
Perdebatan yang terjadi di antara Zhen Shui dengan seorang wanita yang ada di dalam toilet pria itu pun mulai semakin memanas dan tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki seseorang yang akan memasuki toilet pria tersebut.
Mendengar itu wanita itu pun mulai panik dan diri nya pun segera menarik tangan Zhen Shui dan kemudian wanita itu pun langsung masuk ke dalam salah satu kamar toilet sambil menarik tangan Zhen Shui dengan secepat kilat.
"Sssttt", bisik wanita itu kepada Zhen Shui sambil menutup mulut nya dengan jari telunjuk kanan nya.
Zhen Shui yang melihat itu pun langsung diam di buat nya dan kedekatan di antara mereka saat ini pun sudah mulai semakin dekat.
Melihat kedekatan yang sedang terjadi di antara mereka berdua itu tak terasa jantung wanita itu pun mulai berdetak dengan kencang nya dan hal itu tentu saja membuat wanita itu langsung terdiam di buat nya sambil menatap wajah Zhen Shui yang ada di depan nya saat ini.
Pada saat suasana di antara mereka berdua itu mulai terlihat romantis tiba-tiba saja Zhen Shui langsung melepaskan diri nya dari cengkraman wanita itu.
"Wah kamu kasar sekali", ujar wanita itu kepada Zhen Shu.
"Cepat lah ke luar dari sini sebelum semakin banyak orang yang akan segera datang ke dalam toilet ini", ujar Zhen Shui kepada wanita itu.
Lalu wanita itu pun menghembuskan nafas nya dengan berat dan kemudian wanita itu pun segera ke luar dari dalam toilet pria itu tanpa mengucapkan terima kasih atau sepatah kata pun kepada Zhen Shui.
Melihat sikap wanita itu yang seperti itu kepada nya Zhen Shui pun hanya bisa menghela nafas nya dengan berat.
"Dasar wanita tidak tau sopan santun", ujar Zhen Shui sambil melihat kepergian wanita itu dari hadapan nya.
Lalu Zhen Shui pun segera mendekat ke arah cermin yang ada di dalam toilet pria itu dan kemudian diri nya pun mulai merapikan kembali penampilan nya itu.
***
Kediaman Ara
Saat ini Ara sedang memikirkan perkataan Alex kepada nya ketika mereka bertemu di salah satu restoran langganan nya itu.
Alex berkata kalau Ara tidak perlu menyelidiki kasus mengenai penculikan nya itu lagi karena jika rencana mereka sampai ketahuan maka mereka berdua pun bisa sirna dari dunia ini dalam waktu secepat kilat.
Ara berpikir kalau saat ini hanya diri nya lah yang bisa di andalkan untuk bisa mengetahui siapa dalang di balik kasus penculikan nya pada beberapa waktu yang lalu.
Ara tidak habis pikir kenapa Alex malah menyuruh nya agar bisa berhenti menyelidiki kasus penculikan nya itu padahal Ara akan membayar Alex sesuai dengan permintaan nya.
Ara memang berniat untuk membayar orang lain agar dapat menggantikan peran Alex di dalam rencana nya itu tapi Ara masih ragu karena diri nya tidak mau ada orang lain lagi yang ikut terlibat dan mengetahui semua rencana nya itu.
Menurut Ara jika semakin banyak orang lain yang mengetahui rencana nya itu maka akan semakin besar peluang rencana nya itu akan di tersebar kepada pihak yang tidak di inginkan nya.
Jadi Ara terlihat bingung dan hanya bisa terdiam saja di dalam kediaman nya itu sambil berusaha untuk mendapatkan solusi dari semua permasalahan yang sedang di hadapi nya saat ini.
Setelah cukup lama berpikir akhirnya terdengar lah bunyi suara ponsel nya dan kemudian Ara pun langsung mengangkat panggilan dari seseorang tersebut.
"Halo", ujar Ara tanpa melihat siapa orang yang telah menghubungi nya pada malam hari ini.
"Iya halo", ujar seorang wanita yang ada di seberang sana.
Lalu Ara pun langsung kaget di buat nya setelah mendengar suara wanita itu dan kemudian Ara pun langsung melihat kontak siapa yang telah menghubungi nya itu.
Namun sayang nya Ara tidak menyimpan kontak wanita tersebut di dalam ponsel nya tetapi seperti nya Ara cukup mengenal suara dari wanita tersebut karena suara wanita itu terdengar tidak asing di telinga nya.
