
Saat ini, Rey dan Diego tengah menuju ke rumah Clara, dan sesampainya di sana, Rey langsung turun dari dalam mobil, begitu pun dengan Diego, ia terlihat sedang mengikuti langkah Rey dari belakang.
Melihat ada sebuah mobil yang datang, dan berhenti di depan rumah Clara, seorang lelaki langsung berlari dari sana.
Kemudian, Rey membunyikan bel rumah Clara, dan pintu segera di bukakan oleh Clara.
Lalu, Clara segera menyuruh Rey dan Diego untuk masuk ke dalam rumah.
"Ada apa?" Tanya Rey pada Clara.
"Alex sedang membuntuti ku", jawab Clara.
"Barusan dia ada di luar rumah ku, dan menggedor-gedor pintu rumah", jelas Clara.
"Barusan ketika kami datang, tidak ada siapa pun di luar", ujar Rey.
"Mungkin dia sudah pergi", ucap Diego.
"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan", gerutu Clara.
"Apalagi kalau tidak lapor ke polisi", ucap Rey.
"Aku takut, semakin aku berusaha untuk melaporkan nya, dia semakin berani kepada ku", ucap Clara.
"Apalagi pergerakan polisi sangat lambat", jelas Clara.
"Apa aku pulang kampung saja ya", ucap Clara.
"Jangan! Kamu disini saja", ucap Rey.
"Lalu, kamu yang akan menjaga nya, begitu?" Ucap Diego kepada Rey.
"Kalau Clara bersedia, ya aku mau saja", jawab Rey.
Mendengar jawaban Rey, membuat hati Clara berbunga-bunga.
"Ke rumah ku saja, disana lebih aman, dan juga ada Hanna", ujar Diego.
"Itu ide yang bagus", ucap Rey sambil tersenyum.
"Tapi aku harus pergi kerja part time", ucap Clara
"Itu di mulai hari esok, dan aku juga ingin hidup mandiri di sini", jelas Clara dengan wajah lesu.
"Bagaimana kalau itu nanti saja kamu pikirkan", ujar Diego.
"Sekarang lebih baik kamu mengamankan diri dulu, dan kalau pun kamu ingin bekerja, ya aku bersedia menerima mu di perusahaan ku", ujar Diego lagi.
"Benarkah!" Ucap Clara.
"Baiklah, terima kasih tawaran nya, aku sangat senang sekali", ucap Clara dengan bahagia.
"Ayo segera kemas semua pakaian yang kamu perlukan", ucap Rey.
"Ok!" Jawab Clara.
Lalu, setelah nya mereka pergi menuju ke rumah Diego.
***
"Clara" teriak Hanna.
Lalu, mereka berpelukan, dan segera menuju ke kamar tamu.
Besok hari nya, Hanna mendatangi Clara ke kamar tamu.
"Apa Alex membuat masalah yang fatal lagi?" Tanya Hanna.
"Entah lah, dia hanya berusaha untuk masuk ke dalam rumah, dan selalu membuntuti ku", jelas Clara.
"Sudahlah, jangan terlalu di pikirkan, ayo kita ke taman belakang", ajak Hanna.
"Ayo", ucap Clara.
Lalu, mereka berjalan menuju ke pekarangan belakang rumah.
"Mari kita lihat, apa ada buah-buahan yang bisa kita petik hari ini", ucap Hanna.
"Selama aku pernah ke rumah ini, aku belum pernah melihat nya", ucap Clara.
"Aku juga belum pernah", ujar Hanna.
"Tapi, aku melihat nya dari balkon kamar ku, kebun itu terlihat sangat indah, dan terawat", jelas Hanna.
"Apa semua orang bisa masuk ke sana?" Tanya Clara.
"Entah lah", ujar Hanna.
"Seperti nya, kebun itu hanya bisa dilihat dari balkon kamar ku", ujar Hanna lagi.
"Seperti nya memang begitu", ucap Clara.
Lalu, mereka telah sampai di pekarangan belakang rumah, dan menemukan sebuah pintu yang cukup besar.
Pintu itu di tutupi oleh dedaunan yang di rawat dengan baik, begitu pun dengan tembok yang ada di sepanjang pintu juga dipenuhi dengan dedaunan.
"Kamu yakin kita bisa masuk ke dalam?" Tanya Clara.
