Mafia Wedding Secrets

Mafia Wedding Secrets
Hamil


__ADS_3

"Ini alat tes kehamilan nya", ucap Clara.


Lalu, Clara memberikan alat tes kehamilan itu kepada Hanna, dan Hanna mengambil nya, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk mengecek nya.


"Apa aku harus menampung pipis ku dulu?" Tanya Hanna pada diri nya sendiri.


Lalu, Hanna segera membaca keterangan yang ada di dalam kemasan alat tes kehamilan itu.


"Oh seperti ini, baik lah akan aku lakukan sesuai dengan perintah yang tertulis", ucap Hanna.


Lalu, Hanna segera menampung pipis nya, dan kemudian berdiri di depan kaca westafel.


Setelah meletakkan pipis yang telah di tampung nya itu di atas westafel, Hanna langsung membuka kemasan alat tes kehamilan itu, dan memasukkan alat nya ke dalam wadah, tempat pipis nya telah di tampung.


"Benar begini, di rendam sebentar, lalu aku akan menunggu hasil nya sekitar tiga menit", ujar nya.


Setelah tiga menit berlalu, muncul lah hasil nya, dan betapa terkejut nya Hanna saat melihat hasil itu.


Clara terus memanggil Hanna, tapi Hanna hanya diam menatap hasil tes kehamilan nya, dengan perasaan tidak percaya melihat hasil nya.


Hanna tidak menggubris Clara sedikit pun, sehingga Clara langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Ketika Clara masuk ke dalam kamar mandi, Hanna tetap tidak melihat ke arah nya.


"Ya..., Hanna", teriak Clara.


"Kenapa kamu hanya diam?" Tanya Clara.


"Apa kamu benar-benar hamil?" Tanya Clara tak percaya.


Lalu, Clara segera mendekati Hanna untuk melihat hasil nya dengan mata kepala nya sendiri.


"Apa! Hanna", lirih nya.


Lalu, Clara menatap Hanna dengan ekspresi kaget, sekaligus dengan wajah bahagia nya.


"Aku tidak menyangka akan jadi seperti ini", ucap Hanna.


"Semua nya sudah di takdir kan, ternyata kamu akan segera menjadi seorang ibu", ucap Clara.


"Apa yang harus aku lakukan saat ini?" Tanya Hanna.


"Apa lagi kalau bukan mengabari nya ke Diego", celoteh Clara.


"Tapi aku belum siap untuk bertemu dengan nya", ucap Hanna.


"Persiapkan lah diri mu secepat nya, jangan sampai dia tau dari orang lain", ujar Clara.


"Biarlah, aku sangat kesal dan kecewa pada nya, kalau pun dia tidak tau aku hamil anak nya, juga tidak masalah", ucap Hanna.


"Astaga, tapi aku cukup mengerti, dan kalau aku sedang berada di posisi mu saat sekarang ini, mungkin aku sudah histeris", ucap Clara.


"Aku lapar", ucap Hanna.


"Baik lah, karena kamu sedang hamil muda, aku akan mencarikan makanan untuk mu", ucap Clara


"Katakan! Kamu mau makan apa sekarang?" Tanya Clara.


"Omelet", ucap Hanna.


"Hanya itu?" Tanya Clara.


"Iya, tapi porsi nya harus lebih banyak dari biasa nya", jawab Hanna.


"Baik lah, tidak masalah bagi ku, karena aku juga pecinta omelet", ucap Clara.


Lalu, Clara segera memasak omelet di dapur, dan Hanna menonton TV di ruang tamu.


Rumah Clara memang minimalis, hanya punya satu kamar, satu kamar mandi, satu ruang tamu yang lumayan luas, dan sebuah dapur yang berada di samping ruang tamu.


Jadi, antara ruang tamu dan dapur tidak memiliki tembok, hanya kitchen set yang tertata rapi, terlihat seperti rumah minimalis dengan dapur yang modern.


Setelah selesai memasak omelet, Clara dan Hanna segera makan bersama di depan TV, sambil menonton drama Korea yang belum selesai mereka tonton.


"Ini baru aku berselera untuk makan", ucap Hanna.


"Kalau begitu makan lah yang banyak, dan jangan mau kalah dengan ku", ucap Clara.


"Tentu saja", ucap Hanna.


"Bagaimana dengan Rey?" Tanya Hanna.


Pertanyaan Hanna tiba-tiba membuat Clara tersedak, dan segera meminum air di gelas.


"Dia tidak terlihat menyukai ku", jawab Clara.


"Sejauh apa perjuangan mu untuk mendekati nya, sampai kamu bisa membuat kesimpulan seperti ini", ucap Hanna.


***


Flash Back


"Kamu jangan pergi dulu dari sini, tetap lah di sini untuk sementara waktu", ucap Diego kepada Clara.


"Aku takut merepotkan mu kalau aku masih ada di sini, sedangkan Hanna entah dimana sekarang", jawab Clara.


