Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Terpukul


__ADS_3

Rumah Sakit


Saat ini Hanna telah sadar dari pingsan nya dan Hanna merasa bingung dengan keberadaan nya saat ini.


"Dimana aku?" Tanya Hanna.


"Kenapa tangan ku di infus?" Tanya Hanna lagi.


Kemudian salah seorang suster pun melihat Hanna yang telah sadar dari pingsan nya dan suster itu pun langsung menghampiri Hanna ke tempat tidur nya.


Setelah sampai di depan Hanna yang masih terlihat bingung itu suster pun langsung memeriksa kondisi Hanna saat ini.


"Suster kenapa aku bisa berada di dalam rumah sakit ini?" Tanya Hanna.


"Siapa yang telah membawa ku ke rumah sakit ini?" Tanya Hanna lagi.


"Ada pihak dari hotel yang telah membawa anda ke rumah sakit ini", ujar suster tersebut.


"Hotel", ujar Hanna.


"Oh iya sebelum nya aku memang berada di hotel", ujar Hanna lagi.


"Bisakah anda segera menghubungi keluarga anda untuk mengurus kepulangan anda", ujar suster itu.


"Karena kami tidak menemukan identitas anda di dalam tas anda dan ponsel anda pun juga terkunci jadi kami belum menghubungi siapa pun yang berhubungan dengan anda saat ini", ujar suster itu lagi.


"Kalau begitu biar aku sendiri saja yang mengurus kepulangan ku", ujar Hanna.


"Karena saat ini aku hanya sebatang kara di kota ini", ujar Hanna lagi.


"Kalau begitu terlebih dahulu anda harus pergi ke ruangan dokter yang telah memeriksa kondisi anda saat ini baru setelah itu anda boleh pulang ke rumah", ujar suster itu.


"Baiklah", ujar Hanna.


"Kemudian suster itu pun langsung mengarahkan Hanna untuk segera masuk ke dalam ruangan dokter yang telah memeriksa kondisi Hanna itu dari beberapa waktu yang lalu.


"Silahkan duduk", ujar dokter kepada Hanna.


Kemudian Hanna pun segera duduk di depan dokter tersebut.


"Jadi bagaimana dengan kondisi saya saat ini dokter?" Tanya Hanna.


"Anda harus lebih banyak lagi untuk beristirahat saat ini karena saat ini anda membutuhkan energi yang banyak untuk menjalani aktifitas anda ke depan nya", ujar dokter itu.


"Iya seperti nya dalam beberapa hari ini saya memang sangat kelelahan dokter", ujar Hanna.


"Jadi anda belum mengetahui nya?" Tanya dokter itu kepada Hanna.


"Mengetahui apa dokter?" Tanya Hanna lagi.


"Memang nya saya sakit parah saat ini dokter?" Tanya Hanna lagi dengan wajah khawatir nya.


"Selamat", ujar dokter itu sambil menjulurkan sebelah tangan nya kepada Hanna.


"Selamat", ujar Hanna dengan wajah bingung nya.


"Maksud nya apa dokter?" Tanya Hanna lagi sambil menyambut uluran tangan dokter itu dan akhirnya Hanna pun bersalaman dengan dokter yang telah memeriksa kondisi nya tersebut.


"Selamat! Anda sedang mengandung saat ini", ujar dokter itu lagi.


"Apa! Mengandung", ujar Hanna dengan kaget nya.


"Iya saat ini anda sedang mengandung dan usia kandungan anda saat ini sudah mulai memasuki usia kandungan tujuh minggu", ujar dokter itu lagi.


Mendengar perkataan dokter yang seperti itu kepada nya langsung saja membuat Hanna tertegun dengan semua nya saat ini.


"Jadi apakah kandungan saya saat ini baik-baik saja dokter?" Tanya Hanna lagi.


"Saat ini kondisi anda dan kandungan anda sangat baik dan saya sarankan untuk tidak mengkonsumsi obat apa pun itu tanpa seizin dokter", ujar dokter itu lagi kepada Hanna.


"Baiklah dokter", ujar Hanna.


