
Kediaman Diego
Saat Clara sedang menonton TV di ruang keluarga rumah Diego tiba-tiba saja terdengar bunyi suara telpon rumah Diego.
Lalu seorang pelayan pun segera mengangkat panggilan telpon tersebut.
"Halo", jawab pelayan itu.
"Iya Halo", ujar seseorang yang jauh disana.
"Ini siapa?" Tanya pelayan itu.
"Saya Ibu nya Hanna bisakah saya berbicara dengan Hanna", ujar Ibu Hanna kepada pelayan itu.
"Siapa yang menelfon?" Tanya Clara tiba-tiba kepada pelayan itu.
"Ibu nya nyonya Hanna", ujar pelayan itu.
"Berikan saja pada ku", ujar Clara.
Kemudian pelayan itu pun segera memberikan telpon itu kepada Clara.
"Halo Ibu", ujar Clara.
"Aku Clara", ujar Clara lagi.
"Oh Clara dimana Hanna?" Tanya Ibu Hanna.
"Astaga ada apa ini", ujar Clara.
"Perasaan Ibu tidak enak dan tiba-tiba saja Ibu kepikiran dengan Hanna", ujar Ibu Hanna.
"Jadi tolong berikan telpon itu kepada Hanna biar Ibu bisa lega dan tidak kepikiran terus", ujar Ibu Hanna lagi.
"Bukankah Hanna sedang pergi keluar dan bukankah Ibu yang menyuruh Hanna untuk pergi menemui Ibu", ujar Clara bingung.
"Apa!" Teriak Ibu Hanna.
"Ibu tidak pernah menyuruh Hanna untuk pergi menemui Ibu", ujar Ibu Hanna.
"Lalu surat yang di baca oleh Hanna tadi dari siapa?" Tanya Clara.
"Di surat itu tertulis kalau Ibu lah yang mengirimkan nya kepada Hanna", ujar Clara lagi.
"Tidak Ibu tidak pernah mengirimkan surat apa pun kepada Hanna", ujar Ibu Hanna.
"Kalau Ibu ingin berbicara kepada Hanna biasa nya Ibu hanya menelpon nya lewat ponsel nya atau pun lewat telpon rumah nya", ujar Ibu Hanna lagi.
"Lalu Hanna sedang pergi menemui siapa sekarang?" Tanya Clara.
"Clara apa yang telah terjadi kepada Hanna tolong katakan kepada Ibu semua nya", ujar Ibu Hanna.
Kemudian Clara pun menceritakan semua nya mengenai Hanna yang sedang pergi ke hotel yang ada di dekat kediaman Diego itu.
"Clara gawat", ujar Ibu Hanna.
"Cepat kamu beri tau Diego mengenai Hanna", ujar Ibu Hanna lagi.
"Ok aku akan memberi tau Diego sekarang", ujar Clara.
"Aku rasa Hanna baik-baik saja jadi Ibu jangan terlalu mengkhawatirkan Hanna", ujar Clara lagi.
"Apa lagi Hanna sudah dewasa jadi aku rasa dia sudah tau mana yang baik dan mana yang buruk untuk di lakukan nya", ujar Clara lagi.
"Tapi tetap saja Ibu khawatir dengan nya", ujar Ibu Hanna.
"Ok kalau begitu aku akan menelpon Diego dulu untuk memberi tau nya", ujar Clara.
"Baiklah", ujar Ibu Hanna.
Kemudian panggilan itu pun segera berakhir dan Clara pun langsung menelpon Diego lewat ponsel nya.
"Aduh kenapa Diego tak mengangkat telpon dari ku", ujar Clara.
"Diego ayo angkat", gumam Clara.
"Seperti nya Diego tak bisa aku hubungi kalau begitu aku akan memberi tau Rey saja", ujar Clara lagi.
Lalu Clara pun segera menghubungi Rey namun kondisi nya masih sama karena Rey tak kunjung juga mengangkat panggilan telpon dari Clara.
