
Kediaman Keluarga Besar Diego
"Bagaimana dengan kondisi wanita itu?" Tanya Ayah nya kepada Diego.
"Semalam dia telah di obati oleh dokter dan aku rasa pagi ini dia sudah sadar dengan tindakan nya itu", ujar Diego.
"Apa kakak akan pergi melihat nya pada pagi ini?" Tanya Krystal.
Lalu Diego pun menganggukkan kepala nya dan memakan roti sandwich yang ada di atas piring nya.
"Kalau begitu aku akan ikut dengan kakak", ujar Krystal.
"Terserah kamu saja", ujar Diego.
"Leo bagaimana dengan bisnis mu kali ini?" Tanya Ayah mertua nya.
"Aku rasa kali ini juga akan berjalan dengan lancar", jawab Leo.
"Baguslah kalau begitu", ujar Ayah Diego.
"Bagaimana kalau akhir bulan ini kita pergi camping?" Tanya Leo kepada semua nya.
"Anggap saja itu sebagai perayaan untuk keberhasilan bisnis ku kali ini", ujar Leo lagi.
"Boleh saja", ujar Diego.
"Wah kalau begitu kita juga harus mengajak yang lain juga", ujar Krystal.
"Kita ajak kakak Rey dan istri nya biar sedikit lebih ramai", ujar Krystal lagi.
"Boleh", ujar Leo.
"Baiklah Ayah akan mengosongkan jadwal Ayah untuk acara itu", ujar Ayah Diego.
"Ok! Aku juga harus pergi camping saat ini biar pikiran ku sedikit lebih fresh", ujar Diego.
"Kalau begitu aku akan mengatur dan mengurus memua nya dan Krystal yang akan memilih semua bahan masakan nya", ujar Leo.
"Ok", ujar Krystal.
Lalu mereka semua pun melanjutkan memakan makanan mereka kembali sambil mendengarkan berita yang sedang di putar oleh Ayah Diego lewat ponsel nya.
***
Markas Octopus
Saat ini Diego sedang duduk di dalam ruangan nya dan ia sedang memeriksa laporan keuangan organisasi nya.
"Tok tok tok", bunyi ketukan pintu dari luar ruangan Diego.
"Masuk", teriak Diego dari dalam ruangan nya.
Lalu Rey pun masuk ke dalam ruangan nya sambil membawa dokumen yang di minta oleh Diego.
"Ini aku telah membawakan nya untuk mu", ujar Rey sambil meletakkan dokumen itu di atas meja kerja Diego.
"Besok kita akan bertemu dengan Pak Oskar untuk membicarakan bisnis berikut nya", ujar Diego.
"Apa kamu yakin?" Tanya Rey.
"Tentu saja", ujar Diego.
"Aku rasa Pak Oskar telah mulai menyalah gunakan kekuasaan nya", Ujar Rey.
"Memang nya apa yang telah di lakukan nya?" Tanya Diego.
"Dia telah mengancam Zhen Shui dengan menyandra Ling-Ling pada beberapa waktu yang lalu", ujar Rey.
"Benarkah", ujar Diego.
"Iya anggota kita telah menyelidiki itu semua dan saat ini Zhen Shui sangat marah kepada Pak Oskar", ujar Rey.
"Kalau begitu bisnis kali ini bisa saja bermasalah karena mereka", ujar Diego.
"Aku rasa Zhen Shui akan menyerang Pak Oskar pada saat Pak Oskar sedang menjalankan misi nya", ujar Diego lagi.
"Iya aku rasa juga begitu", ujar Rey.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Rey.
"Pantau pergerakan Pak Oskar saat ini dan jangan sampai ada yang terlewatkan sebelum kita mengajak nya untuk melakukan kerja sama lagi", ujar Diego.
"Ok", ujar Rey.
"Lalu pantau juga pergerakan dari Zhen Shui dan adik nya", ujar Diego lagi.
"Ok", ujar Rey lagi.
"Lalu simpan laporan keuangan ini di dalam markas", ujar Diego lagi.
"Kenapa di dalam markas?" Tanya Rey.
"Bukankah biasa nya kamu selalu menyimpan nya di dalam kediaman mu", ujar Rey lagi.
"Aku hanya ingin menyembunyikan nya disini jadi untuk beberapa waktu ke depan seluruh dokumen yang berhubungan dengan Octopus akan aku simpan di dalam markas untuk sementara waktu", ujar Diego.
"Baiklah", ujar Rey.