"Seharusnya bisa, aku melihat seorang pelayan masuk dari pintu ini tanpa kunci", jawab Hanna.
"Seperti nya, ada cara tersendiri untuk bisa masuk ke dalam sana", ujar Hanna.
Lalu, Clara tak sengaja menginjak lantai yang telah di modifikasi untuk bisa membuka pintu, dan akhirnya pintu itu terbuka dengan sangat lebar.
Ketika pintu terbuka, Hanna dan Clara merasa takjub dengan apa yang mereka lihat.
"Woah", ucap Hanna.
"Apa ini kebun anggur?" Tanya Clara.
"Rumah ini terlalu banyak misteri", gumam Hanna.
"Apa! Misteri!" Ucap Clara.
"Tidak, aku hanya takjub saja dengan semua ini", bohong Hanna.
Lalu, mereka masuk ke dalam kebun anggur itu.
Kemudian, Clara mengikuti langkah kaki Hanna dari belakang.
"Ayo kita petik beberapa anggur", ujar Hanna.
"Lihat! Disana ada keranjang", ujar Hanna lagi.
__ADS_1
Lalu, mereka mengambil keranjang, dan mulai memetik anggur, kemudian mereka juga mencicipi anggur itu.
"Astaga! Anggur ini manis sekali", ucap Clara.
"Benarkan! Sudah ku duga, kita harus ke sini", ucap Hanna.
Lalu, mereka melanjutkan memetik anggur sambil bernyanyi, dan tertawa bersama.
***
Diego tampak menandatangani beberapa dokumen untuk keperluan acara fashion show.
Saat ini, departemen desain telah memilih beberapa desain pakaian yang akan mereka peragakan.
Kemudian, hari ini mereka akan memberikan semua desain pakaian itu ke bagian produksi, untuk segera menjahit semua pakaian yang telah di desain.
Di perjalanan menuju ke pabrik, Diego berhenti di tengah jalan, dan menyuruh kepala departemen desain untuk mengurus nya, karena dia harus pergi mengurus sesuatu saat ini juga.
Lalu, setelah Rey datang, Rey membawa Diego bersama nya, dan mereka langsung pergi ke sebuah restoran yang ada di tepi pantai.
"Aku sudah mengurus acara fashion show itu", ucap Rey.
"Apa kamu sudah menandatangani nya?" Tanya Rey.
"Kalau sudah, besok aku akan memberikan undangan kepada semua orang yang ada di dalam list", ucap Rey.
"Aku sudah menandatangani semua nya, dan segera urus segala sesuatu yang kita butuhkan", ujar Diego.
"Jangan sampai ada yang terlewatkan", ujar Diego lagi.
"Baiklah", jawab Rey.
"Lalu, sampaikan kepada Clara, besok dia sudah bisa kerja di kantor, dan letakkan dia di departemen pemasaran", ucap Diego.
"Departemen pemasaran", ucap Rey dengan tatapan bingung nya.
"Iya, aku tidak tau apa kemahiran nya", ujar Diego.
"Untuk saat ini, hanya itu posisi yang bisa aku tawarkan", ujar Diego lagi.
"Kalau dia berhasil, dia akan mendapatkan bonus yang lumayan besar untuk diri nya", jelas Diego.
"Ok! Aku mengerti", ucap Rey.
"Lalu, bagaimana dengan Branden?" Tanya Diego.
"Nanti dia akan menjadi model utama di acara fashion show", jawab Rey.
"Seperti nya, uang yang dia hasilkan hanya habis untuk berjudi, narkoba, dan bermain dengan para wanita", celoteh Rey.
"Untung saja dia terlahir dari keluarga yang kaya", celoteh Rey lagi.
"Kita tidak tau apa yang sebenarnya dia lakukan", ujar Diego.
"Kulau memang benar seperti itu, aku tidak bisa berkata apa-apa", ujar Diego lagi.
***
Setelah sampai di rumah, Diego dan Rey tidak melihat Hanna dan Clara dimana pun.
"Rey, apa kamu melihat istri ku?" Tanya Diego pada Rey di dapur.
"Tidak", jawab Rey.
"Apa kamu sudah memeriksa nya di kamar tamu?" Tanya Rey.
"Sudah, pelayan tidak menemukan mereka disana", jawab Diego.
