Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Mengawasi Branden


__ADS_3

"Jangan berisik", ujar Rey kepada Clara.


Kemudian pengawal itu semakin mendekat ke arah mereka dan Clara semakin bingung dengan apa yang akan dilakukan nya.


Di saat Clara terdiam membisu melihat ke arah pengawal yang sudah ada di depan mobil mereka, langsung saja Rey menarik tengkuk Clara dan mengecup bibir Clara tanpa permisi.


Tentu saja tindakan Rey yang secara tiba-tiba itu dapat membuat Clara kaget dan membelalakkan mata nya.


Kemudian pengawal itu datang dan mengecek mobil mereka dari luar. Ketika pengawal itu mengintip dari kaca mobil mereka tentu saja membuat pengawal itu melepaskan mereka.


Lalu pengawal itu kembali lagi ke tempat dia di tugaskan sambil tersenyum sendiri mengingat kejadian yang dia lihat di dalam mobil Rey.


Melihat pengawal itu telah menjauh dari mobil mereka langsung saja Clara melepaskan diri nya dari Rey begitu pun dengan Rey yang sudah bingung dengan situasi yang sedang terjadi ini.


"Ini adalah keadaan yang tak terduga", ujar Rey.


"Ayo kita keluar dan menyelinap masuk ke dalam rumah mewah itu", ujar Rey lagi.


"Baiklah", ujar Clara.


Kemudian mereka keluar dari dalam mobil dan berjalan ke arah belakang rumah mewah itu dan berdiri di bangunan yang ada disana sambil memikirkan cara untuk masuk ke dalam rumah.


"Apa kita menyamar saja untuk masuk ke dalam rumah mewah itu", ujar Clara.


"Itu terlalu berisiko karena saat ini mereka lebih waspada dan penjagaan disini juga sangat ketat dari pada biasa nya", ujar Rey.


"Lalu kita harus bagaimana?" Tanya Clara.


"Aku akan mencari seseorang untuk membantu kita mendapatkan informasi di dalam rumah mewah itu", ujar Rey.


"Kalau begitu cepat lah cari orang itu agar kita bisa segera pergi dari sini", ujar Clara.


"Astaga tadi kamu sangat antusias sekali untuk ikut bersama ku dan sekarang kamu sudah akan ingin pergi dari sini", ujar Rey.


Kemudian lewat lah seorang anak kecil di depan mereka dan Rey segera memanggil anak kecil itu untuk datang menghampiri nya.


"Mau kah kamu membantu kami?" Tanya Rey pada anak kecil itu.


Kemudian anak kecil itu melihat mereka dengan tatapan takut nya dan anak kecil itu juga tidak menjawab pertanyaan dari Rey.


"Hei anak baik", ujar Clara dengan senyum manis nya.


"Bisakah kamu membantu kakak untuk masuk ke dalam rumah itu?" Tanya Clara dengan senyuman yang masih terpancar di wajah nya.


"Kalau kamu mau nanti kakak akan memberikan ini untuk mu", ujar Clara sambil memperlihatkan sebuah lolipop yang baru saja dia keluarkan dari dalam tas nya.


Melihat lolipop yang ada di tangan Clara langsung saja anak kecil itu menganggukkan kepala nya dan anak kecil itu masih melihat ke arah Rey dengan tatapan takut nya.


"Suruh dia membawa alat ini dan menempelkan nya di bawah meja ruang tamu rumah mewah itu", bisik Rey kepada Clara.


"Anak baik ini ada sebuah benda milik orang yang ada di dalam rumah itu jadi kamu mau kan membawa nya masuk ke dalam rumah itu", ujar Clara.


"Pastikan tidak ada yang tau kalau kamu membawa benda ini masuk ke dalam rumah itu dan saat kamu telah masuk ke dalam rumah itu kamu bisa menyembunyikan benda itu di bawah meja dengan cara menempelkan nya disana", ujar Clara lagi.


"Kenapa mereka tidak boleh tau kalau aku membawa benda itu, bukan kah benda itu adalah milik mereka", ujar anak kecil itu.


"Hehe begini anak baik", ujar Clara.


"Kakak ini tidak sengaja membawa benda ini keluar dari dalam rumah itu dan sekarang semua orang yang ada di dalam sana sangat marah kepada kakak ini dan mereka ingin mencari kakak ini untuk mereka pukul sampai babak belur", ujar Clara sambil memegang Rey yang ada di samping nya.


"Kakak sudah dewasa kenapa kakak mencuri barang milik orang lain?" Tanya anak kecil itu kepada Rey.


"Apa! Aku mencuri?" Tanya Rey kepada anak kecil itu.


"Ssttt", ujar Clara kepada Rey.


"Kakak ini tidak mencuri tapi dia tidak sengaja membawa barang ini keluar dan sekarang dia mau mengembalikan benda ini tanpa ada orang yang tau kalau dia telah membawa benda ini", ujar Clara kepada anak kecil itu.