"Jangan lupa untuk selalu mengawasi pergerakan dari Branden karena aku rasa dia akan membalas dendam kepada ku atau pun kepada adik ku", ujar Diego lagi.
"Ok aku akan mengurus semua itu", ujar Rey lagi.
"Akhir bulan ini aku dan keluarga ku akan mengadakan acara camping jadi kamu dan istri mu boleh datang jika kalian mau", ujar Diego.
"Aku akan memikirkan tawaran dari mu itu karena saat ini bayi ku juga sedang berada di kota", ujar Rey.
"Benarkah", ujar Diego.
"Iya kami baru saja datang ke kota dari beberapa hari yang lalu", ujar Rey lagi.
"Kalau begitu kalian bisa menitipkan bayi kalian itu di kediaman ku jika kalian ingin pergi camping dengan kami", ujar Diego.
__ADS_1
"Aku akan menanyakan nya kepada Clara terlebih dahulu jadi aku akan memberi tau mu nanti", ujar Rey.
"Ok", ujar Diego.
"Kalau begitu cepat masukkan semua dokumen yang telah aku periksa ini ke dalam Brankas", ujar Diego lagi.
"Baiklah", ujar Rey.
Lalu Rey pun segera mengambil dokumen yang telah di periksa oleh Diego itu dan langsung membawa nya ke dalam ruangan Brankas yang ada di dekat ruangan kerja Diego itu.
Sementara Diego mengambil ponsel nya dari dalam saku jas kerja nya yang sedang tergantung di tempat gantungan khusus untuk jas kerja nya itu.
Lalu Diego pun langsung menelpon Pak Oskar dan Pak Oskar pun langsung menjawab panggilan dari nya.
"Halo", Ujar Diego.
"Iya bagaimana dengan kabar anda tuan apa anda baik-baik saja", ujar Pak Oskar.
"Aku baik-baik saja dan bagaimana dengan pertemuan kita pada siang besok di restoran langganan kita itu", ujar Diego.
"Tentu saja aku akan datang kesana", ujar Pak Oskar.
"Bagaimana kalau pertemuan kali ini kita undur saja untuk sementara waktu karena saat ini aku sedang ada urusan keluarga yang harus aku urus sebelum itu", ujar Diego.
"Baiklah tuan kabari saja aku ketika urusan anda telah selesai", ujar Pak Oskar.
"Ok tunggu saja kabar dari ku", ujar Diego.
"Ok", ujar Pak Oskar.
Lalu panggilan itu pun segera berakhir dan Diego pun langsung memakai jaket nya kembali dan setelah itu Diego langsung pulang ke kediaman keluarga besar nya untuk pergi menjemput Krystal.
***
Kediaman Keluarga Besar Diego
"Dimana Krystal?" Tanya Diego kepada salah seorang pelayan yang ada di kediaman keluarga besar nya itu.
"Nona muda telah pulang ke kediaman nya tuan dan nona muda akan kembali lagi kesini ketika tuan muda telah sampai di rumah besar", ujar pelayan itu.
"Ok kamu bisa pergi sekarang", ujar Diego kepada pelayan itu.
Lalu pelayan itu pun segera pergi dari hadapan Diego dan setelah itu Diego pun langsung masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat sebentar sambil menunggu kedatangan Krystal ke rumah besar itu.
"Halo", ujar Diego lewat ponsel nya.
"Kakak apa kamu sudah berada di rumah besar saat ini?" Tanya Krystal.
"Sudah", ujar Diego.
"Dimana kamu sekarang?" Tanya Diego.
"Aku masih berada di rumah ku", ujar Krystal.
"Apa kamu jadi ikut dengan ku untuk pergi ke rumah sakit?" Tanya Diego lagi.
"Tentu saja aku akan ikut dengan mu karena pada saat ini aku telah selesai bersiap-siap untuk pergi kesana", ujar Krystal.
"Kalau begitu cepatlah datang ke rumah besar karena setelah pulang dari rumah sakit itu aku akan segera tidur di rumah besar dan saat ini mata ku sudah mulai berat akibat mengantuk", ujar Diego.
Lalu panggilan itu pun berakhir dan Diego hanya berbaring di atas kasur nya sambil menunggu kedatangan adik nya itu.
***
Rumah Clara
Saat ini Rey baru saja pulang dari kantor Ayah Diego dan ia pun langsung menuju ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya disana sebelum ia bertemu dengan bayi nya itu.
Sementara Clara sedang sibuk bermain dengan bayi nya di ruang tamu rumah nya itu.