"Mungkin mereka ada di sekitar rumah ini, berkeliling mencari udara segar", ucap Rey.
"Ayo ikut aku", ucap Diego.
"Kemana?" Tanya Rey.
"Aku masih sedang makan, tidakkah kamu melihat nya", ucap Rey.
"Makanan ini tidak akan pergi kemana-mana, sekarang ayo ikut aku", ucap Diego.
Lalu, Diego segera menelusuri rumah nya.
"Astaga", ucap Rey.
Kemudian, Rey mengikuti langkah Diego dari belakang.
Sesampainya di pekarangan belakang, mereka melihat pintu kebun terbuka, dan mereka segera masuk ke dalam sana.
"Apa mereka disini?" Tanya Rey.
"Kebun ini sangat luas, seperti nya mereka ada di sekitar sini", ujar Diego.
"Lihat! ada anggur yang berjatuhan di tanah, dan ini masih terlihat baru di petik", ujar Diego lagi.
"Itu mereka", tunjuk Rey.
Lalu, mereka berdua segera menuju ke tempat Hanna, dan Clara berada.
"Hanna, kamu terlihat seperti membuang-buang makanan", ujar Clara.
"Aku tak sengaja menjatuhkan nya", ujar Hanna.
"Lihat! Aku memasukkan nya ke dalam ke ranjang dengan benar", ujar Hanna lagi.
"Tapi anggur itu yang tumpah dengan sendiri nya, ketika aku berusaha untuk memetik buah yang agak tinggi", jelas Hanna.
"Seharusnya, kamu bisa meletakkan keranjang itu di bawah, ketika kamu ingin memetik yang lebih tinggi", celoteh Clara.
"Mau bagaimana lagi, semua nya sudah terjadi", ujar Hanna.
"Jadi, jangan salahkan aku terus", ujar Hanna lagi.
"Terserah lah, ini kan punya suami mu, jadi kamu bebas untuk memetik dengan sesuka hati", timpal Clara.
"Ayo makan ini!" Ucap Hanna.
Lalu, mereka segera menuju ke tempat duduk yang ada di dalam sana, dan meletakkan anggur yang telah mereka petik di atas meja.
Dari kejauhan, terlihat Diego dan Rey sedang berjalan menuju ke tempat mereka.
"Lihat! Mereka datang", ucap Clara.
Lalu, Hanna segera melihat ke arah yang di tunjuk oleh Clara.
"Seperti nya, kita akan segera pergi dari sini, mereka terlihat seperti akan menjemput kita", ucap Hanna.
__ADS_1
"Benar, hanya saja aku dan Rey tidak seperti diri mu dan Diego", ucap Clara.
Lalu, Diego dan Rey segera duduk di dekat mereka.
"Apa kamu sangat menyukai tempat ini?" Tanya Diego.
"Iya, aku melihat nya dari balkon kamar, dan merasa tertarik untuk masuk ke sini", jawab Hanna.
"Sekarang sudah sore, ayo kita masuk ke dalam rumah", ajak Diego.
Lalu, Diego segera berdiri, dan berjalan menuju ke dalam rumah, dan semua orang mengikuti langkah nya.
Diego berjalan dengan Hanna, sedangkan Rey berjalan di belakang mereka dengan Clara.
Setelah masuk ke dalam rumah, Rey meminta Clara untuk duduk sebentar di ruang tamu, melihat tingkah Rey yang seperti ini justru membuat Clara semakin berdebar.
"Kenapa kamu tiba-tiba bersikap seperti ini?" Tanya Clara.
"Aku hanya ingin mengatakan, kalau besok kamu sudah bisa masuk ke kantor, dan di tempatkan di departemen pemasaran", jelas Rey.
"Benarkah!" Ucap Clara.
"Tapi, aku tidak yakin dengan kemampuan ku di bidang itu", ucap Clara lagi.
"Hmmm, aku ingin mencoba nya", ucap Clara.
"Karena kapan lagi aku bisa bekerja di perusahaan elit seperti ini", ucap Clara lagi dengan wajah penuh semangat nya.
Melihat tingkah Clara yang seperti itu, membuat Rey jadi menahan tawa nya.
***
Malam ini setelah selesai mandi, Diego mendekati Hanna yang sedang duduk di balkon.
Diego tampak hanya menggunakan handuk, dan tersenyum bahagia. Kemudian Diego langsung menggendong Hanna dengan tangan kekar nya.
