
"Maksud mu bagaimana, apa kamu ingin menikah?" Tanya Diego dengan ekspresi kaget nya.
"Aku hanya ingin seorang lelaki untuk saat ini agar aku bisa mempunyai seseorang di samping ku", ujar Krystal.
"Apa!" Teriak Diego lagi.
"Ini sungguh gila", ujar Diego.
"Aku sungguh tak percaya dengan semua ini", ujar Diego lagi.
"Apa yang kamu katakan, menginginkan seorang lelaki", ujar Diego lagi.
Kemudian Krystal menganggukkan kepala nya menanggapi perkataan Diego pada nya.
"Jangan mengada-ngada untuk saat ini", ujar Diego.
"Aku tidak mengada-ngada", ujar Krystal.
"Aku ingin memulai kehidupan baru dengan seseorang di samping ku", ujar Krystal lagi.
"Dan aku ingin mencari orang itu saat ini juga", ujar Krystal lagi kepada Diego.
"Aku membutuhkan waktu untuk memikirkan ini semua", ujar Diego.
"Aku mohon bantu aku", ujar Krystal.
Melihat Krystal yang seperti itu jadi membuat Diego pasrah dengan semua itu dan Diego hanya menganggukkan kepala nya untuk memberikan jawaban kepada Krystal tanpa berkata sedikit pun kepada adik nya itu.
***
Satu Bulan Kemudian
Saat ini Diego, Hanna dan Krystal sedang berada di Bandara dan mereka telah sampai di Korea pada sore hari waktu Korea Selatan.
"Aku lapar", ujar Hanna.
"Ayo kita ke restoran dan setelah itu kita akan pulang ke rumah", ujar Diego.
"Baiklah", ujar Hanna.
Kemudian mereka berjalan ke pintu keluar bandara dan mereka segera memasuki mobil yang telah menjemput kedatangan mereka.
"Melelahkan melihat mereka bermesraan di depan ku", ujar Krystal.
Lalu Krystal segera mengikuti langkah Diego dan Hanna untuk memasuki mobil yang telah menunggu kedatangan mereka.
Kemudian mereka berhenti di sebuah restoran bintang lima dan memakan steik disana.
Hanna terlihat sangat senang dengan semua itu sedangkan Krystal hanya menyaksikan kemesraan Hanna dan Diego yang secara terus menerus mereka perlihatkan di depan nya.
"Apa-apaan ini", ujar Krystal.
"Aku telah menyesal ikut dengan kalian", ujar Krystal lagi.
"Kalau begitu kembali lah jika kamu menginginkan nya", ujar Diego.
"Menyebalkan", ujar Krystal.
"Kakak hanya menjanjikan hal itu kepada ku tanpa berniat sedikit pun untuk mencari nya", ujar Krystal.
"Aku masih sedang mencari nya jadi bersabarlah", ujar Diego.
"Apa kamu kira mencari seseorang itu seperti mencari makanan kesukaan mu yang gampang di temui dimana pun", ujar Diego.
"Kalau memang begitu berarti semua orang tidak akan ada yang single di dunia ini", ujar Diego lagi.
"Namun kenyataan nya masih banyak yang single di dunia ini dan masih mencari-cari sampai detik ini", ujar Diego lagi.
"Bersabarlah jika kamu menginginkan yang terbaik", ujar Hanna kepada Krystal.
"Lagi lagi bersabar yang hanya bisa aku lakukan", ujar Krystal.
"Itu lebih baik untuk saat ini", ujar Diego.
Kemudian makanan mereka datang dan mereka segera menyantap hidangan itu dengan lahap nya dan setelah makan mereka segera kembali ke kediaman keluarga besar Diego.
***
Kediaman Keluarga Sera
Saat ini Branden sedang menggendong anak Sera dan dia terlihat sangat penuh kasih sayang kepada Rachel.
"Rachel", panggil Branden.
"Lihat ini", ujar Branden pada nya.
"Ini adalah hadiah untuk mu", ujar Branden lagi kepada bayi Rachel.
Baby Rachel mengambil mainan boneka kecil itu dan langsung memasukkan mainan itu ke dalam mulut nya dan baby Rachel juga menggigit mainan itu.
"Apa kamu menyukai nya?" Tanya Branden.