"Ini saya sudah meresepkan obat yang harus anda minum pada setiap hari nya jadi anda bisa pergi ke apotik untuk mengambil obat nya", ujar dokter itu lagi.


"Ok dokter terima kasih", ujar Hanna.


Kemudian Hanna pun segera pergi ke apotik rumah sakit itu untuk mengambil obat yang telah diresepkan oleh dokter tersebut.


Setelah itu Hanna pun langsung pergi ke bagian administrasi rumah sakit untuk mengurus kepulangan nya.


Setelah Hanna selesai mengurus kepulangan nya dari rumah sakit itu Hanna pun duduk sebentar di kursi rumah sakit yang ada di lobby rumah sakit itu.


"Aku tidak percaya dengan semua ini", ujar Hanna.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang ini?" Tanya Hanna sambil meratapi keadaan nya saat ini.


"Tidak mungkin aku pergi menemui Diego saat ini karena dia telah mengusir ku dari pandangan nya untuk selama nya", ujar Hanna lagi.


"Kalau aku tidak pergi untuk menemui Diego lalu bagaimana dengan nasib bayi ini ke depan nya", ujar Hanna lagi.


"Aku takut ketika aku pergi menemui nya yang ada Diego malah akan mengambil bayi ini dari ku untuk selama-lama nya", ujar Hanna lagi.


"Lebih baik aku mengikuti perkataan Diego saja untuk tidak lagi menemui nya agar aku dan bayi ini bisa hidup tenang walau pun nanti nya bayi ini tidak akan memiliki sosok seorang Ayah yang ada di dalam hidup nya", ujar Hanna lagi.


"Maafkan aku anak ku karena aku tidak bisa memberikan mu kepada Ayah mu karena aku juga sangat menyayangi mu", ujar Hanna sambil mengelus perut nya.


"Aku tidak mempunyai siapa pun lagi saat ini dan hanya ada kamu bayi ku jadi aku harap kamu tidak marah kepada ku", ujar Hanna lagi.

__ADS_1


Kemudian Hanna pun sudah tidak bisa lagi menahan air mata nya dan di saat itu juga air mata Hanna langsung keluar dengan deras nya walau pun Hanna sudah berusaha untuk menahan nya.


"Kenapa kamu menangis?" Tanya seorang Ibu-Ibu kepada Hanna.


"Tidak apa-apa jangan khawatirkan aku", ujar Hanna.


"Bersabar lah di rumah sakit memang banyak orang yang menangis seperti mu dan hanya itu yang bisa aku katakan kepada mu", ujar Ibu-Ibu itu kepada Hanna.


"Iya terima kasih aku mengerti", ujar Hanna.


Kemudian Ibu-Ibu itu pun segera pergi meninggalkan Hanna dan Hanna pun baru tersadar kalau saat sekarang ini sudah akan memasuki waktu jam tiga pagi dan Hanna juga tidak tau akan tidur dimana saat ini.


"Lebih baik aku tidur di rumah sakit saja sampai besok pagi dan setelah itu aku akan pergi ke rumah Clara untuk meminta tolong kepada nya", ujar Hanna.


"Semoga saja Clara bisa mengemas pakaian ku dan setelah itu aku baru pergi meninggalkan kota ini", ujar Hanna lagi.


Kemudian Hanna pun segera mencari tempat untuk tidur yang ada di sekitar rumah sakit itu dan akhirnya Hanna pun memutuskan untuk tidur di ruang tunggu yang ada di dekat lobby rumah sakit itu.


Di dalam ruangan itu juga ada dua orang Ibu-Ibu yang sedang menunggu anak nya untuk di operasi.


"Permisi", ujar Hanna.


Kemudian Hanna pun tersenyum kepada ke dua Ibu-Ibu itu.


"Iya duduk saja disini", ujar salah seorang Ibu-Ibu itu kepada Hanna.


"Siapa yang sakit?" Tanya Ibu-Ibu itu lagi kepada Hanna.


"Sekarang sudah tidak ada lagi yang sakit tapi aku mau tidur sebentar karena besok aku akan melakukan perjalanan yang jauh setelah urusan ku selesai disini", ujar Hanna.


"Kalau begitu tidur lah karena masih ada beberapa jam lagi menjelang besok pagi", ujar Ibu-Ibu itu kepada Hanna.