"Bukankah itu tidak mencuri kalau kakak ini ingin mengembalikan barang itu kepada pemilik nya", ujar Clara.


"Iya benar juga tapi tetap saja kakak bersalah karena telah mengambil barang orang lain tanpa permisi itulah kata Ibu ku", ujar anak kecil itu lagi.


Kemudian Clara membisikkan sesuatu kepada anak kecil itu dan anak kecil itu menganggukkan kepala nya setalah mendengarkan arahan dari Clara.


Lalu anak kecil itu berjalan ke arah pintu belakang rumah mewah itu sambil memasang wajah nya yang lesu.


Setelah sampai di gerbang belakang rumah mewah itu langsung saja anak kecil itu menghampiri dua orang pengawal yang sedang berjaga disana.


"Paman", teriak anak kecil itu kepada kedua pengawal itu.


"Iya ada apa?" Tanya salah seorang pengawal kepada anak kecil itu.

__ADS_1


"Apa kamu tersesat disini?" Tanya pengawal yang lain nya.


"Paman aku tersesat disini dan sudah lama aku memutari tempat ini dan aku lupa jalan untuk menuju ke tempat Ibu ku berada", ujar anak kecil itu.


"Aku takut Ibu akan meninggalkan ku disini kalau aku tidak segera kembali ke tempat Ibu ku berada", ujar anak kecil itu lagi.


"Aku akan membantu mu untuk mencari Ibu mu", ujar seorang pengawal kepada nya.


"Tapi boleh kah aku meminta makanan sepiring sebelum aku pergi menemui Ibu ku", ujar anak kecil itu.


"Aku sudah sangat kelaparan dan ingin makan saat sekarang ini juga paman", ujar anak kecil itu lagi.


Kemudian salah seorang pengawal itu melihat ke arah teman nya dan teman nya langsung menganggukkan kepala nya.


"Baiklah ayo ikut dengan ku tapi kamu jangan ribut ya ketika sedang berada di dalam rumah kalau tidak kamu akan di jual oleh pemilik rumah ini", ujar pengawal itu kepada anak kecil itu.


"Baiklah paman", ujar anak kecil itu.


Kemudian anak kecil itu langsung masuk ke dalam rumah dengan salah seorang pengawal yang sedang berjaga di gerbang belakang rumah mewah itu.


Setelah melihat itu dari kejauhan langsung saja membuat Clara senang sekaligus deg-degan dengan semua yang sedang terjadi saat ini.


***


Kediaman Keluarga Besar Diego


Saat ini Hanna telah kembali ke kediaman keluarga besar Diego dan Hanna baru saja datang dari kediaman Diego yang berada di dekat pegunungan Kota ini.


"Aku harus mandi dulu sebelum pergi dengan Diego malam ini ke markas nya", ujar Hanna.


Kemudian Hanna segera masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar nya dan membersihkan diri nya dengan cara mengguyurkan tubuh nya dengan air yang terpancar dari shower yang ada di dalam kamar mandi kamar nya itu.


Tak lama kemudian Diego masuk ke dalam kamar nya dan melihat ada tas Hanna yang tergeletak di atas tempat tidur nya.


"Hanna", panggil Diego.


"Apa kamu sedang mandi di dalam?" Tanya Diego.


"Iya aku sedang mandi saat ini", ujar Hanna.


"Ada apa kamu memanggil ku?" Tanya Hanna dari dalam kamar mandi.


"Ayo segera bersiap-siap", ujar Diego.


"Baiklah", ujar Hanna.


"Apa kamu masih ingat dengan sandi rumah teman mu itu?" Tanya Diego.


"Kalau tidak cepat tanyakan kepada teman mu itu setelah kamu selesai mandi", ujar Diego.


"Aku masih mengingat nya jadi kamu tenang saja", ujar Hanna dari dalam kamar mandi.


Setelah mandi Hanna segera berdandan dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah Clara. Sedangkan Diego menunggu Hanna di ruang makan rumah besar itu.


***


Kantor Ayah Diego


Saat ini Krystal dan Ayah nya sedang berdiri di depan kantor Ayah nya. Krystal sedang menunggu Ayah nya untuk mengantarkan kepergian salah seorang kolega Ayah nya untuk masuk ke dalam mobil yang telah menunggu kolega Ayah nya itu.


Setelah itu Krystal dan Ayah nya segera kembali lagi masuk ke dalam ruangan kerja Ayah nya. Kemudian Ayah nya langsung mencoba masakan yang telah dibawakan oleh Krystal untuk nya.


"Ayah", panggil Krystal.


"Iya", ujar Ayah nya.


"Tumben kamu datang ke kantor Ayah dan membawa makanan lagi kesini", ujar Ayah nya lagi.


"Apa ada yang ingin kamu minta kepada Ayah?" Tanya Ayah nya to the point.


"Aku melihat majalah yang ada di atas meja kerja Ayah di rumah", ujar Krystal.