"Clara", teriak Rey dari dalam kamar mandi.
"Iya ada apa?" Tanya Clara.
"Tolong ambilkan aku handuk yang baru karena handuk yang ada di dalam kamar mandi ini tidak sengaja terjatuh di atas lantai", ujar Rey lagi.
"Baiklah tunggu sebentar", ujar Clara.
Lalu Clara pun segera pergi ke dalam kamar nya untuk mengambil handuk yang ada di dalam lemari dan setelah itu Clara pun langsung menuju ke depan pintu kamar mandi untuk memberikan handuk itu kepada Rey.
"Terima kasih", ujar Rey.
"Sama-sama", ujar Clara.
Lalu Clara pun kembali lagi bermain dengan bayi kecil nya itu di ruang tamu rumah nya.
Tak lama kemudian Rey pun telah selesai mandi dan ia juga telah bergabung dengan Clara dan bayi kecil nya itu.
"Bagaimana dengan pekerjaan mu hari ini?" Tanya Clara.
"Berjalan seperti biasa nya", Ujar Rey.
"Oh iya Diego telah mengajak kita untuk pergi camping pada akhir bulan ini", ujar Rey lagi.
"Benarkah!" Ujar Clara.
"Iya jadi bagiamana menurut mu?" Tanya Rey.
"Aku ingin ikut karena kita sudah sangat lama tidak pergi berkemah bersama", ujar Clara.
"Lalu bagaimana dengan bayi kita?" Tanya Clara.
"Bayi kita bisa di jaga oleh pelayan yang ada di kediaman Keluarga Besar Diego", ujar Rey.
"Kalau begitu semua nya aman dan kita bisa pergi refreshing untuk saat ini", ujar Clara.
"Karena semenjak hamil dan sampai saat ini aku sangat ingin pergi keluar untuk bersenang-senang seperti ini", ujar Clara lagi.
"Baiklah kalau kamu menginginkan nya maka aku akan mengatakan nya kepada Diego", ujar Rey.
"Terima kasih", ujar Clara sambil tersenyum kepada Rey.
__ADS_1
Setelah itu mereka bertiga pun menghidupkan TV yang ada di depan mereka saat ini sambil memakan cemilan yang ada di atas meja ruang tamu rumah nya itu.
***
Rumah Sakit
"Astaga sungguh bodoh sekali", ujar Krystal saat berdiri di depan tempat tidur Ara.
"Aku tidak bodoh dan tolong jangan katakan itu kepada ku", ujar Ara kepada Krystal.
"Baiklah aku akan mengganti kalimat nya", ujar Krystal.
"Astaga wanita ini sungguh tidak tau diri", ujar Krystal lagi.
"Apa maksud mu berkata seperti itu kepada ku", ujar Ara kepada Krystal.
"Aku hanya berusaha untuk memenuhi keinginan mu saja karena kamu yang telah menyuruh ku untuk mengganti kalimat ku itu", ujar Krystal.
Lalu Ara pun menatap Krystal dengan tajam nya sedangkan Diego hanya diam saja menyaksikan pertengkaran mereka itu.
"Dasar wanita kurang ajar", ujar Ara di dalam hati nya.
"Kalau kamu bukan adik Diego maka aku sudah pasti akan membuat mu menyesal karena telah berani berkata seperti itu kepada ku", ujar Ara lagi di dalam hati nya.
"Seperti nya kamu sudah baik-baik saja sekarang", ujar Diego kepada Ara.
"Aku masih lemas dan tidak sanggup melakukan apa pun itu", ujar Ara kepada Diego.
"Tapi kelihatan nya kamu sudah lebih baik sekarang jika di bandingkan dengan hari kemarin", ujar Diego.
"Itu bukti nya kamu telah bisa beradu mulut dengan Krystal", ujar Diego lagi.
"Luka ku masih sangat sakit dan kamu dengan tega nya berkata seperti itu kepada ku", ujar Ara kepada Diego.
"Coba lihat luka mu itu", ujar Krystal.
Lalu Krystal pun berjalan mendekati Ara dan ia pun langsung melihat tangan Ara yang sedang terbalut dengan perban putih itu.
"Aku pikir luka yang ada di tangan mu itu akan segera membaik jadi kamu jangan terlalu takut jika luka mu itu tidak segera membaik", ujar Krystal kepada Ara.
"Dari mana kamu tau kalau luka ku ini akan segera membaik", ujar Ara kepada Krystal.
