjaga mu sampai perampok itu telah di tangkap oleh warga atau pun di tangkap oleh polisi", ujar Bibi Jandi.


"Terima kasih Bibi atas semua kebaikan nya", ujar Hanna lagi.


"Aku hampir saja kehilangan bayi ku dan aku sangat takut pada saat ini", ujar Hanna lagi.


"Jangan takut kami akan selalu berada disini untuk mu", ujar Bibi Yuri.


"Kalau begitu kamu tidurlah terlebih dahulu kami juga akan beristirahat di ruang tamu rumah mu ini", ujar Bibi Jandi kepada Hanna.


"Baiklah Bibi", ujar Hanna.


Lalu Hanna pun segera beristirahat kembali di atas tempat tidur nya sambil mengelus kepala bayi nya yang sedang tertidur dengan lelap nya itu.


Sementara ke lima Bibi itu sedang membentangkan kasur santai di ruang tamu rumah Hanna dan kasur santai itu telah mereka ambil dari dalam lemari yang ada di dalam kamar Hanna itu.


Kerena kasur itu adalah milik Ibu Jiu karena rumah ini adalah rumah nya dan telah di sewakan nya kepada Hanna beserta barang-barang nya.


Setelah semua nya telah siap ke lima Bibi itu pun segera membaringkan diri nya di atas kasur santai itu dan mereka pun langsung beristirahat sambil memakai selimut yang tebal.


Sementara Jiu langsung pergi ke dalam rumah nya yang ada di sebelah rumah Hanna itu karena Jiu akan menjaga rumah nya agar rumah nya tidak bisa di masuki oleh perampok itu.


***


Rumah Sakit


Saat ini Diego sedang berada di rumah sakit untuk menemani Ara yang sedang terluka parah saat ini.


Ara telah selesai di obati oleh dokter dan sekarang Ara sedang di infus oleh dokter itu sementara Diego hanya duduk diam sambil melihat Ara yang sedang terbaring dengan lemah nya di atas kasur rumah sakit itu.


"Benar-benar gadis yang keras kepala", gumam Diego.


"Apa aku harus melakukan permintaan nya itu?" Tanya Diego di dalam hati nya.


"Melihat dia yang seperti ini aku juga merasa bersalah kepada nya karena aku yang telah menyuruh nya untuk pergi dari hidup ku selama-lama nya", ujar Diego lagi di dalam hati nya.


"Apa yang harus aku lakukan kepada nya?" Tanya Diego lagi di dalam hati nya.


Kemudian Diego pun segera pergi meninggalkan Ara di dalam ruangan nya itu dan setelah itu menyuruh seorang penjaga untuk menjaga nya.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...


__ADS_2