"Seperti nya kamu menyukai nya", ujar Branden lagi.
"Kamu tampak suka menggigit mainan itu", ujar Branden lagi.
Kemudian Kakek Sera datang dan segera bergabung dengan Branden.
"Dimana Sera?" Tanya Kakek Sera.
"Dia sedang di dalam kamar mandi", ujar Branden.
"Aku mempunyai sebuah kabar bagus untuk kita", ujar Kakek Sera.
"Apa itu?" Tanya Sera.
Saat ini Sera telah kembali dari kamar mandi dan dia telah mendengar perkataan Kakek nya kepada Branden saat diri nya sedang berdiri di dekat tangga di dalam rumah nya.
"Pendengaran mu sangat tajam sekali", ujar Kakek nya.
"Bawahan ku melihat ada seorang gadis masuk ke dalam kediaman Joks dan gadis itu seperti nya tinggal disana", ujar Kakek Sera lagi.
"Dimana Kakek tau kalau gadis itu tinggal disana?" Tanya Sera.
"Orang suruhan ku melihat kalau gadis itu selalu ada di setiap dia menyelidiki rumah itu dari luar", ujar Kakek nya.
__ADS_1
"Apa kaitan nya gadis itu dengan Diego?" Tanya Branden.
"Aku juga tidak tau", ujar Kakek Sera.
"Baiklah aku akan menyelidiki nya dari sekarang", ujar Branden.
"Cepat selidiki dia sampai ke akar-akar nya", ujar Sera.
"Kalau dia bisa kita manfaatkan ini bisa membuat kita berhasil untuk masuk ke dalam lingkungan keluarga Diego dan kita bisa melakukan aksi kita disana tanpa merasa perlu khawatir dengan orang-orang yang ada disana", ujar Sera lagi.
"Iya itu benar", ujar Kakek Sera.
Kemudian Sera mengambil anak nya dari tangan Branden dan membaringkan bayi nya itu di atas tempat tidur kecil yang ada di ruang keluarga rumah nya.
***
Markas Octopus
Saat ini Diego, Rey dan Clara sedang duduk di dalam ruangan Diego. Sedangkan semua anggota Octopus sedang berlatih di ruang latihan yang ada di dalam markas mereka.
"Bagaimana dengan kondisi bisnis kita sejauh ini?" Tanya Diego kepada Rey.
"Kurang dari sebulan lagi kita akan mendapatkan barang nya", ujar Rey.
"Lalu bagaimana dengan Pak Oskar?" Tanya Diego lagi.
"Bisnis kita yang kemaren telah berhasil sesuai dengan kesepakatan", ujar Rey.
"Aku rasa Pak Oskar merasa sangat puas dengan keuntungan yang telah di terima nya", ujar Rey lagi.
"Apa kamu tidak mau bekerja sama lagi dengan Zhen Shui?" Tanya Rey.
"Aku rasa kamu sudah tau jawaban ku", ujar Diego.
"Kali ini adalah produk baru dan kita baru pertama kali memulai bisnis dengan produk ini", ujar Rey.
"Jadi apakah kamu tidak mau melakukan perbandingan antara Pak Oskar dengan Zhen Shui?" Tanya Rey.
"Aku bukanlah tipikal orang yang mau memberikan kesempatan kedua kepada siapa pun itu yang telah berani membuat ku marah dan juga telah berani untuk menyerang ku", ujar Diego.
"Jadi kita akan melakukan nya dengan Pak Oskar", ujar Rey.
"Kalau begitu besok aku akan mengatur pertemuan mu dengan Pak Oskar dalam waktu dekat ini", ujar Rey lagi.
"Ok", ujar Diego.
"Lakukan seperti biasa nya", ujar Diego lagi.
"Baiklah", ujar Rey.
"Lalu bagaimana dengan Branden?" Tanya Diego.
"Apa dia tetap mendistribusikan barang ke dalam rumah mewah itu?" Tanya Diego lagi.
"Seperti nya begitu", jawab Rey.
"Saat ini aku bisa menebak tujuan nya dengan mudah", ujar Diego.
"Apa itu?" Tanya Rey.
"Aku juga merasa kalau dia menganggap mu adalah saingan berat nya", ujar Rey.