"Yang ada luka ku bertambah parah saat ini dan sudah membengkak karena aku yang telah merasakan nya dan bukan diri mu yang sok tau itu", ujar Ara lagi kepada Krystal.
"Jangan berkata seperti itu kepada ku", ujar Krystal kepada Ara.
"Aku yang lebih tau dari pada diri mu itu", ujar Krystal lagi dengan amarah nya yang sudah mulai memuncak.
"Sudahlah jangan ribut lagi disini yang penting saat ini kamu sudah mulai membaik dan sebentar lagi kamu akan bisa pulang ke kediaman mu itu", ujar Diego kepada Ara.
"Lalu setelah itu kamu juga bisa beraktifitas seperti biasa nya lagi walau pun tangan mu masih di perban untuk sementara waktu", ujar Diego lagi kepada Ara.
"Diego kenapa kamu tidak membela ku sama sekali", ujar Ara.
"Apa yang di katakan oleh Krystal itu memang benar karena dia sudah sering mengalami apa yang sedang kamu rasakan di tangan mu saat ini dan bahkan luka nya pun lebih parah jika di bandingkan dengan diri mu itu", ujar Diego menjelaskan.
"Aku tidak bermaksud untuk membuat mu marah saat ini tapi aku rasa luka mu itu akan mengering dalam beberapa hari ini jadi bersabarlah untuk itu", ujar Diego lagi kepada Ara.
"Aku telah mengurus semua nya jadi saat ini orang suruhan ku akan menjaga mu terus sampai kamu telah keluar dari dalam rumah sakit ini", ujar Diego lagi.
"Ok jika kamu berkata seperti itu kepada ku maka aku akan menerima nya dengan senang hati", ujar Ara kepada Diego.
"Baguslah kalau seperti itu", ujar Krystal.
"Kalau begitu aku akan pergi dulu dan jika kamu memerlukan sesuatu atau butuh bantuan kamu bisa memanggil penjaga yang telah aku perintahkan untuk menjaga mu disini", ujar Diego kepada Ara.
"Ok", ujar Ara.
Lalu Diego dan Krystal pun segera pergi meninggalkan Ara di dalam ruangan nya itu sementara Ara hanya menatap kepergian mereka dengan raut wajah kesal nya.
"Awas saja kalian nanti", ujar Ara saat Diego dan Krystal telah keluar dari dalam ruangan nya.
Lalu Ara pun langsung membaringkan diri nya lagi di atas tempat tidur nya itu sambil menonton TV yang ada di depan nya saat ini.
***
Desa Terpencil
Pagi ini Hanna sedang menitipkan bayi nya itu kepada Ibu Jiu karena diri nya akan pergi memanen beberapa sayuran untuk ia masak pada siang ini dan Hanna pun pergi berdua dengan Jiu ke kebun Ibu Jiu yang ada di belakang rumah Ibu Jiu itu.
"Jiu tolong pegang ini untuk ku", ujar Hanna.
"Baiklah", ujar Jiu.
Lalu Jiu pun segera mengambil jam tangan Hanna itu dan memasukkan nya ke dalam saku celana nya agar jam tangan Hanna itu tidak terjatuh saat mereka sedang memetik beberapa sayuran itu.
Lalu pada waktu yang bersamaan Alex pun datang dan menghampiri Ibu Jiu yang sedang duduk di depan rumah nya bersama dengan bayi mungil Hanna itu.
"Permisi", ujar Alex kepada Ibu Jiu.
"Iya ada apa?" Tanya Ibu Jiu.
"Boleh kah saya meminta bantuan?" Tanya Alex.
"Bantuan apa?" Tanya Ibu Jiu.
"Bisakah Bibi membantu ku untuk menggambarkan jalan menuju ke desa sebelah", ujar Alex.
"Bisa tapi aku harus menggambarkan nya dengan apa?" Tanya Ibu Jiu.
"Di sebuah kertas juga boleh agar aku bisa mengingat nya dengan jelas", ujar Alex lagi.
"Baiklah aku akan mengambil kertas dan pulpen dulu ke dalam rumah dan tolong kamu jaga sebentar bayi ini untuk ku", ujar Ibu Jiu.
"Baiklah aku akan menjaga nya disini", ujar Alex kepada Ibu Jiu.
Lalu Ibu Jiu pun segera masuk ke dalam rumah untuk pergi mengambil kertas dan pulpen sedangkan Alex langsung melihat ke arah bayi Hanna dengan senyuman nya yang lebar dan terlihat sangat bahagia sekali.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...