"Jadi kamu tidak mau berada di sini?" Tanya Rey.


"Bukan begitu, hanya saja aku sedikit tidak enak", jawab Clara.

__ADS_1


"Ya sudah, terserah kamu saja, yang jelas kami sudah meminta mu untuk tinggal di sini sementara waktu", ujar Rey.


"Rey, diam lah", ucap Diego.


"Aku tidak merasa repot karena mu, dan aku merasa senang jika kamu masih ada di sini sampai masalah teror ini selesai", ujar Diego.


"Apalagi Hanna juga menginginkan kamu untuk tetap berada di sini", Ucap Diego.


"Baik lah, aku akan tetap di sini", ucap Clara.


"Seperti nya pola pikir mu maju mundur", ucap Rey pada Clara.


"Apa maksud mu berkata seperti itu pada ku?" Tanya Clara dengan nada sarkas.


"Itu hanya penilaian ku, jangan terlalu di masukkan ke dalam hati", ucap Rey.


"Melihat mu seperti ini, aku jadi malas berbicara pada mu", kesal Clara.


Lalu, Clara segera pergi menuju pekarangan rumah Diego, dan duduk di kursi taman yang ada di samping rumah.


"Apa wanita memang seperti ini?" Tanya Rey.


"Seperti nya begitu", jawab Diego.


"Aneh, awal nya berlagak tidak mau, tapi ujung-ujung nya juga mau, dasar wanita", celoteh Rey.


"Kamu harus belajar lagi jika ingin menghadapi wanita, tiru saja diri ku", ucap Diego.


"Tanpa belajar, aku sudah punya bakat alami untuk membuat wanita tertarik kepada ku", ucap Diego.


Lalu, Diego segera pergi meninggalkan Rey, sedangkan Rey hanya melongo mendengar perkataan Diego pada nya.


"Apa aku seburuk itu?" Tanya Rey pada diri nya sendiri.


***


"Begitu lah kira-kira", ucap Clara kepada Hanna setelah menceritakan semua itu ke Hanna.


"Semenjak kejadian itu, aku tidak pernah terlalu dekat dengan nya", ucap Clara lagi.


"Benarkah?" Tanya Hanna curiga.


"Biasa nya kamu tidak pernah mundur, jika ingin mendekati seorang pria yang kamu sukai", ucap Hanna.


"Aku memang tidak terlalu dekat dengan nya, tapi aku hanya memandang nya dari kejauhan, dan jiwa ku meronta-ronta setiap kali melihat diri nya tampil dengan sangat memukau", jelas Clara.


"Lalu, kenapa kamu bersikap seperti itu?" Tanya Hanna.


"Entah lah, aku juga tidak tau kenapa bisa seperti begini", jawab Clara.


"Cobalah untuk menjelaskan perasaan mu kepada nya, dan lakukan seperti biasa nya jika kamu memang ingin memiliki nya", saran Hanna.


Lalu, mereka melanjutkan makan bersama, sambil menonton drama korea kesukaan mereka.


***


Saat ini, Ara datang ke rumah Diego, dan ia sedang duduk di ruang tamu.


Salah seorang pelayan memberikan nya segelas minuman, dan menyuruh nya untuk menunggu Diego.


Setelah setengah jam berlalu, Rey datang dan ikut duduk di ruang tamu.


"Kamu mau mencari Diego?" Tanya Rey.


"Iya, dimana dia?" Tanya Ara.


"Sebentar lagi dia akan pulang", jawab Rey.


"Baik lah, aku akan menunggu nya sebentar lagi", ucap Ara.


"Apa kamu menyukai Diego?" Tanya Rey pura-pura tidak tau.


"Memang nya kenapa?" Tanya Ara.


"Ini bukan urusan mu", ucap Ara.


"Diego sudah punya istri, jadi jangan berniat untuk ingin merusak nya", ucap Rey.


"Aku tidak berniat untuk merusak nya, aku hanya datang untuk melihat nya saja", jelas Ara.


"Aku hanya ingin mengingatkan mu saja, bahwa di dunia ini masih banyak pria yang menginginkan mu untuk jadi pasangan hidup nya", ucap Rey.


"Apa kamu juga termasuk ke dalam nya?" Cetus Ara.


"Kalau iya kenapa?" Tanya Rey.


"Apa kamu akan memberi ku ruang untuk bisa dekat dengan mu?" Tanya Rey lagi.


"Tidak! Aku hanya menganggap mu sebagai teman, dan itu tidak akan pernah berubah", jawab Ara.


Lalu, Rey hanya terdiam mendengar jawaban dari Ara, dan Ara terlihat tidak suka dengan Rey.


"Baik lah, jika itu mau mu, aku tidak akan pernah mengganggu mu lagi", ucap Rey.


Lalu, Diego datang, dan segera bergabung dengan mereka.


"Ada apa ini?" Tanya Diego.


"Tidak ada apa-apa", jawab Ara.