"Aduh apa yang harus aku lakukan sekarang?" Tanya Clara pada diri nya sendiri.
"Kenapa semua orang tidak ada yang mengangkat telpon dari ku", ujar Clara lagi.
"Oh iya aku hampir lupa aku kan belum menghubungi Hanna", ujar Clara lagi sambil menepuk jidat nya.
"Astaga kenapa aku bisa jadi pelupa begini", ujar Clara lagi.
Kemudian Clara pun segera menelpon Hanna namun tetap saja Hanna tidak menjawab panggilan dari nya.
"Apa aku harus pergi menyusul Hanna ya", ujar Clara lagi.
Lalu tak pakai pikir lama lagi Clara pun segera pergi menyusul Hanna ke hotel yang ada di dekat kediaman Diego itu dengan menaiki taksi yang telah di pesan nya.
***
Hotel
__ADS_1
Saat ini Hanna sedang tidak sadarkan diri dan Hanna pun sedang di ikat dengan menggunakan tali di kedua tangan dan kaki nya.
Lalu tampak ada seorang lelaki yang sedang menyuntikkan obat bius kepada Hanna lewat tangan sebelah kanan Hanna.
Setelah obat bius itu di suntikkan kepada Hanna lalu pria itu segera melepaskan tali yang ada di pergelangan tangan Hanna dan juga yang ada di kaki Hanna.
Ikatan di kedua tangan dan kaki Hanna pun telah lepas lalu setelah itu Hanna pun dibaringkan di atas kasur yang ada di dalam kamar itu oleh pria yang telah membius Hanna tersebut.
Pada saat Hanna sedang terbaring di atas kasur tempat tidur kamar hotel tersebut tiba-tiba saja Ara datang dan masuk ke dalam kamar hotel itu.
Lalu Ara pun menyuruh pria itu untuk berjaga-jaga di depan pintu kamar hotel itu agar tidak ada satu pun orang yang tau kalau mereka sedang berniat jahat kepada Hanna.
Setelah itu Ara pun melepaskan satu persatu pakaian Hanna sehingga saat ini hanya menyisakan hot pantas yang sedang di pakai oleh Hanna dan juga menyisakan tank top yang menutupi bagian sensitif dari tubuh Hanna.
Lalu setelah itu Ara pun duduk di sofa yang ada di dalam kamar hotel itu sambil menunggu kedatangan Diego ke hotel tersebut.
Karena saat ini Ara telah mengirimkan sebuah surat misterius ke kediaman Diego untuk memberi tau Diego mengenai keberadaan Hanna saat ini.
"Sebentar lagi kamu akan segera di usir dari kediaman Diego", ujar Ara sambil tersenyum licik kepada Hanna yang sedang tertidur di atas tempat tidur kamar hotel tersebut.
***
Kediaman Diego
Saat ini seorang kurir sedang mengantarkan sebuah surat ke kediaman Diego.
Lalu seorang pelayan yang ada di rumah itu telah menerima surat itu dan kemudian pelayan itu pun menaruh surat itu di atas meja ruang keluarga rumah itu.
Pada waktu yang bersamaan Krystal pun datang ke kediaman Diego untuk mengambil beberapa barang nya yang akan dibawa nya ke rumah besar.
"Apa ini?" Tanya Krystal.
"Tumben ada surat di atas meja", ujar Krystal lagi.
Lalu Krystal pun segera membuka dan membaca surat yang tidak ada nama pengirim nya tersebut.
"Hanna sedang berselingkuh dari mu dan sekarang dia sedang berada di sebuah hotel yang ada di dekat kediaman mu", tulis seseorang di dalam surat itu.
"Apa!" Teriak Krystal.
Kemudian Krystal pun segera menghubungi kakak nya namun Diego sama sekali tidak mengangkat panggilan dari Krystal tersebut.
"Aku harus pergi ke hotel itu sekarang juga", ujar Krystal.