"Siapa kamu?" Tanya Ara kepada wanita itu.
"Aku adalah istri nya Rey", ujar Clara dengan nada tegas nya.
Mendengar itu Ara pun berusaha untuk mengontrol diri nya dan kemudian ia pun mulai meladeni Clara dengan sikap angkuh nya itu.
"Apa kamu sedang merasa terancam dengan kehadiran ku", ujar Ara kepada Clara.
Clara yang mendengar itu pun langsung panas di buat nya dan kemudian ia pun langsung membentak Ara padahal sebelum nya Clara sudah berniat untuk membicarakan masalah ini dengan cara yang baik kepada Ara.
Namun tampak nya semua niat Clara itu terbuang dengan sia-sia karena pada saat ini diri nya sudah tidak terkontrol lagi dan karena itu lah Clara berusaha untuk melawan perkataan Ara yang telah di layangkan kepada nya itu.
"Jangan hanya berani membentak ku lewat panggilan telpon saja tetapi ayo kita selesaikan permasalahan kita ini secara langsung", ujar Ara kepada Clara.
"Ok! Lusa kita akan bertemu di dekat kediaman mu itu", ujar Clara kepada Ara.
"Baik lah pada saat itu aku akan mematahkan pergelangan tangan mu itu", ujar Ara kepada Clara dengan nada sinis nya.
Lalu panggilan itu pun langsung Ara matikan karena diri nya ingin membuat Clara kesal kepada nya dan tentu saja sikap nya itu telah berhasil membuat Clara marah dan kesal kepada nya.
***
__ADS_1
Markas Octopus
Saat ini Diego sedang berada di dalam markas nya dan ia pun tampak sedang menunggu seseorang di sana.
Diego memang sengaja untuk tidak mengajak Rey ke markas mereka saat ini karena diri nya masih marah dan kecewa kepada Rey.
Tak lama kemudian datang lah seorang pria dan kemudian pria itu pun langsung di persilahkan untuk masuk ke dalam ruangan kerja nya itu.
Setelah pria itu duduk di atas sofa yang ada di dalam ruangan kerja Diego itu lalu pria itu pun langsung meletakkan sebuah dokumen di atas meja yang ada di depan sofa tersebut.
"Ini adalah salinan dari kesepakatan yang telah di buat oleh pemilik rumah mewah itu dengan Pak Oskar", ujar pria itu kepada Diego.
Lalu Diego pun mengambil dokumen itu dan kemudian Diego pun langsung membaca nya.
"Ok! Aku mengerti kenapa mereka bisa bekerja sama dengan cara seperti ini", ujar Diego kepada pria itu.
Pria itu adalah salah satu utusan Zhen Shui dan Zhen Shui lah yang telah mengabari Diego untuk bisa bertemu dengan nya pada malam ini karena ada hal penting yang akan di perlihatkan nya kepada Diego malam ini.
Namun Diego tidak mau ada orang lain yang tau mengenai pertemuan mereka itu karena Diego yakin pada saat ini pergerakan Zhen Shui selalu di awasi oleh antek-antek dari Pak Oskar.
Jadi karena itu lah Diego meminta Zhen Shui untuk tidak menemui nya pada malam ini dan Diego malah menyuruh Zhen Shui untuk mengirimkan orang agar dapat memberikan dokumen itu kepada nya.
Dokumen itu adalah dokumen rahasia di antara Pak Oskar dengan pemilik rumah mewah yang ada di dekat perbatasan kota itu.
Jadi dengan dokumen itu Diego setidak nya bisa mengetahui target dari ke dua orang tersebut.
***
Kediaman Sera
Malam ini Ibu Hanna sudah berada di dalam salah satu kamar tamu dan beliau pun saat ini sudah terlihat sedang bersiap-siap untuk segera tidur dan beristirahat.
Karena pada besok pagi beliau akan membuktikan salah satu kemampuan memasak beliau itu kepada Kakek Sera.
Setelah Ibu Hanna berbaring di atas kasur nya beliau pun memikirkan kejadian hari ini ketika beliau sedang berusaha untuk memperhatikan semua orang yang ada di dalam kediaman Sera itu.
Sampai saat ini Ibu Hanna tidak tau yang mana mantan kekasih dari menantu nya itu karena beliau tidak mempunyai percakapan yang mengarah ke sana semenjak beliau datang ke kediaman ini sampai beliau terbaring di atas kasur ruang tamu ini.