__ADS_1


"Aku akan pergi ke kamar dulu", ucap Rey.


"Tunggu! Bagaimana dengan Hanna, apa kamu sudah menemukan nya?" Tanya Diego.


"Saat ini anggota kita masih sedang mencari nya, dan nomor telfon nya masih belum aktif sampai detik ini", jelas Rey.


"Jika sudah ada pertanda, aku akan segera mengabari mu, bersabar lah untuk saat ini", ucap Rey.


"Baik lah", ucap Diego.


Lalu, Rey segera pergi ke dalam kamar nya.


Melihat itu, Ara jadi merasa kesal dengan Diego, ia sudah datang ke sini untuk bertemu dengan nya, tapi Diego malah tidak memikirkan perasaan nya.


"Ada perlu apa kamu ke sini, apalagi ini sudah malam?" Tanya Diego pada Ara.


"Aku hanya ingin memastikan keadaan mu, apa kamu baik-baik saja setelah istri mu kabur dari rumah", ucap Ara.


"Tidak usah mencemaskan ku, aku bisa mengatasi nya sendiri", ucap Diego.


Lalu, Rey datang, dan berjalan menuju pekarangan rumah.


"Rey, kamu mau kemana?" Tanya Diego.


"Hanya ingin mencari udara segar", jawab nya.


"Bawalah Ara bersama mu, tolong antarkan dia pulang ke rumah nya", ucap Diego.


"Apa dia mau aku antar pulang?" Tanya Rey.


"Tidak usah, aku sudah memesan taksi, dan sebentar lagi akan datang", ucap Ara.


Lalu, Ara segera berpura-pura untuk menanyakan dimana taksi yang menjemput nya kini berada, padahal ia baru akan memesan taksi secara online.


"Supir nya sudah membalas pesan ku, kalau dia sedang dalam perjalanan menuju ke sini", jelas Ara.


"Kalau begitu aku akan pergi dulu", ucap Rey.


Setelah Ara pulang ke rumah, Diego menuju ke ruang kerja nya, dan menatap lukisan seorang wanita yang telah selesai di lukis nya.


"Jika aku dulu mengejar mu, apa kita akan bersama saat ini?" Tanya Diego dalam hati.


"Sekarang aku sudah punya istri, dan aku sudah menetapkan diri ku untuk melupakan mu sepenuh nya, dan akan fokus ke istri ku saja", ucap nya lagi.


Lalu, Diego segera menyimpan lukisan itu, di dalam ruang rahasia milik nya.


***


Saat ini, Rey tidak tau mau kemana, dan mobil nya hanya melaju tanpa memiliki tujuan yang jelas.


Rey merasa ingin meluapkan kesedihan nya, dan ingin pergi ke klub malam yang ada di pusat kota.


Namun, Rey mengurungkan niat nya untuk melakukan itu, alasan nya adalah karena ia tidak mau terlihat sedang patah hati.


Lalu, tiba-tiba Rey mengingat kejadian dimana Clara tengah membeli alat tes kehamilan.


Rey berfikir kalau saat ini Clara juga sedang dalam masalah, dan tentu nya ingin mempunyai seorang teman yang bisa di ajak untuk menghilangkan stres bersama.


Setelah itu, langsung saja Rey pergi ke rumah Clara, dan mengendarai mobil nya dengan laju kecepatan tinggi.


Setelah sampai di rumah Clara, Rey membunyikan bel, dan memanggil Clara dari luar.


"Clara", teriak nya.


Mendengar teriakan seseorang dari luar, Clara segera melihat ke layar monitor, dan kaget setelah mengetahui siapa orang yang ada di depan rumah nya saat ini.


Lalu, Clara berlari menuju ke tempat Hanna berada.


"Gawat", ucap nya.


"Hanna", teriak nya.


"Ada apa?" Tanya Hanna.


"Siapa yang datang?" Tanya Hanna lagi.


"Di luar ada Rey", ucap Clara.


"Apa! Aku harus segera bersembunyi", ucap Hanna.


Lalu, Hanna segera masuk ke dalam kamar, dan mengunci pintu kamar dari dalam.


Melihat itu, Clara langsung membuka pintu rumah, dan mempersilahkan Rey untuk masuk ke dalam rumah nya.


"Ada perlu apa kamu datang tengah malam begini?" Tanya Clara.


"Bukan kah seharusnya kamu menyuruh tamu mu untuk duduk terlebih dahulu", ucap Rey.


Lalu, Clara baru sadar kalau di ruang tamu ada dua piring makan, dan dua gelas yang sedang terletak di atas meja.


Melihat itu, langsung saja Clara membelalakkan mata nya.


Apakah Hanna akan ketahuan bersembunyi di rumah Clara?


Tunggu kisah selanjutnya di episode berikut nya.


Jangan lupa di like, komen, dan masukin ke dalam keranjang ya, agar author lebih semangat lagi untuk menulis, terima kasih.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2