"Lalu?" Tanya Ayah nya.


"Kakak mengatakan kalau sebentar lagi akan ada peragaan busana yang di lakukan oleh perusahaan Ayah", ujar Krystal.


"Jadi aku ingin ikut bergabung untuk menjadi salah seorang model nya kali ini", ujar Krystal lagi.


"Tumben kamu ingin ikut bergabung di perusahaan", ujar Ayah nya.


"Aku hanya ingin membantu Ayah kali ini itu saja", ujar Krystal.

__ADS_1


"Baiklah kamu bisa ikut bergabung dengan acara peragaan busana yang akan datang itu tapi kamu harus meminta arahan dari kakak mu agar kamu ada yang mengawasi selama berada di perusahaan", ujar Ayah nya.


"Baiklah aku akan melakukan nya terima kasih Ayah", ujar Krystal dengan senyum girang nya.


Kemudian Ayah nya melanjutkan kembali memakan makanan yang telah dibawakan oleh Krystal untuk nya sedangkan Krystal segera duduk di atas sofa yang ada di dalam ruangan kerja Ayah nya itu.


***


Markas Octopus


Saat ini Diego dan Hanna telah sampai di markas Octopus dan mereka langsung masuk ke dalam ruangan Diego dan menunggu kedatangan Rey disana sambil memakan makanan yang telah di pesan oleh Diego untuk Hanna.


"Kenapa kamu tidak mau makan di restoran?" Tanya Diego kepada Hanna.


"Aku takut membuat Rey menunggu mu dengan lama disini", ujar Hanna.


"Bukankah Rey pergi sendirian ke rumah mewah itu tapi kenapa Clara tidak ada di rumah saat ini dan dia juga tidak mengangkat telpon dari kita", ujar Hanna lagi.


"Itulah sebab nya aku menanyakan pada mu tentang sandi rumah nya", ujar Diego.


"Lalu kemana Clara pergi?" Tanya Hanna.


"Apa dia baik-baik saja sekarang?" Tanya Hanna lagi.


"Mungkin dia ikut pergi bersama dengan Rey untuk pergi ke rumah mewah itu", ujar Diego.


"Bisa jadi", ujar Hanna.


"Tapi kenapa Clara mau saja di ajak oleh Rey untuk pergi ke tempat berbahaya seperti itu", ujar Hanna lagi.


"Entahlah mungkin dia sendiri yang ingin ikut pergi kesana", ujar Diego.


Kemudian Hanna melanjutkan kembali memakan makanan yang ada di depan nya saat ini dan sesekali Hanna menyuapkan makanan itu kepada Diego yang sedang duduk di samping nya saat ini.


***


Rumah Clara


Saat ini Rey dan Clara telah berada di dalam rumah Clara dan mereka sedang mencari dokumen yang telah di minta oleh Diego untuk segera dibawakan oleh Rey saat ini juga ke markas Octopus.


"Apa kamu menemukan nya?" Tanya Rey kepada Clara.


"Tidak", ujar Clara.


"Kalau begitu nanti saja kita cari dan sekarang aku akan pergi dulu ke markas Octopus", ujar Rey.


"Baiklah aku akan ikut dengan mu", ujar Clara.


Kemudian Rey dan Clara segera pergi ke markas Octopus tanpa membawa dokumen yang di minta oleh Diego kepada Rey.


***


Markas Octopus


Setelah sampai di markas Octopus Rey dan Clara segera keluar dari dalam mobil dan langsung menuju ke dalam ruangan Diego.


Saat Rey membuka pintu ruangan Diego langsung saja Diego dan Hanna melihat ke arah nya. Setelah itu Diego menyuruh Rey untuk segera duduk dan menceritakan semua hal mengenai Branden kepada nya.


Sedangkan Clara hanya mengikuti langkah Rey dari belakang dan Clara pun langsung duduk di dekat Hanna ketika Hanna menyuruh nya untuk duduk di dekat nya.


Belum sempat Rey menceritakan semua itu kepada Diego tiba-tiba saja Ara menelfon nya dan Rey pun langsung mengangkat panggilan telfon dari Ara itu di depan semua orang yang ada di dalam ruangan Diego.


"Ada apa?" Tanya Rey.


"Rey tolong aku", ujar Ara.


"Kamu kenapa?" Tanya Rey.


"Aku di tiduri oleh Diego dari beberapa waktu yang lalu", ujar Ara sambil menangis.


"Apa!" Teriak Rey.


Kemudian semua orang yang ada di dalam ruangan itu langsung melihat ke arah Rey dan Rey pun langsung menatap Diego dan bertanya kepada nya mengenai apa yang telah dikatakan oleh Ara kepada nya.


"Apa benar kamu telah meniduri Ara?" Tanya Rey kepada Diego.


"Apa! Meniduri Ara", teriak Hanna dan Clara secara bersamaan.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...


__ADS_2