"Selagi semua nya bisa aku pegang maka aku akan tetap seperti ini ke depan nya", ujar Diego.
"Lalu bagaimana dengan kunci ruangan tersembunyi itu?" Tanya Rey.
"Bukankah kamu telah menghilangkan nya waktu itu", ujar Rey.
"Kunci", ujar Clara.
"Kunci apa maksud mu?" Tanya Clara.
"Aku tidak bisa menjelaskan nya pada mu karena ini berhubungan dengan privasi organisasi Octopus", ujar Rey.
"Baiklah", ujar Clara.
"Tapi bukankah kunci itu dapat di duplikat?" Tanya Clara lagi.
"Itu bukan lah kunci yang bisa di duplikat oleh siapa pun karena kunci itu di rancang khusus agar tidak bisa di duplikat dan di perbanyak oleh siapa pun", ujar Rey.
"Awal nya aku juga berpikir seperti itu tapi setelah aku coba untuk menduplikat nya tetap saja pintu itu tidak bisa terbuka", ujar Diego.
"Bukankah sekarang zaman sudah canggih tapi kenapa masih memakai kunci untuk sebuah pintu", ujar Clara.
"Lebih baik pakai password jadi kita bisa meminta bantuan kepada teknisi untuk membuka nya jika kita telah melupakan password nya", ujar Clara lagi.
"Justru itu aku menggunakan kunci itu dibandingkan pintu yang menggunakan password", ujar Diego.
"Ruangan itu tidak hanya di lindungi oleh satu pintu tapi setalah pintu pertama terbuka kemudian ada lagi pintu kedua yang menyambut setelah nya dan pintu kedua itu baru bisa di buka dengan menggunakan password", ujar Diego.
"Wah ternyata sangat ribet sekali untuk masuk ke dalam ruangan itu", ujar Clara.
"Jadi apa kamu telah mengerti dengan maksud ku?" Tanya Rey.
"Sudah", ujar Clara.
"Bolehkah aku ikut bergabung dengan kalian?" Tanya Clara.
"Apa!" Ujar Rey.
"Jangan mengada-ngada", ujar Rey lagi.
"Diego bagaimana menurut mu?" Tanya Clara.
"Akhir-akhir ini wanita yang ada di dekat ku selalu meminta permintaan yang aneh kepada ku", ujar Diego.
"Jadi bukan aku saja yang meminta untuk ikut bergabung dengan kalian?" Tanya Clara.
"Hanya kamu saja dan wanita yang lain nya telah meminta permintaan yang lebih aneh dari pada permintaan mu", ujar Diego.
"Benarkah?" Tanya Clara.
"Itu bukan urusan mu lebih baik aku mengantar mu pulang sekarang juga", ujar Rey kepada Clara.
"Jangan lakukan itu aku akan diam sekarang juga", ujar Clara.
__ADS_1
"Bolehkah aku ikut berlatih bela diri disini?" Tanya Clara.
"Apa!" Ujar Rey.
"Boleh saja", ujar Diego.
"Kita akan segera menikah jadi untuk apa kamu menyiksa diri mu seperti ini", ujar Rey.
"Aku hanya penasaran dengan semua nya", ujar Clara.
Kemudian Clara segera keluar dari ruangan Diego dan melihat para anggota Octopus yang sedang latihan di dalam markas Octopus.
"Ada apa dengan nya aku jadi sedikit bingung dengan tingkah nya akhir-akhir ini", ujar Rey.
"Aku juga bingung dengan tingkah Krystal saat ini", ujar Diego.
"Memang nya apa lagi yang telah dia lakukan?" Tanya Rey.
"Dia meminta seorang lelaki kepada ku", ujar Diego.
"Apa! Seorang lelaki", ujar Rey.
"Iya aneh bukan", ujar Diego.
"Iya itu sangat aneh", ujar Rey.
"Apakah dia tidak mampu untuk mencari seorang lelaki yang di sukai nya?" Tanya Rey.
"Atau dia bisa saja menentukan lelaki itu sendiri dan meminta mu untuk menjodohkan lelaki itu dengan nya", ujar Rey lagi.
"Iya aku juga berpikir seperti itu", ujar Diego.
"Lalu apa kamu telah menemukan lelaki itu?" Tanya Rey.