Oleh karena itu Ibu Hanna pun langsung berdiri dari tempat tidur nya itu dan kemudian beliau pun mulai berjalan ke luar kamar nya untuk mencari keberadaan pelayan yang masih berkeliaran di dalam kediaman Sera itu.
Setelah ke luar dari kamar nya Ibu Hanna pun tak sengaja bertemu dengan Branden dan kemudian beliau pun mencoba untuk mengakrabkan diri dengan Branden.
"Chef jika butuh bantuan minta saja kepada para pelayan yang ada di dalam kediaman ini", ujar Branden kepada Ibu Hanna.
"Ok", ujar Ibu Hanna sambil menganggukkan kepala beliau kepada Branden.
Lalu Ibu Hanna pun segera pergi mencari pelayan yang ada di sekitar kamar nya itu dan kemudian beliau pun tidak sengaja bertemu dengan salah seorang pelayan wanita yang ada di dekat piano.
Pelayan itu terlihat sedang membersihkan piano tersebut dan Ibu Hanna yang melihat itu pun langsung mendekati pelayan itu dengan santai nya.
Pelayan wanita yang melihat Ibu Hanna mendekat ke arah nya itu pun langsung membungkukkan badan nya kepada Ibu Hanna sebagai tanda hormat nya kepada Ibu Hanna.
Lalu Ibu Hanna pun juga membalas sapaan dari pelayan tersebut kepada nya dan beliau pun juga ikut membungkukkan badan beliau kepada pelayan itu.
"Silahkan lanjutkan pekerjaan mu itu", ujar Ibu Hanna kepada pelayan wanita itu.
Lalu pelayan itu pun langsung tersenyum dan menganggukkan kepala nya kepada Ibu Hanna.
Ibu Hanna yang berdiri di dekat pelayan itu pun mulai membuka pembicaraan dengan pelayan wanita itu dan Ibu Hanna pun bertanya sekitar kehidupan pelayan itu sebelum dan setelah ia bekerja di kediaman Sera itu.
Lalu pelayan itu pun menjawab pertanyaan dari Ibu Hanna itu sambil tetap melanjutkan pekerjaan nya membersihkan piano yang ada di depan nya itu.
Setelah cukup lama berbincang dengan pelayan wanita itu akhirnya Ibu Hanna pun memberanikan diri nya untuk menanyakan mengenai semua orang yang tinggal di dalam kediaman Sera itu.
"Apakah semua orang yang tinggal di dalam kediaman ini adalah anggota keluarga", ujar Ibu Hanna kepada pelayan wanita itu.
"Tidak", ujar pelayan wanita itu.
Lalu Ibu Hanna pun mulai memuji ketampanan dan kecantikan semua orang yang menghuni kediaman Sera itu agar tujuan beliau mendekati pelayan itu tidak di curigai oleh semua orang yang telah melihat percakapan beliau dengan pelayan wanita itu.
Lalu Ibu Hanna pun selalu memuji kecantikan Coco di depan pelayan wanita itu dengan maksud agar pelayan itu bercerita lebih banyak mengenai Coco.
Mendengar Ibu Hanna yang selalu memuji kecantikan Coco di bandingkan dengan kecantikan Sera tiba-tiba saja pelayan wanita itu langsung menyuruh Ibu Hanna untuk segera menutup mulut nya.
__ADS_1
"Sssst", bisik pelayan wanita itu kepada Ibu Hanna sambil menutup mulut nya dengan jari telunjuk kanan nya.
"Ada apa?" Tanya Ibu Hanna kepada pelayan wanita itu.
Lalu pelayan wanita itu pun menjelaskan kepada Ibu Hanna kalau Ibu Hanna tidak boleh membanding-bandingkan cucu kesayangan pemilik kediaman ini dengan teman nya.
Mendengar perkataan dari pelayan wanita itu maka Ibu Hanna pun mulai mengerti dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
Ibu Hanna tidak sungguh-sungguh memuji kecantikan Coco karena itu beliau lakukan untuk memancing pelayan wanita itu agar bisa menceritakan mengenai cucu dari pemilik kediaman ini.
"Jadi cucu dari pemilik kediaman ini adalah Sera", ujar Ibu Hanna kepada pelayan wanita itu.