Kemudian Krystal pun segera pergi menuju ke hotel yang ada di dekat kediaman kakak nya itu dengan menggunakan mobil yang telah dia bawa dari rumah besar keluarga nya.
***
Markas Octopus
Saat ini Diego dan Rey baru saja melihat ponsel mereka karena semenjak mereka datang ke markas Octopus mereka tidak melihat ponsel mereka sama sekali.
Jadi Diego dan Rey sebelum nya berada di ruang pusat komunikasi yang ada di dalam markas Octopus jadi di dalam ruangan itu lah Diego mengontrol semua anggota nya yang sedang melakukan misi di luar sana.
Semua staf yang ada di dalam ruangan pusat komunikasi itu terlihat sangat fokus kepada komputer dan laptop yang ada di depan mereka masing-masing.
Sedangkan Diego dan Rey hanya mendengarkan percakapan yang sedang terjadi di antara anggota Octopus dengan anggota Alexander.
Saat ini mereka baru saja selesai melaksanakan kesepakatan bisnis mereka yang sempat tertunda beberapa kali itu.
"Akhirnya semua barang itu telah berada di tangan kita", ujar Diego.
"Besok jangan lupa urus semua nya karena barang itu harus cepat kita distribusikan kepada pihak-pihak yang telah bekerja sama dengan ku karena mereka telah cukup lama menantikan kedatangan barang itu", ujar Diego lagi.
"Baiklah", ujar Rey.
"Diego lihat ponsel mu apakah banyak panggilan dan pesan yang masuk", ujar Rey kepada Diego.
"Setiap hari memang ada banyak panggilan dan pesan yang masuk ke nomor ponsel ku", ujar Diego.
"Jadi aku sudah tidak kaget lagi dengan hal itu", ujar Diego lagi.
"Kenapa Clara menelpon ku berkali-kali?" Tanya Rey.
"Apa telah terjadi sesuatu kepada nya", ujar Rey lagi.
Kemudian Rey pun segera menelpon Clara dan Clara pun langsung mengangkat panggilan telpon dari nya.
"Halo", ujar Clara.
"Kenapa kamu baru menelpon ku sekarang?" Tanya Clara.
"Aku baru selesai melaksanakan tugas ku", ujar Rey.
"Kenapa kamu menelpon ku berkali-kali?" Tanya Rey.
"Apa kamu sedang baik-baik saja sekarang?" Tanya Rey lagi.
"Aku baik-baik saja", ujar Clara.
"Apa ada Diego di dekat mu sekarang?" Tanya Clara.
"Iya ada apa dengan Diego?" Tanya Rey.
Kemudian Clara pun segera menceritakan semua yang sedang terjadi saat ini dan setalah itu pun panggilan mereka pun berakhir dan Rey segera memberi tau Diego mengenai hal yang telah disampaikan oleh Clara kepada nya.
"Apa!" Teriak Diego.
__ADS_1
"Ayo kita segera kesana sekarang", ujar Diego.
"Ok", ujar Rey.
Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju ke hotel yang ada di dekat kediaman Diego dengan menggunakan mobil Diego dan tentu saja kali ini Diego sendiri yang membawa mobil nya.
Diego tampak terlihat sangat kaget dan marah dengan keadaan yang sedang terjadi saat ini.
Karena hal itu lah Diego membawa mobil nya dengan laju kecepatan yang tinggi sehingga membuat siapa pun yang berada di dalam mobil nya terlihat tidak tenang dengan cara Diego membawa mobil nya tersebut.
"Diego jangan terlalu ngebut seperti ini", ujar Rey kepada nya.
"Aku merasa terombang-ambing karena diri mu", ujar Rey lagi.
Namun Diego tetap saja tidak mempedulikan Rey karena yang ada di dalam pikiran nya sekarang hanya lah Hanna.
***
Hotel
Saat ini Clara sedang berada di dalam hotel yang ada di dekat kediaman Diego.