"Baiklah", ujar Hanna sambil tersenyum kepada ke dua Ibu-Ibu itu.


"Semoga saja aku bisa menjalani semua nya", ujar Hanna di dalam hati nya sambil mengingat semua kejadian yang telah dia lalui itu.


Lalu Hanna pun segera berbaring di atas karpet yang ada di dalam ruangan itu dan kemudian Hanna pun berusaha untuk segera tidur.


Namun setelah cukup lama berusaha untuk tidur akhirnya Hanna pun langsung tertidur dengan sendiri nya.


***


Rumah Clara


"Tok tok tok", bunyi ketukan pintu di rumah Clara.


"Siapa itu?" Tanya Clara.


"Kenapa dia tidak membunyikan bel saja aneh sekali", ujar Clara.


Kemudian Clara pun segera membukakan pintu untuk orang itu dan ternyata orang yang telah mengetuk pintu rumah Clara itu adalah Hanna.


"Hanna", ujar Clara dengan nada memelas nya.


"Ayo masuk ke dalam", ujar Clara setelah nya.


Lalu Hanna pun segera masuk ke dalam rumah Clara dan setelah itu Hanna dan Clara pun duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah Clara itu.


"Hanna kenapa mata mu menggembung seperti itu?" Tanya Clara.


"Jangan bertanya mengenai itu kepada ku", ujar Hanna.


"Apa kamu menangis semalam?" Tanya Clara lagi tanpa menghiraukan perkataan Hanna itu kepada nya.


"Sudah lah jangan bertanya mengenai hal yang membuat ku jadi tambah sedih", ujar Hanna.


Kemudian Clara pun langsung memeluk Hanna dan ikut sedih dengan keadaan teman nya yang seperti itu.


"Apa kamu sudah makan?" Tanya Clara lagi.


"Tentu saja belum karena aku baru saja bangun dari tidur ku dan setelah itu aku langsung pergi ke rumah mu", ujar Hanna.


"Astaga jadi kamu belum mandi pantas saja kamu tidak wangi seperti biasa nya", ujar Clara.


"Kalau begitu ayo makan dulu", ujar Clara lagi.


"Ayo", ujar Hanna sambil bertingkah menyedihkan di depan Clara.


"Aduh kasihan sekali diri mu itu", ujar Clara sambil melihat tingkah Hanna yang seperti itu kepada nya.


"Tunggu saja disini aku akan membawakan makanan kesini", ujar Clara lagi.


"Ok", ujar Hanna sambil tersenyum girang kepada Clara.


Kemudian Clara pun segera membawakan semua makanan yang ada di atas meja dapur nya.


Lalu setelah itu Clara pun meletakkan semua makanan itu di atas meja ruang tamu nya karena mereka telah terbiasa untuk makan di meja ruang tamu itu sambil menonton TV bersama.


"Lebih baik TV aku matikan saja karena saat ini aku ingin mendengarkan cerita dari mu", ujar Clara kepada Hanna.


"Ayo makan lah bersama ku", ujar Hanna.


"Iya tanpa kamu suruh pun aku juga akan ikut makan dengan mu", ujar Clara.


Kemudian Hanna pun geleng-geleng kepala melihat tingkah Clara itu kepada nya.


"Akhir-akhir ini nafsu makan ku meningkat dan aku rasa itu karena kehamilan ku saat ini", ujar Clara lagi.

__ADS_1


Mendengar perkataan Clara yang seperti itu tiba-tiba saja Hanna terdiam dan mengingat kembali kejadian sewaktu diri nya di rumah sakit kemarin.


"Hanna", ujar Clara.


Namun Hanna tidak mendengarkan perkataan Clara tersebut kepada nya.


"Hanna", teriak Clara kali ini dengan sekuat tenaga nya.


Mendengar teriakan Clara yang sangat kencang itu langsung saja membuat Hanna sadar dan kembali lagi mendengarkan Clara.


"Iya jangan berteriak di depan ku", ujar Hanna.


"Ada apa dengan mu?" Tanya Clara.


"Kenapa kamu terlihat murung sekali", ujar Clara lagi.