"Tentu saja belum dan aku akan meminta mu untuk mencari setiap lelaki yang sesuai dengan kriteria ku", ujar Diego.
"Lalu setelah nya aku bisa menyeleksi mereka secara tidak langsung", ujar Diego lagi.
"Aku akan memilih nya sendiri ketika aku merasa sudah menemukan yang tepat untuk nya", ujar Diego lagi.
"Baiklah ayo kita lakukan", ujar Rey.
"Besok aku akan pergi melihat semua data lelaki yang ada di Negara ini untuk mu", ujar Rey lagi.
"Kamu bisa memberikan nya pada ku ketika aku sedang berada di kantor dan jangan memberikan nya pada ku ketika aku sedang berada di rumah", ujar Diego.
"Baiklah", ujar Rey.
Kemudian Diego dan Rey segera keluar dari ruangan Diego dan setelah nya mereka mencari Clara untuk mengajak nya pulang karena ini sudah waktu nya bagi mereka untuk pulang ke rumah masing-masing.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego.
Saat ini Diego dan Hanna masih tinggal di rumah keluarga besar Diego dan mereka sedang makan malam bersama dengan Krystal dan juga Ayah nya.
"Besok di kantor akan ada meeting penting dengan kolega yang datang dari Jepang", ujar Ayah Diego.
"Kamu harus hadir dan jangan sampai terlambat", ujar Ayah nya.
"Baiklah", ujar Diego.
"Ayah ingin kerja sama kita dengan mereka berjalan dengan lancar dan setelah nya kita akan pergi liburan ke hutan untuk camping disana", ujar Ayah nya lagi.
"Camping", ujar Krystal.
"Iya apa kalian mau?" Tanya Ayah nya.
"Tentu saja", jawab Krystal.
"Aku sudah lama tidak ikut camping dan kali ini aku sangat bersemangat dengan semua itu", ujar Krystal lagi.
"Baguslah", ujar Ayah nya.
"Waktu Ayah di Amerika kita tidak sempat pergi berjalan-jalan dan liburan disana karena Ayah mempunyai pekerjaan yang harus Ayah selesaikan", ujar Krystal.
"Ayah hanya tiga hari berada di Amerika dan itu adalah waktu yang sangat singkat sekali bagi ku untuk bisa mengajak Ayah pergi liburan dengan ku", ujar Krystal lagi.
"Dan sekarang akhirnya kita bisa pergi liburan bersama", ujar Krystal dengan senyum sumringah nya.
"Kamu terlihat seperti anak kecil", ujar Diego kepada adik nya.
"Biar saja yang penting aku bahagia", ujar Krystal.
Kemudian mereka segera melanjutkan makan malam mereka dan tiba-tiba terdengar bunyi suara bel rumah dan seorang pelayan segera menuju ke depan untuk mengecek siapa yang telah datang untuk berkunjung ke rumah ini.
Melihat ada Branden yang sedang berdiri di depan pintu rumah langsung saja pelayan membukakan pintu untuk nya karena sebelum nya Branden juga pernah datang ke rumah ini jadi pelayan itu tau dan mengingat nya dengan jelas.
"Silahkan masuk tuan", ujar pelayan itu kepada nya.
"Tuan besar ada di ruang makan tuan", ujar pelayan itu lagi.
Kemudian Branden segera mengikuti langkah kaki pelayan itu dan saat ini mereka sedang menuju ke ruang makan rumah keluarga besar Diego.
"Branden", ujar Ayah Diego.
"Iya paman ini aku", ujar Branden.
"Ayo duduk dan ikut makan bersama dengan kami", ujar Ayah Diego.
Kemudian Branden duduk di sebelah Krystal dan dia memperhatikan Krystal dari samping secara diam-diam.
"Seperti nya wanita ini sangat dekat dengan keluarga ini", ujar Branden di dalam hati nya.
"Siapa wanita ini, kenapa dia bisa tinggal di rumah ini?" Tanya Branden di dalam hati nya.
"Seperti nya wanita ini bisa aku manfaatkan untuk menjalankan rencana ku", ujar Branden lagi di dalam hati nya.
Kemudian Branden tersenyum licik melihat Krystal yang ada di samping nya dan hati nya merasa seperti telah menemukan sebuah harta Karun yang baru muncul ke permukaan.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...