Clara telah sampai di hotel ini pada beberapa waktu yang lalu karena sebelum nya Clara telah meminta kepada driver taksi untuk membawa mobil nya dengan pelan agar diri nya nyaman saat berada di dalam taksi tersebut.
Namun walau pun telah seperti itu tetap saja Clara merasa sedikit mual dengan semua nya dan karena itu lah Clara memutuskan untuk duduk sebentar di lobby yang ada di hotel itu sambil berusaha untuk menelpon Rey dan untung saja Rey telah menelpon nya balik ketika Clara sedang duduk di lobby hotel itu.
Lalu setelah berbicara dengan Rey lewat ponsel nya itu Clara pun langsung berjalan menuju ke meja resepsionis dan setelah itu menanyakan tentang Hanna kepada petugas resepsionis itu.
"Jadi bagaimana apa ada yang menginap di hotel ini atas nama Pak Adam atau pun Hanna", ujar Clara kepada resepsionis yang ada di lobby hotel tersebut.
"Saat ini yang menginap di hotel ini atas nama Pak Adam telah check out dalam dua jam yang lalu", ujar resepsionis itu kepada Clara.
"Dan tidak ada nama Adam lain nya selain pengunjung yang telah melakukan check out itu", ujar resepsionis itu lagi.
"Kalau Hanna bagaimana?" Tanya Clara lagi.
"Atas nama Hanna ada", ujar resepsionis itu.
"Jadi yang telah memesan kamar hotel ini adalah Hanna", ujar Clara kepada resepsionis itu.
"Iya nona Hanna yang telah memesan nya", ujar petugas resepsionis itu lagi.
"Lalu di kamar nomor berapa Hanna sekarang?" Tanya Clara lagi.
"Nona Hanna sedang berada di dalam kamar nomor 169", ujar petugas resepsionis itu.
"Ok terima kasih", ujar Clara.
Kemudian Clara pun segera melangkahkan kaki nya menuju ke kamar nomor 169. Namun pada saat yang bersamaan Krystal pun datang dan langsung menghampiri Clara.
"Krystal", ujar Clara kepada nya.
"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Clara.
"Aku sedang mencari kakak ipar", ujar Clara.
"Apa! Kenapa tujuan mu bisa sama dengan ku", ujar Clara.
"Benarkah!" Ujar Krystal.
"Aku telah menemukan surat ini di atas meja", ujar Krystal lagi.
Kemudian Clara pun segera membaca surat yang telah dibawa oleh Krystal itu dan tentu saja Clara sangat terkejut dengan isi yang ada di dalam surat itu.
"Kalau begitu ayo kita segera pergi ke kamar nomor 169", ujar Clara.
"Ayo", ujar Krystal.
Kemudian mereka berdua pun segera berjalan menuju ke kamar nomor 169 dan setelah sampai di depan pintu kamar tersebut mereka pun langsung mengetuk pintu kamar itu tanpa bersuara sedikit pun.
"Kenapa tidak ada jawaban dari dalam", ujar Clara.
"Apa jangan-jangan Hanna tidak ada di dalam kamar ini", ujar Clara lagi.
"Krek", bunyi pintu terbuka setelah Krystal bersandar di pintu itu.
"Pintu nya terbuka", ujar Krystal.
"Seperti nya pintu ini tidak di kunci", ujar Clara.
"Iya karena itu lah aku tidak sengaja membuka nya", ujar Krystal.
"Ayo kita periksa ke dalam", ujar Krystal.
"Ayo", ujar Clara.
Kemudian mereka pun segera masuk ke dalam kamar hotel itu dan setelah mereka berada di dekat tempat tidur yang ada di dalam kamar hotel itu mereka pun langsung dibuat kaget dengan apa yang telah mereka lihat saat sekarang ini.
"OMG", teriak Krystal.
"Aku tidak percaya ini", ujar Clara.
Kemudian mereka berdua pun saling bertatapan satu sama lain nya dan seketika itu juga datanglah Diego dan Rey secara bersamaan.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.
Bersambung...