"Aku tidak apa-apa", ujar Hanna.


"Hanna aku akan berusaha untuk membujuk Diego mengenai diri mu itu tetapi aku rasa saat ini Diego butuh waktu untuk sendirian", ujar Clara.


"Karena saat ini Diego sedang sangat marah kepada mu jadi aku juga takut jika ingin berbicara dengan diri nya", ujar Clara lagi.


"Kamu jangan terlalu mengkhawatirkan aku dan kamu juga tidak perlu melakukan hal itu kepada Diego karena aku sudah tidak ingin mendapatkan masalah lagi dengan nya", ujar Hanna.


"Tapi", ujar Clara namun perkataan nya telah di potong oleh Hanna.


"Tidak ada lagi yang harus aku bicarakan mengenai itu jadi aku harap kamu mengerti dengan keadaan ku saat ini", ujar Hanna ketika memotong pembicaraan Clara itu.


"Baiklah aku tidak akan melakukan nya lagi", ujar Clara.


Kemudian mereka pun fokus dengan makanan mereka masing-masing dan setelah beberapa menit berlalu akhirnya Clara pun memutuskan untuk bertanya lagi kepada Hanna walau pun diri nya takut di marahi lagi oleh Hanna.


"Jadi bagaimana dengan rencana mu ke depan nya?" Tanya Clara.


"Aku akan pergi meninggalkan kota ini", ujar Hanna.


"Apa! Jadi kamu tidak akan berada di kota lagi", ujar Clara.


"Iya aku sudah tidak ada alasan lagi untuk tetap berada di kota ini", ujar Hanna.


"Lalu kapan kamu akan balik ke desa", ujar Clara.


"Hari ini setelah aku meminta bantuan mu", ujar Hanna.


"Bantuan dari ku", ujar Clara.


"Apa itu?" Tanya Clara.


"Tolong kamu kemas semua pakaian ku hari ini ke rumah Diego dan setelah itu aku akan pergi dari kota ini", ujar Hanna.


"Hanna", ujar Clara dengan nada lirih nya sambil menatap Hanna dengan tatapan sendu nya.


"Sudah lah jangan seperti itu saat ini kepada ku karena aku akan tambah bersedih jika kamu terus bertingkah seperti itu kepada ku", ujar Hanna.


"Baiklah aku tidak akan bertingkah seperti itu lagi kepada mu", ujar Clara.


"Nanti setelah Rey pulang dari bekerja aku akan meminta tolong kepada nya untuk mengantarkan aku ke kediaman Diego dan setelah itu aku akan mengemas semua pakaian mu yang ada di rumah itu", ujar Clara lagi.


"Terima kasih", ujar Hanna.


"Seperti nya kamu akan berangkat pada malam hari karena aku mungkin akan selesai mengemas semua pakaian mu itu pada malam hari", ujar Clara lagi.


"Tidak masalah aku tidak apa-apa selama kamu masih mau untuk membantu ku", ujar Hanna.


Kemudian Clara pun tersenyum kepada Hanna dan setelah itu mereka pun kembali lagi memakan makanan yang ada di atas meja ruang tamu itu.


***


Kediaman Hanna


Saat ini Ayah Hanna telah pulang dari kampus karena kebetulan pada hari ini Ayah Hanna hanya mengajar satu kelas saja di kampus nya.


"Kring kring kring", bunyi telpon rumah Hanna.


Lalu Bibi Im segera mengangkat panggilan telpon itu.


"Halo", jawab Bibi Im.


"Iya tuan ada di rumah", ujar Bibi Im lagi.


"Tunggu sebentar saya akan memanggilkan nya", ujar Bibi Im lagi.


Kemudian Bibi Im langsung memanggil Ayah Hanna untuk segera mengangkat panggilan telpon dari Diego.


"Halo", ujar Ayah Hanna.


"Ada apa Diego tumben kamu menelpon ke rumah", ujar Ayah Hanna lagi.


"Apa!" Teriak Ayah Hanna.


Lalu pada saat itu juga Ayah Hanna pun langsung terjatuh dan terduduk di tempat sambil masih memegang telpon itu di tangan nya.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2