Mereka saling melempar senyuman satu sama lain, dan Diego langsung membawa Hanna ke tempat tidur, dan melemparkan nya ke atas kasur.
Tidak ada perlawanan dari Hanna, ia hanya menikmati setiap perlakuan Diego pada nya.
Lalu, kejadian itu terjadi lagi kepada mereka, tentu saja dengan gejolak hasrat yang sudah terbendung dan tak tertahankan dari pagi ini.
Kedua nya terlihat sedang di mabuk cinta, dan terlihat seperti bunga yang sedang bermekaran dengan indah.
***
Pagi ini Clara telah berada di kantor, dan sedang memperkenalkan diri nya kepada semua karyawan yang bekerja di sana, khusus nya di departemen pemasaran.
Sekarang Clara di temani oleh Rey, Clara dari berangkat kerja memang bersama Rey, dan juga Clara di pandu oleh Rey ketika telah sampai di kantor.
Setelah perkenalan, Rey meninggalkan Clara untuk segera memulai pekerjaan nya.
Siang ini adalah hari pertama latihan memperagakan busana, terlihat Diego sedang mengawasi semua orang yang sedang bekerja.
Lalu, siang ini akan ada pemotretan untuk majalah yang akan di terbitkan setelah acara fashion show.
Di atas panggung yang megah dan luas itu, Branden sedang bergaya dengan pesona nya.
Pada saat jam makan siang, Diego pergi ke markas bersama dengan Rey.
Melihat itu, Clara segera menghampiri mereka.
"Kalian mau kemana?" Tanya Clara.
"Apa aku boleh ikut makan siang dengan kalian?" Tanya Clara lagi.
"Hanya hari ini saja, aku belum terlalu akrab dengan mereka semua", bujuk Clara.
Lalu Rey melihat ke arah Diego, dan Diego hanya menganggukkan kepala nya.
"Masuk lah, sebelum itu kami akan pergi ke suatu tempat", ucap Rey kepada Clara.
"Jadi kamu jangan turun dari mobil, tunggu lah di dalam mobil sampai kami kembali", ujar Rey.
"Baiklah, aku mengerti", ucap Clara.
Lalu, mereka bertiga segera pergi menuju ke markas Octopus, dan Clara hanya menunggu di dalam mobil.
Ketika Clara menunggu di dalam mobil, terlihat ada seseorang yang sedang mengikuti Diego.
Lalu, dengan cepat Clara memperhatikan gerak gerik nya.
Setelah orang itu pergi, dan Diego telah masuk ke dalam mobil bersama dengan Rey, Clara menceritakan kejadian itu kepada mereka.
Mendengar cerita dari Clara, Diego dan Rey terlihat saling memberi kode satu sama lain nya.
***
Saat ini mereka sedang makan siang bersama, Clara terlihat sedang membolak-balikkan menu yang ada di atas meja.
"Aku mau yang ini saja", ucap Clara kepada Rey.
Lalu, Rey segera mengambil alih, dan memanggil pelayan, sedangkan Diego hanya melihat layar ponsel nya.
"Astaga! Apa aku tidak salah lihat", ucap Clara.
"Ada apa?" Tanya Rey.
"Itu, lelaki itu adalah orang yang membuntuti kalian, aku masih ingat dengan jelas wajah nya", ucap Clara sambil melihat ke arah pria itu.
"Jangan menatap nya seperti itu, alihkan pandangan mu", ucap Diego.
"Iya, pura-pura tidak tau saja", ucap Rey.
"Jangan sampai kamu juga di ikuti nya setelah ini", ujar Diego.
"Akibat kamu melihat nya membuntuti ku", ujar Diego.
"Itu Branden, apa dia ada hubungan nya dengan mereka?" Tanya Rey.
"Itu yang harus kita selidiki", ucap Diego.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Clara dengan polos nya, ia tidak mengerti maksud dari semua ini.
"Tidak ada apa-apa, ini hanya persaingan di antara para pria", ucap Diego.
Lalu, mereka segera memesan makan siang, dan Branden tersenyum licik memperhatikan mereka dari tempat duduk yang ada di pojok restoran.
Apa yang akan terjadi kepada Diego? dan Apakah acara fashion show itu berjalan dengan lancar?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
__ADS_1
Bersambung...