Lalu pelayan wanita itu pun langsung menganggukkan kepala nya kepada Ibu Hanna.
"Aku kira selama ini cucu dari pemilik kediaman ini adalah wanita yang bernama Coco itu", ujar Ibu Hanna.
"Karena waktu itu yang telah mewawancarai ku adalah Sera jadi aku pikir Sera adalah seseorang yang bekerja untuk kediaman ini", ujar Ibu Hanna lagi kepada pelayan wanita itu.
Lalu pelayan wanita itu pun menggelengkan kepala nya lagi kepada Ibu Hanna sambil tetap membersihkan piano itu.
"Hanna ku lebih cantik dari pada mereka berdua jadi apa lagi yang harus aku khawatirkan saat ini", ujar Ibu Hanna di dalam hati nya.
Walau pun begitu Ibu Hanna pun tetap merasa kasihan kepada putri nya itu karena lawan putri nya itu selama ini adalah Sera.
Sera adalah wanita yang kaya raya sedangkan putri nya hanya lah seorang putri dari keluarga yang biasa-biasa saja jadi karena itu lah Ibu Hanna cukup mengkhawatirkan putri nya itu.
***
Gedung Acara Pesta Di Pusat Kota
Saat ini Coco telah berada di tempat acara pesta itu dan diri nya pun juga tengah di awasi oleh orang-orang suruhan Branden.
Setelah cukup lama memperhatikan orang-orang yang ada di pesta itu Coco pun langsung menghela nafas nya dengan berat karena diri nya tidak menemukan keberadaan Zhen Shui di sekitar ruangan pesta itu.
Namun setelah diri nya mengkonfirmasi hal itu kepada salah satu orang suruhan Branden itu akhirnya Coco pun setidak nya mengetahui dimana keberadaan sekretaris Zhen Shui saat ini berkat informasi yang telah di dapat nya dari bawahan Branden itu.
Lalu setelah mengetahui keberadaan sekretaris Zhen Shui itu akhirnya Coco pun langsung berjalan menuju meja yang di tempati oleh sekretaris Zhen Shui itu dengan langkah kaki nya yang anggun itu.
"Permisi", ujar Coco kepada sekretaris Zhen Shui dengan senyuman manis nya itu.
Lalu sekretaris Zhen Shui itu pun langsung melihat ke arah Coco sambil membalas senyuman yang telah di berikan Coco kepada nya itu.
"Boleh kah aku duduk di meja ini", ujar Coco lagi kepada sekretaris Zhen Shui itu.
"Tentu saja", ujar sekretaris Zhen Shui itu sambil mempersilahkan Coco untuk duduk di kursi yang ada di dekat nya itu.
Setelah Coco duduk di meja itu mereka berdua pun bercengkrama satu sama lain nya mengenai pesta yang sedang mereka hadiri saat ini.
Meja yang di tempati oleh sekretaris Zhen Shui itu terdapat dua gelas minuman dan melihat itu Coco pun langsung bertanya kepada sekretaris Zhen Shui itu mengenai pemilik gelas yang satu nya lagi.
Karena sebelum Coco datang ke meja itu di sana hanya ada sekretaris Zhen Shui saja jadi Coco hanya ingin memastikan kalau salah satu dari minuman itu adalah milik Zhen Shui.
"Aku di sini bersama dengan atasan ku", ujar wanita yang merupakan sekretaris Zhen Shui itu kepada Coco.
"Siapa nama atasan mu itu mana tau aku mengenal nya", ujar Coco kepada sekretaris Zhen Shui itu.
"Zhen Shui", ujar sekretaris Zhen Shui itu.
Mendengar itu Coco pun langsung tersenyum di buat nya dan kemudian Coco pun berkata kepada sekretaris Zhen Shui itu kalau ternyata diri nya tidak mengenal atasan nya itu.
Lalu mereka berdua pun melanjutkan percakapan mereka kembali sembari tersenyum kecil menanggapi perkataan sekretaris Zhen Shui maupun perkataan dari Coco.
Coco mencari kesempatan untuk memasukkan obat yang ada di dalam botol kecil yang telah di berikan oleh Sera kepada nya itu.
Walau pun diri nya keberatan dengan rencana Sera itu namun Coco pun tetap berusaha untuk mendukung rencana teman nya itu dengan semaksimal mungkin karena selama ini Sera telah cukup banyak berjasa di dalam kehidupan nya.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...
__ADS_1